YUSUF MENJADI PENGUASA ATAS ORANG NOMOR SATU DI MESIR

Bahan renungan:

Kejadian 45:8b … Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.

Yusuf memang bukan orang nomor satu di Mesir, tetapi Yusuf adalah orang yang menguasai orang nomor satu Mesir. Menurut Anda, mana yang lebih hebat di antara kedua jabatan tersebut?

(Baca juga: BERTUMBUHLAH DALAM KASIH KARUNIA DAN PENGENALAN AKAN YESUS)

Saya percaya tidak banyak di antara kita yang pernah mengalami seperti yang Yusuf alami. Yusuf dibuang oleh saudara-saudaranya, Yusuf menjadi budak, dan Yusuf dipenjara. Yusuf melewati semua proses tersebut bersama-sama dengan Tuhan.

Tunggu sebentar. Saya tidak ingin Anda berpikir bahwa Tuhan ingin memproses Yusuf, sehingga Tuhan membuat Yusuf menderita. Bukan, bukan Tuhan yang merencanakan hal tersebut terjadi dalam hidup Yusuf. Yusuf menderita akibat ulahnya sendiri. Akibat perkataan yang “terlalu tinggi”. Anda dapat membacanya di Kejadian 37:6-11 saat Yusuf mengatakan bahwa keluarganya akan sujud menyembah dia di waktu yang tidak tepat.

Meksi demikian, tidak sekalipun Tuhan meninggalkan Yusuf. Firman Tuhan katakan dalam Kejadian 39:21, “Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya …” Yusuf menyadari hal tersebut bahwa Tuhan adalah sumber kehidupannya, dan dia pun perlahan mulai mengubah hidupnya.

Berikut adalah perubahan yang terjadi di dalam hidup Yusuf. Pertama kali Yusuf bermimpi dan menceritakan mimpi tersebut kepada keluarganya, tidak sekalipun Yusuf menyebut nama Tuhan. Saya berasumsi Yusuf menceritakan mimpi tersebut dengan dagu terangkat sambil tersenyum sinis merendahkan keluarganya. Belasan tahun setelah itu, Yusuf menyadari kesalahannya dan mengubah karakternya.

Dalam Kejadian 40:8, ketika menerangkan mimpi juru minuman dan juru roti, Yusuf mengatakan, “Allah yang menerangkan mimpi.” Juga dalam Kejadian 41:16, ketika mengartikan mimpi Firaun, Yusuf berkata, “Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah …”

Teman, mungkin hari ini Anda sedang mengalami penderitaan seperti Yusuf. Penderitaan yang Anda sebabkan sendiri. Namun jangan takut, saya ingin Anda tahu bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan Anda dan Tuhan tidak pernah menyerah terhadap Anda. Dia ingin mengangkat, memulihkan, dan memberkati Anda. Dia ingin mengubah yang buruk dalam hidup Anda menjadi indah.

(Baca juga: FIRMAN TUHAN ADALAH GPS TERBAIK)

Sama seperti Yusuf, maukah Anda menyadari kesalahan Anda, mengubah haluan hidup Anda, dan kembali kepada-Nya? Maukah Anda mulai melibatkan Tuhan dalam segala keputusan Anda? Maukah Anda mulai meninggalkan pergaulan yang buruk, berhenti mendengar informasi yang salah, dan mulai mengarahkan pandangan Anda kepada kebenaran Firman Tuhan? (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

KRITIK DAPAT MEMBENTUK KARAKTER ANDA, BUKAN PUJIAN

Bahan renungan:

2 Korintus 10:18 Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji TUHAN.

Semua orang suka dipuji. Pujian membuat hati kita seketika bersukacita. Saya tidak katakan salah untuk menerima pujian dari orang lain. Ketika orang lain memuji Anda, berarti Anda telah memberkati mereka.

Tapi, sayangnya pujian tidak dapat membentuk karakter Anda. Jika hari ini Anda ingin mengubah karakter Anda, yang Anda butuhkan bukan pujian, melainkan kritik. Tidak banyak orang yang mau bertanya, “Menurut kamu hal apa yang harus saya perbaiki?” Mereka lebih suka berkata, “Gimana menurut kamu, sudah keren kan?”

Mari saya ajak Anda membayangkannya. Seandainya saya mempercayakan Anda untuk membuat sebuah acara, lalu seusai acara, Anda bertanya kepada saya, dan saya menjawab, “Sudah bagus acaranya.” Lalu Anda bertanya, “Kira-kira apa yang kurang?” Saya menjawab, “Tidak ada, sudah sempurna.” Menurut Anda, apakah pujian tersebut dapat membuat Anda belajar sesuatu? Saya yakin tidak. Sekali lagi saya tidak katakan pujian itu salah.

Kritik memang terkadang menyakitkan, tapi kritik dapat membantu Anda memahami kekurangan dan kelemahan Anda. (penulis: @mistermuryadi)