TEMUKAN DAMAI SEJAHTERA SEJATI DI DALAM YESUS

Bahan renungan:

Yohanes 16:33 “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Damai sejahtera adalah janji yang sangat luar biasa yang Tuhan berikan kepada kita. Kita dapat memiliki kekayaan tanpa Tuhan Yesus. Kita dapat menjadi orang yang terkenal dan memiliki banyak keahlian tanpa Tuhan Yesus. Namun, kita tidak dapat memiliki damai sejahtera tanpa mengenal Tuhan Yesus.

(Baca juga: HIDUPLAH DALAM DAMAI DENGAN SEMUA ORANG)

Di pekerjaan lama saya sebagai wartawan, saya memiliki kesempatan bertemu dengan banyak orang terkenal dan sukses. Namun, banyak di antara mereka yang stres, depresi, dan kehilangan pengharapan. Mereka mengira hal tersebut terjadi karena mereka terlalu sibuk bekerja, padahal hal itu terjadi karena mereka tidak mengenal Yesus.

Yesus dan para rasul tidak pernah berhenti bekerja, memberitakan Injil, dipenjara, dan menghadapi banyak ancaman siang dan malam, tetapi mereka tidak pernah stres atau depresi, karena mereka selalu memiliki damai sejahtera di dalam hati mereka.

Jika kita memperhatikan ayat di atas, Yesus mengatakan, ” … supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku.” Pernyataan itu merupakan kunci penting agar kita dapat menikmati damai sejahtera, yaitu hanya dapat kita temukan di dalam Yesus.

(Baca juga: MENGIKUTI YESUS MELALUI JEJAK ORANG YANG MENCINTAI YESUS)

Damai sejahtera yang sejati tidak datang tiba-tiba. Damai sejahtera sejati tidak datang karena kita memiliki banyak uang. Kita perlu mengejarnya. Yang saya maksud adalah kita perlu meluangkan waktu untuk mengenal Tuhan dan kebenaran-Nya, karena Dia dan kebenaran-Nya adalah satu-satunya sumber damai sejahtera. Tidak ada sumber lain. Hanya pada saat kita mengerti dan percaya kepada Yesus dan kebenaran-Nya, kita dapat menikmati damai sejahtera, terlepas dari apa pun situasi yang sedang kita hadapi. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

CARA MUDAH MENGENAL BAPA SORGAWI

Bahan renungan:

Yohanes 1:18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Banyak orang bertanya-tanya seperti apakah Bapa di Sorga? Apa yang Dia pikirkan, bagaimana reaksi-Nya dalam situasi tertentu, apa rencana-Nya dalam hidup kita, seperti apa suara-Nya, bagaimana sifat-Nya, dan lain sebagainya.

(Baca juga: SETIAP KITA PERLU MEMILIKI PEMBIMBING ROHANI)

Satu-satunya cara kita dapat mengetahui gambaran mengenai Bapa Sorgawi adalah melalui kehidupan Yesus. Yohanes 14:9 mengatakan, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” Kemudian, di dalam Yohanes 10:30, Yesus berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.”

Cara Yesus mengasihi, melakukan sesuatu, mengorbankan sesuatu, menyediakan sesuatu, dan memberikan sesuatu untuk banyak orang adalah gambaran bagaimana Bapa Sorgawi mengasihi kita.

Ketika kita membaca kisah di mana Yesus memberi makan orang banyak, menyembuhkan yang sakit, membangkitkan yang mati, mengusir roh jahat, melakukan mukjizat, dan lain sebagainya, itu adalah gambaran apa yang Bapa Sorgawi lakukan bagi hidup kita.

Dia adalah Bapa yang baik dan yang diberikan-Nya kepada kita hanyalah yang baik.

