TIGA NUBUATAN TENTANG KELAHIRAN YESUS

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 13:23 Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.

Mulai dari kelahiran, kehidupan, sampai kematian Yesus, semua telah dinubuatkan di dalam Perjanjian Lama. Hal tersebut yang menjadi dasar bahwa benar adanya Yesus adalah Juruselamat yang dunia nantikan dan yang Tuhan kirim untuk menyelamatkan dunia dari maut.

(Baca juga: PERKENALKAN ANAK ANDA KEPADA YESUS, BUKAN SINTERKLAS)

Berikut beberapa ayat yang menubuatkan tentang Yesus:

1. Kejadian 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.

Ayat di atas ditulis oleh Musa sekitar 1500 tahun sebelum kelahiran Yesus. Sejak awal, Tuhan sudah mengatakan bahwa akan lahir dari keturunan Hawa yang meremukkan kepala ular. Firman Tuhan dalam 1 Korintus 15:54-57 mengatakan bahwa iblis telah dikalahkan dan sengat maut telah ditelan dalam kemenangan. Bukan Musa, Elia, dan Daud yang melakukan hal tersebut, melainkan Yesus.

2. Yesaya 7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Yesaya menulis ayat di atas 700 tahun sebelum Yesus lahir. Ada dua nubutan luar biasa dari Nabi Yesaya di sini. Pertama, Yesus lahir dari seorang perawan muda. Kedua, Yesus dinamakan Imanuel. Kedua hal tersebut terjadi tepat demikian seperti yang tercatat dalam Matius 1:23.

3. Mikha 5:2 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.

Sama seperti Yesaya, Mikha menubuatkan kota kelahiran Yesus sekitar 700 tahun sebelum kelahiran Yesus. Saat lahir, Yesus tidak hanya menggenapi nubuatan mengenai kelahiran-Nya, melainkan juga kota kelahiran-Nya, yaitu di Bethlehem (Matius 2:1). Lebih jauh dari itu, bahkan seluruh kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus juga menggenapi nubuatan-nubuatan dari para nabi di Perjanjian Lama. Dahsyat, bukan?

(Baca juga: ANDA TIDAK BISA MENGUSAHAKAN KEKUDUSAN, ANDA HANYA BISA DIKUDUSKAN)

Kalau Anda mengira kehadiran Yesus di dunia hanya kebetulan, itu merupakan kebetulan yang sangat banyak sekali. Ayat-ayat di atas ditulis oleh nabi yang berbeda dan di zaman yang berbeda. Namun, mereka membicarakan satu hal yang sama. Terlihat seperti kebetulan yang direncanakan dengan sangat matang. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

DENGARKAN SUARA TUHAN

Bahan renungan:

Matius 2:13-14 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibuNYA, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.” Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibuNYA malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir.

Saya tidak tahu keputusan apa yang akan saya ambil jika saya ada di posisi Yusuf. Bayangkan, TUHAN hanya berbicara kepada Yusuf melalui mimpi. Belum ada satu pun orang yang mengenal Yesus hari itu dan belum ada Alkitab seperti hari ini, hanya ada sebuah mimpi.

Dalam mimpi tersebut Yusuf diperintahkan pergi ke Mesir untuk menghindari Herodes yang mengeluarkan perintah membunuh semua anak sulung di Bethlehem. Ini artinya Yusuf mesti menempuh perjalanan sejauh 480 km dari Bethlehem menuju Mesir bersama Maria dan bayi Yesus. Oh, sungguh bersyukur jika hari ini kita memiliki kendaraan yang membuat perjalanan jauh terasa dekat. Yusuf dan keluarganya berjalan kaki, atau paling tidak mereka naik Onta menuju Mesir. Perjalanan ini menghabiskan waktu sekitar 6-7 hari.

Saya benar-benar kagum dengan ketaatan Yusuf terhadap suara TUHAN. Tidak mudah menjadi seorang ayah dan suami untuk mengambil keputusan besar seperti itu. Namun Yusuf memilih percaya tuntunan TUHAN.

