TINGGALKAN YANG TELAH LALU, MELANGKAHLAH!

Bahan renungan:

Kejadian 22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

Jangan menengok ke belakang. Biarlah yang lalu berlalu. Pandanglah pada janji kemenangan dan kemuliaan yang telah Tuhan sediakan untuk kita di depan. Tuhan tidak hanya membawa kita dari gelap kepada terang yang ajaib, tetapi juga dari satu kemenangan kepada kemenangan yang lebih besar. Pegang janji tersebut dan melangkahlah maju.

(Baca juga: MENGAPA YESUS MENJADI SAHABAT PARA PENDOSA?)

Seperti Abraham, setelah puluhan tahun menantikan janji Tuhan, Abraham diminta mempersembahkan anak yang paling dikasihinya itu. Tentu hal itu bukan perkara mudah bagi Abraham. Namun, Abraham mau memandang kepada janji Tuhan, kepada hal-hal yang supranatural, bukan kepada yang natural. Ada satu keyakinan luar biasa di hati Abraham bahwa Tuhan berkuasa membangkitkan orang mati (Ibrani 11:19).

Abraham tidak gentar naik ke atas gunung mempersembahkan Ishak. Abraham percaya bahwa Tuhan akan menepati janji-Nya untuk menjadikan keturunannya akan seperti bintang di langit dan pasir di tepi pantai.

(Baca juga: SEBERAPA CAKAP KITA MENGELOLA PEMBERIAN TUHAN)

Jangan fokus lagi kepada yang telah berlalu. Kuburlah penyesalan Anda. Pandanglah ke depan, kepada janji setia-Nya. Harapkan yang besar terjadi bagi hidup Anda. Ada kehidupan yang lebih baik yang Tuhan sediakan bagi kita yang percaya kepada-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TERBEBAS DARI RASA BERSALAH

Bahan renungan:

Ibrani 9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Cara utama untuk bebas dari rasa bersalah dan rasa tertuduh tentu saja meninggalkan perbuatan yang membuat kita merasa bersalah dan tertuduh. Jika kita terus melakukannya, kita akan terus dihantui oleh hal tersebut.

(Baca juga: APA PESAN YANG INGIN KITA SAMPAIKAN MELALUI HIDUP KITA?)

Jika Anda sudah meninggalkannya, tetapi tetap dihantui rasa bersalah dan rasa tertuduh, seperti, “Anda layak masuk ke neraka karena dosa yang telah Anda lakukan?” atau “Ini semua terjadi akibat dosa yang kamu perbuat,” teruskan membaca renungan ini.

Banyak orang mengalami depresi karena dihantui rasa bersalah akan hal yang mereka sudah tinggalkan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa beberapa penyakit berbahaya dapat dipicu oleh rasa bersalah dan tertuduh akibat alam bawah sadar yang secara konstan mengatakan, “Kamu bersalah. Kamu harus dihukum. Kamu tidak layak.”

Puji Tuhan, Alkitab memberikan jawaban agar kita terbebas dari rasa bersalah dan tertuduh. Saat pikiran Anda mengatakan, “Anda adalah orang berdosa. Anda harus dihukum akibat dosa-dosa Anda,” Anda dapat dengan percaya diri mengatakan, “Ya, saya memang orang berdosa dan layak dihukum, tetapi setiap dosa dan pelanggaran saya telah ditanggung seluruhnya oleh Yesus di kayu salib. Tidak ada lagi penghukuman untuk saya, karena darah Kristus telah membasuh saya dan melayakkan saya.”

(Baca juga: TUHAN ITU KASIH, MESTINYA KITA PUN DEMIKIAN)

Setiap kali rasa bersalah itu muncul, berdoalah, “Bapa, terima kasih atas apa yang telah Yesus lakukan bagiku. Yesus telah menanggung setiap dosa, kutuk, dan pelanggaran saya, sehingga tidak ada satu pun tuduhan atau hukuman yang tersisa untuk saya hari ini. Saya mau meninggalkan masa lalu dan mulai melangkah ke masa depan yang Tuhan sediakan bagi saya.” Anda akan merasakan damai dan sukacita mengalir di hati Anda. (penulis: @mistermuryadi)

KETIKA KITA TIDAK TAAT KEPADA TUHAN

Bahan renungan:

Efesus 5:8-9 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran …

Saya tidak tahu bagaimana perjalanan Anda bersama Kristus, tetapi saya sangat menikmati perjalanan saya bersama Kristus. Perjalanan hidup saya tidak selalu indah, kadang ada masalah dan tantangan yang harus saya hadapi dan lalui. Namun, Kristus membuat hal yang berat menjadi ringan. Janji-Nya memberikan saya pengharapan dan semangat saat menghadapi masalah dan tantangan.

