JANGAN MELUPAKAN KASIH SETIA TUHAN

Bahan renungan:

Mazmur 119:93 “Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku.”

Lupa terhadap janji Tuhan dapat mengakibatkan masalah besar dalam kehidupan orang percaya. Contohnya, kita mendoakan kesembuhan bagi orang sakit flu, demam, sakit pusing, batuk, tetapi saat bertemu dengan orang yang menderita AIDS, kanker stadium lanjut, tumor ganas, kita berpikir Tuhan tidak mampu menyembuhkan penyakit tingkat tinggi itu. Kita lupa bahwa bukan hanya penyakit ringan yang telah Yesus tanggung di atas kayu salib, tetapi juga penyakit-penyakit yang belum ditemukan obatnya.

(Baca juga: TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN DAN ORANG PERCAYA)

Teman, penting bagi setiap kita untuk menghitung kebaikan Tuhan dan mengingat kasih setia-Nya di dalam hidup kita. Supaya pada saat masalah datang, kita dapat tetap teguh, karena kita tahu bahwa jika Tuhan selamatkan kita dulu, besok pun Dia pasti selamatkan kita.

(Baca juga: APA BENAR MENABUR DAPAT MEMBUAT KITA HIDUP DALAM KELIMPAHAN?)

Raja Daud mengajarkan untuk senantiasa mengingatkan diri kita akan hal-hal ini, “Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali (Mazmur 103:2-5).” (penulis: @mistermuryadi)

HIDUP DALAM KEKUATIRAN ITU MELELAHKAN

Bahan renungan:

Matius 6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

Kuatir adalah sebuah kondisi di mana pikiran kita sedang fokus kepada sesuatu yang menakutkan di masa mendatang. Hal tersebut sangatlah melelahkan, karena menguras emosi, pikiran, dan tenaga kita. Dan yang lebih parah, tidak ada untungnya sama sekali.

(Baca juga: MILIKI RUANG UNTUK MUKJIZAT DI DALAM PIKIRAN KITA)

Firman Tuhan mengatakan jangan kuatir akan hari esok. Ketika kita memikirkan sesuatu yang buruk, itu sama seperti kita sedang mengharapkan yang buruk itu terjadi. Bukankah jauh lebih baik kita memikirkan janji Tuhan? Karena ketika kita memikirkan janji Tuhan, kita sedang mengharapkan janji Tuhan terjadi dalam hidup kita.

Saya percaya Yesus melarang kita untuk kuatir karena kuatir itu berbahaya bagi hidup kita.

Benar, tidak dapat saya pungkiri bahwa, terkadang, masalah-masalah yang kita hadapi seperti “memaksa” kita untuk kuatir. Membuat kita seolah tidak berdaya terhadap keadaan. Namun, jika kita tahu janji Tuhan, kita dapat mengalihkan pikiran kita yang salah kepada janji Tuhan yang kekal.

Salah satu alasan mengapa orang kuatir, karena orang tersebut tidak tahu harus melakukan atau memikirkan apa di tengah kekuatirannya. Puji Tuhan, kita memiliki Tuhan yang memberikan begitu banyak janji kepada kita, sehingga di tengah situasi yang mengkhawatirkan, kita dapat menaruh pengharapan kita kepada-Nya. Juga, kita dapat bersyukur karena kita memiliki Firman Tuhan yang hidup, sehingga ketika hati kita dilanda kekuatiran atau ketakutan, kita dapat mendeklarasikan ayat-ayat seperti Mazmur 23 dan Mazmur 91 untuk meneguhkan dan menguatkan hati kita.

Sekali lagi saya ingin katakan bahwa kuatir itu melelahkan, dan menguras damai dan sukacita di hati kita. Kuatir membuat kita enggan menantikan hari esok. Sedangkan, mengingat, mengucapkan, dan mengharapkan janji Tuhan membangkitkan semangat dan iman kita, membuat kita bergairah akan hari esok.

Jika menurut Anda hidup dalam kekuatiran dan ketakutan itu hal yang menyebalkan, mulailah luangkan waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, supaya saat masalah datang, Anda tidak seperti bertemu jalan buntu, melainkan dapat mengingat, mengucapkan, dan mengharapkan janji Tuhan yang merupakan sumber damai, sukacita, dan jalan keluar. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

PENTINGNYA MEMILIKI CATATAN KHOTBAH

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.

Garis bawahi kata-kata, ” … mengingat perkataan Tuhan Yesus …” pada ayat di atas. Teman, penting bagi kita untuk mengingat kebenaran dan janji-janji Firman Tuhan, karena itulah kekuatan setiap orang percaya. Terkadang situasi membuat kita lupa bahwa Tuhan senantiasa menyertai kita dan janji-Nya tidak pernah gagal. Lupa terhadap kebenaran dapat menyebabkan kita terperosok ke dalam sebuah masalah besar.

(Baca juga: APA BENAR TUHAN AKAN MEMOTONG RANTING YANG TIDAK BERBUAH?)