Teman, hidup kita tidak terhindarkan dari masalah. Entah masalah yang kita sebabkan, orang lain sebabkan, atau mungkin yang iblis sebabkan. Mungkin beberapa dari Anda sedang mengalami masalah besar hari ini. Hidup saya pribadi pun tidak luput dari masalah. Namun, masalah ada bukan untuk kita takuti atau tangisi, melainkan untuk kita taklukkan.

TUHAN yang kita sembah adalah sumber jawaban. Firman Tuhan katakan dalam 1 Korintus 10:13b, “Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” Teman, jangan cari jalan keluar di tempat lain. Seperti Yusuf, dengarkan suara TUHAN, dengarkan tuntunanNYA.

Carilah orang-orang yang Anda tahu kehidupannya dekat dengan TUHAN dan mintalah nasihat dari mereka. Berhenti mendengarkan orang-orang yang hidupnya jauh dari Firman Tuhan, sekalipun mereka kerabat dekat Anda. (penulis: @mistermuryadi)

ANDA DAPAT MEMILIH UNTUK TIDAK KUATIR

Bahan renungan:

Lukas 10:41-42 Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria TELAH MEMILIH bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Saya suka sekali cara YESUS menyampaikan pesan. Hanya melalui kejadian yang sederhana, YESUS dapat memberikan pelajaran yang sangat luar biasa. Melalui peristiwa di atas YESUS mencoba mengatakan bahwa kekuatiran itu hanyalah membawa banyak kesusahan kepada diri sendiri.

Kekuatiran membuat hidup seseorang tidak tenang, ketakutan, ragu mengambil keputusan, melakukan segala sesuatu terburu-buru, dan lain sebagainya. Dan luar biasanya semua itu adalah pilihan kita. Yang artinya kita dapat memilih untuk hidup tidak kuatir. Ya, YESUS mencoba mengatakan kepada Marta bahwa dia bisa memilih untuk hidup tidak kuatir. Yang Marta perlukan hanyalah membuat keputusan yang tepat.

Anda tahu apa yang Maria putuskan pada saat itu?

Lukas 10:39b mengatakan bahwa Maria MEMILIH duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNYA. Perhatikan, Maria tidak mendengarkan dari jauh, namun dia memilih untuk duduk mendekat pada YESUS. Maria mengerti sekali bahwa perkataan YESUS jauh lebih penting dari apa pun.

Anda lihat pesan yang ingin YESUS sampaikan? YESUS ingin berkata bahwa hanya ada satu cara supaya hidup Anda tidak kuatir dan tidak disusahkan dengan banyak perkara, yaitu duduk diam di kaki TUHAN dan mendengarkan suaraNYA (FirmanNYA). Satu-satunya alasan manusia begitu mudah kuatir, karena mereka lebih mendengarkan dunia ini daripada Firman Tuhan.

Hari ini Anda dapat memilih untuk melakukan apa yang Maria lakukan. Mari kita mendekat kepada YESUS dan mendengarkan suaraNYA. Bukankah DIA yang telah terlebih dahulu mendekat kepada kita dengan cara turun dari Sorga dan menjadi manusia? Teman, DIA menantikan Anda dan saya memilih untuk selalu hidup dekat denganNYA. (penulis: @mistermuryadi)

SUARA LEMBUT DI TENGAH BADAI

Bahan renungan:

Matius 2:13-14 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.” Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir.

Saya percaya Tuhan berbicara kepada setiap orang di dunia ini. Sangat keliru jika Anda mengatakan Tuhan hanya berbicara kepada para pelayan gereja. Lihatlah kisah-kisah di Alkitab di mana dalam banyak kesempatan Tuhan berbicara kepada orang-orang awam. Seperti kisah di atas, Tuhan berbicara kepada Yusuf, si tukang kayu. Yang selalu menjadi masalah adalah ada orang yang memilih untuk mendengarkan dan percaya, dan ada juga yang memilih untuk mengabaikannya.

Yusuf adalah tipe orang yang ketika mendengar suara Tuhan, dia menaatinya. Saat malaikat Tuhan mengatakan kepadanya untuk pergi ke Mesir, Yusuf tidak menunda sedikit pun untuk pergi ke Mesir. Pikirkan sejenak situasi Yusuf. Dia bukan sedang bersantai, melainkan sedang menghadapi masalah yang mengancam nyawa dirinya dan keluarganya. Oh, di tengah situasi yang mencekam seperti itu, Tuhan memperdengarkan suaraNYA yang lembut untuk menyelamatkannya.

