JANGAN BIARKAN MASA LALU ANDA MENCURI MASA DEPAN ANDA

Bahan renungan:

Filipi 3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.

Satu-satunya alasan mengapa Paulus mengatakan, ” … tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku …” karena masa lalu Paulus kelam dan buruk. Dalam Filipi 3:8, Paulus menyebut masa lalu sebagai sampah.

(Baca juga: APA BENAR DI SORGA AKAN ADA LAYAR YANG MEMUTAR DOSA KITA?)

Anda perlu tahu bahwa Paulus menganggap masa lalunya sampah bukan karena dia adalah seorang pecandu atau penjahat. Paulus adalah orang yang berpendidikan tinggi, lahir dari keluarga yang memiliki reputasi baik, dan memiliki karir yang bagus. Namun dibandingkan dengan pengenalannya akan Kristus, dibandingkan dengan kebenaran yang dia percayai, Paulus menganggap masa lalunya sampah.

Begitu juga semestinya dengan Anda. Apalagi jika masa lalu Anda buruk, kelam, dan tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, segera lupakan dan tinggalkan. Anda hanya akan mengorbankan masa depan Anda jika hidup di masa lalu yang seperti itu.

Mungkin masa lalu Anda buruk, tetapi masa depan Anda tidak harus buruk. Ambillah pelajaran dari masa lalu dan segera beranjak dari sana. Tuhan telah menjadikan Anda ciptaan yang baru. Tinggalkan gaya hidup yang buruk, tinggalkan pasangan yang membuat Anda jauh dari Kristus, tinggalkan pergaulan yang merusak hidup Anda, tinggalkan cara berbisnis yang salah, tinggalkan kenangan yang hanya membuat Anda sedih dan menderita, dan tinggalkan kebiasaan buruk yang merugikan hidup Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

(Baca juga: BERHENTILAH MENGUTUKI DIRI ANDA SENDIRI)

Ingat, Tuhan menjanjikan kepada Anda masa depan yang indah dan penuh harapan (Yeremia 29:11). Jangan biarkan masa lalu Anda yang buruk mencuri masa depan Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

HATI YANG SUKACITA ADALAH OBAT PALING MUJARAB DI DUNIA

Bahan renungan:

Amsal 17:22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Hampir setiap hari saya melihat iklan krim perawatan awet muda. Mulai yang dipakai sehari sekali, sampai yang tiga kali sehari. Namun, berdasarkan pengamatan pribadi, obat awet muda paling manjur di dunia adalah hati yang penuh sukacita. Tidak hanya awet muda saja, hati yang sukacita membuat tubuh lebih sehat dan usia lebih panjang. Pernyataan tersebut tidak hanya ditulis Alkitab ribuan tahun lalu, Dr. Shigeo Haruyama dalam bukunya berjudul The Miracle of Endorphin pun membuktikan demikian.

(Baca juga: TIDAK PERLU BERLEBIHAN MERESPONS MASALAH ANDA)

Stres, depresi, gelisah, kecewa, kepahitan, ketakutan, atau kuatir adalah emosi-emosi negatif yang muncul ketika Anda merasa dan berpikir bahwa masalah yang Anda hadapi lebih besar dari kekuatan Anda. Saya membahas tentang hal ini kemarin, bahwa masalah yang kita hanyalah masalah yang biasa, tidak melebihi kekuatan kita. Anda dapat membacanya lagi.

Jika Anda tahu bahwa Tuhan senantiasa bersama Anda dan janji-Nya kekal untuk Anda, maka hati dan pikiran Anda tidak akan pernah ada dalam kondisi stres, depresi, takut, atau kuatir. Hati dan pikiran Anda akan senantiasa bersukacita menghadapi apa pun. Ketika dokter mengatakan Anda sakit kanker, Anda dapat berkata, “Wah, ini akan menjadi kesaksian yang hebat.” Ketika perusahaan tempat Anda bekerja gulung tikar, Anda dapat berkata, “Tuhan pasti sedang mempersiapkan pekerjaan yang jauh lebih baik untuk saya.”

