JIKA KITA HILANG, TUHAN PASTI AKAN MENCARI KITA

Bahan renungan:

Lukas 15:4-6 “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.”

Sungguh tidak sulit mencerna perumpamaan mengenai domba yang hilang. Sang gembala menggambarkan Bapa, sementara domba yang hilang berbicara mengenai kita. Setiap kali membaca dan merenungkan ayat di atas, saya dapat merasakan hati Bapa Sorgawi yang begitu penuh dengan kasih.

(Baca juga: TUHAN BERKENAN TERHADAP KITA)

Saya membayangkannya begini. Entah karena satu atau dua hal, sang domba memutuskan pergi meninggalkan kawanannya, sehingga tersesat. Mungkin domba tersebut pergi karena tidak cocok dengan domba lain, atau mungkin sekadar ingin menghirup ” udara bebas” di luar sana. Apa pun alasannnya, si domba itu pergi, memilih menyendiri, dan akhirnya tersesat.

Secara logika, kehilangan satu domba dari seratus, bukanlah masalah besar. Tidak perlu seorang profesor untuk memutuskan membiarkan yang satu itu hilang dan menjaga kawanan yang lain. Jika kita ada di dalam posisi sang gembala, saya yakin tidak banyak di antara kita yang mau mengorbankan diri mencari yang hilang, dengan risiko kehilangan 99 lainnya. Namun, gembala dalam perumpamaan ini memiliki pemikiran yang berbeda. Dia pergi mencari yang hilang. Bahkan, ayat di atas menegaskan, dia pergi mencari sampai dia menemukannya.

Saya percaya, jika kita hilang, Tuhan, dengan berbagai cara, akan mencari jalan untuk menemukan kita. Tuhan akan menyampaikan isi hati-Nya kepada kita, bahwa Dia mengasihi kita, entah melalui perkataan dari orang yang tidak kita kenal, dari buku atau film yang kita lihat, atau bahkan dari tulisan di jalan yang tidak sengaja kita baca.

Seorang teman yang saya kenal sudah pergi sangat lama dan jauh dari kawanan domba. Namun, di tengah lembah kekelaman, ketika dirinya tersangkut di semak belukar, Tuhan kembali menemukan dirinya.

(Baca juga: ORANG YANG BERHARGA MELAKUKAN HAL-HAL YANG BERHARGA)

Tuhan tidak lelah mencari hidup kita. Dia ingin membawa kita ke tempat yang aman, ke padang yang berumput hijau. Dia ingin kita menikmati semua yang baik yang Dia telah sediakan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

JIKA ADA PRIBADI YANG PALING INGIN ANDA BERHASIL, ITU ADALAH TUHAN

Bahan renungan:

Mazmur 103:13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

Jika ada Pribadi yang paling menginginkan bersekutu dengan Anda, itu adalah Bapa di Sorga. Jika ada Pribadi yang paling menginginkan Anda menikmati segala sesuatu yang baik dan berhasil dalam segala pekerjaan tangan Anda, itu adalah Bapa di Sorga.

(Baca juga: MENGAPA TUHAN YANG BAIK MENURUNKAN AIR BAH DAN MENGHANCURKAN SODOM GOMORA?)

Bapa Sorgawi adalah gembala yang baik, Pribadi yang paling repot memastikan agar Anda dalam keadaan baik-baik.

Anda tidak perlu menebak-nebak apa rencana Tuhan bagi hidup Anda. Firman Tuhan mengatakan Dia seperti seorang bapa yang sayang kepada anak-anaknya. Seorang bapa yang baik pasti mengusahakan segala yang terbaik untuk anak-anaknya.

Anda perlu berhenti mempertanyakan apakah Dia merancangkan hanya yang baik atau juga mengijinkan yang buruk? Bapa sudah menjawab pertanyaan tersebut ketika Dia mengaruniakan Yesus untuk menyelamatkan Anda.

Masalahnya, terkadang banyak orang lebih suka memilih jalannya sendiri, dan itu otomatis berarti mereka menolak jalan Tuhan. Mereka berpikir jalan mereka lebih baik dari jalan Tuhan. Mereka mengira mereka dapat memelihara dan menjaga diri mereka lebih baik dari Tuhan memelihara dan menjaga mereka. Apa tandanya? Sederhana, ketika mereka memilih tidak percaya kepada-Nya dan tidak turut perintah-Nya, ketika mereka memilih untuk menyimpang dari jalan-Nya, pergi, dan menjauh dari-Nya.

Ketika si bungsu pergi, dia memilih menolak penyediaan, penjagaan, pemeliharaan, dan perlindungan yang ditawarkan bapanya. Si bungsu mengira pilihannya lebih baik dari apa yang bapanya berikan. Ternyata si bungsu keliru, karena di luar rumah bapanya, si bungsu melarat dan menderita.

(Baca juga: CARA ANDA MUNGKIN BAIK, TETAPI CARA TUHAN PASTI JAUH LEBIH BAIK)

Bagaimana dengan Anda? Anda dapat memilih menjalani hidup seperti si bungsu, atau seperti Abraham yang meninggalkan segala sesuatunya karena percaya kepada Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

BIARKAN TUHAN MENYAKINKAN ANDA SEKALI LAGI

Bahan renungan:

Yesaya 43:1-2 Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.”