Cara termudah mengingat kebenaran adalah dengan mencatatnya. ita perlu memiliki sebuah buku catatan berisi khotbah yang telah kita dengar, kumpulan ayat janji-janji Tuhan, atau hal-hal penting yang kita dapatkan dari Tuhan. Tujuannya, supaya ketika kita lupa, kita dapat membuka catatan tersebut dan kembali mengingatkan diri kita bahwa Tuhan itu jauh lebih dari semua masalah kita.

Bagi saya, setidaknya ada lima keuntungan mencacat khotbah:
1. Ketika kita lupa, kita dapat melihat kembali catatan kita.
2. Kita melewati dua kali proses menghafal, yaitu mendengar dan mencatat.
3. Membantu kita fokus mendengarkan khotbah.
4. Dapat kita renungkan kembali selama satu minggu ke depan.
5. Kita tidak melewatkan hal-hal penting yang ingin Tuhan sampaikan kepada kita.

(Baca juga: MENGAPA TUHAN INGIN KITA KAYA DENGAN CARA MENABUR?)

Bagi Anda yang belum pernah atau jarang mencatat, mari memulai sebuah kebiasaan baru yang baik ini. Tuhan Yesus memberkati. (penulis: @mistermuryadi)

INGATKAN DIRI ANDA AKAN KEBESARAN TUHAN

Bahan renungan:

Mazmur 104:1-5 Pujilah TUHAN, hai jiwaku! TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak, yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda, yang mendirikan kamar-kamar lotengMu di air, yang menjadikan awan-awan sebagai kendaraan-Mu, yang bergerak di atas sayap angin, yang membuat angin sebagai suruhan-suruhanMu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayanMu, yang telah mendasarkan Bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya.

Sebagai Raja, tentu saja Daud menghadapi begitu banyak masalah di dalam hidupnya. Mulai dari masalah kerajaan, keluarga, sampai pribadi, namun di tengah tekanan, Daud selalu mengingatkan dirinya, berbisik lembut mengatakan, “Hai jiwaku … hai jiwaku … hai jiwaku … ingatlah kebaikan TUHAN.”

(Baca juga: STRES ADALAH TANDA YANG ANDA PIKIRKAN BUKAN JALAN KELUAR)

Seringkali, situasi atau kondisi yang terjadi membuat kita begitu mudah melupakan TUHAN. Ketika liburan, kita lupa bahwa kita anak TUHAN; ketika ada konflik, kita lupa untuk tinggal tenang; ketika ada masalah finansial, kita lupa untuk tidak kuatir; ketika sakit, kita lupa bahwa bilur-bilur darah YESUS sudah menyembuhkan.

Teman, mengingat kebaikan dan kemurahan TUHAN membuat hati kita tinggal dalam damai dan sukacita. Dan, ketika kita mengingat lagi kebesaran TUHAN, kita sedang menyadarkan diri kita bahwa masalah dan pergumulan kita tidak lebih besar dari TUHAN yang kita sembah.

(Baca juga: TIDAK MAU GAGAL? LALU, KENAPA SERING MEMIKIRKANNYA?)

Tarik napas dan berdiam dirilah sejenak, luangkan waktu Anda untuk kembali merenungkan betapa luar biasanya anugerah dan kasih setia TUHAN di dalam hidup Anda. (penulis: @mistermuryadi)

BERHENTI MEMBATASI IMAN ANDA!

Bahan renungan:

Matius 17:20 Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Jika Anda percaya, ya, di dalam Yesus, tidak ada satu pun yang mustahil (Lukas 1:37). Firman Tuhan katakan, di dalam DIA, Anda dapat melakukan perkara-perkara yang besar dan luar biasa (Yohanes 14:12).

Banyak orang suka mengira Tuhan yang tidak bekerja di dalam hidup mereka. Tuhan tidak membuat hal-hal yang ajaib dan besar di dalam hidup mereka. Mungkin Anda pernah bertemu dengan orang-orang yang menunggu Tuhan bertindak, seolah-olah Tuhanlah yang menunda hal-hal ajaib terjadi di dalam hidup mereka. Ciri-ciri ini biasanya dengan mudah terlihat dari cara mereka berdoa, yang umumnya diawali dengan kata, “Tuhan, tolong …” bahkan beberapa dari mereka, lebih ironis lagi, dengan mengatakan, “Tuhan, saya berdoa untuk mengingatkan Engkau …”

Teman, kita perlu mengambil tanggung jawab ini. Bahwa bukan Tuhan yang menunda berkat, kesehatan, kesembuhan, atau pun pemulihan di dalam hidup kita, melainkan kitalah yang menunda hal tersebut. “Bagaimana mungkin?”

Kita menundanya melalui ucapan pesimis dan negatif kita, “Jujur, saya rasa tidak mungkin bisnis ini bisa berhasil,” “Duh, bagaimana anak saya bisa sukses kalau dia hanya lulusan SMU saja,” “Maaf, sepertinya hubungan kita sudah tidak bisa diperbaiki lagi,” “Saya tidak yakin sanggup menjalani hal ini, terlalu berat untuk saya,” atau “Sepertinya gaji saya tidak akan cukup kalau saya harus memberi persepuluhan, masih banyak keperluan lain.”