Itu yang terjadi pada Yusuf ketika dia dibuang oleh kakak-kakaknya, lalu dijual sebagai budak, dan dipenjara. Yusuf tetap bersukacita menghadapi semua itu karena dia tahu bahwa Tuhan senantiasa menyertainya (Kejadian 39:2-4). Yusuf tidak stres atau depresi. Yusuf bersukacita. Begitu juga Paulus. Sementara para tahanan lain bersungut-sungut dan menangisi diri, Paulus malah bernyanyi memuji menyembah Tuhan (Kisah Para Rasul 16:24-25).

(Baca juga: ORANG BAIK MATI MUDA, APAKAH TUHAN YANG MERENCANAKANNYA?)

Hati yang sukacita membuat kita dapat melihat hal yang baik di tengah banyaknya keburukan yang terjadi. Hati yang sukacita membuat kita optimis menghadapi kehidupan ini. Sukacita semacam itu tidak dapat dibuat-buat. Sukacita itu hanya datang ketika Anda benar-benar mengenal Pribadi Tuhan yang baik dan berpegang kepada janji setia-Nya yang tidak pernah gagal. (penulis: @mistermuryadi)

JIKA CARA ANDA GAGAL, INI SAATNYA MENCOBA CARA TUHAN

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 22:10 Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.

Berdasarkan pengalaman konseling yang saya lakukan, tidak sedikit orang yang kekeuh menyelesaikan masalah dan pergumulan mereka dengan cara dan pemikiran sendiri. Bagi beberapa orang, konseling hanya media untuk mencari opini kedua. Artinya, mereka sudah memiliki jawaban sendiri sebelumnya.

(Baca juga: TUHAN YANG KITA SEMBAH BUKAN TUHAN YANG MISTERIUS)

Namun, semua orang berhak membuat keputusan sendiri dan tentunya, menanggung akibatnya sendiri. Firman Tuhan mengingatkan kita dalam Yesaya 55:8-9, “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” Ya, jalan-jalan kita bukanlah yang solusi terbaik dari masalah dan pergumulan kita.

Suatu hari Saulus, yang dikenal dengan nama Paulus, bertemu Yesus di Damsyik. Selama ini Saulus mengira jalan hidupnya, yaitu menganiaya para pengikut Kristus (Kisah Para Rasul 22:4), adalah jalan yang benar. Sampai akhirnya dia bertemu dengan Yesus dan mengakui kekeliruannya. Saulus dengan rendah hati bertanya, “Tuhan, apa yang harus kuperbuat?” Jawaban Tuhan atas pertanyaan ini menjadi titik tolak Saulus mengubah arah hidupnya. Saulus meninggalkan keangkuhannya di Damsyik dan menyongsong masa depan yang Tuhan rencanakan bagi hidupnya.

(Baca juga: KITA SPESIAL, KARENA KITA MEMILIKI YESUS)

Bagaimana dengan Anda? Masihkah Anda ingin mencoba hidup dengan cara dan pemikiran Anda sendiri? Tidak masalah, tetapi jika Anda sudah lelah dengan hidup Anda, ini saatnya mencoba cara Tuhan. Hiduplah sebagaimana Dia menciptakan Anda. Jika kita diciptakan menjadi anak Tuhan, tentu akan lebih mudah jika kita menjalani hidup sebagai anak Tuhan, dibandingkan sebagai yang lainnya. (penulis: @mistermuryadi)

“TUHANLAH SUMBER PENGHIBURANKU”

Bahan renungan:

2 Korintus 1:3-4 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami , sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.

Saya yakin sekali, Rasul Paulus mengalami sebuah pengalaman rohani yang sangat luar biasa, yang sulit kita bayangkan, walapun telah dia tuliskan dengan cukup jelas lewat kitab Korintus.

(Baca juga: HIDUP SESUAI CARA YESUS PASTI BERHASIL DAN BERUNTUNG)

Dalam pelayanannya di kota itu, Rasul Paulus mengingatkan jemaatnya untuk selalu mengingat kebaikan Tuhan, yang telah memberikan Yesus, Anak-Nya, untuk menebus dosa dunia. Tuhan adalah Bapa yang Maha Pengasih, sumber belas kasihan yang tidak pernah berhenti mengalir. Kasih-Nya bahkan senantiasa ada untuk selamanya. Kasih inilah yang siap Dia berikan bagi siapa pun yang datang kepada-Nya.

