RAHASIA KEHIDUPAN YANG BERHASIL DAN BERUNTUNG

Bahan renungan:

Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa MEMPERKATAKAN kitab Taurat ini, tetapi RENUNGKANLAH itu siang dan malam, supaya engkau BERTINDAK hati-hati SESUAI dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Rahasia kehidupan yang berhasil dan beruntung terdapat di dalam ayat di atas. Jika Anda meluangkan waktu sejenak saja untuk merenungkannya bersama saya hari ini, saya percaya Anda dapat mengetahui jalan termudah untuk sukses.

(Baca juga: JANGAN DIAM KETIKA SESEORANG MELONTARKAN KATA-KATA NEGATIF)

Jika Anda sedang bertanya-tanya, “Mengapa saya tidak menerima janji Tuhan?” Jawabannya sederhana, karena apa yang Anda perkatakan, renungkan, dan lakukan tidak sesuai dengan apa yang tertulis di dalam Firman Tuhan. Hanya itu saja alasannya. Perhatikan kata-kata yang saya besarkan pada ayat di atas.

Banyak orang membiarkan dirinya dipengaruhi oleh film, sinetron, buku, novel, dan berita. Akibatnya, yang mereka perkatakan, renungkan, dan lakukan setiap hari adalah hal-hal yang sama sekali jauh dari kebenaran Firman Tuhan.

Teman, saya perlu katakan bahwa tidak semua hal bagus yang Anda tonton di televisi, dengar di radio, atau lihat di internet itu sesuai dengan Firman Tuhan. Pertanyaan saya, bagaimana mungkin Anda dapat menerima janji Tuhan, sementara yang Anda perkatakan, renungkan, dan lakukan adalah hal-hal yang Anda dapatkan dari dunia ini?

Hari ini ijinkan saya mengingatkan kita semua bahwa kita adalah ciptaan yang baru di dalam Kristus. Sebagai orang percaya, kita perlu menjadikan kebenaran Firman Tuhan satu-satunya pedoman hidup kita. Yang artinya, setiap kali kita mengatakan, merenungkan, atau melakukan sesuatu, pastikan hal tersebut sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Jika tidak, jangan lakukan.

(Baca juga: JANJI TUHAN MANIS LEBIH MANIS DARI MADU)

Tuhan menjanjikan kehidupan yang berhasil dan beruntung untuk Anda. Dia pun sudah menunjukkan jalan termudah untuk meraih hal tersebut. Keputusannya ada di tangan Anda. (penulis: @mistermuryadi)

HIDUP DALAM KEKUATIRAN ITU MELELAHKAN

Bahan renungan:

Matius 6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

Kuatir adalah sebuah kondisi di mana pikiran kita sedang fokus kepada sesuatu yang menakutkan di masa mendatang. Hal tersebut sangatlah melelahkan, karena menguras emosi, pikiran, dan tenaga kita. Dan yang lebih parah, tidak ada untungnya sama sekali.

(Baca juga: MILIKI RUANG UNTUK MUKJIZAT DI DALAM PIKIRAN KITA)

Firman Tuhan mengatakan jangan kuatir akan hari esok. Ketika kita memikirkan sesuatu yang buruk, itu sama seperti kita sedang mengharapkan yang buruk itu terjadi. Bukankah jauh lebih baik kita memikirkan janji Tuhan? Karena ketika kita memikirkan janji Tuhan, kita sedang mengharapkan janji Tuhan terjadi dalam hidup kita.

Saya percaya Yesus melarang kita untuk kuatir karena kuatir itu berbahaya bagi hidup kita.

Benar, tidak dapat saya pungkiri bahwa, terkadang, masalah-masalah yang kita hadapi seperti “memaksa” kita untuk kuatir. Membuat kita seolah tidak berdaya terhadap keadaan. Namun, jika kita tahu janji Tuhan, kita dapat mengalihkan pikiran kita yang salah kepada janji Tuhan yang kekal.