Saya tidak bosan membaca ayat di atas berulang-ulang. Ayat itu sangat menenangkan dan menguatkan saya. Seolah Tuhan berbicara meyakinkan saya, “Anak-Ku janganlah takut, Aku senantiasa bersama-sama dengan Engkau. Tidak akan ada satu hal pun yang dapat mencelakai engkau.” Anda perlu tandai ayat di atas, supaya sewaktu-waktu Anda membutuhkannya, Anda dapat dengan mudah mendapatkannya.

(Baca juga: KITA HEBAT, KARENA YANG MENCIPTAKAN KITA SANGAT HEBAT)

Supaya saat masalah atau pergumulan datang bagai topan badai yang mengerikan, saat ketakutan atau kekuatiran menyerbu dan menghantui pikiran, Anda tidak membiarkan hal-hal buruk tersebut menyakinkan hati Anda bahwa Anda akan kalah, gagal, atau tenggelam.

Saya percaya, melalui kebenaran dan janji-Nya, Tuhan senantiasa berusaha menyakinkan kita bahwa Dia tidak pernah meninggalkan kita dalam keadaan apa pun. Entah kita sedang dalam lembah kekelaman, kekecewaan yang amat sangat, kepedihan yang mendalam, atau ketakutan yang mencekam, Dia tidak pernah sekalipun membiarkan kita sendirian.

(Baca juga: PENTINGNYA MENGHAFAL MAZMUR 23 DAN 91)

Jika Anda sedang dalam beban yang berat hari ini, luangkan sedikit waktu untuk kembali merenungkan Firman dan janji-Nya. Berikan Tuhan kesempatan sekali lagi untuk menyakinkan hati Anda bahwa janji-Nya YA dan AMIN dan bahwa Anda sangat berharga di mata-Nya, sebelum Anda memutuskan untuk marah, kecewa, menyalahkan ataupun meninggalkan Dia. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN MELINDUNGI KITA DARI MALAPETAKA DAN TULAH (MAZMUR 91:9-10)

Bahan renungan:

Mazmur 91:9-10 Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu.

Banyak orang mengira Tuhan baru akan menjagai dan melindungi kita dari malapetaka ketika kita hidup benar dan sungguh-sungguh di dalam Dia. Jika tidak, Tuhan akan membiarkan iblis merusak dan menghancurkan hidup kita. Teman, pemikiran tersebut sungguh amat keliru.

(Baca juga: PENTING UNTUK MENYADARI BAHWA KITA DIKASIHI (MAZMUR 91:7-8))

Tuhan menjagai dan melindungi kita bukan karena kita hidup benar atau sungguh-sungguh di dalam Dia, tetapi karena kita adalah anak kesayangan-Nya. Sama seperti seorang ayah atau ibu, tidak peduli seberapa jahat anaknya, ketika sang anak diganggu oleh orang lain, ayah dan ibu tersebut pasti turun tangan.

Ketika kita memutuskan percaya kepada Yesus, di saat itu juga perlindungan dari Tuhan selamanya menjadi bagian Anda. Sama seperti halnya di hari pertama kita mengambil sebuah asuransi kesehatan, di hari itu juga biaya pengobatan dan perawatan kita dijamin oleh perusahaan asuransi tersebut.

Kita tidak perlu meragukan perlindungan Tuhan. Jika Tuhan yang melindungi kita, tidak ada satu pun yang dapat mengganggu kita.

Namun masalah yang sering terjadi adalah ketika kita memutuskan untuk keluar dari perlindungan Tuhan, yaitu ketika kita meninggalkan jalan-jalan kebenaran. Seperti si bungsu, di dalam rumah bapanya, dia mendapatkan perlindungan dan segala sesuatu yang dia perlukan, tetapi ketika dia memutuskan pergi meninggalkan bapanya, si bungsu mengalami penderitaan dan kelaparan.

(Baca juga: HIDUP DI BAWAH NAUNGAN YANG MAHATINGGI (MAZMUR 91:1-2))

Bukan Tuhan yang mendatangkan malapetaka atau tulah ke dalam hidup kita. Justru Tuhan ingin menjagai dan melindungi kita dari malapetaka dan tulah. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

PENTING UNTUK MENYADARI BAHWA KITA DIKASIHI (MAZMUR 91:7-8)

Bahan renungan:

Mazmur 91:7-8 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.

Anda spesial di mata Tuhan, apakah Anda menyadari akan hal itu? Anda adalah makhluk ciptaan-Nya yang paling dikasihi dan dicintai. Di mata Tuhan, tidak ada makhluk yang memiliki nilai sebesar Anda, sehingga Dia rela memberikan Diri-Nya di kayu salib untuk menggantikan Anda.

