MENGAPA TUHAN YANG BAIK MENURUNKAN AIR BAH DAN MENGHANCURKAN SODOM GOMORA?

Kita telah belajar bahwa Tuhan adalah kasih dan kasih-Nya kepada Anda dan saya tidak pernah berubah. Sejak awal dunia diciptakan sampai hari ini, Dia telah memutuskan untuk mengasihi Anda dan saya. Tuhan memiliki segala kuasa dan hak untuk menghukum kita, tetapi Dia memilih untuk mengasihi kita dan menjadikan kita kesayangan-Nya.

(Baca juga: APA KATA YESUS TENTANG HUKUM TAURAT?)

Meski demikian, di zaman Hukum Taurat, tepat setelah Musa turun dari Gunung Sinai membawa dua loh batu, Tuhan seolah berubah menjadi kejam dan jahat. Tuhan mulai melepaskan tulah, menurunkan bara api, mengutuk Bangsa Israel dengan sakit penyakit setiap kali mereka melanggar perintah-Nya. Kalau benar Tuhan adalah kasih, mengapa Dia melakukan hal tersebut? Saya sudah pernah menjawab pertanyaan itu dalam artikel-artikel sebelumnya. Jika Anda belum mengetahui jawabannya, saya sangat menyarankan Anda membacanya terlebih dahulu sebelum melanjutkan membaca artikel ini. Anda tinggal ketik kata “Hukum Taurat” di kolom search yang tersedia di pojok kanan atas.

Tidak lama setelah saya merilis tulisan-tulisan mengenai Hukum Taurat, saya menerima banyak surel yang menanyakan penjelasan mengenai peristiwa air bah pada zaman Nuh dan peristiwa hancurnya Sodom dan Gomora. Mengapa demikian? Karena, kedua peristiwa tersebut terjadi pada zaman sebelum Hukum Taurat, zaman di mana Tuhan mengabulkan doa Kain, si pembunuh pertama di muka Bumi; dan menyebut Abraham, yang meniduri Hagar dan menjual istrinya, sebagai bapak semua orang percaya.

Di dalam zaman Hukum Taurat, jelas bahwa seseorang dihukum ketika mereka melanggar hukum tersebut. Namun, bagaimana dengan zaman sebelum Hukum Taurat dan zaman setelah Hukum Taurat?

Bagi Anda yang baru membaca blog ini, Anda perlu mengerti bahwa zaman sebelum Taurat berlangsung selama 3000 tahun. Dimulai dari zaman Adam dan Hawa sampai peristiwa Musa naik ke atas Gunung Sinai. Turunnya Musa dari Gunung Sinai menandakan dimulainya zaman Hukum Taurat. Hal tersebut berlangsung selama 1000 tahun sampai kematian Yesus di atas kayu salib yang membatalkan segala perintah dan ketentuan Hukum Taurat (Efesus 2:15). Sejak kematian dan kebangkitan Yesus, kita memasuki zaman baru, yaitu zaman anugerah, di mana segala sesuatu yang Anda butuhkan seperti keselamatan, kesembuhan, kesehatan, berkat, kelimpahan, kuasa, Roh Kudus, mukjizat, pemulihan, umur panjang, dan masa depan yang indah telah dianugerahkan secara sempurna bagi kita yang percaya kepada Yesus.

Roma 5:13 mengatakan bahwa dosa sudah ada sebelum zaman Hukum Taurat, tetapi dosa tersebut tidak diperhitungkan karena belum ada Hukum Taurat. Mungkin gambarannya seperti ini. Pada saat belum ada peraturan bahwa semua pengendara mobil harus menggunakan sabuk pengaman, polisi tidak dapat menganggap hal tersebut sebagai pelanggaran, dan akibatnya, tidak ada hukuman yang dapat dijatuhi terhadap orang yang tidak menggunakan sabuk pengaman. Namun, setelah peraturannya keluar, semua pengemudi yang tidak menggunakan sabuk pengaman dijatuhkan sanksi.

Jadi, dosa sudah ada pada zaman sebelum Hukum Taurat, tetapi dosa tersebut tidak diperhitungkan. Atau dengan kata lain, Tuhan tidak menghukum manusia berdasarkan perbuatan dosa yang mereka lakukan. Hal tersebut menjelaskan mengapa Tuhan tidak menghukum Kain sang pembunuh, Abraham yang menjual istrinya, Yakub sang penipu, dan lain sebagainya.

