KITA PERLU BELAJAR AGAR SEMAKIN BERKEMBANG

Bahan renungan:

2 Samuel 8:14 mengatakan, “Daud selalu menang ke mana pun dia pergi berperang.”

Peperangan Daud melawan Goliat hanya dengan bermodalkan ali-ali dan satu batu adalah sesuatu yang sangat spektakuler. Namun, jika kita mendalami kisah Daud, ternyata ada kisah perang Daud yang jauh lebih spektakuler, yaitu ketika ke mana pun Daud pergi berperang, dia selalu menang.

(Baca juga: TUHAN TIDAK PERNAH BERUBAH SETIA)

Saya tidak yakin Daud akan selalu menang berperang jika dia hanya mengandalkan kejayaan masa lalunya, yaitu menggunakan ali-ali dan satu batu. Daud perlu berkembang. Itu sebabnya di dalam 2 Samuel 22:33-36 Daud mengatakan, “Allah, Dialah yang menjadi tempat pengungsianku yang kuat dan membuat jalanku rata; yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit; yang mengajar tanganku berperang, sehingga lenganku dapat melengkungkan busur tembaga.” Ya, Daud mengembangkan diri dengan belajar menggunakan pedang, perisai, dan busur tembaga.

Benar, Tuhanlah sumber kemenangan kita. Namun, bukan berarti kita tidak perlu mengembangkan diri dan belajar lebih banyak. Banyak orang menjadikan kalimat ini, “Kan, ada Tuhan di pihak kita. Dia yang berperang bagi kita,” sebagai alasan untuk bermalas-malasan.

Saya percaya Tuhan ingin kita naik, bukan turun. Tuhan ingin kita menjadi kepala, bukan ekor. Tuhan ingin kita menjadi orang yang ahli dalam bidang yang kita geluti. Tuhan ingin kita meraih potensi hidup kita secara maksimal, sehingga kita dapat menjadi berkat bagi lebih banyak orang. Tuhan ingin kita bukan hanya beruntung, tetapi juga berhasil dalam segala hal yang kita kerjakan.

Jika Daud hanya mengandalkan ali-ali dan satu batu saja sepanjang hidupnya, saya yakin Daud tidak akan meraih kemenangan yang besar. Karena dalam setiap pertempuran, Daud hanya akan menjatuhkan satu raksasa saja.

(Baca juga: TUHAN INGIN ANDA MENJADI KEPALA, BUKAN EKOR)

Teman, kita perlu belajar lebih lagi agar kita dapat semakin berkembang. Tuhan janjikan kemenangan-kemenangan besar bagi kita tahun ini. Jangan hanya karena kita tidak mau menambah pengetahuan, kita tidak meraih apa yang kita harapkan pada tahun ini. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN SUDAH MEMBERIKAN BERKATNYA, ANDA TINGGAL MENGUMPULKAN

Bahan renungan:

Keluaran 16:14-16 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi. Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: “Apakah ini?” Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: “Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu. Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa.”

Ketika Bangsa Israel di padang gurun selama 40 tahun, Tuhan dengan setia memenuhi semua kebutuhan mereka. Bukan hanya kebutuhan rohani, tapi juga jasmani. Mulai dari makanan, pakaian, hingga sepatu. Firman Tuhan mencatat sepatu dan baju yang mereka kenakan tidak pernah rusak selama 40 tahun. Sedangkan untuk makanan, setiap pagi Tuhan menyediakan manna, makanan terbaik.

(Baca juga: HARUSKAH KITA TAKUT MENGHADAPI KIAMAT ATAU PENGANGKATAN?)

Namun manna tersebut tidak datang ke dalam tempat penyimpanan Bangsa Israel dengan sendirinya. Setiap pagi Bangsa Israel perlu pergi keluar dari tenda mereka, memungut manna itu, dan mengumpulkan sebanyak keperluan mereka. Saya percaya Tuhan yang sama, yang kita sembah di dalam nama Yesus, telah menyediakan berkat bagi Anda setiap pagi.