Bapa juga Tuhan Maha Penghibur, satu-satunya sumber penghiburan bagi mereka yang berada dalam kesesakan. Yesaya 51:3 mencatat sebuah janji Tuhan pada rakyat Yerusalam yang kala itu hidup menderita sebagai bangsa jajahan dengan kota yang porak poranda dilanda perang: “Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring.”

Rasul Paulus mengingat betapa Tuhan telah menghiburnya dan menjadi sahabatnya di masa-masa terberat yang harus dilaluinya. Penghiburan dan penyertaan Tuhan inilah yang membuat Paulus mampu menghibur rekan-rekan dan para sahabatnya yang tengah dilanda kesulitan. Ya, Tuhan memberikan penghiburan buat kita agar kita dapat menghibur sesama.

(DAPATKAN E-BOOK #PENGHARAPAN – HADIAH NATAL DARI HAGAHTODAY.COM. GRATIS!)

Jika Anda sedang mengalami kesesakan, seperti Rasul Paulus, carilah Tuhan yang mampu menghibur Anda. Dia pasti akan memberikan kasih-Nya sehingga Anda dapat memuji dan menyembah-Nya dalam sukacita yang baru. Dan bisa jadi, Anda juga dapat menghibur orang lain. Pujilah Tuhan hai jiwaku, dan jangan lupakan penghiburan-Nya! (penulis: @dollywannaknow)

IKUT TUHAN PERLU KONSISTEN, TIDAK DATANG DAN PERGI

Bahan renungan:

Galatia 2:1 Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Tituspun kubawa juga.

Kitab Galatia 1 ke Galatia 2 menceritakan rentang waktu pelayanan Rasul Paulus selama 14 tahun. Sungguh ini bukan waktu yang sebentar. Jika Anda perhatikan, sekalipun telah berpuluh-puluh tahun melayani TUHAN, melewati berbagai macam rintangan dan tantangan, Rasul Paulus tetap konsisten memberikan Injil Kasih Karunia.

(Baca juga: PENTINGNYA MEMILIKI NAMA BAIK)

Mungkin Anda bertanya-tanya, apakah Rasul Paulus mengalami jenuh, rasa ingin menyerah, atau ingin meninggalkan YESUS? Saya percaya, Rasul Paulus pernah mengalaminya, namun di tengah situasi seperti itu, dia membuat keputusan, “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.” Sungguh luar biasa!

Teman, kita perlu konsisten dalam mengikut TUHAN. Pasti ada masalah atau tantangan yang perlu kita hadapi, tetapi bukankah TUHAN selalu ada bersama dengan kita? Bukankah di dalam DIA kita sanggup melakukan perkara besar? Bukankah DIA telah berjanji untuk tidak pernah meninggalkan kita?

(Baca juga: SAMPAI MEMUTIH RAMBUT ANDA)

Setiap kali kita maju mundur, datang dan pergi, atau on and off ikut TUHAN, kita sedang melatih diri kita untuk tidak setia. Justru seharusnya kita melatih diri kita untuk setia ikut TUHAN, yang artinya setiap kali masalah datang, putuskanlah untuk setia dan mengikuti jalan-jalan TUHAN. Jangan terburu-buru untuk menyerah. (penulis: @mistermuryadi)

PUJIAN ANDA MEMBEBASKAN BELENGGU YANG MENGIKAT

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 16:25-26 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

Tidak habis pikir apa yang Rasul Paulus pikirkan setiap kali pergi menginjil. Mungkin setiap kali datang ke sebuah kota, tempat pertama yang dihampirinya adalah penjara. Dia memeriksa seperti apa suasana penjara yang akan ditempatinya nanti.

(Baca juga: INGATLAH YESUS DALAM PERGUMULAN ANDA)

Ayat di atas adalah sepenggal kisah di mana Paulus dan Silas mendekam lagi di penjara karena memberitakan INJIL. Malam itu, di tengah penjara yang dingin, gelap, mencekam, dan bau, Paulus dan Silas memilih untuk menaikkan puji-pujian (ayat 25) dan Alkitab mencatat orang-orang hukuman lainnya mendengarkan mereka. Ya, siapa yang tidak terhibur ketika mendengar nyanyian yang memberikan kekuatan, semangat, dan pengharapan.