Begitu juga halnya dengan zaman setelah Hukum Taurat. Ketika Yesus memberikan nyawa-Nya di atas kayu salib, Dia menanggung dan menebus setiap dosa dan pelanggaran kita. Yesus yang tidak berdosa, dihukum, menggantikan kita yang berdosa. Dia mengambil semua yang buruk dari kita agar kita dapat menerima semua yang baik yang Bapa sediakan. Bersamaan dengan itu, kehidupan Yesus telah menggenapi seluruh Hukum Taurat (Matius 5:17) dan kematian-Nya telah membatalkan Hukum Taurat (Efesus 2:15).

Roma 8:1 menegaskan bahwa tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang percaya kepada Yesus Kristus. Garisbawahi, bagi mereka yang percaya kepada Yesus Kristus. Jadi, sama seperti zaman sebelum Hukum Taurat, perbuatan dosa masih tetap ada, tetapi Tuhan tidak lagi menghukum manusia berdasarkan perbuatan dosa mereka.

Saya tidak mengatakan tidak masalah berbuat dosa. Dosa tetap sesuatu yang jahat di mata Tuhan. Dosa telah menghancurkan banyak kehidupan manusia dan menjadi penghalang hubungan antara manusia dengan Tuhan. Pahami ini, Tuhan membenci dosa, tetapi dia mengasihi orang berdosa. Itu sebabnya Yesus datang menebus setiap dosa kita dan memberikan kita kuasa Roh Kudus agar kita dapat menang atas dosa.

Mari kita kembali ke masalah air bah dan Sodom Gomora.

Lalu, mengapa Tuhan menurunkan air bah dan menghancurkan Sodom dan Gomora? Jawaban dari pertanyaan tersebut sebenarnya sama dengan alasan mengapa Yesus menghukum mereka yang tidak percaya kepada-Nya di hari kedatangan-Nya yang kedua.

Ya, satu-satunya dosa yang dihukum di zaman sebelum dan setelah Hukum Taurat adalah dosa tidak percaya kepada nama Tuhan (pada zaman sebelum Hukum Taurat) atau nama Yesus (pada zaman anugerah). Itulah alasan mengapa Tuhan menurunkan air bah dan menghancurkan Sodom Gomora pada zaman sebelum Hukum Taurat, dan menghukum setiap orang yang tidak percaya kepada Yesus pada akhir zaman nanti.

Saya ingin mengajak Anda melihat lebih dekat lagi.

Dalam Kejadian 6:5 tertulis, “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan (ra’ah) manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata.” Lalu, dalam Kejadian 13:13, mengenai Sodom dan Gomora, dikatakan, “Adapun orang Sodom sangat jahat (ra’ah) dan berdosa terhadap Tuhan. Perhatikan kata di dalam kurung. Dalam bahasa Ibrani, kata “kejahatan” pada kedua ayat ditulis ra’ah. Terjemahan dari ra’ah bukanlah perbuatan dosa, melainkan tidak setuju atau menolak Tuhan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa akibat seseorang menolak, meninggalkan, atau menjauh dari Tuhan, mereka akan jatuh dalam berbagai macam dosa dan kejahatan. Contohnya adalah cerita si Bungsu yang pergi dari rumah ayahnya, cerita Kain setelah meninggalkan hadirat Tuhan, Lot yang tinggal di Sodom dan Gomora, dan lain sebagainya.

Di dalam Perjanjian Baru, kita mengenal istilah menolak atau meninggalkan Yesus dengan sebutan Anti-Kristus, dosa menghujat Roh Kudus (Markus 3:29, Lukas 12:10), atau dosa yang tidak dapat diampuni (Ibrani 10:26-35). Tidak percaya kepada Tuhan atau Yesus adalah satu-satunya dosa yang dihukum pada zaman sebelum Hukum Taurat dan pada hari kedatangan Yesus kedua kalinya nanti.

Perhatikan, yang dihukum bukan orang berdosa, melainkan orang yang menolak dan meninggalkan Dia. Hukuman terhadap perbuatan dosa hanya dilakukan pada zaman Hukum Taurat. Harus saya tegaskan sekali lagi bahwa ketika kita menolak atau meninggalkan Yesus, kecenderungan kita adalah berbuat dosa. Yesus mengingatkan kita dalam Yohanes 15:5 bahwa di luar Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Kita tidak akan menang terhadap godaan untuk berbuat dosa, juga terhadap sakit penyakit dan kemiskinan. Hanya di dalam Yesus ada kemenangan atas dosa, ada hidup sehat, dan hidup dalam kelimpahan, karena Dia telah mengalahkan maut untuk selamanya.

