BERILAH RUANG KEPADA ORANG LAIN UNTUK BERUBAH DAN BERTUMBUH

Bahan renungan:

2 Petrus 3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Hidup bersama Tuhan adalah sebuah perjalanan yang sangat panjang. Kita tidak dapat mengharapkan seseorang, termasuk diri kita sendiri, yang sudah di dalam Kristus menjadi orang yang sempurna dalam semalam. Namun, kita dapat melihat keseluruhan perjalanan tersebut, dan kemudian menilainya.

(Baca juga: BAPA TERLALU MENGASIHI ANDA)

Saya harap perjalanan yang saya lakukan, setidaknya perjalanan saya menulis renungan, karena tidak semua dari Anda mengenal saya secara dekat, membuat Anda melihat Kristus.

Awal saya menulis hagahtoday.com, saya menyadari ada begitu banyak sekali kekurangan. Terkadang, ketika saya membaca artikel-artikel empat atau lima tahun lalu, saya sendiri kurang mengerti apa yang saya tulis. Namun, seirama dengan berjalannya waktu, saya belajar untuk menulis lebih baik dan lebih jelas lagi.

Jika Anda adalah pembaca hagahtoday.com sejak lima tahun lalu, saya yakin Anda melihat beberapa perubahan-perubahan yang terjadi seiring saya semakin mengerti kebaikan dan kemurahan Tuhan dalam hidup saya. Belum sempurna, bahkan jauh dari itu, tetapi saya mau bergerak ke arah sana.

Sama seperti hidup kita dan hidup orang-orang yang kita kenal, mereka tidak sempurna dalam semalam. Namun, kita dapat melihat orang-orang yang mau bergerak ke arah sana. Bantu dan dukung mereka.

Hidup kita semua di dalam Kristus adalah sebuah perjalanan panjang. Jangan terlalu cepat menghakimi atau menuntut hidup seseorang. Berilah ruang bagi setiap orang untuk berubah dan berkembang. Terkadang, bukan hanya nasehat yang benar yang orang butuhkan, melainkan kasih. Terkadang, bukan hanya pengajaran yang hebat yang orang butuhkan, melainkan kesabaran.

(Baca juga: KITA DAPAT BERUBAH, JIKA KITA MAU)

Saya percaya bahwa setiap orang percaya memiliki Roh Kudus. Jika kita juga memercayai hal tersebut, kita semestinya juga percaya bahwa Roh Kudus dapat mengubahkan kehidupan seseorang tanpa perlu kita hakimi atau tuntut. Jika Tuhan menginginkan setiap orang berubah dan berbuah, kita pun perlu menginginkan hal itu. (penulis:@mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

IJINKAN ORANG LAIN BERBUAT SALAH

Bahan renungan:

1 Tesalonika 5:11 Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.

Seringkali kita ingin orang lain memaklumi kelemahan dan kekurangan kita, tetapi kita sulit memaklumi kelemahan dan kekurangan orang lain. Teman, milikilah sikap ini, ijinkan orang lain untuk berbuat salah, karena mereka tidak sempurna.

(Baca juga: CEPAT UNTUK MENDENGAR, TETAPI LAMBAT UNTUK BERKATA-KATA)

Saya sangat senang dapat tumbuh di sebuah komunitas yang tidak menuntut saya menjadi orang sempurna, karena faktanya, sampai kapanpun, saya tidak dapat menjadi orang yang sempurna.

Tuhan telah mengajarkan sebuah contoh untuk mengasihi tanpa syarat. Dia mengasihi kita sebagaimana adanya diri kita, dan kemudian, menolong kita untuk bertumbuh menjadi orang yang lebih baik dari hari kemarin. Setia mengasihi kita adalah cara Tuhan untuk membuat kita menyadari bahwa kita berharga, sekalipun kita memiliki kelemahan dan kekurangan. Kita perlu melakukan hal yang sama kepada orang lain.

Sebagai orang percaya, semestinya sikap yang kita miliki bukan menuntut, melainkan membangun hidup seseorang. Kita tidak dapat menjadi keduanya, kita perlu memilih salah satu, mau jadi orang yang menuntut atau membangun hidup orang lain.

Pada dasarnya, mau menerima kesalahan atau kekurangan orang lain adalah salah satu cara menunjukkan kasih. Kristus melakukan hal yang sama. Di atas kayu salib, Yesus mengatakan, “Ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Kasih tidak menghukum atau menuntut kesalahan seseorang, tetapi menuntun maju dan mengubahkan. Kasih tidak mengingatkan orang lain akan kelemahan dan kekurangan mereka, melainkan kelebihan dan kekuatan.

(Baca juga: YESUS TELAH MENGHANCURKAN KUTUK KETURUNAN)

Jika kita hidup saling mendukung dan membangun satu sama lain, saya percaya setiap orang dapat mencapai potensi hidupnya yang maksimal di dalam Kristus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.