Salah satu alasan mengapa orang kuatir, karena orang tersebut tidak tahu harus melakukan atau memikirkan apa di tengah kekuatirannya. Puji Tuhan, kita memiliki Tuhan yang memberikan begitu banyak janji kepada kita, sehingga di tengah situasi yang mengkhawatirkan, kita dapat menaruh pengharapan kita kepada-Nya. Juga, kita dapat bersyukur karena kita memiliki Firman Tuhan yang hidup, sehingga ketika hati kita dilanda kekuatiran atau ketakutan, kita dapat mendeklarasikan ayat-ayat seperti Mazmur 23 dan Mazmur 91 untuk meneguhkan dan menguatkan hati kita.

Sekali lagi saya ingin katakan bahwa kuatir itu melelahkan, dan menguras damai dan sukacita di hati kita. Kuatir membuat kita enggan menantikan hari esok. Sedangkan, mengingat, mengucapkan, dan mengharapkan janji Tuhan membangkitkan semangat dan iman kita, membuat kita bergairah akan hari esok.

Jika menurut Anda hidup dalam kekuatiran dan ketakutan itu hal yang menyebalkan, mulailah luangkan waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, supaya saat masalah datang, Anda tidak seperti bertemu jalan buntu, melainkan dapat mengingat, mengucapkan, dan mengharapkan janji Tuhan yang merupakan sumber damai, sukacita, dan jalan keluar. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KITA PERLU MEMUNGUT DAN MEMAKAN MANNA SETIAP HARI

Bahan renungan:

Keluaran 16:19-21 Musa berkata kepada mereka: “Seorangpun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi.” Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka. Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.

Melanjutkan renungan kemarin. Manna tidak hanya berbicara mengenai berkat, Firman Tuhan mengatakan bahwa manna adalah lambang dari Yesus, Sang Roti Hidup.

(Baca juga: TUHAN SUDAH MEMBERIKAN BERKATNYA, ANDA TINGGAL MENGUMPULKAN)

Ada alasan mengapa Tuhan meminta Bangsa Israel memunggut manna setiap pagi. Tuhan ingin mengatakan bahwa kita perlu bergantung kepada Tuhan setiap hari, bukan tiga hari sekali, seminggu sekali, atau hanya pada saat kita membutuhkan-Nya. Kita memerlukan Yesus dan kebenaran-Nya setiap hari.

Perhatikan kalimat terakhir pada ayat di atas, “Setiap pagi mereka memunggutnya …” Lalu, dilanjutkan dengan, “tiap-tiap orang menurut keperluannya …” Teman, ijinkan saya mengutarakan apa yang Firman Tuhan maksud dengan kalimat itu.

Pada saat kita bersekutu dengan Yesus setiap hari, segala yang kita butuhkan pasti tercukupi. Mungkin hari ini beberapa di antara kita sedang membutuhkan pemulihan untuk keluarga, kesembuhan untuk sakit penyakit yang diderita, jawaban untuk masalah teman hidup, jalan keluar untuk segala ketakutan atau kekuatiran, atau terobosan untuk bisnis dan pekerjaan. Yesus sanggup memenuhi segala keperluan tersebut. Yesus sanggup memberikan kita hikmat dan jalan keluar yang segala permasalahan kita.

(Baca juga: YESUS MEMILIKI 1000 JALAN KELUAR UNTUK 1 MASALAH KITA)

Yang perlu kita lakukan adalah memungut dan memakan manna itu setiap hari. Memungut manna berbicara mengenai percaya kepada janji setia-Nya, dan memakan manna berbicara mengenai membaca dan merenungkan kebenaran-Nya. Semakin sering kita melakukannya, semakin kita cepat kita menemukan hikmat dan jalan keluar untuk masalah-masalah kita. Perlu Anda garibawahi bahwa selama Bangsa Israel mengonsumsi manna, tubuh mereka tidak pernah sakit. Manna, atau dengan kata lain, Yesus, adalah solusi terbaik bagi hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

BERISTIRAHATLAH SEJENAK DARI KESIBUKAN ANDA

Bahan renungan:

Markus 6:31 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.

Setiap kita memiliki tanggung jawab untuk mengerjakan sesuatu. Seorang ayah perlu bekerja untuk membiayai keperluan rumah tangganya, seorang ibu perlu bekerja melayani suami dan anak-anaknya, seorang karyawan perlu bekerja untuk masa depan, dan seorang pelajar perlu sekolah dan belajar untuk meraih cita-citanya. Tidak ada yang salah dengan memiliki kesibukan. Namun, jangan sampai kesibukan tersebut membuat Anda lupa untuk beristirahat.