Sepanjang saya mempelajari beberapa kepercayaan lain, saya dapat yakin mengatakan tidak ada satu kitab suci di dunia yang memiliki gambaran mengenai Tuhan sejelas yang Firman Tuhan berikan. Juga, tidak ada satu pun aliran atau kepercayaan di dunia ini menceritakan bahwa tuhan yang mereka sembah memperkenalkan dirinya sebagai Bapa yang dekat yang mengasihi tanpa syarat.

(Baca juga: TUHAN INGIN ANDA SEHAT)

Saya rindu mengajak kita semua semakin dalam mengenal Yesus. Karena, melalui kehidupan Yesus, kita akan menemukan bukti yang sangat jelas bahwa Bapa Sorgawi sangat mengasihi kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

TUHAN MENGUBAH HIDUP MANTAN PEDAGANG NARKOBA CILIK

Pencariannya terhadap kebaikan Tuhan belum berakhir karena kasih-Nya selalu baru tiap hari. Namun, pencariannya akan “siapa Tuhan” menemukan titik terang saat hidupnya ada di cabang jalan: antara hidup atau mati.

Akrab Narkoba
Namanya Sambang Satria (Instagram @satriasambang). Akrabnya, Sam. Teman-teman di gerejanya yang lebih junior memanggilnya Bang Sam. Sambang tidak tahu asal usul namanya. Saya mencari tahu sendiri lewat internet, dan muncul definisi yang menarik. Arti nama Sambang adalah kunjungan atau berjaga. Untuk nama keduanya, saya rasa semua orang Indonesia mengenal baik artinya: pahlawan. Singkat kata, Sambang Satria adalah sebuah nama yang gagah.

Namun, 10 tahun lalu dan jauh sebelumnya, Sam hanyalah seorang bulan-bulanan kehidupan. Dari pasangan junkies, 16 Desember 1992, Sam lahir dengan bawaan kelainan fisik yang cukup serius: katup jantungnya tidak menutup buka sempurna. “Awalnya, ayah saya bukan seorang ‘pemakai’. Ibulah yang drug addict. Ayah punya pekerjaan yang bagus waktu itu, tapi mereka kemudian pisah. Kakak ikut ibu yang kuliah lagi di Jakarta, saya dibawa ke Bali, lalu Malang. Itu terjadi waktu saya baru berusia dua tahun,” Sam mengenang masa kecilnya dengan mata yang menerawang. Tidak ada raut duka di wajahnya. Sesekali ia membuang pandangannya ke samping. Mungkin, di situ dia menaruh masa lalunya.

Sam melanjutkan kisah masa kecilnya, “Awalnya ayah menyambi jadi pengedar. Mungkin karena uang yang didapat cepat dan besar, akhirnya dia full-time di situ. Ayah tahu banget seluk beluk mendapatkan drugs, karena kan dia tahu gimana ibu mendapatkannya. Tapi seperti pepatah bilang, Menepuk Air di Dulang, Terpecik Muka Sendiri, ayah akhirnya ‘make’ juga. Tumbuh bersama pemakai dan pengedar membuat saya akrab dengan dunia tersebut sedari kecil. Kalau boleh dibilang, di usia sekecil itu, sadar atau enggak, saya sudah menjadi membantu ayah menjualkan. Ada yang ditaruh di kantong baju saya lah, tas saya lah, pokoknya, saya kerap ikut ayah melakukan ‘transaksi’.

Di usia tujuh tahun, ibu meninggal dunia karena komplikasi penyakitnya dengan overdosis drugs yang dipakainya. Karena sudah berpisah cukup lama dengan beliau, saya sama sekali enggak merasa sedih atau gimana gitu melihat ibu terakhir kali. Yang saya mengerti dan sadar di usia itu adalah saya sudah tidak punya ibu. Ibu meninggal. Tapi belum ada perasaan kehilangan atau apalah. Pulang menguburkan ibu, saya ikut balik ke Malang bareng ayah, melanjutkan hidup. Jualan narkoba.”