Teman, saya percaya Tuhan ratusan, bahkan ribuan kali berbicara kepada Anda dan saya untuk pergi ke suatu tempat, meninggalkan sesuatu yang berbahaya, melakukan sesuatu, dan lain sebagainya. Ya, memang terkadang kita perlu waktu untuk mengujinya, namun setelah Anda mendapatkan kepastian, jangan menundanya lebih lama lagi.

Anda bisa bayangkan jika Yusuf tidak terbiasa mendengarkan dan percaya kepada suara Tuhan, setiap tindakan dan keputusannya dapat membahayakan nyawa Maria dan Yesus. Teman, Anda perlu melatih diri Anda untuk taat kepada apa yang Firman Tuhan katakan.

Pakailah malam Natal ini untuk melakukan refleksi diri. Duduk diam sejenak dan renungkanlah kehidupan Anda. Tinggalkan sejenak pergumulan dan kekuatiran Anda, dengarkanlah suaraNYA yang lembut yang menuntun Anda dari gelap kepada terang yang ajaib. (penulis: @mistermuryadi)

BEDA MENDENGAR DAN MENDENGARKAN

Bahan renungan:

Lukas 10:39-40 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”

Ada perbedaan yang sangat jelas antara mendengar dan mendengarkan. Di dalam bahasa Inggris, perbedaan kedua kata ini sangat jelas, yaitu hear (mendengar) dan listen (mendengarkan). Setiap orang di dunia ini mendengarkan sesuatu dan mendengar sesuatu. Artinya, ada bobot yang berbeda. Jika seseorang sedang mendengarkan sesuatu, terhadap yang lain, dia hanya sebatas mendengar. Anda dan saya tidak bisa fokus kepada dua hal sekaligus, sama seperti yang Firman Tuhan katakan di dalam Matius 6:24, “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.”

Saya berikan contoh. Anda bisa mendengar musik sambil mengendarai motor, tapi jika Anda adalah seorang musisi dan ingin mendengarkan dentuman bass, distorsi gitar, atau detil musik lainnya, Anda tidak bisa mendengarkannya sambil mengendarai motor di tengah bisingnya jalan raya. Jika ingin mendengarkan musik dengan detil, Anda perlu mencari tempat tenang, di mana Anda tidak mengerjakan yang lain selain fokus sepenuhnya kepada musik tersebut. Sama juga dengan Anda tidak bisa mendengarkan kotbah hari Minggu sambil menulis status di facebook atau twitter Anda. Pasti ada kalimat atau kata-kata dalam kotbah tersebut yang akan terlewat ketika Anda fokus kepada hal lain di saat ibadah.

Teman, ketika YESUS datang ke rumah Maria dan Martha, Maria memilih untuk duduk diam mendengarkan YESUS, sedangkan Martha langsung pergi ke dapur untuk mengerjakan ini dan itu. Menurut Anda, apakah Martha bisa mendengar YESUS berbicara dari dapur? Tentu saja bisa, tapi hanya sebatas mendengar saja, sedangkan Maria memilih untuk mendengarkan.

Tidak cukup Anda hanya mendengar kebenaran Firman Tuhan, Anda perlu mendengarkannya. Mendengar Firman Tuhan tidak akan mengubahkan hidup Anda. Ketika di dalam sebuah ibadah, semua orang mendengar kotbah yang sama, namun ada yang hidupnya diubahkan melalui kotbah tersebut, ada juga yang sama sekali tidak berubah. Permasalahannya bukan di Firman Tuhannnya, karena Firman Tuhan tidak pernah gagal (Roma 9:6). Masalahnya adalah ada yang mendengar dan ada yang mendengarkan. Mereka yang mendengarkan akan diubahkan oleh kebenaran Firman Tuhan. Teman, mendengarkan tidak cukup hanya menggunakan kedua telinga kita saja, Anda butuh memberikan hati, fokus, dan kehendak Anda ketika sedang mendengarkan. (penulis: @mistermuryadi)