KEMAMPUAN KITA UNTUK TINGGAL TENANG SANGAT KRUSIAL

Bahan renungan:

Matius 14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”

Saat masa-masa sulit datang, tantangan terbesar adalah tetap tenang. Secara alami, kita cenderung cepat merespons, takut, cemas, dan berusaha melakukan sesuatu untuk memerbaiki atau memecahkan masalah. Namun, kita perlu belajar untuk tinggal tenang, sehingga kita dapat berpikir jernih, bertindak bijaksana, dan membuat keputusan yang tepat.

(Baca juga: SEANDAINYA DI DUNIA INI TIDAK ADA MASALAH LAGI)

Musa pernah mengalami hal itu. Ketika pasukan Firaun mengejar Bangsa Israel, sementara di hadapan mereka terbentang Laut Merah, sepertinya tidak ada jalan. Bangsa Israel bersungut-sungut, marah, dan menuduh Musa hendak mencelakai mereka. Di tengah tekanan besar, Musa memilih untuk tinggal tenang dan berdoa meminta hikmat kepada Tuhan.

Hasilnya adalah sebuah perkataan iman yang sangat meneguhkan Bangsa Israel, perkataan yang melukiskan harapan dan kekuatan, “Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”

Seandainya saja Musa tidak tenang dan memilih untuk cepat merespons, marah, panik, takut, atau kuatir, tentu kita tidak akan pernah mendengar kisah Laut Merah terbelah dan dua juta Bangsa Israel berjalan di tanah yang kering dengan penuh sorak sorai.

(Baca juga: JANGAN KERASKAN HATI ANDA TERHADAP KEBENARAN)

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sedang mengalami sebuah masalah yang besar? Tinggallah tenang di dalam janji Tuhan, jangan takut. Tuhan telah berjanji untuk menyertai kita sampai kesudahan zaman. Saya percaya Dia pasti membelah setiap “Laut Merah” yang menghadang kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

YANG PERLU ANDA LAKUKAN SAAT BERADA DI LEMBAH KEKELAMAN

Bahan renungan:

Ulangan 8:7 Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung.

Jika Anda sedang berada di lembah kekelaman, saya ingin Anda benar-benar merenungkan apa yang saya tulis hari ini.

(Baca juga: MENINGGALKAN JEJAK IMAN)

Jika Anda pernah berada di sebuah lembah dan memandang ke sekeliling, Anda pasti tahu bahwa pandangan Anda sangat terbatas. Anda tidak dapat melihat jauh ke depan atau sekeliling. Berbeda halnya jika Anda berada di atas gunung. Anda dapat melayangkan pandangan sejauh mungkin. Saat berada di lembah, satu-satunya pandangan jauh hanyalah pada saat Anda melihat ke atas.

Anda dapat mengartikan kata “lembah” di atas sebagai masa krisis, tekanan, masalah, dan lain sebagainya.

Situasi “lembah” itu dihadapi oleh para tokoh Alkitab. Daniel, misalnya, saat dijerumuskan ke kandang singa. Musa, saat diperhadapkan dengan Laut Merah dan dikejar oleh tentara Mesir. Elisa, saat tempat tinggalnya dikepung oleh ribuan musuh. Yesus, saat harus berhadapan dengan 5000 orang yang lapar. Si wanita pendarahan, saat menghadapi kenyataan bahwa penyakitnya bertambah buruk dan tidak ada satu tabib pun yang dapat menyembuhkan dia.

Satu-satunya arah pandang para tokoh di atas saat berada di lembah adalah ke atas, kepada Tuhan dan janji setia-Nya. Ya, ke sanalah hati dan pikiran semestinya kita arahkan. Hanya Tuhan yang sanggup membawa Anda keluar dari lembah kekelaman. Hanya Tuhan yang sanggup memulihkan kehidupan Anda.

Secara mata manusia sungguh sulit memikirkan jalan keluar saat berhadapan dengan situasi yang Musa hadapi. Namun, Musa mengarahkan pandangannya kepada Tuhan, dan Laut Merah terbelah. Begitu juga dengan di wanita pendarahan. Semua tabib sudah angkat tangan, tetapi ketika dia mendekat kepada Yesus, seketika itu juga dia disembuhkan.

(Baca juga: JANGAN TAKUT TERHADAP MASALAH. JADILAH KREATIF!)