(Baca juga: TIGA ALASAN MENGAPA SAYA MENOLAK UNTUK MENYERAH)

Sama seperti Anda, Yesuspun memiliki kesibukan. Dia harus menyembuhkan yang sakit, mencari yang terhilang, mengusir setan, menceritakan kabar baik, dan lain sebagainya. Yesus memiliki tanggung jawab yang sangat besar di dunia ini, sementara waktu yang dimiliki-Nya terbatas. Meski demikian, Yesus masih sempat beristirahat.

Beristirahat yang saya maksud di atas bukanlah tidur atau jalan-jalan ke tempat wisata, melainkan memiliki waktu khusus untuk memuji dan menyembah Tuhan, serta membaca dan merenungkan Firman-Nya.

Di tengah jadwal pelayanan-Nya yang sangat padat, Yesus selalu memiliki waktu khusus untuk beristirahat, atau dengan kata lain, waktu untuk bersekutu dengan Bapa. Persekutuan dengan Bapa menyegarkan jiwa Yesus. Di tengah tekanan dan pergumulan yang Yesus hadapi setiap hari, Yesus senantiasa mendengar Bapa meneguhkan dan mengingatkan bahwa Dia tidak sendirian menghadapi semuanya itu.

Saya percaya jiwa kitapun perlu disegarkan. Kesibukan dapat membuat kita lupa bahwa kita memiliki Tuhan yang besar. Masalah dan tekanan yang berlarut-larut dapat menyebabkan jiwa kita takut dan kuatir. Padahal faktanya, kita tidak pernah sendirian, kita memiliki Tuhan yang hebat dan dahsyat, dan kita telah dikaruniakan janji-janji yang kekal.

(Baca juga: CARA IBLIS MENJERAT HAWA DI TAMAN EDEN)

Teman, jika kesibukan telah “merusak” jiwa Anda hari ini, beristirahatlah sejenak. Luangkan waktu untuk pergi ke gereja, persekutuan, retreat, atau menyendiri, di mana Anda dapat memuji dan menyembah Tuhan, juga membaca dan merenungkan Firman-Nya, tanpa perlu memikirkan pekerjaan dan segala permasalahannya. Istirahatkan sejenak jiwa Anda dari kesibukan yang mendera, dan biarkan kasih dan kebenaran Tuhan menyegarkan jiwa Anda yang letih lesu dan berbeban berat. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KESEMBUHAN TERJADI SAAT KITA MEMBACA DAN MERENUNGKAN JANJI TUHAN

Bahan renungan:

Amsal 4:20-22 Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.

Adalah adat orang Israel untuk memanggil anak-anaknya setiap hari dan mengucapkan Firman Tuhan kepada anak-anaknya, supaya sejak kecil mereka terbiasa mendengar Firman Tuhan. Kebiasaan tersebut telah dilakukan sejak zaman Musa, tertulis di kitab Ulangan 6:4-9.

(Baca juga: NAMA YESUS JAUH LEBIH BERKUASA DARI SAKIT PENYAKIT ANDA)

Di dalam Perjanjian Baru kita mengetahui bahwa Firman Tuhan adalah Tuhan sendiri (Yohanes 1:1) dan Tuhan adalah sumber kesembuhan dan kesehatan bagi jiwa dan tubuh kita.

Saya percaya ketika kita membaca dan merenungkan ayat demi ayat dan pasal demi pasal, Firman Tuhan memberikan kehidupan dan kekuatan kepada jiwa dan tubuh kita, tapi juga kepada tubuh kita. Sembari Anda merenungkan janji-janji Tuhan, saya percaya bagian-bagian tubuh Anda yang sakit akan pulih.