(Baca juga: TUHAN MENGASIHI KITA LEBIH DARI YANG LAYAK KITA TERIMA)

Ketika saya memilih untuk mengikut Kristus dan menjadikan-Nya Tuhan dan Juruselamat, saya menyadari bahwa kehidupan saya yang lama tidak menyenangkan. Saya tidak mengalami damai sejahtera dan sukacita dalam kehidupan saya yang lama, itu sebabnya saya memilih Yesus, karena saya menginginkan kehidupan yang baru.

Hal serupa juga dialami oleh Bangsa Israel saat memilih dipimpin oleh Musa untuk keluar dari Mesir ke Tanah Perjanjian. Mereka merasa bahwa kehidupan di Mesir tidak menyenangkan dan mereka menginginkan kehidupan yang lebih baik.

Sungguh tidak ada paksaan bagi saya untuk mengikut Yesus ataupun bagi Bangsa Israel untuk mengikut Musa. Saya dan Bangsa Israel memutuskan meninggalkan kehidupan yang lama dan memilih dipimpin oleh Tuhan untuk masuk ke dalam babak kehidupan yang baru.

Ketika kita memutuskan tidak setia atau tidak taat kepada kebenaran Firman Tuhan, pada dasarnya kita sedang mengatakan bahwa kita lebih suka kehidupan masa lalu, hidup dalam kegelapan, atau dalam perbudakan. Ketika kita memilih tidak menghidupi kebenaran Firman Tuhan dan mengikuti tuntunan-Nya, pada dasarnya kita sedang mengatakan bahwa masa lalu kita lebih baik dari kehidupan bersama Tuhan.

(Baca juga: KITA PERLU MEMUNGUT DAN MEMAKAN MANNA SETIAP HARI)

Saya tidak mengatakan hal di atas untuk membuat kita tertuduh, melainkan untuk membantu kita menyadari kenyataan bahwa ketika kita percaya kepada Kristus, kita adalah ciptaan baru, kita adalah anak-anak terang. Adalah pilihan kita untuk hidup bersama Kristus dan kebenaran-Nya. Jika kita telah memilih Kristus, itu artinya kita memilih untuk meninggalkan cara hidup kita yang lama, pergaulan kita yang buruk, dan pemikiran kita yang tidak sejalan dengan kebenaran. Jika demikian, hiduplah sepenuhnya dalam terang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

INI SAATNYA MENINGGALKAN MASA LALU DAN MELANGKAH KE MASA DEPAN

Bahan renungan:

Kejadian 23:2-3 Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya. Sesudah itu Abraham bangkit dan meninggalkan isterinya yang mati itu …

Setiap orang pernah mengalami situasi atau masa yang berat di dalam hidupnya. Entah itu karena ditinggalkan oleh orang-orang terkasih, kalah dalam sebuah kompetisi, menyerah karena situasi, kehilangan sesuatu yang sangat berharga, dan lain sebagainya.

(Baca juga: KELILINGI DIRI ANDA DENGAN ORANG-ORANG YANG POSITIF)

Saya dapat mengerti jika kita sedih atau meratapi hal di atas, itu hal yang wajar untuk kita lakukan. Namun, jangan tinggal di sana. Melangkahlah! Lanjutkan kembali hidup kita. Jalan di depan masih panjang dan saya percaya, masa depan yang Tuhan janjikan jauh lebih baik dari masa lalu kita.