Narkoba menjadi penulis hidup Sam kecil. Sewaktu ayahnya masuk penjara, bukannya was-was atau berhenti, Sam menjadi kurir narkoba dan membawanya ke penjara. Di balik jeruji besi, roda bisnis narkoba ayahnya terus berputar, meski lambat, berkat Sam. Sam kecil bangga karena dia sudah membantu ayahnya. Di luar, Sam yang baru duduk di bangku kelas lima SD bekerja sebagai pencuci piring dengan upah yang cukup memberi makan. Sedangkan untuk tidur, ia berganti-ganti rumah rumah teman ayahnya. Kehidupan bagai nomad ini jelas tidak berdampak positif bagi prestasi akademik Sam. “Yah, asal bisa sekolah waktu itu,” ceplos Sam polos. “Tapi saya merasa yakin waktu itu, kalau kehidupan saya tidak akan sesulit ini,” nada suaranya terdengar mantap.

Yatim Piatu
Ayahnya keluar penjara saat Sam masuk SMP. Berbekal uang tabungan hasil bisnis narkoba, sang ayah membawa Sam hijrah ke Jakarta dan membuka bengkel motor kecil di bilangan Ciputat. Karena tempatnya tidak memadai bagi anak yang masih sekolah, Sam pun dititipkan di rumah eyangnya di Kebayoran Lama. Mondar-mandir Sam bertanya kapan ia bisa tinggal bersama ayahnya yang tidak lagi berdagang narkoba. Keinginan remaja tanggung untuk bersama ayahnya ini rupaya tinggal impian. Menginjak kelas dua SMP, ayah Sam juga berpulang. Wajah Sam adalah wajah yang terakhir dilihatnya. Ayah Sam dikuburkan di Malang, dan sekembalinya dari Malang, Sam menjajal bisnis narkoba. Jaringan dan kenalan ayahnya ditelusurinya. Trik dan strategi berbisnis barang haram ini telah dipelajarinya dengan baik. Hasilnya, tak sekalipun Sam tertangkap. “Saya hanyalah anak yang biasa-biasa saja di sekolah. Prestasi tidak menonjol, tidak juga nakal. Yah, ini menjadi strategi saya supaya tidak menarik perhatian guru,” kenang Sam sambil tertawa.

Berbisnis narkoba di usia remaja tentu memberinya uang yang tak sedikit. Hidup tanpa ayah dan ibu, terlebih mampu membeli apa saja yang dia inginkan, membuat Sam melakukan apa saja yang terlarang. “Semuanya saya lakukan karena saya bisa beli. Saya bahkan bisa memegang seorang “pentolan” sekolah, kakak kelas saya, yang saya ajak pesta drugs sepulang sekolah,” kenangnya dengan senyum hambar. “Terus terang saja, pengharapan saya untuk menjadi orang yang baik hilang. Ya sudahlah, saya pikir waktu itu, begini saja. Mau berhenti tentu saja sulit karena ini adalah bisnis yang enak. Lagipula, saya tidak pernah tertangkap karena saya benar-benar main aman,” tambahnya.

Mengenal Yesus
Di kelas dua SMA, Sam diajak teman sekelasnya untuk ikut persekutuan rumah. “Padahal, saya ini muslim. Dia juga tahu saya muslim. Hehehehe. Tapi, saya coba sajalah. Entah apa yang menggerakkan saya untuk ikut, tapi saya ikut saja. Mungkin karena dia teman baik saya. Di sana, pembicaranya mengatakan bahwa Tuhan Yesus itu nyata, Dia mau membuat hidup saya berubah menjadi baik. Kata-kata itu terngiang terus di kepala saya, bahkan ketika saya sudah pulang ke rumah.

