SETIAP KITA PERLU MEMILIKI PEMBIMBING ROHANI

Bahan renungan:

Ibrani 13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Perjalanan hidup rohani yang kita tempuh adalah perjalanan yang panjang. Setelah kita percaya kepada Yesus, ada kehidupan yang perlu kita jalani dan masalah-masalah yang perlu kita hadapi. Tidak mudah jika kita berjalan sendiri. Kita perlu seseorang yang dapat membimbing langkah kita dan menuntun kita ke arah yang benar.

(Baca juga: DUA PENYEBAB MENGAPA HIDUP ANDA TERGONCANG)

Beberapa orang mengirimkan email kepada saya menceritakan mengenai masalah yang sedang mereka hadapi untuk meminta dukungan doa. Secara garis besar, mereka memiliki kesamaan. Mereka menggebu-gebu di awal pertobatan mereka, tetapi beberapa tahun setelahnya, mereka mulai kehilangan arah, berbeban berat, tidak bersemangat, bahkan terjebak dalam stres dan kondisi kehidupan rohani yang naik turun. Tidak sedikit yang pada akhirnya jatuh bangun di dalam dosa.

Jika Anda sedang dalam kondisi demikian, jangan berdiam diri, lakukan sesuatu.

Ini perkara serius. Semestinya, kehidupan kita setelah mengenal dan percaya Yesus adalah naik, bukan turun. Itu janji Tuhan bagi setiap anak-anak-Nya.

Saya percaya, salah satu penyebab utama kehidupan rohani naik turun adalah tidak adanya pembimbing rohani, yang dapat menjadi tempat bertanya, bertukar pikiran, dan meminta nasehat. Bimbingan rohani yang saya maksud adalah sebuah pertemuan rutin, bukan hanya pada saat kita membutuhkan saja, antara kita dengan orang yang kita percaya dapat memimpin hidup kita. Hal itu dapat berupa persekutuan, pendalaman alkitab, atau pemuridan. Yang jelas bukan ibadah minggu, karena di dalam di ibadah minggu, kita tidak dapat bertanya atau berdiskusi.

Setiap kita perlu memiliki seseorang yang kita anggap mampu memimpin, menuntun, dan berjaga-jaga atas hidup kita. Kita terlalu sombong jika berkata kita tidak menemukan orang yang dapat untuk memimpin dan menuntun hidup kita.

Atau, kita berpikir, “Saya mau dibimbing oleh Roh Kudus saja.” Tidak ada yang salah dengan itu. Hanya saja, bagaimana mungkin kita dapat mendengarkan dan percaya terhadap yang tidak kelihatan, sementara terhadap yang kelihatan kita sulit untuk mendengarkan dan percaya.

(Baca juga: TUHAN MENJAWAB LIMA KERAGUAN MUSA (BAGIAN KEDUA))

Sebelum para murid menjadi para rasul, mereka dibimbing oleh Yesus. Anda ingat 3000 orang yang bertobat saat Petrus di Serambi Salomo? Mereka pun dibimbing dalam persekutuan (Kisah Para Rasul 5:12). Sebelum Saulus menjadi Paulus, dia dibimbing oleh Silas. Begitu juga Timotius, Titus, Filemon, dan Onesimus yang dibimbing oleh Paulus. Jika para rasul saja memerlukan pembimbing rohani, saya percaya kita pun memerlukannya. (penulis: @mistermuryadi)

KEHANCURAN BUKAN AKHIR SEGALANYA SELAMA KITA PERCAYA TUHAN

Bahan renungan:

Wahyu 22:13 Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.

Bagi orang percaya, kehancuran, kekalahan, dan kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Ya, kita perlu tersadar dari jalan dan keputusan kita yang salah, lalu segera berbalik kepada Tuhan. Tidak ada kata terlambat untuk dipulihkan oleh Tuhan. Serusak atau sehancur apa pun hidup kita, selama kita kembali kepada Tuhan, pasti ada harapan dan kekuatan yang baru.

(Baca juga: JANGAN MEMBATASI TUHAN)

Mungkin dokter sudah memvonis Anda. Mungkin bisnis atau pekerjaan Anda sedang ada di titik terendah. Mungkin pernikahan Anda tidak lagi seindah dulu. Mungkin hidup Anda sudah terlalu jauh dari Tuhan. Teman, jangan takut, itu bukanlah akhir dari segalanya.