Setelah melewati berbagai persoalan, kemelut rumah tangga, dan perjalanan yang sangat panjang, Abraham harus berpisah untuk selamanya dengan Sara. Abraham meratap dan menangis. Hari itu, perjalanan Sara sudah sampai di garis akhir, tetapi perjalanan Abraham belum. Abraham menyadari hal tersebut. Itu sebabnya, dia bangkit dan meninggalkan istrinya, dan melanjutkan perjalanan hidupnya.

Jika hari ini kita sedang bersedih atau meratap karena ditinggalkan orang-orang terkasih, kuburkan kesedihan tersebut, biarkan Tuhan menggantikannya dengan sukacita seiring kita melangkah. Jika kita sedang dihantui rasa bersalah akibat kegagalan atau kesalahan masa lalu, kuburlah hal tersebut, ubah arah hidup kita agar semakin mendekat kepada Kristus, Dia berikan awal yang baru untuk kita.

(Baca juga: PATUTKAH KITA MENSYUKURI SAKIT PENYAKIT KITA?)

Teman, kegagalan, kesalahan, atau kebodohan yang kita lakukan di masa lalu biarlah tetap menjadi masa lalu. Melangkahlah, lanjutkan kembali kehidupan kita, masa depan yang indah menanti kita di sana. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

BIARKAN MASA LALU BERLALU

Bahan renungan:

Yosua 1:2 “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.”

Ada dua juta orang yang menggantungkan hidupnya kepada Musa. Bahkan, dalam beberapa literatur, Musa dianggap sebagai “Tuhan” oleh Bangsa Israel. Musa sangat diagungkan, dan tidak ada seorangpun yang meragukan hal tersebut.

(Baca juga: DUA ALASAN MENGAPA KITA PERLU MERESPONS PANGGILAN TUHAN)

Di tengah situasi itu, lahirnya Yosua, generasi padang gurun. Sosok Musa sebagai pemimpin yang berhati lembut dan gagah berani, tidak mudah untuk diabaikan. Sejak kecil, Yosua sudah mendengar semua cerita heroik dari mantan anak Firaun itu, dan Yosua takjub. Saya dapat membayangkan betapa Yosua sangat mengagumi, menghormati, dan mengandalkan Musa, dan betapa bersukacitanya Yosua, ketika terpilih menjadi bujang dari hamba Tuhan yang luar biasa itu.

Waktu berlalu, dan Musa yang luar biasa itu meninggal. Musa hanya manusia biasa yang dipakai Tuhan secara luar biasa. Yosua harus menghadapi fakta itu dan melanjutkan perjalanan hidupnya mengemban tugas menggantikan Musa sebagai pemimpin Bangsa Israel.

Pada ayat di atas, Tuhan merasa perlu untuk mengingatkan Yosua bahwa Musa telah meninggal. Mungkin alasan di belakang itu adalah agar Yosua tidak lagi mengandalkan atau berharap kepada Musa. Jangan lagi melihat kepada masa lalu. Biarkanlah hal tersebut berlalu.

Saya percaya pesan yang sama Tuhan ingin sampaikan untuk kita. Supaya kita berhenti mengandalkan sesuatu yang selama ini kita anggap hebat dan berhenti kagum kepada sesuatu yang bukan Tuhan.

Mungkin selama ini kita mengandalkan orangtua kita, dan kini mereka telah tiada. Atau, kita mengandalkan pekerjaan kita dan kini perusahaan tersebut gulung tikar.

(Baca juga: TUHAN PERINTAHKAN MALAIKATNYA MENJAGA KITA (MAZMUR 91:11-13))

Melalui kisah di atas, kita perlu menyadari bahwa bukan Musa yang hebat, tetapi Tuhan yang bekerja melalui Musa yang hebat. Sekalipun Musa sudah meninggal, namun kemenangan dan keberhasilan tidak akan pergi dari pihak Bangsa Israel dan juga kita, karena Tuhan Sang Sumber Kemenangan dan Keberhasilan tidak pernah pergi meninggalkan mereka dan kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

KEHIDUPAN YANG BURUK DAPAT MENJADI BERKAT

Bahan renungan:

Galatia 1:23-24 Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya. Dan mereka memuliakan Allah karena aku.