Kebetulan eyang saya orang Kristen, cuma memang jarang sekali memengaruhi saya untuk masuk Kristen. Mungkin dia “nyerah” dengan saya yang nakal ini. Saya berdoa secara Kristen malam itu, dan ada sensasi supranatural. Yang saya rasakan. Saya ketagihan berdoa. Minggu depannya, saya ikut persekutuan lagi, dan lagi, lagi… sampai saya memutuskan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Saya menyadari betapa hebatnya Yesus. Saat saya mengenal-Nya, saya ini penyakitan berat. Bahkan, di retret pertama, para panitia sibuk mencarikan blender buat saya, karena saya hanya bisa makan makanan halus. Hahaha. Namun berangsur-angsur, semakin saya fokus pada Yesus dan mulai ikut pelayanan, saya tidak lagi merasakan penyakit saya ada. Tahu-tahu, saya sudah bisa makanan keras. Saya sehat. Itu baru dari kesehatan.

Di studi, saya yang tidak pernah belajar tentu memiliki nilai-nilai akademis yang tidak membanggakan. Namun, lagi-lagi, secara ajaib, Yesus membuat saya menjadi penerima beasiswa dari Universitas Trisakti jurusan Akutansi. Padahal semua nilai saya yang diperlukan untuk menerima beasiswa itu tidak memenuhi syarat. Sekolah saya saja sudah menolak aplikasi saya dan mengembalikannya ke saya. Namun, entah kenapa, ada bisikan dalam hati saya untuk tetap mengirimkannya. Saya mengikuti bisikan tersebut dan seminggu kemudian, saya menerima surat dari kampus Trisakti yang sudah terbuka. Saya baca sepintas saja dan merasa tidak diterima. Tapi mbah saya malah mengucapkan selamat. Saya buru-buru membaca kembali surat tersebut dan betapa saya ingin berteriak penuh kemenangan karena saya memang diterima!

Kejaiban-keajaiban terus mengikuti saya. Saya lupa terakhir kapan jualan drugs. Yang pasti, saya yakin Yesus sudah berbicara kepada saya sejak saya masih kecil. Yesuslah yang menaruh harapan ‘bahwa masa depan saya pasti baik. Saya akan menjadi orang baik’ waktu saya masih mencuci piring di warung untuk mengisi perut seadanya.

Kini, saya adalah salah seorang mentor, pemimpin, dan pembimbing rohani di gereja. Saya bekerja di sebuah perusahaan swasta dan memiliki bisnis sablon yang sangat lumayan, dan yang pasti, saya punya masa depan yang indah. (penulis: @dollymuryadi)

INILAH TUJUAN UTAMA YESUS DATANG KE DUNIA

Bahan renungan:

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Yesus memiliki banyak tujuan datang ke dunia, seperti menggenapi Hukum Taurat dan nubuatan para nabi, menyiarkan kabar baik kepada orang miskin, menyatakan kasih Bapa, menebus dosa, menyelamatkan manusia, menanggung kutuk, dan lain sebagainya. Namun, itu semua bukan tujuan utama Yesus. Dua ayat di atas menunjukkan tujuan utama Yesus datang ke dunia ini, yaitu mengembalikan hubungan antara manusia dengan Bapa.

(Baca juga: DIA BUKAN TUHAN YANG JAUH DAN SULIT DITEMUI)

Kehidupan kekal yang dimaksud oleh Yohanes 3:16 seringkali diterjemahkan sebagai janji masuk Sorga. Padahal, jika dilihat dari penjelasan Yesus dalam Yohanes 17:3, kehidupan kekal yang dimaksud Rasul Yohanes adalah tentang mengenal Bapa dan Yesus.

Dosa telah menjadi “pihak ketiga” dalam hubungan antara Tuhan dan manusia. Dosa telah memikat, menipu, dan menjebak manusia, membuat manusia pergi menjauh dari Tuhan, dan akibatnya, manusia menderita. Dosa telah merasuk dan merusak sedemikian rupa hati dan pikiran manusia. Itu sebabnya, Yesus datang, lahir dan mati menebus dosa di kayu salib, agar manusia dapat kembali intim dengan Sang Pencipta dan berucap, “Ya Abba, ya Bapa” kapan saja dan di mana saja.