Saya membayangkan Paulus dan Silas bersahut-sahutan menyanyikan lagu, “Thank You Jesus, Jesus, thank you Jesus. It’s only bu Your Grace that I could live today, forever I will praise Your name.” Dan, ketika mereka bersiap membagi suara, tiba-tiba terjadi gempa bumi hebat yang membuat sendi-sendi penjara itu goyah, dan terbukalah belenggu mereka (ayat 26). Haleluya!

Teman, puji-pujian Anda naikkan akan mematahkan setiap belenggu putus asa, depresi, marah, kecewa, atau kepahitan yang mengikat Anda. Di saat kehilangan arah tujuan atau pun pengharapan, tenangkanlah diri Anda sejenak, carilah tempat di mana tidak ada seorang pun mengganggu Anda, dan mulailah naikkan pujian dan penyembahan Anda di hadapan TUHAN.

(Baca juga: TUHAN PEDULI SEGALA HAL TENTANG ANDA)

Sementara Anda bernyanyi, Anda akan merasakan ada kekuatan ilahi yang mengalir dari dalam diri Anda. Dan, belenggu-belenggu itu akan mulai terlepas satu per satu. Damai dan sukacita akan mulai membanjiri hati Anda memberikan pengharapan bahwa selama ada YESUS, di sana selalu ada jalan keluar. (penulis: @mistermuryadi)

APA KATA YESUS TENTANG HUKUM TAURAT?

Di tengah ricuhnya ajaran Hyper Grace yang menitikberatkan kepada Hukum Kasih Karunia yang diajarkan Rasul Paulus dan mengumandangkan telah dibatalkannya Hukum Taurat yang dibawa oleh Musa, sebuah topik menarik muncul, yaitu bagaimana dengan YESUS? Apa yang YESUS katakan mengenai ajaran Hukum Taurat?

pictures-of-jesus-with-a-child-1127679-wallpaperSekitar beberapa bulan lalu ada seseorang mengirimkan komentar kepada saya setelah saya membuat tulisan mengenai Hukum Taurat selama hampir satu minggu penuh. Karena saya banyak mengutip tulisan dari Rasul Paulus, orang ini berkata kepada saya, “Memangnya menurut Anda tulisan Rasul Paulus itu yang paling benar? Apa Rasul Paulus adalah Tuhan Anda?” Saya hanya mengelus dada membacanya. Logikanya, jika kita ingin mengabaikan Paulus dalam hal ini berarti kita harus membuang sekitar sepertiga Perjanjian Baru.

Lalu, beberapa orang juga merespons tulisan-tulisan saya dengan menanyakan perkataan YESUS di Matius 5:17-20, karena di ayat-ayat tersebut dengan jelas YESUS mengatakan supaya kita melakukan dan mengajarkan Hukum Taurat.

Teman, jika kita melihat seolah ada “pertentangan” antara satu ayat dengan ayat lainnya, jangan terburu-buru mengatakan, “Lihat, ini berbeda”, karena saya percaya Firman Tuhan merupakan suara Tuhan sendiri dan tidak mungkin apa yang tertulis di dalamnya saling bertentangan. Jika kita belum mengerti, kita bisa belajar atau bertanya ke orang lain.

(Baca juga: DOSA KITA YANG AKAN DATANG SUDAH DIAMPUNI)

Melalui artikel ini, saya ingin menjelaskan pernyataan YESUS yang mengganjal itu. Saya ingin meluruskan bahwa, baik YESUS, maupun Rasul Paulus, mereka mengajarkan hal yang sama mengenai Kasih Karunia dan Hukum Taurat. Saya harus akui saya belum pernah mendengar seorang pun mengajarkan hal ini, saya mendapatkannya sebagai pewahyuan pribadi, jadi Anda tidak harus setuju dengan tulisan saya, tapi setidaknya berilah saya kesempatan menjelaskan sebelum Anda menutupnya. Saya percaya Tuhan yang adalah sumber hikmat akan memberikan pengertian kepada Anda. Dan saya percaya, kebenaran Tuhan akan memerdekakan Anda.

Sebelum kita membahas dengan detil, berikut saya kutip isi Matius 5:17-20 dari Alkitab terjemahan LAI.

