ADA SEBUAH TEMPAT BERNAMA “DI SANA”

Bahan renungan:

1 Raja-raja 17:3-4 “Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.”

Ada sebuah tempat bernama “di sana”. Tempat yang subur dan terdapat mata air yang tidak pernah berhenti mengalir. Tempat yang menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan di dalam kehidupan kita. Tempat yang penuh kemenangan dan tanda-tanda ajaib.

(Baca juga: MELANGKAH KELUAR DARI KETAKUTAN DAN KEKUATIRAN KITA)

Agar dapat sampai ke sana, kita perlu melangkah. Kita perlu keluar dari zona nyaman kita, ke-aku-an kita, dan cara pikir kita. Kita perlu keluar dari perahu yang sebentar lagi penuh dengan air dan tenggelam, dan mulai memberanikan diri untuk melangkah di atas air.

Tempat tersebut adalah sebuah kondisi kita memercayai dan mengandalkan Yesus.

Seperti saya tuliskan kemarin. Nabi Elia pergi ke sebuah tempat bernama Sarfat. Si janda miskin yang hanya memiliki segenggam tepung dan sedikit minyak “melangkah pergi” dengan cara menyerahkan hal tersebut kepada Nabi Elia. Abraham pergi meninggalkan tanah kelahirannya. Musa pergi meninggalkan Mesir sebagai pangeran dan kembali kemudian sebagai pembebas. Si janda miskin melangkah ke sebuah tempat bernama “di sana” dengan membeli dua peser ke peti persembahan, yaitu seluruh harta miliknya.

(Baca juga: TUHAN MENGUBAH HIDUP MANTAN PEDAGANG NARKOBA CILIK)

Yesus memerintahkan amanat agung dengan sebuah kata yang tegas, “Pergilah …” agar kita keluar dari zona nyaman, keterbatasan, cara hidup yang salah, ketakutan, dan kekuatiran kita, dan beralih kepada percaya dan mengandalkan Dia sepenuhnya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

NATAL: WAKTUNYA MENGINGATKAN DIRI KITA BAHWA TUHAN ITU BAIK

Bahan renungan:

Roma 8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Natal telah tiba. Natal adalah waktu yang tepat untuk mengingat kembali kebaikan dan kemurahan Tuhan. Juga waktu yang tepat untuk mengingat kembali bahwa harapan-harapan kita terhadap janji Tuhan tidak pernah mengecewakan.

(Baca juga: KETIKA KEMBALI KE RUMAH BAPA, SI BUNGSU DIPULIHKAN)

Banyak orang mengira Tuhan menahan berkat-Nya, padahal kalau kita mengingat kembali kelahiran Yesus, kita akan sadar bahwa Tuhan tidak pernah menahan apa pun dari kita. Yang terbaik dari Sorga saja Dia berikan, apalagi hal lain seperti berkat, kesembuhan, kesehatan, kelimpahan, dan masa depan indah. Tentu saja Dia juga berikan. Bahkan faktanya, Dia sudah memberikan segala sesuatu kepada kita melalui Yesus.

(Baca juga: BAPA MENYAMBUT SI BUNGSU SEBAGAI PANGERAN, BUKAN HAMBA)

Melewati Natal ini, saya mengajak kita semua untuk kembali mengingat betapa baiknya Tuhan, supaya memasuki 2017, setiap kita semakin intim dengan-Nya, mengenal Pribadi-Nya yang penuh kasih, dan hidup seturut kebenaran-Nya. Selamat natal semuanya!

Salam hangat dari kami,
– Zaldy dan Dolly.

==============

buku-saku-pengharapanBagi Anda yang belum mendaftarkan email di blog ini, silakan segera daftarkan. Saya membagikan gratis sebuah e-book berjudul #PENGHARAPAN bagi Anda yang mendaftar.

SATU-SATUNYA KESEMPATAN SERIGALA MENYERANG DOMBA

Bahan renungan:

Yohanes 10:12 sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

Kita, dengan kekuatan sendiri, sebagai domba, tidak mungkin menang melawan serigala, sang predator. Anda bisa lihat pada ayat di atas, bahwa satu-satunya kesempatan di mana serigala berani menyerang domba adalah ketika para domba jauh dari gembalanya. Jika Anda ingin menjadi domba yang menaklukkan serigala, Anda perlu tinggal di dalam YESUS.

(Baca juga: MENGENALI KARAKTER GEMBALA DAN SERIGALA)

Alasan Anda dan saya digambarkan sebagai domba supaya kita menyadari bahwa kita lemah dan tidak berdaya jika kita hidup jauh dari Gembala Agung kita. Ya, ketika kita di dekat Tuhan, DIA menjaga, merawat, memelihara, dan melindungi kita. Itu sebabnya kita diberikan nama YESUS, nama di atas segala nama, untuk mengusir segala yang buruk yang datang ke dalam hidup kita. Lihat saja cerita tentang si bungsu yang hilang. Selama di rumah bapanya, dia berkelimpahan, tetapi ketika dia meninggalkan rumah bapanya, dia makan dari ampas babi.

Teman, domba tidak bisa memelihara dirinya sendiri. Domba adalah hewan yang lemah. Di Norwegia, domba-domba liar yang tidak memiliki gembala hanya bisa hidup 2-3 bulan di alam liar, sebelum mereka mati kelaparan, mati karena terluka, mati jatuh ke jurang, atau mati tersangkut di semak belukar. Sebaliknya, domba-domba yang memiliki gembala hidupnya lebih terawat, lebih sehat, dan lebih lama.

(Baca juga: TINGGAL DI DALAM RUMAH BAPA)

Anda dan saya butuh YESUS senantiasa. Bukan hanya di masa-masa sulit saja, tapi juga di masa-masa sukses. Bukan hanya ketika kita gagal, tapi juga ketika kita berhasil. Sebuah survei mengatakan, presentase terbesar orang meninggalkan Tuhan justru bukan pada saat mereka terpuruk, melainkan di saat mereka dalam kejayaan. (penulis: @mistermuryadi)