(Baca juga: JANGAN TAKUT, TUHAN SELALU BERSAMA ANDA (MAZMUR 91:5-6))

Tuhan ingin Anda tinggal dalam kebenaran di atas, bahwa Anda menyadari Anda sangat dikasihi. Kebenaran itulah yang membuat Anda dapat tinggal tenang penuh dengan sukacita menjalani kehidupan ini. Yang membuat sekalipun ribuan ribu orang rebah di sisi Anda, meninggalkan jalan-jalan kebenaran, tetapi Anda dapat tetap berdiri tegak. Yang membuat Anda tidak penuh amarah ketika hidup Anda dicurangi atau dijahati orang lain. Semata-mata karena Anda tahu bahwa Tuhan mengasihi Anda dan Dia memiliki rencana yang indah untuk hidup Anda.

(Baca juga: TUHAN MELEPASKAN KITA DARI JERAT (MAZMUR 91:3-4))

Teman, kalau kita mengenal Tuhan dengan benar, kita akan memiliki reaksi yang benar untuk segala perkara. Kita tidak terburu-buru memberikan respons yang negatif seperti meninggalkan Tuhan, pelayanan, atau gereja. Juga, kita tidak terburu-buru merespons marah, kecewa, kepahitan, dan sakit hati. Dengan demikian hal-hal buruk tidak akan menimpa kita. Kita akan tetap berdiri tegak dan menjadi saksi hidup bahwa Tuhan itu baik dalam segala jalan di hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KETIKA KEMBALI KE RUMAH BAPA, SI BUNGSU DIPULIHKAN

Bahan renungan:

Lukas 15:12-13 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.

Hanya di dalam rumah sang ayah, segala sesuatunya tersedia. Ada perlindungan, makanan, pemeliharaan, ketenangan, damai, sukacita, berkat, kesehatan, kelimpahan, dan segala sesuatu yang kita butuhkan. Namun, entah apa alasannya, si bungsu memutuskan mengambil jatah warisannya dan pergi dari rumah sang ayah. Mungkin si bungsu berpikir ada yang jauh lebih baik di luar sana.

(Baca juga: JANGAN TERJEBAK DI KEHIDUPAN YANG LAMA)

Si bungsu pergi meninggalkan ayahnya tidak dalam keadaan susah atau terpuruk, melainkan dalam keadaan sehat dan kaya raya.

Seringkali, ketika memiliki banyak harta atau pegangan, kita merasa bisa hidup tanpa Tuhan. Kita berpikir tidak masalah kita “pergi” atau “libur” sementara dari Tuhan. Si bungsu telah membuktikannya. Hanya sebentar saja dia dalam kondisi aman tanpa Tuhan, karena tidak lama kemudian, ketika bencana kelaparan melanda, si bungsu bangkrut dan melarat. Jika sebelumnya dia makan layak bangsawan, kini dia hanya bisa berharap babi yang dia jaga tidak menghabiskan makanannya. Jika sebelumnya dia hidup bagai pangeran, kini dia harus bekerja banting tulang demi ampas babi.

(Baca juga: TIDAK PERLU TAKUT TERHADAP KABAR BURUK)

Teman, seperti itulah kisah kehidupan kita di luar Tuhan. Cerita awalnya mungkin terlihat menyenangkan, tetapi cerita akhirnya pasti menyedihkan. Kondisi si bungsu baru dipulihkan ketika dia kembali ke rumah sang ayah. Ya, di rumah sang ayah tidak ada bencana kelaparan ataupun kemiskinan. (penulis: @mistermuryadi)

JANGAN “ISTIRAHAT” DARI KRISTUS

Bahan renungan:

2 Samuel 11:1 Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem. 

Alih-alih ikut berperang bersama tentaranya, ada satu waktu Daud memilih beristirahat di istananya. Itu kali pertama Daud absen dari medan perang. Dan, seperti kita ketahui, di saat “istirahat” itulah Daud bertemu dengan Batsyeba, dan mereka jatuh ke dalam dosa yang sangat mereka sesali.

(Baca juga: SEGERA TERBIT E-BOOK #PENGHARAPAN. GRATIS!)

Hal yang Daud lakukan pada dasarnya sama seperti yang Adam dan Hawa lakukan. Saat Adam dan Hawa menaruh perhatian khusus pada tipu daya iblis, mereka memakan buah pohon terlarang itu. Begitu juga dengan Petrus. Ketika dia mulai mengalihkan pandangannya dari Yesus kepada badai, dia mulai tenggelam.

(Baca juga: CARA MENGENALI PENGAJARAN KRISTEN SESAT)

Teman, sebagai orang percaya, jangan sampai Anda “istirahat” dari Kristus. Dalam konteks ini adalah istirahat dari persekutuan, merenungkan Firman Tuhan, memuji dan menyembah TUHAN, dan pergi ke gereja. Dengan kata lain, jangan berhenti melalukan aktivitas yang membuat Anda semakin mengenal Kristus. Penting bagi kita untuk senantiasa memandang kepada Kristus. Jangan seperti Daud, hanya karena satu kali saja keputusan untuk “istirahat”, membuat semua yang baik yang selama ini telah dia bangun menjadi rusak. (penulis: @mistermuryadi)