Kita tidak diciptakan untuk hidup jauh dari Tuhan. Kita diciptakan untuk ada di dekat-Nya, karena kita berasal dari-Nya dan merupakan kepunyaan-Nya.

(Baca juga: JANJI TUHAN MANIS LEBIH MANIS DARI MADU)

Saya yakin, orang yang percaya kepada Yesus adalah orang yang sadar bahwa pengenalan Tuhan dan kebenaran-Nya jauh lebih berharga dan lebih menarik dari dosa. Waktu-waktu yang mereka miliki untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, juga memuji dan menyembah-Nya, adalah waktu-waktu terbaik, bukan waktu sisa. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

DIA BUKAN TUHAN YANG JAUH DAN SULIT DITEMUI

Bahan renungan:

Matius 17:7 Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: “Berdirilah, jangan takut!”

Yesus datang ke dunia ketika dunia berdosa. Yesus menghampiri wanita Samaria yang kekurangan kasih. Yesus mendatangi Zakheus, sang pemungut cukai yang dibenci oleh Bangsa Israel. Yesus duduk makan di rumah seorang Farisi. Yesus menantikan langkah si wanita pendarahan dan membiarkannya menjamah jubah-Nya.

(Baca juga: ANDA SANGAT PENTING DI MATA TUHAN)

Yesus bukan Tuhan yang jauh dan sulit untuk ditemui. Dia adalah Tuhan yang rindu untuk memulihkan dan menyelamatkan kita. Dia datang ke dunia, menyatakan diri dan kasih-Nya. Yeremia 29:12-13 mengatakan, “Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku.”

(Baca juga: BERHENTI MEMIKIRKAN YANG TIDAK PERLU DIPIKIRKAN)

Dia dekat. Dia hanya sejauh kita mau meluangkan waktu untuk duduk diam, membaca, dan merenungkan kebenaran-Nya. Dia rindu untuk bersekutu dengan setiap kita. Dia rindu untuk menuntun kita ke tempat yang jauh lebih baik. Dia ingin dekat dengan kita. Dia ingin menyatakan kasih dan kebesaran-Nya kepada kita. Dia ingin dekat dengan kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

HATI-HATI, ADA YESUS YANG LAIN

Bahan renungan:

2 Korintus 11:4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Peringatan mengenai adanya Yesus yang lain awalnya didengungkan oleh Yesus sendiri. Ketika Yesus memberitahukan tanda-tanda zaman, Dia mengatakan bahwa akan muncul mesias-mesias palsu yang menggunakan nama Yesus yang bertujuan untuk menyesatkan orang percaya.

(Baca juga: CARA MENDETOKSIFIKASI PIKIRAN ANDA)

Hal yang seirama juga didengunkan oleh Paulus dalam surat-surat yang ditulisnya. Dalam 2 Korintus 11:4, Paulus mengatakan ada orang-orang yang mengajarkan injil yang lain dan dalam ayat renungan kita di atas, Paulus mengatakan akan ada orang-orang yang memberitakan tentang Yesus yang lain.

Tujuan dari penyesatan ini tentunya agar Anda tidak mengenal siapa Yesus yang sesungguhnya dan dengan demikian Anda tidak dapat menikmati hal-hal yang Dia janjikan.

Perkembangan teknologi telah memungkinkan hal-hal tertentu menjadi viral dalam hitungan menit, bahkan detik. Terkadang, tanpa kita sadari, kita turut mengambil bagian dalam menyebarkan sesuatu yang salah. Saya pernah membaca status-status yang terkesan rohani seperti, “Meski lambat, tetapi Tuhan tidak pernah terlambat,” “Yesus itu 100% baik dan terkadang Dia mengijinkan hal-hal buruk terjadi agar kita mengerti kebaikan-Nya,” “Yesus menguji iman kita untuk mengetahui apakah kita setia kepada-Nya,” padahal Yesus sama sekali tidak pernah melakukan hal-hal tersebut.