Zaman Nuh hanyalah berjarak 10 generasi setelah Kain. Ketika Kain pergi meninggalkan Tuhan (Kejadian 4:16), Kain memilih jalannya sendiri dan memutuskan melawan Tuhan. Apa buktinya? Kejadian 4:17 mencatat bahwa Kain mendirikan sebuah kota supaya orang berkumpul. Sementara perintah Tuhan adalah supaya manusia memenuhi dan menaklukkan Bumi (Kejadian 1:28).

Perlahan tapi pasti, Kain mulai melahirkan keturunan-keturunan yang menentang dan melawan Tuhan. Apakah Tuhan berdiam diri melihat hal tersebut? Tentu tidak. Tuhan sangat mengasihi manusia. Tuhan melakukan segala macam cara agar manusia berbalik kepada-Nya. Salah satunya adalah melalui Nuh.

Kejadian 6:8 menuliskan, “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.” Di dalam terjemahan bahasa Inggris-nya dikatakan, “But Noah found grace in the eyes of the Lord.” Jika kita membaca versi bahasa Indonesia seolah tersirat Tuhan memilih Nuh untuk diselamatkan. Banyak orang kemudian menerjemahkan Tuhan menyelamatkan Nuh karena Nuh hidup benar, tidak berdosa, dan berkenan di hadapan Tuhan. Namun, jika Anda membaca ayat itu dalam versi bahasa Inggris, dikatakan bahwa Nuh diselamatkan karena Nuh merespons terhadap keselamatan yang Tuhan anugerahkan.

Tuhan menebarkan kasih karunia-Nya kepada semua orang pada saat itu dan hanya Nuh yang memberikan respons. Tuhan ingin semua orang selamat, tetapi hanya Nuh yang mengatakan “iya” kepada Tuhan. Bagaimana dengan yang orang lainnya? Sampai akhir bahtera itu selesai dibangun, mereka tetap memilih jalan sendiri dan memutuskan tidak percaya kepada Tuhan.

Pintu pertobatan Tuhan tidak hanya datang satu kali dalam satu waktu, tetapi berkali-kali selama bertahun-tahun. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun bahtera di atas sebuah gunung. Bahtera sebesar enam kali lapangan sepakbola itu bukan untuk hanya untuk menampung hewan dan keluarga Nuh, tetapi semua orang yang hidup pada zaman itu. Saya membayangkan setiap hari, selama bertahun-tahun, Nuh dan keluarganya mengajak mereka untuk percaya kepada Tuhan agar diselamatkan. Namun, hasilnya nihil, manusia tetap memilih jalannya sendiri, bahkan sangat mungkin Nuh dan keluarganya diejek pada saat itu karena memercayai Tuhan.

(Baca juga: AYUB (bagian 02) – APA DAN SIAPA YANG SEBABKAN PENDERITAANNYA?)

Sebelum air bah itu turun, Tuhan mengucapkan satu kalimat ini dalam Kejadian 7:1, “Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: “Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini.” Kata “benar” di situ diambil dari bahasa Ibrani tsadaq yang berarti memilih yang benar. Jadi, kehendak Tuhan adalah menyelamatkan semua orang, tetapi hanya keluarga Nuh yang memutuskan untuk percaya. Ibrani 11:7 mengatakan Nuh diselamatkan karena iman. Sederhananya, iman berarti memilih untuk memihak dan percaya kepada Tuhan.

Hal yang sama terjadi pada kota Sodom dan Gomora. Jika Anda membaca literatur mengenai kota itu, Anda akan tahu bahwa kota Sodom dan Gomora adalah kota tempat pelarian pada penjahat. Atau dengan kata lain, tempat berkumpulnya orang-orang yang memutuskan untuk hidup meninggalkan Tuhan.

Sekali lagi, perlu saya katakan bahwa bukan dosa yang membuat Tuhan marah, melainkan ketidakpercayaan kepada Tuhan. Ketika melayani di dunia, Yesus selalu bereaksi terhadap iman dan ketidakpercayaan seseorang. Terhadap iman, Yesus memuji; tetapi terhadap ketidakpercayaan, Yesus menghardik.