Ayat di atas bercerita mengenai Paulus, seseorang yang pernah memiliki kehidupan kelam sebagai penganiaya orang percaya. Pertemuannya dengan Yesus, saat dalam perjalanan ke Damsyik, mengubah segalanya. Setelah peristiwa supranatural itu, Paulus tidak lagi dikenal sebagai penganiaya, melainkan seorang rasul yang memberikan nyawanya bagi Injil Kasih Karunia. Luar biasa!

(Baca juga: PUJIAN KECIL YANG MEMBERI DAMPAK BESAR)

Hari ini saya ingin meneguhkan kita semua bahwa kehidupan kita yang buruk dapat menjadi sesuatu yang sangat dahsyat di tangan Tuhan. Tuhan dapat memakai hidup kita yang kelam untuk membawa banyak orang kepada Yesus. Setiap kali Paulus menginjil, dia menjadikan masa lalunya sebagai sebuah kesaksian yang mendatangkan kemuliaan bagi nama Yesus. Saya sering menuliskan di dalam blog hagahtoday.com, bahwa tidak ada orang yang terlalu rusak untuk dipakai oleh Tuhan. Bahkan faktanya, hampir semua tokoh hebat di dalam Alkitab pernah memiliki masa lalu yang buruk.

Jika hari ini kita mengalami sesuatu yang buruk di dalam hidup, jangan takut. Sama seperti Paulus, saat kita meninggalkan hal buruk tersebut demi Yesus, Yesus dapat memakai hidup kita yang lama menjadi berkat bagi banyak orang di masa mendatang.

(Baca juga: HAL YANG BURUK TIDAK AKAN MENIMPA ORANG PERCAYA)

Satu hari, ketika kita sudah berjalan sangat jauh bersama Tuhan dan kita menengok ke belakang, kita dapat dengan bangga mengatakan, “Terima kasih Tuhan, hidupku yang dulu rusak kini menjadi sebuah kesaksian yang membawa banyak orang memuliakan-Mu.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

TUHAN SETIA MEMBERIKAN KITA KESEMPATAN UNTUK HIDUP YANG LEBIH BAIK

Bahan renungan:

Yoel 2:25-26 Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu. Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.

Cara mengatasi akibat dari serangkaian pilihan yang buruk adalah melalui membuat serangkaian pilihan yang benar. Satu-satunya cara untuk menang dari penderitaan yang kita akibatkan sendiri adalah melakukan hal yang sesuai dengan Firman Tuhan. Tidak ada cara lain.

(Baca juga: JIKA KITA MENGETAHUI KEKURANGAN SESEORANG, DOAKAN!)

Saya percaya setiap orang pernah mengalami kesusahan di dalam hidupnya akibat dari serangkaian pilihan yang keliru yang mereka buat. Solusinya sederhana, berbaliklah ke jalan yang benar.

Kita tidak dapat membuat serangkaian pilihan yang buruk, lalu mengharapkan mendapatkan hal yang benar di dalam hidup kita. Bukan karena Tuhan yang tidak menganugerahkan kehidupan yang baik. Tuhan sudah menganugerahkannya kepada kita jauh sebelum kita ada di dunia ini. Namun, kita perlu menginginkannya, dan hal tersebut terlihat dari pilihan-pilihan yang kita buat dalam hidup kita.

Apa pun kesulitan yang sedang kita alami hari ini, kita masih bisa memiliki kehidupan yang diberkati. Ada harapan untuk kita di dalam Kristus. Mungkin saja kita menderita kerugian, atau mungkin kita telah kehilangan sesuatu yang berharga, kita tidak dapat berbuat banyak untuk sesuatu yang sudah berlalu. Namun, kita dapat berbuat banyak bagi masa yang akan datang. Kita dapat mengubah masa depan kita sekarang.

(Baca juga: BUATLAH KEPUTUSAN BERDASARKAN FIRMAN TUHAN)

Saya percaya Tuhan sanggup mendatangkan kebaikan dalam setiap keputusan kita yang buruk jika kita mau berbalik kepada-Nya. Tuhan tidak henti-hentinya memberikan kita kesempatan untuk kehidupan yang jauh lebih baik. Yang perlu kita lakukan hanyalah kembali kepada-Nya, ke jalan-Nya yang benar, dan Dia akan menuntun kita ke padang yang berumput hijau dan air yang tenang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.