BUATLAH PAGAR UNTUK MEMBATASI HIDUP ANDA DENGAN DUNIA INI

Bahan renungan:

Yosua 15:1 Bagian yang diundikan kepada suku bani Yehuda menurut kaum-kaum mereka adalah sampai ke batas tanah Edom, sampai ke padang gurun Zin ke selatan, di ujung selatan.

Bagi saya, ayat di atas berbicara mengenai batasan antara hidup kita dengan dunia ini. Ya, sebagai orang percaya, kita perlu memiliki batasan-batasan yang jelas, itu yang membuat hidup kita berbeda dengan mereka yang tidak percaya. Ada nilai-nilai dari Firman Tuhan yang perlu kita junjung tinggi dan tidak kita kompromikan dengan apa pun. Baik pada saat kita berbisnis, bergaul, berumahtangga, atau bekerja.

(Baca juga: DUA HAL INI DAPAT MENGUNGKAP SIAPA ANDA SESUNGGUHNYA)

Tentu saja untuk membuat batasan tersebut terlihat jelas di mata orang lain, kita perlu hidup sesuai dengan nilai-nilai Firman Tuhan dengan konsisten.

Seandainya, suatu hari ada seseorang tidak dikenal masuk ke teras rumah kita tanpa ijin, dan kemudian orang itu bersantai, menggunakan barang-barang kita, tentu saja kita akan mengusirnya. Kita tidak suka jika ada orang lain yang melanggar batasan rumah kita. Prinsip yang sama semestinya juga diberlakukan bagi kehidupan kita. Jangan berdiam diri saat klien kita mengajak kita bersepakat untuk korupsi, teman kita mengajak melakukan sesuatu yang buruk, atau bos kita memerintahkan kita mengerjakan sesuatu yang melanggar hukum.

Teman, kita perlu memberitahu atau menyatakan kepada orang-orang yang kita kenal jika mereka melanggar batasan nilai-nilai kebenaran Firman Tuhan yang kita pegang.

(Baca juga: HAL YANG BURUK TIDAK AKAN MENIMPA ORANG PERCAYA)

Jika kita membiarkan orang lain terus menerus melanggar batasan nilai hidup kita, suatu saat mereka akan mengambil keuntungan dari kita. Orang lain tidak akan mengambil keuntungan dari kita, kecuali kita mengijinkannya. Hal tersebut selalu diawali dengan melanggar batasan hidup kita. Jika kita biarkan, mereka akan mulai memanfaatkan atau merendahkan hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

PERHATIKAN SUMBER NASIHAT ANDA

Bahan renungan:

Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Menurut Firman Tuhan di atas, perbedaan antara orang benar dan orang fasik terletak pada sumber nasihat yang mereka dapatkan.

(Baca juga: PEMAHAMAN MEMBERI MENURUT PERJANJIAN BARU)

Tidak semua nasihat yang Anda dengar itu baik. Anda perlu selektif memilihnya. Banyak orang yang saya kenal, hidupnya berakhir buruk hanya karena mereka mendengarkan nasihat dari orang yang salah.

Saya berikan contoh. Ketika Anda disakiti seseorang, sahabat yang sudah mengenal Anda belasan tahun mungkin saja memberi nasihat untuk membalas atau mungkin menjauhi orang yang menyakiti Anda. Nasihat ini terdengar cukup masuk akal, tetapi pada kenyataannya, jauh dari kebenaran Firman Tuhan. Firman Tuhan dalam Lukas 6:27 mengatakan, “Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.”

Jadi, mana yang harus Anda ikuti, nasihat Firman Tuhan atau nasihat dari sahabat yang sangat mengenal saya? Ijinkan saya bertanya terlebih dahulu, “Hasil akhir seperti apa yang Anda inginkan?” Jika Anda ingin hasil akhir seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, yang tidak layu daunnya, dan apa saja yang diperbuatnya berhasil, Anda perlu mengikuti nasihat yang berdasarkan kebenaran Firman Tuhan.

(Baca juga: CARA MEMILIKI PIKIRAN YANG POSITIF)

Teman, Anda perlu mengenali sumber nasihat Anda, karena sumber nasihat yang salah dapat membawa Anda kepada kehidupan yang salah. Setiap kali Anda mendengar sebuah nasihat atau masukan, pastikan nasihat tersebut sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Untuk mudahnya, dengarkanlah nasihat hanya dari orang yang mengenal Tuhan dan menghidupi nilai-nilai Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.