Satu hal mengenai ketidakpercayaan. Hal tersebut menjalar seperti kanker. Seseorang yang tidak percaya kepada Yesus dapat memengaruhi kehidupan orang yang percaya kepada Yesus. Nabi Yesaya menjelaskan hal tersebut dalam Yesaya 1:9, “Seandainya TUHAN semesta alam tidak meninggalkan pada kita sedikit orang yang terlepas, kita sudah menjadi seperti Sodom, dan sama seperti Gomora.” Atau dengan kata lain, jika Sodom dan Gomora tidak dihancurkan pada saat itu, mungkin semua orang sudah akan meninggalkan Tuhan dan jatuh ke dalam berbagai dosa dan kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang Sodom dan Gomora.

Yesus dalam Matius 24:22 mengatakan, “Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.”

Saya ingin memberikan sebuah ilustrasi mengenai hal di atas. Ada seseorang yang saya kenal harus menjalani proses amputasi kaki akibat terserang diabetes. Langkah amputasi ini harus dilakukan bukan karena para dokter yang merawat itu jahat dan menginginkan yang buruk terjadi terhadap pasien. Justru langkah amputasi ini dilakukan untuk menyelamatkan bagian tubuh lain agar tidak mengalami pembusukan serupa. Atau dengan kata lain, proses amputasi tersebut adalah tindakan kasih untuk menyelamatkan bagian tubuh yang masih sehat.

Saya percaya Tuhan sangat mengasihi Anda dan saya, dan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Firman Tuhan katakan, kita adalah anak-anak yang dikasihi-Nya. Tuhan adalah Bapa yang melakukan segala yang terbaik demi menyelamatkan, menjaga, melindungi, dan memelihara kita. Hal tersebut dibuktikan melalui pengorbanan Yesus di atas kayu salib.

Perlu Anda pahami bahwa menurunkan air bah dan menghancurkan Sodom dan Gomora bukanlah rencana awal Tuhan. Hal tersebut tidak ada di dalam cetak biru-Nya. Saya percaya tindakan Tuhan menyapu bersih dunia dengan air bah dan menurunkan api ke kota Sodom dan Gomora merupakan tindakan kasih untuk menyelamatkan mereka yang memutuskan percaya kepada-Nya.

Nehemia 9:17 menggambarkan kasih Tuhan dengan manis, “Mereka menolak untuk patuh dan tidak mengingat perbuatan-perbuatan yang ajaib yang telah Kaubuat di antara mereka. Mereka bersitegang leher malah berkeras kepala untuk kembali ke perbudakan di Mesir. Tetapi Engkaulah Allah yang sudi mengampuni, yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Engkau tidak meninggalkan mereka.” Berkali-kali dalam kitab Mazmur, Daud menuliskan, “Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar, dan berlimpah kasih setia.”

(Baca juga: TUHAN ADALAH BAPA YANG SANGAT BAIK)

Akhir kata. Jika Anda adalah seorang percaya, Anda tidak perlu takut terhadap Tuhan. Dia adalah Bapa yang baik. Suatu hari kelak Dia akan datang menjemput Anda sebagai mempelai-Nya. Itu akan menjadi hari terindah dalam hidup Anda. Namun, jika Anda adalah seorang yang tidak percaya kepada Yesus, Anda perlu takut terhadap Hari Kedatangan Yesus yang kedua kali. Akan datang bagi Anda hari yang lebih mengerikan dari peristiwa air bah dan turunnya api yang menghanguskan Sodom Gomora. Selama hari tersebut belum tiba, kesempatan untuk percaya kepada Yesus masih terbuka lebar bagi setiap orang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

APAKAH ROH KUDUS AKAN PERGI KALAU KITA HUJAT?

Bahan renungan:

1 Korintus 6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

Ketika Anda percaya kepada Yesus, roh Anda yang lama atau manusia lama Anda turut disalibkan bersama Kristus dan menjadi satu dengan Roh Kudus. Alkitab menyebutnya sebagai manusia baru (Kolose 3:10), ciptaan baru (2 Korintus 5:17), dan hati yang baru (Yehezkiel 36:26).

(Baca juga: ALASAN MENGAPA ANDA TIDAK MUNGKIN DITINGGALKAN ROH KUDUS)

Pada renungan kemarin, kita telah membahas bahwa Roh Kudus selamanya akan tinggal di dalam hati Anda, menyertai Anda, dan tidak akan pernah meninggalkan Anda. Tidak ada hal yang dapat Anda lakukan untuk membuat Roh Kudus meninggalkan Anda. Dosa atau perbuatan jahat Anda tidak akan membuat Roh Kudus meninggalkan Anda. Dia akan selalu bersama-sama dengan Anda dan bersaksi mengenai Yesus (Yohanes 15:26). Roh Kudus akan menuntun dan mengingatkan Anda kepada Yesus dan kebenaran-Nya (Yohanes 16:3).

