YESUS SANG ULAR TEMBAGA

Bahan renungan:

Bilangan 21:8-9 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

Di satu titik dalam sejarah Israel, Bangsa Israel banyak yang mati karena tulah ular yang menimpa mereka dan memagut mereka akibat dosa yang mereka lakukan. Dalam situasi seperti itu, apa yang Musa lakukan? Musa berdoa. Musa mengalihkan pandangannya kepada Tuhan, bukan kepada masalah yang terjadi.

(Baca juga: KADANG DALAM BERKOMITMEN KITA PERLU MENGABAIKAN PERASAAN)

Saya mendapati bahwa salah satu ciri orang yang berkemenangan di dalam Alkitab adalah orang yang berserah kepada Tuhan, yang mengandalkan Tuhan dalam segala jalannya. Seperti Musa, dia tidak membuat rencananya sendiri dan meminta Tuhan memberkati rencananya itu. Dia juga tidak berusaha memikirkan solusi pengalamannya. Musa berdoa dan mencari jawaban dari Tuhan.

Tuhan menjawab doa Musa dan memerintahkan Musa untuk membuat ular dari tembaga, yang ditaruh pada sebuah tiang, dan meletakannya di depan orang banyak. Sehingga, setiap orang yang dipagut ular, tetapi memandang kepada ular tembaga itu, akan hidup.

Yohanes 3:14-15 juga mencatat mengenai ular tembaga, “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.”

(Baca juga: BERTUMBUHLAH DALAM KASIH KARUNIA DAN PENGENALAN AKAN YESUS)

Anda dan saya masih berbuat dosa sampai hari ini, tetapi pesan dari ular tembaga itu masih berlaku: “Pandanglah dan hiduplah.” Jika kita mengarahkan pandangan kita kepada Yesus dan janji setia-Nya, bukan kepada diri kita sendiri atau apa yang dapat kita lakukan, maka kita akan hidup. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

AKANKAH ORANG LAIN MENEMUKAN “EMAS” KETIKA MENGGALI HIDUP KITA?

Bahan renungan:

1 Petrus 2:12 Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.

Beberapa waktu lalu, Bapak Ahok, mantan gubernur Jakarta, diperhadapkan pada sebuah persidangan karena tuntutan penistaan agama. Semakin hidupnya digali dalam persidangan tersebut – ada yang menggali untuk mencari kesalahannya, ada juga yang menggali untuk mencari kebaikannya, semakin kita menemukan banyak “emas” dalam hidup Bapak Ahok. Kebaikan-kebaikan hati yang Bapak Ahok lakukan, yang luput dari pemberitaan media dan pantauan masyarakat umum, ternyata jumlahnya sangat banyak. Sungguh hal tersebut membuat saya jadi “menutup mata” terhadap dua atau tiga kesalahan yang dia lakukan.

(Baca juga: KITA LEBIH BERHARGA DARI BURUNG PIPIT DAN BUNGA BAKUNG)

Lebih lagi, Yesus. Pada saat para ahli taurat menyeret Yesus ke pengadilan, mereka kesulitan menemukan kesalahan-Nya. Bahkan, sang penguasa pada saat itu, Pontius Pilatus mengatakan, “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini.” Karena, semakin mereka mencari-cari kesalahan Yesus, yang mereka dapatkan justru perbuatan kasih dan kebaikan.

Bagaimana dengan kita? Seandainya ada orang yang mencari tahu mengenai kita, kira-kira semakin mereka menggali hidup kita, apa yang akan mereka temukan? Akankah mereka menemukan “emas” di dalam hidup kita, atau justru yang lain?

(Baca juga: KURANGI GAYA HIDUP ANDA, SUPAYA ANDA DAPAT MENABUR)

Teman, jangan mengira perbuatan kasih yang kita lakukan tidak penting. Seseorang pernah berkata bahwa perbuatan kita berbicara jauh lebih kuat dari ribuan kata-kata yang kita ucapkan. Jika kita banyak berbuat kasih kepada orang lain, suatu hari, pada saat kita membutuhkan, perbuatan-perbuatan kasih itu akan “bersuara” membantu kita. Bahkan, yang lebih dahsyat, perbuatan-perbuatan kasih kita dapat membuat orang lain melihat Yesus dalam hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

CARA IBLIS MENJERAT HAWA DI TAMAN EDEN

Bahan renungan:

Kejadian 2:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

Anggaplah ada 100.ooo jenis pohon yang TUHAN ciptakan di Taman Eden. Saya percaya jenis pohon-pohonan jauh lebih banyak dari 100.000. Saat itu TUHAN berfirman bahwa semuanya boleh dimakan, kecuali satu, yaitu Pohon Pengetahuan Yang Baik dan Buruk.