Ya, kitalah yang sering kali membatasi Tuhan bekerja di dalam hidup kita dengan berkata, “Tidak mungkin, tidak bisa, tidak sanggup, mustahil,” dan lain sebagainya.

Jika Anda ingin melihat perubahan terjadi di dalam hidup Anda, artinya mulailah dengan mengucapkan hal yang berbeda. Firman Tuhan katakan ketika kita memerintahkan gunung untuk beranjak, hal itu akan terjadi. Ucapkan yang IMAN dan harapan Anda, bukan kekuatiran atau pun ketakutan Anda. Gunakan nama YESUS untuk mengusir hal-hal buruk di dalam hidup Anda. (penulis: @mistermuryadi)

JANGAN FOKUS KEPADA MASALAH, FOKUS KE TUHAN

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 2:25 Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Oh, saya suka sekali ayat ini. Daud dengan tegasnya meyakinkan kita bahwa dia tidak akan goyah, karena fokusnya senantiasa memandang kepada TUHAN semesta alam. Mungkin ini alasan utama Daud tidak takut menghadapi Goliat, sang raksasa itu, dan mungkin ini alasan Daud tidak takut ribuan bala tentara musuh yang ingin memenggal kepalanya.

Teman, masalah tidak pernah berubah, sejak zaman dulu, selalu ada dan selalu sama. Ratusan juta manusia gagal untuk terus bergerak maju dan menikmati keindahan “Tanah Perjanjian” hanya karena matanya tertuju kepada “raksasa”, kesulitan, kekurangan, pergumulan, dan masalah yang sedang mereka hadapi. Buktinya, Saul dan Daud menghadapi raksasa yang sama, namun keduanya mendapatkan hasil yang berbeda. Saul ketakutan dan bersembunyi, sedangkan Daud berhasil memenggal kepala sang raksasa.

Jika Anda memandang kepada masalah, otomatis Anda akan selalu berpikir masalah Anda besar dan spesial, sementara di luar sana banyak orang mengalami masalah yang lebih berat dari Anda, namun mereka tetap dapat bersukacita.

Taruhlah fokus Anda kepada Tuhan, kepada janjiNYA yang kekal. Ya, saya tahu, pikiran kita cenderung memikirkan masalah, itu sebabnya ada saatnya Anda perlu “memaksa” mulut Anda mengucapkan janji TUHAN di kala masalah melanda. Sekalipun pikiran Anda sedang ketakutan atau kuatir, gunakan mulut Anda untuk mengucapkan hal-hal yang Anda harapkan. (penulis: @mistermuryadi)

“MARILAH KITA BERTOLAK KE SEBERANG”

Bahan renungan:

Markus 8:35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.”

Hari itu YESUS mengajarkan sekitar 10 perumpamaan dan kebenaran kepada banyak orang, terutama kepada murid-muridNYA. Tentu saja setiap kebenaran yang YESUS sampaikan bertujuan untuk meneguhkan, menguatkan, dan membangkitkan iman mereka.

Masalah dimulai ketika mereka mulai naik perahu bersama-sama dan angin topan dan ombak mulai menderu dan menghantam perahu mereka dengan dashyat. Saat itu, dengan tenangnya YESUS tidur. Air sudah mulai masuk perahu. Seperti kita ketahui, jika air sudah mulai masuk perahu, artinya perahu perlahan akan mulai tenggelam.

Semua fakta di atas membuahkan ketakutan dan kekuatiran di hati para murid. Mereka melupakan bahwa YESUS bersama-sama dengan mereka di dalam perahu. Mereka melupakan 10 perumpamaan yang baru saja YESUS ajarkan dari pagi hingga sore hari. Mereka juga melupakan perkataan YESUS bahwa DIA mengatakan, “Marilah kita bertolak ke seberang.”

Teman, di saat kita melupakan apa yang TUHAN katakan, di saat kita mulai melupakan kebenaran Firman Tuhan, di saat kita melupakan janji TUHAN, kita akan mulai ketakutan dan kuatir. Itulah yang dialami oleh para murid di dalam perahu.

Cerita kemudian berlanjut dengan mereka panik dan mulai membangunkan YESUS. Di ayat 38b mereka berkata, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Mereka mulai mencari orang yang bisa disalahkan untuk ketidakpercayaan mereka kepada Firman Tuhan.

Teman, seberapa sering kita berada di dalam situasi seperti di atas? Saya menyadari badai (masalah) bisa saja muncul di dalam hidup kita, namun tidak berarti badai itu akan menghancurkan kita. Masalah bisa saja datang ke dalam hidup kita, tapi tidak berarti kita akan kalah terhadap masalah itu. Berpeganglah kepada janjiNYA yang kekal. Ketika TUHAN berfirman, DIA pasti akan menepatinya. Ketika DIA mengatakan, “Marilah kita bertolak ke seberang.” artinya Anda akan sampai di seberang dan badai tidak akan menghancurkan Anda. (penulis: @mistermuryadi)