Dulu, saya pernah mendengar sebuah pengajaran yang mengatakan bahwa Roh Kudus dapat pergi meninggalkan kita kalau kita menghujat-Nya? Mari kita bahas pernyataan yang diambil dari perkataan Yesus dalam Markus 3:29 dan Lukas 12:10. Secara garis besar Yesus mengatakan, “Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.”

Teman, perhatikan. Ayat di atas tidak ditujukkan untuk Anda, tetapi untuk orang-orang yang tidak percaya, meninggalkan, atau menolak Yesus. Orang yang percaya Yesus tidak mungkin menghujat Roh Kudus. Setiap orang yang percaya kepada Yesus telah menerima penebusan dan pengampunan dosa (Kolose 1:14) dan pasti diselamatkan (Roma 5:8-10, Roma 10:9-10). Alkitab menjaminnya. Jadi, ayat di atas bukan untuk kita, melainkan untuk mereka yang menolak atau meninggalkan Yesus.

“Bagaimana kalau saya pernah menghujat Roh Kudus, apakah Roh Kudus sudah pergi meninggalkan saya?”

Pertama, Anda perlu membedakan antara Roh Kudus meninggalkan Anda dengan Anda meninggalkan Roh Kudus. Itu dua hal yang berbeda. Yesus sendiri yang menjamin bahwa Roh Kudus, Sang Penolong dan Penghibur, akan menyertai kita dan diam di dalam kita selamanya (Yohanes 14:16-17). Roh Kudus tidak akan pernah meninggalkan kita. Lain ceritanya kalau Anda yang ingin pergi meninggalkan Roh Kudus.

(Baca juga: MEMILIKI HARAPAN MEMBUAT ANDA TIDUR NYENYAK)

Teman, jika Anda sedang pergi meninggalkan Tuhan, kembalilah, Bapa Sorgawi menantikan Anda. Dia rindu menyambut Anda seperti menyambut si bungsu yang hilang. (penulis: @mistermuryadi)

CARA IBLIS MENJERAT HAWA DI TAMAN EDEN

Bahan renungan:

Kejadian 2:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

Anggaplah ada 100.ooo jenis pohon yang TUHAN ciptakan di Taman Eden. Saya percaya jenis pohon-pohonan jauh lebih banyak dari 100.000. Saat itu TUHAN berfirman bahwa semuanya boleh dimakan, kecuali satu, yaitu Pohon Pengetahuan Yang Baik dan Buruk.

(Baca juga: JADIKAN YESUS SATU-SATUNYA IDOLA ANDA)

Singkat cerita, ular datang dan menggoda Hawa. Anda lihat, seusai ular melontarkan bualannya, hal pertama yang dilakukan Hawa adalah MELIHAT. Dengan kata lain, Hawa mulai menoleh, mengalihkan pandangannya, memikirkan, dan menaruh perhatiannya kepada pohon terlarang tersebut. Hawa mulai berpikir bahwa ada yang lebih menarik daripada TUHAN. Inilah yang seringkali terjadi kepada anak-anak TUHAN jauh sebelum mereka terjerat, terjatuh, dan terikat. Mereka mulai mengalihkan perhatiannya dari YESUS dan berpikir ada yang lebih menarik di luar YESUS. Hal yang sama yang membuat Petrus tenggelam ketika sedang berjalan di atas air, dia mengalihkan pandangannya dari YESUS.

Teman, iblis selalu berusaha mengalihkan perhatian kita dari YESUS. Karena pada saat Anda memandang kepada YESUS, Anda dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan ajaib. Tentu saja iblis tidak ingin hal tersebut terjadi di dalam hidup Anda.

Anda perlu memeriksa hal-hal apa saja yang saat ini sedang mengalihkan perhatian Anda dari YESUS. Apakah ada sesuatu atau seseorang yang membuat Anda semakin hari semakin jauh meninggalkan YESUS atau kebenaran Firman TUHAN? Jika YA, Anda perlu berbalik sebelum semakin dalam terhisap ke dalamnya.

(Baca juga: APAKAH ALKITAB MEMPERBOLEHKAN ROKOK ATAU TATO?)

Perhatikan, setelah Hawa memutuskan untuk memakan buah pohon pengetahuan baik dan buruk itu dalam hatinya, iblis tidak perlu repot untuk memetik dan menyodorkan buah tersebut kepada Hawa, karena Hawa dengan sukarela memetik dan memakan buah terlarang itu. Tidak berhenti sampai di sana, Hawa pun mulai mengajak Adam untuk masuk ke dalam perangkap iblis. Sungguh ironis!