Semakin lama Anda memandang kepada masalah, semakin Anda kehilangan gairah, dan akibatnya Anda stres, depresi, dan tertekan. Namun jika Anda memandang kepada Tuhan dan janji-Nya, mencari kebenaran-Nya, dan mendekat kepada-Nya, Anda akan menemukan kekuatan dan jalan keluar. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

CARA MENGATASI KRISIS: TUHAN TANGGUNG BAGIAN TERBERATNYA (bagian 04)

Bahan renungan:

Keluaran 14:21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

Apakah Anda pernah mendengar istilah “do your best and GOD will do the rest”? Menurut saya istilah ini tidak tepat. Saya lebih suka mengatakannya begini, “God always does the best, therefore we can rest in HIM.” Hanya pada saat kita menyadari bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Bapa yang baik, kita dapat tinggal tenang di dalam Dia. Itu yang membuat sekalipun ada Laut Merah yang membentang, kita tidak ketakutan, karena kita tahu yang bersama-sama dengan kita adalah Bapa yang baik yang tidak pernah merancangkan yang buruk bagi anak-anak-Nya.

(Baca juga: CARA MENGATASI KRISIS: LIHATLAH KESELAMATAN DARI TUHAN (bagian 03))

Ini adalah bagian terakhir dari renungan kita yang bertema CARA MENGATASI KRISIS. Jika ini pertama kalinya Anda membaca hagahtoday.com, saya menyarankan Anda membaca dari bagian pertama.

Seperti yang kita ketahui, setelah Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, laut itu terbelah. Teman, sepertinya saya tidak perlu memberitahu Anda bahwa yang membelah laut bukan Musa, melainkan Tuhan. Anda dapat melihat bahwa dalam masalah Musa, Tuhan yang mengambil bagian terberatnya. Menurut Anda mana yang lebih mudah bagi Musa, mengulurkan tangan atau membelah lautan? Tentu saja mengulurkan tangan.

Ayat di atas jelas mengatakan Musa hanya mengulurkan tangan, tanda Dia percaya kepada Tuhan, sementara Tuhan membelah lautan.

Teman, perlu Anda sadari, Anda tidak sendirian di saat krisis datang, Tuhan senantiasa ada bersama-sama Anda. Dan, berita sukacitanya adalah DIA menanggung bagian terberat untuk Anda. Firman Tuhan katakan Dia yang berperang bagi kita dan kita hanya akan diam saja (Keluaran 14:14). Filipi 4:13 mengatakan, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Saya percaya tidak ada satu pun masalah yang terlalu besar jika Anda melewatinya bersama-sama TUHAN.

Mari kita lanjutkan kisah di atas sedikit lagi.

Keluaran 14:22 berkata, “Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.” Garis bawahi kata “di tempat kering.” Saat ini saya sedang membayangkan sebuah karpet merah panjang, seperti yang terdapat di ajang Oscar, yang khusus disiapkan Tuhan bagi Bangsa Israel saat mereka melintasi Laut Merah. Saya yakin ini bukan jalan keluar ala kadarnya, tetapi jalan keluar terbaik yang Tuhan persiapkan bagi anak-anak-Nya.

Untuk menggelitik imajinasi Anda, saya paparkan sedikit informasi mengenai Laut Merah. Laut Merah, atau juga disebut Laut Teberau, memisahkan benua Asia dan Afrika. Panjang laut ini 1900 km dengan jarak terlebar sejauh 300 km, dan dan titik terdalam 2500 m. Wow! Tentu saja ini bukan jarak yang dapat ditempuh dalam waktu satu hari dengan berjalan kaki. Saya membayangkan perjalanan mereka melintasi Laut Merah penuh sorak sorai, tari-tarian, nyanyian, dan sesekali mereka berhenti memandang kagum aquarium raksasa berisi ikan-ikan besar di kanan kiri mereka, dan sama sekali tidak ada genangan air di bawah kaki mereka. Oh, sungguh menakjubkan!

Jika Anda menyadari Bapa di Sorga yang baik itu selalu bersama Anda, krisis atau masalah sebesar apa pun bukanlah sesuatu yang harus Anda lalui dengan stres, depresi, ketakutan, dan penuh kekuatiran. Sebaliknya, Anda dapat melewatinya dengan tenang, damai, dan penuh sukacita. Firman Tuhan telah mengatakan bahwa bersama Yesus, Anda lebih dari pemenang.

(Baca juga: CARA MENGATASI KRISIS: JANGAN TAKUT (bagian 01))

Ijinkan saya mengutip ayat ini sekali lagi, “Janganlah takut, berdirilah tetap, dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu ..” Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

ANDA TIDAK HARUS TAKUT SAAT MENGHADAPI MASALAH

Bahan renungan:

Mazmur 119:30 Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.