Tuhan telah memberikan berkat kepada Anda, tetapi Anda mesti pergi keluar mengambilnya. Seperti yang saya telah katakan pada renungan beberapa waktu lalu bahwa tidak ada yang baik yang Tuhan tahan dari Anda. Dia sudah berikan segala yang terbaik. Bagian Anda adalah mengambil hal tersebut.

Anda tidak bisa mengambil berkat Tuhan dengan cara bermalas-malasan di tempat tidur dan menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak berguna. Teman, pemalas tidak akan mendapatkan bagian apa-apa, karena Tuhan hanya memberkati tangan orang yang bekerja.

(Baca juga: JANGAN PASRAH, BERTINDAKLAH!)

Tidak peduli jika Anda sedang bangkrut, baru saja ditipu, kehilangan harta, kecurian, atau lain sebagainya, Tuhan telah memberikan Anda berkat setiap pagi untuk memenuhi segala yang Anda butuhkan. Jangan takut. Mulailah pergi keluar dan kumpulkan berkat tersebut. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MAHALNYA HARGA SEBUAH KEMALASAN

Bahan renungan:

Matius 25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

Dalam perumpamaan talenta di atas, hamba yang tidak mengembangkan talentanya tidak dikatakan bodoh oleh sang tuan, melainkan dikatakan jahat dan malas. Saya sangat percaya tidak ada orang yang bodoh di dunia ini, yang ada hanya orang malas.

(Baca juga: TUHAN ITU KASIH, MESTINYA KITA PUN DEMIKIAN)

Malas adalah musuh utama kesuksesan dan keberhasilan. Tuhan ingin kita sukses dan Tuhan merancangkan hidup kita sukses, tetapi jika kita malas, pada dasarnya kitalah yang sedang menolak untuk sukses. Itu bukan salah Tuhan.

Dan tahukah Anda bahwa kemalasan kita mahal harganya? Harga dari malas belajar adalah tinggal kelas, rugi waktu dan biaya. Harga dari orang yang malas belajar bahasa Inggris, gaji dan jabatannya tidak tinggi, dan dalam bisnis, ada proyek-proyek tertentu yang tidak dapat diraihnya.

Terkadang solusi dari masalah kita ada di dalam buku seharga 50 ribu rupiah, atau seminar selama 4-5 jam seharga 500 ribu rupiah, atau workshop selama 3 hari seharga 1.500.000 rupiah. Bahkan dalam banyak kasus, jawaban dari masalah kita hanya sejauh bertanya kepada seseorang.

Saya berikan contoh. Misalnya Anda sulit bangun pagi untuk ke kantor atau sekolah, dan akibatnya gaji dipotong atau absen Anda jadi buruk. Padahal solusi dari masalah ini sederhana, tanya dan belajar dari teman atau sahabat Anda yang dapat bangun pagi.

(Baca juga: MUKJIZAT TUHAN TERJADI SECEPAT ANDA MEMPERCAYAINYA)

Teman, jangan jadi orang yang malas. Kita perlu memiliki kerendahan hati untuk bertanya dan belajar dari orang lain. Amsal 13:4 mengingatkan kita bahwa hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika artikel ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ORANG BERMENTAL MISKIN BUKAN BUTUH UANG, MELAINKAN YESUS

Please Banerghatta National Park

Beberapa kali ada orang yang tidak saya kenal mengirimkan saya email dan bertanya apakah saya bisa meminjamkan uang kepadanya. Sebagian besar alasan mereka nekat meminjam uang ke saya karena masalah hutang, dana untuk orangtua yang sakit, biaya membayar cicilan kendaraan, uang sekolah, dan lain sebagainya. Semakin detil orang-orang itu menceritakan masalahnya, saya semakin yakin bahwa yang mereka butuhkan bukan uang, melainkan YESUS. Memberikan mereka uang hanya akan membuat mereka terus menerus mengira uang adalah jawaban dari masalah mereka.

Terhadap mereka yang ingin meminjam uang dengan alasan orangtua sakit, saya katakan kepada mereka untuk menceritakan kesembuhan untuk orangtua mereka, karena Firman Tuhan katakan bilur-bilur darah Yesus sudah menyembuhkan segala sakit penyakit kita (1 Petrus 2:24). Saya berikan mereka tautan tulisan-tulisan saya mengenai kesembuhan di blog ini.