Teman, kembali taruh YESUS di tempat yang pertama dalam hidup kita. Jangan biarkan seseorang atau sesuatu yang lain mengambil tempat YESUS. Jadikan YESUS dasar kehidupan Anda. Di saat Anda memilih sebuah pekerjaan, pastikan hal tersebut tidak mengganggu jam-jam pribadi Anda bersama YESUS atau pun ketika Anda sedang menikmati liburan dan berjalan-jalan, pastikan Anda tetap terkoneksi dengan YESUS. (penulis: @mistermuryadi)

HANYA ADA SATU DOSA YANG MEMBAWA ANDA KE NERAKA

Bahan renungan:

2 Tesalonika 2:11-12 Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.

Teman, satu-satunya dosa yang Anda mengantar Anda ke neraka adalah dosa tidak percaya atau menolak YESUS. Kata “kebenaran” dalam ayat ini diambil dari bahasa Yunani “ALETHEIA”. Arti kata “ALETHEIA” bukan sekadar informasi mengenai YESUS, tapi merupakan Pribadi Yesus sendiri. Itu sebabnya YESUS pernah berkata, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.” Anda tahu di akhir zaman nanti yang akan muncul bukan Anti-TUHAN, justru akan semakin banyak orang memiliki “TUHAN”, melainkan Anti-KRISTUS.

Kata “ANTI” diambil dari bahasa Yunani yang artinya menolak atau meninggalkan. Ya, akan muncul orang-orang yang menolak YESUS dan orang-orang yang tadinya di dalam YESUS, namun mereka meninggalkan YESUS. Orang-orang seperti inilah yang akan hidup di Neraka.

“Wah, berarti dosa mencuri, membunuh, atau menipu tidak membawa saya masuk ke Neraka.” Tahan sebentar pemikiran Anda.

Teman, Tuhan tidak pernah menjauh dari Anda sekalipun Anda berdosa. DIA telah berjanji untuk tidak pernah meninggalkan Anda. Roma 5:8 katakan YESUS justru memberikan nyawaNYA saat kita masih berdosa. YESUS mengasihi orang berdosa, namun sifat dosa adalah membuat Anda pergi menjauh dari TUHAN. Dosa membuat fokus kita beralih dari TUHAN kepada diri sendiri. (penulis: @mistermuryadi)

DENGAR SUARANYA DAN LEMBUTKAN HATI ANDA

Bahan renungan:

Ibrani 3: 7-8 Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun.

Adalah keputusan setiap orang untuk memiliki hati yang keras atau lembut. Firman Tuhan katakan selama 40 tahun Bangsa Israel berputar-putar di padang gurun karena mereka mengeraskan hatinya terhadap TUHAN.

“Apa itu mengeraskan hati?” Maksud mengeraskan hati sederhana, yaitu menunda atau menolak untuk percaya kepada apa yang Firman Tuhan katakan. Artinya, semakin lama kita menunda atau menolak kebenaran Firman Tuhan, akan semakin keras hati kita.

Anda pernah bertemu dengan orang yang keras hati? Mereka cenderung pesimis, tidak memiliki kepercayaan diri yang benar, tidak mau tahu masalah orang lain, dan lain sebagainya. Tidak heran jika orang-orang seperti ini berpotensi meninggalkan YESUS karena satu dan lain hal.

Teman, dengarkan suaraNYA dan lembutkan hati Anda. Biarkan Firman Tuhan masuk dan tumbuh di dalam hati kita. Saya akui memang tidak mudah memiliki pikiran untuk mempercayai apa pun yang dikatakan Firman Tuhan. Ya, daging kita adalah penghalang terbesar untuk mempercayai apa kata TUHAN.

Itu sebabnya, latih iman percaya Anda kepada TUHAN melalui hal-hal yang kecil, seperti masalah uang. Pastikan setiap kali persembahan atau persepuluhan Anda melakukannya karena percaya kepada janji di mana TUHAN menjamin masa depan Anda indah dan penuh harapan, bukan ketakutan atau kekuatiran. Awal memberi, kita cenderung takut dan kuatir, tapi semakin sering kita mendengar FirmanNYA dan percaya kepada FirmanNYA, hati kita akan semakin lembut dan bersandar kepada janjiNYA. Sampai akhirnya kita tidak lagi takut atau kuatir saat memberi, melainkan bersukacita. (penulis: @mistermuryadi)