Saya percaya seburuk apa pun situasi hidup kita, selalu ada pilihan. Pilihan untuk menang atau kalah, pilihan untuk maju atau mundur, pilihan untuk lari atau lawan. Pilihan untuk percaya kepada janji Tuhan atau takut.

(Baca juga: BAGIAN YANG TIDAK DILINDUNGI PERLENGKAPAN SENJATA ALLAH)

Takut dan kuatir adalah dua respons terfavorit saat kita mengalami masalah, tekanan, atau pergumulan. Padahal, kita tidak harus memilih kedua respons tersebut.

Dalam banyak kasus, ketika anak kita belum pulang ke rumah tengah malam, kita memilih untuk takut dan kuatir. Ketika uang di tabungan habis, kita memilih takut dan kuatir. Ketika pekerjaan atau bisnis kita bermasalah, kita memilih takut dan kuatir. Ketika dokter mengatakan sakit kita tidak ada obatnya, kita memilih takut dan kuatir. Padahal pilihan di dalam hidup kita tidak hanya takut dan kuatir.

Hari ini saya ingin menyakinkan Anda bahwa Anda dapat memilih respons yang lain. Anda dapat memilih damai, sukacita, percaya, dan berpengharapan. Saya berikan beberapa contoh.

Ketika berhadapan dengan Goliat dan tentara Filistin, Saul dan seluruh tentara Israel memilih takut dan kuatir, tetapi Daud tidak. Ketika mengintai Tanah Kanaan, sepuluh pengintai memilih takut dan kuatir, tetapi Yosua dan Kaleb tidak. Ketika dihadang Laut Merah, dua juta Bangsa Israel memilih takut dan kuatir, tetapi Musa tidak. Ketika diperhadapkan dengan salib, semua murid lari ketakutan, tetapi Yesus dan Yohanes tidak.

Lihat, kita dapat memilih respons lain. Ya, takut dan kuatir adalah pilihan kita sendiri. Jadi, kalau ketakutan dan kekuatiran itu berbuahkan stres, depresi, sakit penyakit, bahkan kegilaan, itu sama sekali bukan karena Tuhan yang merancangkannya untuk kita, melainkan kita sendiri yang salah memilih respons.

(Baca juga: BAGAIMANA CARA MELAKUKAN TINDAKAN IMAN?)

Teman, sungguh wajar bagi orang yang tidak memiliki Yesus memilih takut dan kuatir setiap ada masalah, tetapi hal tersebut tidak wajar bagi orang yang memiliki Yesus. Saat bersama Yesus, kita dapat memilih untuk menari dan bersorak di tengah badai. (penulis: @mistermuryadi)

BAGIAN ANDA PERCAYA, BUKAN MEMIKIRKAN CARANYA

Bahan renungan:

Bilangan 14:11 TUHAN berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepadaKu, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka!”

Sejak zaman Perjanjian Lama sampai hari ini TUHAN tetap mengharapkan hal yang sama dari manusia, yaitu mempercayaiNYA. TUHAN ingin manusia, karena keinginannya, memberikan sepenuhnya kendali hidupnya kepada TUHAN.

(Baca juga: BAGI ANDA MUNGKIN MUSTAHIL, TAPI BAGI TUHAN TIDAK)

Dalam Keluaran 14:16 dengan jelas TUHAN memberikan perintah kepada Musa atau dengan kata lain, TUHAN ingin Musa mempercayaiNYA, “Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.” Lalu di ayat 21 dikatakan, “Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.”

Anda lihat, bagian Musa bukanlah memikirkan bagaimana cara membelah lautan. Tentu saja Musa, si penggembala kambing domba ini, tidak mengerti cara membelah lautan. Bagian Musa adalah percaya kepada apa yang TUHAN katakan, dan membelah lautan adalah bagian TUHAN, sehingga seluruh Bangsa Israel berjalan di tanah yang kering.

Saya yakin kalau Musa yang memikirkan cara menyelamatkan Bangsa Israel hari itu, dia akan berpikir dapat selamat saja sudah bagus, tidak masalah tanahnya basah atau tidak masalah ada 1000-2000 orang yang menjadi korban, yang penting sebagian besar dapat diselamatkan dari kejaran tentara Firaun.

(Baca juga: MENGAPA TUHAN INGIN KITA KAYA DENGAN CARA MENABUR?)