Mungkin Anda tidak setuju dengan cara saya, tetapi saya percaya jika kita menceritakan kebenaran Firman Tuhan, orangtua kita tidak akan pernah sakit lagi. Mereka akan hidup sehat seperti yang Firman Tuhan janjikan dalam Yeremia 33:6. Anda tidak membutuhkan biaya pengobatan jika mereka sehat, bukan? Namun sayangnya, banyak orang tidak mau mempraktikkan kuasa Tuhan. Mereka lebih tertarik membawa orangtua mereka ke dokter. Banyak orang tidak mau menceritakan kabar baik mengenai kesembuhan yang Yesus telah berikan. Mereka lebih rela membiarkan orangtua mereka mendengar kabar buruk diagnosa dari dokter.

Saya tidak katakan salah untuk pergi ke dokter atau berobat. Saya hanya ingin Anda tahu bahwa Tuhan menjanjikan Anda sehat dan kalau Anda sehat artinya Anda tidak perlu ke dokter atau berobat.

Suatu hari ibu saya menelpon jam 11 malam. Dia mengatakan salah satu matanya tiba-tiba buram dan tidak bisa melihat. Dia ingin segera ke dokter. Mungkin kalau saya tidak percaya janji kesembuhan di dalam nama Yesus, saya akan panik mendengar berita ibu saya terserang sakit seperti itu. Namun, puji Tuhan saya memilih percaya bahwa segala sakit penyakit sudah ditaklukkan di bawah kaki Yesus. Saya menceritakan kabar baik mengenai kesembuhan, seperti yang saya tuliskan di dalam blog ini untuk Anda, dan mengajarkan kepada ibu saya cara mengusir sakit penyakit pergi dari tubuhnya. Malam itu juga dia sembuh dan sampai hari ini, sudah sekitar 4 tahun, dia tidak pernah lagi mengeluh mengenai matanya.

gift-givingTerhadap mereka yang ingin meminjam dengan alasan terbelit hutang, saya katakan kepada mereka untuk menabur dari seberapa pun yang yang mereka miliki. Karena Firman Tuhan katakan kalau kita menabur banyak, kita akan menuai banyak (2 Korintus 9:6). Juga, saya lampirkan kepada mereka tautan tulisan-tulisan saya mengenai menabur supaya mereka mengerti bahwa Tuhan ingin kita hidup berkelimpahan.

Ketika menyinggung mengenai menabur, banyak orang dengan defensif mengatakan bahwa mereka tidak memiliki uang. Terus terang saya tidak percaya bahwa orang-orang tersebut tidak memiliki uang. Firman Tuhan dalam 2 Korintus 9:10 jelas mengatakan bahwa Dia menyediakan benih bagi kita. Kita selalu memiliki sesuatu yang bisa kita tabur, meskipun jumlahnya sangat sedikit. Masalahnya bukan tidak ada benih, tetapi kita tidak percaya bahwa benih yang kita tabur akan menghasilkan. Padahal kalau kita mau percaya janji Tuhan, cukup dengan menabur satu benih apel, kita dapat menghasilkan sebuah pohon apel, bahkan kebun apel.

Suatu hari seorang anak remaja yang saya bimbing mengalami kesulitan ekonomi. Ayahnya meninggal, usaha keluarganya bangkrut, dan uang yang tersisa hanya beberapa puluh ribu di dompetnya. Lengkap penderitaannya! Ditambah lagi, ibunya berusaha menjual rumah, tetapi sudah beberapa tahun tidak ada seorang pun mau membelinya dengan harga yang pantas, karena rumahnya berada di gang dan kondisinya pun sudah kurang layak. Dia nyaris tidak memiliki uang. Hari itu saya tantang dia untuk menabur. Keesokan harinya, di gereja, dia memberikan semua uang yang dia miliki kepada saya, jumlahnya hanya sekitar 20-30 ribu rupiah. Dia katakan dia mau percaya kepada janji Tuhan, bukan kepada uang. Dia pulang dari gereja berjalan kaki dan bahkan hari itu tidak memiliki uang untuk makan. Kurang lebih satu bulan kemudian, mukjizat terjadi, rumahnya laku terjual dengan harga yang tinggi. Kemudian ibunya membeli sebuah rumah lain dan sampai hari ini, sudah berjalan lebih dari lima tahun, dia tidak pernah lagi ada di dalam kondisi “depresi” seperti sebelumnya.