Saya pribadi pernah menderita sebuah penyakit yang belum ada obatnya, tetapi Firman Tuhan menyembuhkan saya dari penyakit tersebut total sampai hari ini. Anda dapat membaca kesaksian saya mengenai hal tersebut di sini » SEMBUH DARI ALOPECIA AREATA

Beberapa waktu lalu saya membuat sebuah kampanye untuk membaca, merenungkan, dan menghafal Mazmur 23 dan Mazmur 91 setiap hari. Ketika Anda sedang dalam pergumulan dan kekuatiran, baca Mazmur 23 dengan suara yang keras, atau ketika Anda terbaring sakit tidak berdaya membutuhkan pertolongan, baca Mazmur 91 dengan suara yang keras. Begitu juga saat Anda mengunjungi seseorang yang sedang membutuhkan kekuatan, berikan mereka kedua Mazmur luar biasa ini untuk mereka baca, renungkan, dan hafalkan setiap pagi dan malam.

(Baca juga: PENTINGNYA MENGHAFAL MAZMUR 23 DAN 91)

Saya mendapatkan banyak kesaksian atas hal tersebut. Banyak di antara mereka mendapatkan kekuatan, pemulihan, sukacita, dan damai sejahtera. Tidak hanya jiwa mereka disegarkan, tetapi juga tubuh mereka dipulihkan. Saya percaya saat Anda melakukannya, Firman Tuhan juga akan mendatangkan kehidupan dan kesembuhan bagi jiwa dan tubuh Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

BAGAIMANA CARA MELAKUKAN TINDAKAN IMAN?

Jika kita berbicara mengenai iman, tentu saja hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari tindakan. Yakobus 2:26 sudah menuliskannya untuk kita, bahwa iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Beberapa kali Yesus memuji iman orang-orang yang ditemui-Nya. Contohnya kisah pada Lukas 7:50. Setelah wanita berdosa itu meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi, Yesus kemudian mengucapkan, “Imanmu telah menyelamatkan engkau …” Teman, penting bagi kita untuk mengerti bahwa iman seseorang dapat terlihat dari tindakan orang tersebut.

(Baca juga: APA BENAR ORANG PERCAYA MEMERLUKAN HUKUM TAURAT?)

Perlu Anda garisbawahi bahwa yang Yesus puji bukanlah PERBUATAN wanita itu, melainkan IMANnya.

Banyak orang, saat dalam masalah, bertanya kepada saya, “Apa yang harus saya lakukan?” Pertanyaan itu menyiratkan sebuah fakta bahwa mereka mengira perbuatan merekalah yang terpenting, yang dapat mengubahkan situasi. Tidak demikian. Beberapa orang lain juga mengira jika mereka berbuat sesuatu yang rohani, seperti banyak berdoa, berbuat baik, memberi persembahan, dan lain sebagainya, barulah Tuhan akan mengabulkan doa dan permohonan mereka. Sungguh keliru!

Tentu saja tidak ada yang salah dengan berdoa, berbuat baik, atau memberi persembahan. Saya pun melakukan hal tersebut. Namun, bukan perbuatan-perbuatan itu yang menyelamatkan Anda, melainkan apa yang mendorong Anda melakukan perbuatan-perbuatan itu yang menyelamatkan Anda.

Galatia 3:11 jelas mengatakan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena MELAKUKAN hukum Taurat, karena: “Orang yang benar akan HIDUP OLEH IMAN.” Perhatikan, Firman Tuhan katakan bukan karena perbuatan, melainkan oleh iman.

Mari kita gali lebih dalam supaya kita benar-benar mengerti.

Saya ambil contoh persepuluhan. Anggaplah ada dua orang Kristen yang beribadah di dua gereja berbeda.

Orang pertama mendengar hamba Tuhan berkhotbah di gerejanya, “Kalau kamu tidak memberi persepuluhan, kamu mencuri uang Tuhan, kamu menipu Tuhan. Akibatnya, Tuhan akan mengirimkan binatang pelahap untuk menggerogoti berkat di dalam hidup kamu.” Setelah mendengar khotbah di atas, karena merasa takut mencuri uang Tuhan, orang pertama kemudian memutuskan untuk memberi persepuluhan.