50VA36617* “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 18* Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19* Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 20* Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Di ayat 17, Yesus katakan bahwa DIA datang bukan untuk meniadakan Hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya. Kenapa seperti itu? Alasannya sederhana, karena yang menciptakan Hukum Taurat adalah Tuhan sendiri, ke-10 perintah tersebut ditulis dengan jariNYA sendiri. Kalau YESUS datang meniadakan Hukum Taurat, itu sama seperti DIA sedang, maaf, “menjilat ludah” sendiri, atau dengan kata lain YESUS mengatakan, “Ya, mohon maaf, dulu Saya salah, Saya akan memperbaikinya sekarang.”

Hukum Taurat diberikan untuk sebuah tujuan, yaitu untuk membuat Bangsa Israel tersadar bahwa mereka membutuhkan Juruselamat, bahwa mereka menyadari hanya Tuhan yang sanggup membenarkan, menguduskan, dan menyucikan hidup mereka (1 Korintus 1:30), seperti yang tercatat di dalam Roma 3:19, “Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.” Dan tujuan tersebut berhasil. Itu sebabnya tidak ada seorangpun, di Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru, yang dapat menggenapi Hukum Taurat, kecuali Yesus, Sang Pencipta Hukum Taurat.

Charlton-Heston-as-MosesHukum Taurat berisi tuntutan supaya manusia, dengan usaha, perbuatan, dan kekuatannya, memenuhi standar Tuhan dengan sempurna. Dan Anda perlu tahu kitab Yakobus 2:10 katakan, “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.” Kita, orang-orang yang hidup di dalam Perjanjian Baru, sudah tahu bahwa tuntutan Hukum Taurat tidak mungkin dipenuhi dengan usaha atau kekuatan kita, itu sebabnya YESUS datang untuk menggenapinya. Saya berikan ilustrasi. Misalnya saya berhutang 10 juta rupiah kepada Anda. Setiap hari Anda datang menagihnya ke rumah saya, namun suatu hari ada seseorang yang melunasi, atau dalam konteks ini menggenapi tuntutan Anda, apakah setelah hutang saya lunas dibayar, saya masih perlu membayar kepada Anda? Tentu saja tidak! Itu sebabnya setelah YESUS menggenapi atau membayar lunas Hukum Taurat, sehingga kita tidak perlu lagi menggenapinya.

Lalu di ayat 18 YESUS menjelaskan, “Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” Saya jelaskan sedikit. Iota adalah huruf terkecil dalam bahasa Ibrani, bahasa asli Hukum Taurat, yaitu huruf “yod”. Jadi YESUS menyampaikan, sebelum semuanya terjadi, yang merujuk kepada pengorbanan-NYA di atas kayu salib, tidak ada seorang pun yang boleh menghilangkan satu huruf terkecil dan satu tanda baca terkecil pun dari Hukum Taurat. Atau dengan kata lain, YESUS ingin menggenapi seluruh Hukum Taurat dengan sempurna, supaya tidak ada lagi yang tersisa sedikit pun untuk Anda dan saya genapi. Itu sebabnya sesaat sebelum Yesus mati, DIA mengatakan, “Sudah Selesai,” yang dalam bahasa Yunaninya ditulis “tetelestai” yang artinya sudah sempurna.

Perkaataan Yesus dari ayat 17 sampai ayat 18 terdengar seirama dan saling mendukung satu sama lain, tetapi begitu kita membaca ayat 19, semuanya jadi bertolak belakang. Di ayat 17 dan 18, YESUS katakan DIA akan menggenapi atau menyelesaikan seluruh Hukum Taurat, tetapi di ayat 19 YESUS yang sama mengatakan untuk melakukan dan mengajarkan Hukum Taurat. Bagaimana mungkin?

Mari kita bedah ayat 19.

moses10commandmentsBerikut saya lampirkan terjemahan dari Alkitab versi King James, “Whosoever therefore shall break one of these least commandments, and shall teach men so, he shall be called the least in the kingdom of heaven: but whosoever shall do and teach them, the same shall be called great in the kingdom of heaven.” Saya tidak mengerti mengapa penerjemah Alkitab bahasa Indonesia menerjemahkan kata “commandments” menjadi “segala perintah Hukum Taurat”, padahal harusnya hanya diterjemahkan “perintah” saja. Padahal di ayat 17 dan 18, kata “Hukum Taurat” diterjemahkan dari kata “The Law”. Akibat penerjemahan yang salah ini, banyak orang percaya salah mengartikan perkataan YESUS mengenai Hukum Taurat, dan memengaruhi makna dari ayat 20.