Tuhan yang kita sembah adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Vonis dokter, kebangkrutan, dan perpecahan, atau kehancuran, bukanlah Yang Akhir. Firman Tuhan mengatakan bahwa masa depan kita indah dan penuh dengan harapan (Yeremia 29:11). Tuhan telah mengganjar kita dengan keberhasilan, menjadi kepala bukan ekor, naik bukan turun.

Saya tidak pernah bosan menceritakan kisah mengenai si bungsu yang menggambarkan situasi kita. Ketika si bungsu menyadari keadaannya, dia kembali ke rumah bapanya, dan dia dipulihkan. Dia datang ke rumah bapanya sebagai orang yang terbuang dan melarat, tetapi dia memasuki rumah bapanya sebagai pangeran. Sang bapa memulihkan keadaan si bungsu.

(Baca juga: SEMAKIN BESAR RAKSASANYA, SEMAKIN BESAR HARTA KARUNNYA)

Saya percaya hal yang sama akan terjadi bagi kita jika kita kembali kepada Bapa. Kita akan dipulihkan, disembuhkan, dan diselamatkan. Tidak peduli seberapa besar kerusakan yang telah terjadi, selama kita kembali kepada Tuhan, Dia sanggup untuk memulihkan kita. (penulis: @mistermuryadi)

DUA CARA MENGECEK PERTUMBUHAN KITA DI DALAM KRISTUS

Bahan renungan:

2 Petrus 1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.

Saya yakin Anda setuju dengan saya bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus perlu semakin bertumbuh di dalam Yesus. Kita perlu semakin mengenal, percaya, dan bergantung kepada-Nya.

(Baca juga: JANGAN TAKUT MENDEKLARASIKAN IMAN KITA)

Namun, bagaimana cara mengenalinya? Bagaimana cara kita mengetahui apakah selama ini kita semakin bertumbuh atau tidak?

Setidaknya ada dua cara yang dapat saya berikan untuk membantu mengenali pertumbuhan diri kita.

Cara pertama, perhatikan masalah-masalah yang kita hadapi. Jika kita masih menghadapi masalah yang sama dengan lima tahun lalu, artinya kita tidak sedang bergerak naik. Kita tidak sedang semakin percaya kepada Tuhan.

Saya berikan contoh. Misalnya, lima tahun lalu pergumulan kita adalah takut dan kuatir untuk memberikan persembahan dan persepuluhan. Lalu, setelah lima tahun, masalah kita masih sama. Padahal, kita sudah bekerja, memiliki gaji lebih besar, mengalami banyak pertolongan Tuhan, tetapi kita tetap masih takut dan kuatir memberikan persembahan dan persepuluhan. Saya dapat pastikan kita tidak sedang bertumbuh di dalam pengenalan akan Kristus.

Begitu halnya jika selama lima tahun kita selalu bingung memutuskan antara pergi ke gereja atau tidak. Saya dapat pastikan kondisi tersebut menunjukkan kita tidak sedang bertumbuh di dalam Kristus.

Cara kedua, cek yang semakin mendominasi hati dan pikiran kita itu ketakutan dan kekuatiran, atau kasih karunia dan damai sejahtera.

Orang yang semakin bertumbuh di dalam Kristus semestinya semakin memancarkan damai sejahtera, sukacita, ketenangan, dan kekuatan dari dalam hidupnya. Amsal 4:18 mengatakan jalan hidup orang benar seperti cahaya fajar, yang semakin hari semakin bertambah terang.

Saya tidak mengatakan hal di atas untuk membuat Anda merasa tertuduh, melainkan supaya Anda tahu kondisi Anda saat ini, sehingga Anda dapat memperbaiki yang salah, dan kembali mendekat kepada Tuhan.

Solusi dari hidup kita yang berantakan, pernikahan yang bermasalah, bisnis yang sepi, keluarga yang tidak bahagia hanyalah Kristus, tidak ada jalan lain. Dan, satu-satunya cara untuk semakin mengenal Kristus adalah melalui membaca dan merenungkan Firman-Nya setiap hari.