Menurut Anda, apakah masalah anak remaja di atas akan selesai kalau saya berikan dia uang? Saya yakin tidak! Namun, ketika dia mendengarkan kebenaran dan dia memercayainya, kebenaran tersebut memerdekakan hidupnya. Yohanes 8:31-32 mengatakan, “Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.””

Teman, kalau Anda bertemu dengan peminta-minta di jalan, menurut Anda apa yang benar-benar mereka butuhkan? Kita sudah tahu, semakin sering kita berikan uang, semakin mereka semangat menjadi peminta-minta. Uang bukan jawabannya. Para peminta-minta itu tidak meminta-meminta karena hidup mereka miskin, mereka meminta-minta karena mereka berpikir mereka miskin. Mereka berpikir mereka tidak mampu, gagal, dan ditakdirkan hidup seperti itu. Jika boleh saya simpulkan, mereka malas.

homeless-1Menurut bahasa Ibrani dan Yunani, kata “miskin” bukan hanya berbicara mengenai kondisi tanpa uang, melainkan juga kondisi pikiran yang selalu merasa kekurangan. Para koruptor pada dasarnya adalah orang-orang yang memiliki banyak uang, tetapi di dalam pikirannya, mereka selalu berkekurangan. Itu sebabnya mereka korupsi. Mental miskin ini bukan hanya dimiliki oleh orang-orang yang tidak memiliki uang, tetapi juga oleh orang yang memiliki banyak uang.

Saya bertemu dengan banyak orang kaya yang sulit memberi. Itu terjadi karena mereka selalu berpikir mereka akan kekurangan jika memberi. Sebaliknya, ada orang-orang yang hanya memiliki uang seadanya, tetapi mempunyai hati memberi luar biasa. Merekalah orang-orang yang mengerti arti kelimpahan.

Menurut Anda, mana orang yang memiliki mental kelimpahan? Yang kaya, tapi takut memberi, atau yang miskin atau pas-pasan, tapi berani memberi?

Salah satu kisah memberi yang sangat menginspirasi saya adalah kisah si janda miskin yang dicatat dalam Lukas 21:1-4, “Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.””

Orang yang bermental miskin, selalu berpikir memberi akan membuat mereka kekurangan. Kebenarannya adalah saat kita memberi, kita sedang percaya bahwa kita adalah orang yang diberkati dan berkelimpahan.

Teman, satu-satunya alasan mengapa seseorang memiliki mental miskin, yang berakibat hidup miskin, karena pola pikir mereka yang salah. Pikiran mereka ditipu oleh si jahat melalui informasi-informasi yang salah. Dan, satu-satunya yang dapat memerdekakan mereka dari kondisi tersebut adalah kebenaran Firman Tuhan. Jika mereka percaya pada kebenaran, mereka tidak akan pernah meminta-minta lagi seumur hidup mereka, hidup mereka akan diberkati dan berkelimpahan.

homeless-poverty-poorSemua perubahan hidup kita tidak dimulai dari perilaku yang berubah, melainkan dimulai dari pola pikir yang berubah. Tidak ada cara lain. Dan, yang bisa mentransformasi pola pikir Anda hanya kebenaran Firman Tuhan. Saat pola pikir Anda berubah, perkatan dan perilaku Anda pasti berubah dengan sendirinya, dan ketika perkataan dan perilaku Anda berubah, hidup Anda akan berubah. Masa depan Anda akan berubah.