Orang kedua mendengar khotbah mengenai persepuluhan di gerejanya, “Tuhan sudah sediakan kelimpahan bagi setiap orang percaya. Ketika kita menabur, Tuhan berjanji melipatgandakan setiap benih kita menjadi 30, 60, dan 100 kali lipat. Jika Anda percaya kepada janji-Nya mengenai kelimpahan, mulailah menabur.” Setelah mendengar khotbah itu, karena percaya kepada janji Tuhan, orang kedua kemudian memutuskan untuk memberi persepuluhan.

Sekarang perhatikan. Kedua orang di atas melakukan perbuatan yang persis sama, yaitu memberi persepuluhan. Pertanyaan saya, orang mana yang sedang melakukan tindakan iman? Jelas orang yang kedua. Sementara, orang pertama memberi persepuluhan berdasarkan ketakutan. Itu bukan iman.

Anda lihat, bukan “Apa yang harus saya lakukan?” yang terpenting, melainkan “Apa yang harus saya percayai?” yang jauh lebih penting.

Anda tidak perlu repot memikirkan yang harus dilakukan, karena pada dasarnya kita semua sudah tahu harus melakukan apa. Yang jadi masalah adalah apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut. Pastikan perbuatan Anda yang lakukan timbul karena Anda percaya kepada janji Tuhan. Kalau hal tersebut didorong oleh iman, Yesus katakan, “Imanmu telah menyelamatkan engkau …” Di lain cerita, Yesus berkata, “Jadilah seperti yang engkau percaya.”

Supaya mudah mengenalinya, sebuah tindakan iman selalu diiringi oleh perkataan iman, sedangkan tindakan ketakutan selalu diiringi oleh perkataan penuh kekuatiran dan ketakutan.

Suatu hari ada seseorang perwira yang meminta kesembuhan kepada Yesus untuk hambanya yang sedang terbaring sakit (baca: Matius 8:5-13). Yesus menawarkan diri datang kepada hamba tersebut, tetapi sang perwira mengatakan, ” … katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.”

Hal yang sama juga terjadi pada wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun (baca: Markus 5:25-34). Bersamaan dengan tindakannya mendekati dan menjamah jubah Yesus, wanita ini berkata dalam hatinya, ““Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Anda lihat, perkataan dan tindakan iman selalu berjalan bergandengan.

Jadi, apa itu tindakan iman? Tindakan yang Anda lakukan karena Anda percaya kepada janji Tuhan. Anda bisa mengecek hidup Anda dengan mudah. Apakah tindakan, perbuatan, atau keputusan yang Anda lakukan didasarkan karena Anda memegang janji Tuhan, atau karena ketakutan dan kekuatiran? Dengan kata lain, saya ingin menegaskan, untuk melakukan sebuah tindakan iman, Anda perlu tahu kebenaran Firman Tuhan, Anda perlu tahu janji Tuhan. Tindakan iman bukanlah tindakan yang dilakukan karena nekat, sok berani, atau tanpa pertimbangan, melainkan sebuah tindakan yang lahir akibat Anda membaca, merenungkan, lalu memutuskan untuk percaya kepada Yesus dan janji-Nya (baca: Roma 10:17 & Yosua 1:8).

“Jika saya dalam ketakutan, apakah yang harus saya lakukan?”

Saya tidak menemukan cara lain untuk mengobati penyakit bernama “takut” dan “kuatir” selain dengan percaya kepada janji Tuhan. Anda perlu membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari. Jika Anda sering “menyiksa” pikiran Anda dengan hal-hal negatif, seperti membaca berita negatif, menonton film dan membaca buku yang memperlihatkan nilai-nilai yang negatif, bergaul dengan orang yang negatif, tidak heran hati dan pikiran Anda penuh dengan hal-hal negatif. Anda perlu segera mengganti “asupan makanan” ke hati dan pikiran Anda dengan kebenaran Firman Tuhan yang memerdekakan.

Anda dapat menggunakan banyak instrumen seperti blog hagahtoday.commendengar rekaman khotbah, menonton video khotbah, datang ke persekutuan, membaca buku rohani, atau minta dibimbing oleh para pemimpin di gereja Tuhan untuk membantu Anda memahami kebenaran. Juga, tinggalkan pergaulan Anda yang buruk yang tidak mendukung pertumbuhan iman Anda. Jika Anda masih tidak mengerti, jangan berhenti, bertanyalah, cari jawabannya, sampai Anda benar-benar memahami dan hati Anda mempercayainya. Jangan kasih ruang kepada iblis untuk menipu hidup Anda.