(Baca juga: INI KATA ALKITAB TENTANG PENYAKIT YANG TIDAK ADA OBATNYA)

Lingkupi diri kita dan isi waktu-waktu kita dengan hal-hal yang berhubungan dengan kebenaran Firman Tuhan, entah itu melalui membaca website seperti hagahtoday.com, buku-buku rohani, menonton video atau rekaman khotbah di Youtube, tulisan-tulisan yang membangun di Instagram atau Facebook, atau cara lain yang menurut kita efektif. Yang pasti, kita perlu semakin bertumbuh di dalam pengenalan akan Kristus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JALAN HIDUP ORANG BENAR KIAN BERTAMBAH TERANG

Bahan renungan:

Amsal 4:18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

Jika Anda memercayai tuntunan dan cara Tuhan, Dia akan membawa Anda dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang lebih besar dan dari satu kemenangan kepada kemenangan yang lebih dahsyat. Adalah takdir orang percaya untuk berhasil dalam segala hal yang diperbuatnya. Kita berhasil bukan karena kita hebat, tetapi karena Kristus menjadikan hidup kita berhasil.

(Baca juga: HATI-HATI, ADA YESUS YANG LAIN)

Ciri-ciri berhasil tidak selalu diukur dengan banyak harta, meski Firman Tuhan juga menjanjikan kelimpahan bagi orang percaya. Karakter yang lebih baik, pernikahan yang semakin erat, pelayanan yang semakin besar, pekerjaan atau karir yang semakin bagus, bisnis yang berkembang pesat, dan kehidupan yang semakin melimpah dengan damai dan sukacita adalah ukuran lain dari sebuah keberhasilan orang percaya.

Ayat renungan kita di atas mengatakan jalan orang benar seperti cahaya fajar yang kian bertambah terang. Dalam ayat ini tersirat sebuah proses yang bersifat progresif. Proses yang semakin lama semakin baik, semakin besar, dan semakin terang. Ya, itulah takdir dan kehidupan Anda di dalam Kristus.

(Baca juga: APAKAH ORANG PERCAYA MEMERLUKAN PELAYANAN PELEPASAN?)

Mungkin saja Anda pernah gagal atau kalah dalam suatu hal, tetapi itu bukan takdir Anda. Takdir Anda adalah berhasil, terus naik, dan bukan turun. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN INGIN KITA NAIK, BUKAN TURUN

Bahan renungan:

Ulangan 28:13 TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia.

Suatu hari ada seseorang yang saya layani mengatakan bahwa Tuhan ingin dia berhenti dari pelayanan agar dia dapat fokus mengurusi keluarganya. Ada juga yang mengatakan Tuhan ingin dia meluangkan hari minggu bersama keluarga, sehingga hanya dapat pergi ke gereja sesekali. Mungkin banyak di antara kita yang pernah atau sedang berpikir demikian.

(Baca juga: TUHAN INGIN KITA TERPESONA PADA KEBAIKANNYA)

Di saat orang-orang tersebut mengatakan bahwa Tuhan menyuruh mereka berhenti dari sesuatu yang tertulis di dalam kebenaran Firman Tuhan, di saat itu saya dengan segera mengenali bahwa suara tersebut pasti tidak berasal Tuhan yang saya kenal.

Tuhan selalu ingin kita naik, bukan turun. Tuhan akan tidak pernah menyuruh kita berhenti menghidupi kebenaran-Nya demi melakukan sesuatu yang lain.

Saya tidak mengatakan bahwa kita harus mengabaikan keluarga kita demi pelayanan atau pergi ke gereja. Tidak ada yang salah dengan fokus kepada keluarga kita. Malah, kita perlu melakukan hal tersebut, karena keluarga kita sangat penting bagi Tuhan. Yang saya maksud adalah, pasti ada jalan keluar lain yang jauh lebih baik tanpa harus mengorbankan hal lainnya. Saya sangat percaya di dalam Kristus ada 1000 jalan keluar untuk 1 masalah kita.