Teman, bagian kita adalah percaya kepada TUHAN. Percayakan masalah, kekuatiran, dan ketakutan Anda kepada TUHAN. Firman Tuhan katakan dalam 1 Petrus 5:7, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNYA, sebab Ia yang memelihara kamu.” Ketika kuatir melanda, seringkali kita memikirkan bagaimana caranya supaya selamat, teman, serahkanlah semua itu kepada TUHAN. Bagian kita adalah percaya kepada TUHAN dan percaya kepada caranya TUHAN! (penulis: @mistermuryadi)

BAGI ANDA MUNGKIN MUSTAHIL, TAPI BAGI TUHAN TIDAK

Bahan renungan:

Mazmur 136:13 Kepada Dia yang membelah Laut Teberau menjadi dua belahan; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNYA.

Siapa di antara kita yang dapat membelah laut atau berani melawan raksasa? Tentu saja tidak ada. Anda pasti tahu bahwa bukan Musa yang membelah Laut Merah dan tentu Anda juga tahu bahwa bukan Daud yang mengalahkan Goliat, melainkan TUHAN semesta alam.

(Baca juga: INI CARA MEMBEDAKAN KASIH YANG BENAR DAN PALSU)

Jika di dalam hidup Anda, ada begitu banyak hal yang Anda anggap mustahil, bahkan untuk memikirkan kemungkinan berhasil pun Anda tidak berani. Teman, hari ini saya ada kabar gembira untuk Anda.

Saya percaya Musa dan Daud pun tidak pernah terpikir untuk melakukan perkara-perkara yang luar biasa itu seorang diri. Pada hari itu, di zaman mereka masing-masing, keduanya diperhadapkan oleh masalah yang secara mata jasmani mustahil untuk dilewati. Musa terjepit di antara Laut Merah dan tentara Mesir bersama dua juta orang Israel, dan Daud yang masih remaja ditantang oleh raksasa yang sejak kecil sudah terlatih berperang.

Bagi Musa, sungguh mustahil untuk dapat lolos dari kejaran tentara Firaun hari itu, begitu juga Daud, sungguh mustahil dia dapat bertahan hidup di ronde pertama. Namun, satu hal yang membuat mereka sanggup melewati semua tantangan itu dengan tenang dan percaya diri adalah mereka berjalan bersama TUHAN.

Teman, Lukas 1:37 mengatakan, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Hati saya bersukacita setiap kali membaca ayat ini. Namun, ketika membaca Markus 9:23 di mana YESUS berkata, “Tidak ada mustahil bagi orang yang percaya,” hati saya meluap-luap dalam kegirangan.

(Baca juga: TERBANG TINGGI DAN SEMAKIN TINGGI)

Kita perlu menyadari, bahwa ketika kita berjalan bersama dengan TUHAN, tidak ada hal yang mustahil atau terlalu sulit untuk kita hadapi. Bersama TUHAN, Anda dan saya adalah orang-orang yang dapat membelah lautan dan mengalahkan raksasa. (penulis: @mistermuryadi)

KENAPA TUHAN SEOLAH MENOLONG DI DETIK-DETIK TERAKHIR?

Bahan renungan:

Amsal 3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Waktu Musa mengayunkan tongkatnya untuk membelah Laut Merah, Musa tahu benar bahwa TUHANlah yang membelah laut tersebut, bukan dirinya. Begitu juga ketika bayangan Petrus menyembuhkan banyak orang sakit, Petrus tahu sekali bahwa kuasa yang bekerja di dalam dirinya adalah kuasa dari Tempat Yang Maha Tinggi.

(Baca juga: KASIH ANDA MEMBERIKAN KEKUATAN KEPADA ORANG LAIN)

Seringkali kita berusaha melakukan sesuatu dengan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Teman, kekuatan Anda terbatas. Sehebat-hebatnya Anda dan saya, sudah pasti TUHAN kita jauh lebih hebat. Jika demikian, kenapa kita masih mengandalkan kekuatan sendiri, bukan mengandalkan TUHAN?

(Baca juga: NIAT BAIK ANDA TIDAK ADA GUNANYA)

Anda tahu kenapa TUHAN seolah menolong kita di detik-detik terakhir kekuatan kita? Bukan karena TUHAN tidak mau menolong kita sejak awal, tapi kita yang cenderung baru berserah kepada TUHAN setelah mengerahkan semua usaha, kemampuan, dan kekuatan diri kita. Seandainya Anda berserah lebih awal, pertolonganNYA pasti datang lebih cepat. (penulis: @mistermuryadi)