(Baca juga: JADIKAN YESUS SATU-SATUNYA IDOLA ANDA)

Singkat cerita, ular datang dan menggoda Hawa. Anda lihat, seusai ular melontarkan bualannya, hal pertama yang dilakukan Hawa adalah MELIHAT. Dengan kata lain, Hawa mulai menoleh, mengalihkan pandangannya, memikirkan, dan menaruh perhatiannya kepada pohon terlarang tersebut. Hawa mulai berpikir bahwa ada yang lebih menarik daripada TUHAN. Inilah yang seringkali terjadi kepada anak-anak TUHAN jauh sebelum mereka terjerat, terjatuh, dan terikat. Mereka mulai mengalihkan perhatiannya dari YESUS dan berpikir ada yang lebih menarik di luar YESUS. Hal yang sama yang membuat Petrus tenggelam ketika sedang berjalan di atas air, dia mengalihkan pandangannya dari YESUS.

Teman, iblis selalu berusaha mengalihkan perhatian kita dari YESUS. Karena pada saat Anda memandang kepada YESUS, Anda dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan ajaib. Tentu saja iblis tidak ingin hal tersebut terjadi di dalam hidup Anda.

Anda perlu memeriksa hal-hal apa saja yang saat ini sedang mengalihkan perhatian Anda dari YESUS. Apakah ada sesuatu atau seseorang yang membuat Anda semakin hari semakin jauh meninggalkan YESUS atau kebenaran Firman TUHAN? Jika YA, Anda perlu berbalik sebelum semakin dalam terhisap ke dalamnya.

(Baca juga: APAKAH ALKITAB MEMPERBOLEHKAN ROKOK ATAU TATO?)

Perhatikan, setelah Hawa memutuskan untuk memakan buah pohon pengetahuan baik dan buruk itu dalam hatinya, iblis tidak perlu repot untuk memetik dan menyodorkan buah tersebut kepada Hawa, karena Hawa dengan sukarela memetik dan memakan buah terlarang itu. Tidak berhenti sampai di sana, Hawa pun mulai mengajak Adam untuk masuk ke dalam perangkap iblis. Sungguh ironis!

Teman, kembali taruh YESUS di tempat yang pertama dalam hidup kita. Jangan biarkan seseorang atau sesuatu yang lain mengambil tempat YESUS. Jadikan YESUS dasar kehidupan Anda. Di saat Anda memilih sebuah pekerjaan, pastikan hal tersebut tidak mengganggu jam-jam pribadi Anda bersama YESUS atau pun ketika Anda sedang menikmati liburan dan berjalan-jalan, pastikan Anda tetap terkoneksi dengan YESUS. (penulis: @mistermuryadi)

NIAT BAIK ANDA TIDAK ADA GUNANYA

Bahan renungan:

Filipi 4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang.

“Sebenarnya saya sudah merencanakan dalam hati untuk membantunya,” “Padahal hari ini rencananya saya mau mendoakannya.” Pasti Anda pernah mendengar kalimat-kalimat sejenis ini. Setiap kali saya mendengar orang hanya menyatakan niatnya semata namun tidak melakukannya, saya suka becanda dengan mereka, “Apa keyakinanmu? Karena di dalam ke-Kristenan niat baik tidak dihitung.

Perbuatan baik bukan hanya untuk diniatkan, tapi untuk dilakukan. Kalau niat jahat, nah itu baru dihitung. Firman Tuhan katakan, “Jika kamu mengingini wanita dalam hatimu, kamu sudah berzinah.”

Teman, Firman Tuhan kita hari ini mengatakan supaya kebaikan hati kita diketahui semua orang. Bagaimana caranya? Tentu saja tidak bisa dengan cara disimpan dalam hati, melainkan dengan melakukannya. Bahkan kebaikan tidak bisa dilihat dan dirasakan orang jika hanya berhenti di mulut, Anda perlu mengaplikasikannya ke dalam bentuk perbuatan.

Ijinkan saya mengatakan, “Jangan menunda untuk berbuat baik.”  Setiap hari dunia kehilangan orang-orang yang melakukan perbuatan baik. Ini saatnya anak-anak TUHAN menunjukkan kepada dunia bahwa kita berbeda. TUHAN kita sangat baik, itu sebabnya sebagai anak-anakNYA, sudah seharusnya kita pun berbuat baik. Tujuannya sederhana, supaya dunia dapat melihat bahwa YESUS melalui kebaikan kita. Saya sangat percaya kebaikan yang kita lakukan dengan tulus dapat menuntun seseorang kepada YESUS dan pertobatan. (penulis: @mistermuryadi)

TINGGALKAN JEJAK YANG BENAR

Bahan renungan:

1 Tesalonika 1:3 Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.

Tuhan punya rencana yang indah untuk setiap orang. DIA inginkan kita menjadi garam dan terang dunia. DIA ingin dunia melihat YESUS lewat gaya hidup kita sehari-hari. Namun sayangnya, beberapa orang memilih jalan hidupnya sendiri.