Jika membaca terjemahan King James, ayat 19 berbunyi kurang lebih seperti, “Karena itu siapa yang meniadakan salah satu bagian dari perintah-perintah ini, sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah ini, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.”

Lalu, perintah apa yang dimaksud oleh YESUS dalam ayat 19 kalau bukan merujuk kepada perintah Hukum Taurat? Oh, ini dia kabar baiknya untuk Anda.

Kata “perintah” yang YESUS maksud dalam ayat 19 merujuk kepada perkataan YESUS di ayat 17 dan 18, bahwa DIA datang bukan untuk meniadakan Hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya, bahwa YESUS ingin menggenapi seluruh tuntutan Hukum Taurat, supaya Anda dan saya tidak perlu lagi melakukannya. Haleluya!

(Baca juga: APA BENAR ORANG PERCAYA MEMERLUKAN HUKUM TAURAT?)

Dan perlu Anda garisbawahi bahwa YESUS bukan hanya ingin memberikan kebenaran ini kepada Anda dan saya, di ayat 19 juga dikatakan supaya kita melakukan, atau dengan kata lain menghidupi kebenaran ini, dan mengajarkannya kepada orang lain. Teman, di luar sana banyak sekali orang yang masih mempercayai bahwa mereka harus hidup menjalankan Hukum Taurat, dan sebagai akibatnya orang-orang tersebut hidup dalam ketakutan, perasaan bersalah, dan tertuduh, padahal Efesus 2:15 dengan sangat jelas mengatakan, “Dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya.”

Jesus-crucified-2Berikut saya lampirkan beberapa ayat yang meneguhkan pernyataan saya di atas. Sebenarnya ada banyak ayat yang mendukung, tapi saya pilihkan 10 ayat saja untuk Anda renungkan:
1. Roma 3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.
2. Roma 3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
3. Galatia 2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.
4. Galatia 2:21 Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.
5. Galatia 3:11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: “Orang yang benar akan hidup oleh iman.”
6. Galatia 3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.”
7. Galatia 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”
8. Galatia 4:5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.
9. Galatia 5:4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.
10. Galatia 5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

Sungguh kebenaran ini membawa kelegaan dan sukacita bagi saya, dan mengubahkan perspektif saya mengenai pemahaman pada Matius 5:20, yang berbunyi, “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Dulu, ketika membaca ayat 20, saya selalu bertanya-tanya bagaimana cara saya memiliki kehidupan keagamaan yang lebih baik dari para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Anda bisa membayangkan betapa stresnya saya selama bertahun-tahun mencoba untuk hidup lebih baik dari mereka. Jangankan hidup seperti mereka, yang sejak kecil sudah mengenal dan dididik berdasarkan Hukum Taurat, bahkan saya kesulitan menghafal 613 peraturan Hukum Taurat.

pictures-of-jesus-blind-man-thanks-1138184-wallpaperSaya bersyukur kebenaran Firman Tuhan memerdekakan hidup saya. Kini saya mengerti bahwa ada satu, dan saya sangat yakin ini satu-satunya cara, supaya kita bisa memiliki kehidupan yang lebih benar, lebih baik, dan lebih mulia dari ahli Taurat dan orang Farisi, yaitu dengan cara percaya kepada karya penebusan YESUS di atas kayu salib. Percaya bahwa YESUS telah menggenapi seluruh tuntutan Hukum Taurat, sehingga kita tidak perlu lagi hidup di bawah Hukum Taurat. Ayat 1 Yohanes 4:17 katakan, ” … karena sama seperti DIA, kita juga ada di dalam dunia ini.” Jika YESUS benar, layak, dan kudus di mata Bapa, maka saya pun dibenarkan, dilayakkan, dan dikuduskan di mata Bapa; jika YESUS berkenan di mata Bapa, maka saya pun berkenan di mata Bapa; dan jika YESUS dikasihi oleh Bapa, maka saya pun dikasihi oleh Bapa. (penulis: @mistermuryadi)

========================================================================

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika artikel ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.