Itu sebabnya, dalam banyak kesempatan, ketika ada seseorang yang meminta atau meminjam uang, yang saya utamakan bukan memberi mereka pinjaman uang, melainkan membagikan kebenaran Firman Tuhan kepada mereka. Supaya pola pikir mereka berubah. Karena memberi adalah tanda bahwa Anda memiliki mental untuk menjadi orang yang diberkati. Ya, hanya orang berpikir bahwa dirinya diberkati yang berani memberi atau menabur. (penulis: @mistermuryadi)

========================================================================

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika artikel ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

SI RAJIN VS. SI MALAS

Bahan renungan:

Amsal 12:24 Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.

Sebelum Anda melanjutkan membaca renungan hari ini, pastikan Anda membaca judul di atas dengan benar. Saya mengatakan bahwa orang rajin tidak perlu bekerja keras, saya tidak mengatakan orang rajin tidak perlu bekerja. Perlu Anda bedakan antara melakukan sesuatu dengan rajin dan melakukan sesuatu dengan mati-matian. Alkitab memberikan gambaran yang sangat jelas mengenai perbedaan ini.

Orang yang rajin tahu bahwa dirinya pasti berhasil, itu sebabnya dia melakukan segala sesuatu dengan setia dan disiplin. Sebaliknya, orang bekerja dengan cara mati-matian karena tidak merasa yakin dirinya akan berhasil, dia berpikir kerja kerasnya yang akan menentukan keberhasilannya.

(Baca juga: SEGERA BUANG MENTAL MALAS KITA!)

Menurut di atas, kerja keras bukanlah cara untuk berhasil. Dan, Firman Tuhan menambahkan bahwa alasan seseorang bekerja keras atau kerja paksa karena kemalasannya. Teman, akibat yang dihasilkan dari sebuah kemalasan sangat mahal harganya.

Ijinkan saya memberikan ilustasi ini. Apakah Anda masih ingat zaman sekolah dulu? Saat ibu guru mengumumkan satu minggu lagi akan ada ulangan, ada teman-teman kita yang memutuskan untuk belajar dengan cara “mencicil”, yang artinya setiap hari dia belajar sedikit demi sedikit, namun ada juga teman-teman kita yang memutuskan tetap bermain setiap hari dengan pemikiran ulangannya masih satu minggu lagi.

Ada perbedaan di antara kedua cara di atas. Yang setiap hari “mencicil” belajar, cenderung lebih percaya diri. Sebaliknya, yang setiap hari main, cenderung merencanakan untuk mencontek, yang artinya mereka akan “bekerja keras” menghindari pancaran mata guru pengawas.

(Baca juga: KEJAR TUHAN, MAKA BERKAT AKAN MENGEJAR ANDA)

Anda bisa memilih gaya hidup yang Anda inginkan. Cara Firman Tuhan untuk sukses sudah jelas bukan dengan cara malas yang ujungnya mengakibatkan kerja keras atau kerja paksa, melainkan dengan cara menjadi rajin yang merupakan tanda kita mempercayai janji Tuhan bahwa kita pasti berhasil di dalam Kristus. (penulis: @mistermuryadi)

SEGERA BUANG MENTAL MALAS KITA!

Bahan renungan:

Amsal 12:27 Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.

Teman, TUHAN kita tidak pernah menyediakan yang baik, DIA selalu sediakan yang terbaik. Masalahnya banyak orang tidak menikmati yang terbaik dari TUHAN hanya karena MALAS. Hari ini Firman Tuhan mengatakan, “Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.”

(Baca juga: DIPECAT ATAU DITIPU BUKAN AKHIR SEGALANYA)

Firman Tuhan katakan buruannya sudah ada, TUHAN sudah menyediakannya, masalahnya bukan lagi di Tuhan, tetapi apakah Anda ingin menangkap buruan tersebut. Jiwa pemalas akan menghentikan langkah seseorang untuk menangkap buruan tersebut. Sebaliknya, orang yang rajin bukan hanya akan mendapatkan buruan tersebut, tapi Firman Tuhan katakan akan memperoleh harta yang berharga.

Saya sering mendengar anak-anak TUHAN berdoa memohon supaya diberkati, seolah TUHAN sedang menahan berkat. Mazmur 84:11b mengatakan, “Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.” Anda dan saya hidup tidak bercela karena darah YESUS yang kudus senantiasa menutup bungkus kita. Artinya, TUHAN tidak akan menahan kebaikanNYA bagi Anda.