Yesus tidak pernah terlambat, Yesus tidak pernah mengijinkan hal-hal buruk, dan Yesus tidak pernah menguji iman seseorang untuk mengetahui kesetiaan orang tersebut.

Jika ada seseorang menceritakan tentang Tuhan kepada Anda dan Anda bertanya-tanya dalam hati apakah benar Tuhan seperti itu, Anda dapat mengujinya dengan cara yang sangat mudah, yaitu melihat kepada kehidupan Yesus. Apakah Yesus demikian atau tidak. Jika Yesus tidak melakukan hal tersebut, pasti Tuhan tidak melakukan hal tersebut. Karena, Yohanes 10:30 mengatakan bahwa Yesus dan Bapa adalah satu.

(Baca juga: TUHAN SUDAH MENENTUKAN TAKDIR DAN NASIB MANUSIA)

Anda perlu berhati-hati terhadap injil yang lain atau Yesus yang lain yang dimaksud oleh Yesus dan Paulus. Itu artinya, Anda perlu memiliki pengetahuan tentang Yesus yang benar. Sumber terbaik untuk mengenal Yesus dan apa yang Dia telah lakukan adalah Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MEMBERI ADALAH MASALAH PERCAYA ATAU TIDAK KEPADA TUHAN

Bahan renungan:

1 Petrus 5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Memberi adalah masalah kita percaya atau tidak kepada Tuhan, bukan masalah kita memiliki uang atau tidak. Faktanya, si janda miskin berani memberi dari kekurangannya, yaitu seluruh nafkahnya (Lukas 21:1-4). Sebaliknya, ada orang yang memiliki uang jauh lebih banyak dari si janda miskin di atas, tetapi takut memberi.

(Baca juga: BERISTIRAHATLAH SEJENAK DARI KESIBUKAN ANDA)

Saya berikan ilustrasi. Anggaplah ada seorang kaya, misalnya Bill Gates, yang sangat dekat dengan Anda dan dia berjanji untuk selalu menyediakan uang pada saat Anda membutuhkannya. Saya yakin Anda tidak akan takut sedikit pun untuk memberi persembahan atau persepuluhan. Bahkan, kemungkinan besar Anda akan memberi jauh lebih banyak dari biasanya.

Permasalahannya adalah yang menjamin untuk memelihara Anda adalah Tuhan yang tidak kelihatan, bukan Bill Gates yang kelihatan. Kebanyakan orang cenderung lebih mudah memercayai jika yang memberi jaminan dapat dilihat dan disentuh, seperti saudara, rekan bisnis, bos, pinjaman bank, atau sahabat.

Jika Anda tidak terlalu mengenal Tuhan dan memilih lebih memercayai yang kelihatan, sudah pasti Anda akan kesulitan untuk percaya kepada janji Tuhan. Akibatnya, Anda takut dan kuatir. Matius 6:32 dengan sangat jelas mengatakan bahwa orang yang kuatir adalah orang yang tidak mengenal Tuhan, atau dengan kata lain, tidak percaya kepada Tuhan.

Hari ini saya ingin Anda tahu sesuatu mengenai Tuhan. Tuhan yang menjamin masa depan Anda indah dan penuh harapan adalah Tuhan yang menciptakan Bill Gates dan semua orang kaya yang ada di dunia. Tuhan yang berjanji untuk memelihara Anda adalah Tuhan yang menciptakan dan memiliki alam semesta. Tuhan yang menjaga Anda adalah Tuhan yang merelakan Anak-Nya yang tunggal demi menebus dan menyelamatkan Anda.

(Baca juga: MENJADI ORANG YANG LEMBUT TIDAK BERARTI LEMAH)

Jika Anda mengenal Tuhan yang Alkitab maksud di atas, Anda tidak akan pernah takut atau kuatir soal uang dan memberi. Justru Anda bergairah, karena Anda percaya bahwa janji-Nya mengenai pelipatgandaan, pemeliharaan, penjagaan, dan masa depan Anda tidak akan gagal. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.