(Baca juga: INI KATA ALKITAB TENTANG PENYAKIT YANG TIDAK ADA OBATNYA)

Teman, saya sangat percaya Tuhan selalu membawa kita naik, bukan turun. Jika kita belum menemukan jalan keluar untuk sebuah masalah yang sedang kita hadapi, jangan terburu-buru mengambil langkah ekstrim seperti berhenti dari pelayanan, atau berhenti pergi ke gereja atau persekutuan. Tetaplah hidup di dalam kebenaran Firman Tuhan. Saya percaya, Yesus yang adalah sumber hikmat, dapat menuntun kita pada jalan keluar terbaik, tanpa perlu mengorbankan hal-hal yang sudah benar. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ANDA ADALAH WARGANEGARA KERAJAAN SORGA

Bahan renungan:

Filipi 3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga …

Sejak kita memutuskan percaya kepada Yesus, saat itu juga kewarganegaraan kita berpindah dari warganegara dunia menjadi warganegara Sorga. Perlu kita ketahui bahwa sebuah kewarganegaraaan tidak hanya menunjukkan identitas asal orang tersebut, tetapi juga hak-hak yang dimilikinya.

(Baca juga: YESUS TIDUR DI TENGAH BADAI YANG HEBAT)

Misalnya saya warga Indonesia yang sudah tinggal di Australia selama 10 tahun. Selama saya belum pindah kewarganegaraan, saya tetap warganegara Indonesia. Saya masih berhak mengikuti Pemilu dan Pilkada. Tidak ada satu pun yang dapat melarang saya untuk menggunakan hak pilih saya.

Begitu juga dengan kita, para orang percaya. Tidak peduli dunia sedang mengalami krisis, wabah penyakit, atau kolaps, kita tidak perlu mengalaminya, karena kita bukan lagi warganegara dunia ini. Hal-hal buruk itu bukan lagi bagian kita. Kita sudah menjadi warganegara Sorga. Hidup sehat, diberkati, berkemenangan, dan berhasil adalah hak kita sebagai warganegara Sorga.

(Baca juga: MAHALNYA HARGA SEBUAH KEMALASAN)

Kalau kita menyadari identitas kita yang baru, kita tidak akan mudah pasrah dan menyerah terhadap keadaan. Benar kita masih tinggal di dunia, tetapi kita bukan lagi warganegara dunia ini. Kita bukan lagi budak yang harus pasrah terhadap keadaan, melainkan anak Raja yang memiliki kuasa untuk mengubah keadaan. Takdir kita di dalam Kristus adalah naik bukan turun, menjadi kepala bukan ekor. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

BAGIAN KITA ADALAH NAIK, BUKAN TURUN

Bahan renungan:

Mazmur 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Sungguh ini Mazmur pasal 23 adalah pasal yang sangat indah. Entah sudah berapa ribu kali saya membaca pasal ini dan sampai hari ini TUHAN masih terus berbicara melalui pasal ini kepada saya.

Namun mengenai ayat yang ke-4, jika Anda tidak hati-hati, Anda bisa terjebak ke sebuah pemahaman, “Lihat, Firman Tuhan katakan bahwa tidak masalah saya turun ke dalam lembah kekelaman, DIA berjanji untuk ada di sana menyertai saya.” Ayat ke-4 adalah satu-satunya ayat dalam pasal 23 yang dituliskan dalam bentuk negatif.

Ya, ayat ini sering dipakai oleh banyak anak TUHAN untuk membenarkan keputusan mereka yang salah. Mereka “bersembunyi” di balik ayat ini dan mengatakan TUHAN yang menyediakan jalan untuk turun ke dalam lembah, seolah TUHAN menyetujui pilihan mereka untuk berada di lembah tersebut.

Teman, perlu kita mengerti bahwa Daud hidup ratusan tahun sebelum YESUS lahir. Daud tidak mengerti sepenuhnya bahwa TUHAN datang ke dunia menjadi manusia dan mengambil semua bagian kita yang buruk, dan sebagai gantinya, DIA memberikan yang terbaik bagi kita. Yaitu hidup sehat, hidup diberkati, hidup dibenarkan, hidup penuh kuasa, dan hidup berkemenangan.

Tuhan tidak pernah mendesain jalan untuk turun, kalah, atau sakit untuk Anda. YESUS katakan bahwa DIA adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Hanya ada satu jalan di dalam YESUS, yaitu jalan untuk naik, menang, terbang semakin tinggi, dan menjadi kepala, bukan ekor. Ya, itu adalah bagian Anda dan saya di dalam Kristus. (penulis: @mistermuryadi)