Teman, TUHAN telah memberkati Anda. Bahkan Firman Tuhan katakan DIA telah mencurahkan segala berkat (Efesus 1:3), namun KEMALASAN membuat seseorang tidak mendapatkan janji TUHAN.

(Baca juga: YANG LEBIH SERING KITA DENGAR MENENTUKAN RESPONS KITA)

Apa yang hari ini bisa Anda lakukan, lakukanlah dengan setia dan penuh tanggung jawab. Mungkin Anda sedang mengerjakan hal yang terlihat kecil, tetapi ingat, Anda sedang mengerjakan hal yang kecil itu bersama TUHAN yang besar. Percayalah, Anda akan melihat hasil yang besar.

Pemalas selalu beralasan, “Saya tidak mampu, saya tidak bisa, saya tidak memiliki apa-apa,” yang pada akhirnya dijadikan “topeng” untuk tidak berbuat apa pun. Padahal sebenarnya bukan TIDAK BISA, melainkan TIDAK MAU. Tidak peduli seberapa hebat kemampuan seseorang, jika dia menyimpan mental pemalas, dia pasti gagal. (penulis: @mistermuryadi)

“BERAPA LAMA LAGI KAMU BERMALAS-MALASAN?”

Bahan renungan:

Yosua 18:3 Sebab itu berkatalah Yosua kepada orang Israel: “Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu?

Setiap orang sudah mendapatkan janji dari TUHAN untuk sukses dan berhasil. Bahkan Firman Tuhan menjamin masa depan Anda dan saya akan indah dan penuh dengan pengharapan. Teman, TUHAN lebih rindu melihat Anda berhasil daripada Anda ingin diri Anda berhasil. Sungguh sesuatu yang tidak masuk akal jika hal tersebut membuat kita bermalas-malasan. Seharusnya janji tersebut membuat kita semakin semangat dalam melakukan segala sesuatu yang TUHAN percayakan, entah sekolah, kuliah, bisnis, pekerjaan, atau pelayanan kita.

Sama seperti Bangsa Israel. TUHAN sudah berjanji bahwa mereka akan menduduki Tanah Kanaan, namun bangsa ini memilih untuk bermalas-malasan. Padahal seperti kita ketahui bahkan bukan Bangsa Israel yang berperang setiap kali mereka bertemu dengan musuh. Dikatakan TUHAN yang berperang di depan mereka. Bukankah itu sesuatu yang dahsyat sekali? Anda bisa bayangkan TUHAN yang berperang bagi kita, artinya kita sudah pasti menang. Jika Anda malas, Anda sedang merugikan diri sendiri.

Pemalas tidak akan mendapat bagian apa-apa. Coba pikirkan begini. TUHAN berjanji memberikan Tanah Kanaan. Tanah itu sudah menunggu untuk direbut, namun Bangsa Israel memilih tidur di tendanya, bersungut-sungut, dan tidak melakukan apa-apa. Tentu saja mereka tidak akan mendapatkan tanah tersebut, bukan? Mari hari ini kita buang mental pemalas kita.

Firman Tuhan katakan untuk belajar dari semut, hai para pemalas. Sekali lagi saya tidak katakan kita untuk bekerja mati-matian atau bekerja dari pagi sampai pagi lagi dan melupakan keluarga atau persekutuan. Bukan itu yang saya maksud. Melainkan mulailah untuk percaya kepada janji TUHAN di dalam hidup Anda dan bergerak maju. Itu yang membuat Anda bergairah di dalam mengerjakan sesuatu yang TUHAN percayakan hari ini.

Teman, janji TUHAN menyertai Anda dan janji tersebut tidak pernah gagal. Dengan jelas dikatakan di dalam Yosua 1:8 jika Anda memperkatakan dan merenungkan Firman Tuhan siang dan malam, Anda akan BERTINDAK hati-hati sesuai yang tertulis di dalamnya, dan perjalanan Anda pasti akan berhasil. Garisbawahi kata “BERTINDAK” dan “BERHASIL.” (penulis: @mistermuryadi)