Teman, seperti apa Anda ingin dikenal dan diingat? Suatu saat nanti kita akan meninggalkan dunia ini dan pada saat itu terjadi, kira-kira kenangan apa yang Anda tinggalkan di dunia ini? Saya seringkali bertanya-tanya dalam hati, kira-kira saat saya meninggal nanti, apa yang akan orang lain katakan tentang hidup saya di pemakaman? Apakah mereka akan mengingat saya sebagai orang yang memberi dampak positif bagi mereka atau mereka mengingat saya sebagai si pembuat masalah?

Hidup kita hanya sementara di dunia ini. Pilihlah jalan hidup yang benar. Jangan habiskan kehidupan berharga yang TUHAN berikan dengan cara hidup yang sia-sia. Anda dan saya adalah orang-orang yang seharusnya menjadi ‘bayangan’ Kristus bagi dunia ini. Lewat kehidupan kita seharusnya dunia dapat merasakan kasih, damai, kehangatan, dan sukacita yang YESUS bawa bagi dunia ini.

Hari ini renungkanlah, kehidupan seperti apa yang ingin Anda tinggalkan bagi orang-orang di sekeliling Anda. Keputusan di tangan Anda. (penulis: @mistermuryadi)

SURAT YANG TERBUKA

Bahan renungan:

2 Korintus 3:2 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.

Saat kita memutuskan percaya kepada YESUS, seketika itu juga kita menjadi surat yang terbuka dan dibaca oleh semua orang. Suka tidak suka, mau tidak mau, hidup Anda menjadi sorotan orang-orang di sekeliling Anda.

Apa yang Anda harapkan orang lain lihat ketika mereka melihat cara hidup Anda?

Satu hal yang menarik. Jika orang lain melihat YESUS melalui hidup Anda, hidup mereka akan diubahkan. Anda bisa dengan mudah mencarinya di Alkitab elektronik Anda. Coba cari kata “melihat YESUS” atau sejenisnya, Anda akan menemukan sebuah kebenaran di mana setiap kali seseorang melihat YESUS atau pun bertemu YESUS, mereka diubahkan. Yang sakit disembuhkan, yang mati dibangkitkan, dan yang berbeban berat diberi kelegaan.

Dunia tidak bisa lagi bertemu YESUS dalam darah dan daging, mereka hanya bisa melihat YESUS melalui kehidupan orang percaya, yaitu kehidupan Anda dan saya. (penulis: @mistermuryadi)

MUNGKIN BAGI BEBERAPA ORANG, ANDA ADALAH SEGALANYA

Bahan renungan:

1 Korintus 9:22b Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.

Beberapa waktu lalu seorang teman yang pernah menjadi rekan sekerja saya meninggal dunia. Saya pernah bekerja bersama dia selama 3-4 tahun sekitar 7 tahun yang lalu. Teman saya ini adalah seorang yang sangat membatasi pergaulannya di kantor. Meskipun sudah bekerja di perusahaan tersebut sekitar lebih dari delapan tahun, tetap saja masih ada karyawan yang tidak mengenalinya.

Meskipun hubungan kami terbilang pendek dan seadanya, karena kami tidak saling bergaul di luar urusan pekerjaan, namun saya bersyukur bisa mengenal dia dan menceritakan YESUS kepadanya. Sejauh yang saya ketahui, teman-teman kantor lainnya tidak pernah menceritakan tentang YESUS kepadanya, karena sebagian besar bukan Kristen.

Teman, mungkin bagi teman saya, saya adalah satu-satunya kesempatan bagi dia untuk mendengar kabar tentang Kristus. Mungkin bagi orang di sekitar Anda, Anda adalah satu-satunya kesempatan mereka untuk melihat kasih dan kebaikan Kristus. Mungkin bagi anak-anak Anda, Anda adalah sosok yang mereka idolakan dan andalkan. Mungkin bagi orang tua, kakak adik, atau sahabat Anda, Anda adalah satu-satunya orang yang dapat menunjukkan kasih Kristus.

Masalahnya, sebagai seorang percaya, apa yang Anda tampilkan di depan mereka?

Sungguh, keputusan, tingkah laku, dan perkataan Anda dapat membuat orang-orang di sekitar Anda ingin mengenal siapa Kristus yang tinggal di dalam hati Anda, atau sebaliknya, dapat membuat mereka tidak ingin mengenal Kristus. Suka tidak suka, mau tidak mau, Anda perlu mengerti bahwa ada orang-orang di sekitar Anda yang mengandalkan, meniru, mengikuti, dan terinspirasi dengan apa yang Anda lakukan. Pastikan Anda menunjukkan kepada mereka hal-hal yang benar, membangun, dan membawa mereka semakin dalam mengenal Kristus. (penulis: @mistermuryadi)