(Baca juga: ORANG BERMENTAL MISKIN BUKAN BUTUH UANG, MELAINKAN YESUS)

Saya simpulkan begini. Tindakan Anda adalah bukti Anda menyetujui sesuatu dan bukti dari sesuatu yang Anda percayai. Seperti contoh di atas mengenai persembahan. Jika tindakan Anda adalah takut memberi karena takut kekurangan, berarti Anda sedang mempercayai situasi dan kondisi lebih dari janji Tuhan. Atau dengan kata lain, Anda setuju bahwa situasi dan kondisi tersebut adalah bagian Anda. Sebaliknya, ketika Anda memberi, itu adalah bentuk Anda lebih mempercayai janji Tuhan dibandingkan situasi dan kondisi yang Anda alami. Itulah tindakan iman. Tindakan iman membuat Anda melihat jauh ke depan kepada janji Tuhan, kepada apa yang Anda harapkan, melampaui situasi dan kondisi yang sedang Anda alami. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika artikel ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

YESUS ADALAH DASAR PENGHARAPAN KITA

Bahan renungan:

1 Timotius 1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita.

Menurut Anda, mana yang lebih sulit, pelajaran SD atau S1? Sebagian besar orang akan menjawab S1. Tapi tahukah Anda bahwa yang paling sulit adalah pelajaran SD, bahkan Anda perlu waktu 6 tahun untuk melewatinya. Selain itu, SD adalah sekolah dasar. Untuk mendirikan sebuah bangunan, kita harus membangun dasarnya terlebih dahulu. Jika dasarnya buruk, maka bangunannya pasti buruk.

(Baca juga: MILIKI KEHIDUPAN YANG PENUH PENGHARAPAN)

Firman Tuhan di atas katakan bahwa YESUS adalah dasar pengharapan kita. Yang paling sulit bukan berharapnya, tetapi membangun dasar dari pengharapan tersebut, yaitu mengenal YESUS. Jika Anda mengenal YESUS dengan benar, yang adalah dasarnya, maka pengharapan Anda pun akan benar.

Banyak orang salah berharap atau bahkan tidak berani berharap semata-mata karena mereka tidak mengenal siapa YESUS. Teman, penting bagi kita untuk mengenal YESUS, karena semua pengharapan kita sebagai orang percaya, entah itu keselamatan, kesembuhan, kesehatan, berkat, kelimpahan, atau pun masa depan yang indah, dasarnya adalah YESUS.

Bayangkan Anda menginginkan kesehatan, tapi jika Anda tidak tahu bahwa YESUS telah memberikannya 2000 tahun yang lalu, tidak heran Anda cenderung pasrah dengan penyakit yang menggeroti tubuh Anda. Begitu juga masalah keuangan. Jika Anda tidak tahu bahwa YESUS sangat ingin Anda hidup di dalam kelimpahan, maka Anda akan cenderung berpikir “hidup pas-pasan saja sudah bersyukur”. Intinya adalah, Anda jadi salah berharap.

Membangun sebuah dasar memerlukan waktu lebih lama dibandingkan membangun bangunan itu sendiri. Itu sebabnya perlu waktu bagi setiap kita untuk mengenal YESUS. Anda tidak bisa mengenal YESUS dengan cara sesekali atau seminggu sekali mendengarkan Firman Tuhan di gereja atau persekutuan, Anda perlu membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari. Itu salah satu alasan mengapa hagahtoday.com hadir setiap jam 06.00 WIB, yaitu supaya semakin hari Anda semakin mengenal YESUS dan kebenaranNYA.

(Baca juga: CARA MENGENALI PENGAJARAN KRISTEN SESAT)

Ketika kita sudah mengenalNYA dengan benar, Anda tidak akan kesulitan untuk memiliki pengharapan, karena Anda tahu apa yang YESUS inginkan, pikirkan, dan kehendaki untuk hidup Anda, yaitu segala yang terbaik. (penulis: @mistermuryadi)