BELAJAR CARA MENGHASILKAN MUTIARA DARI KERANG TIRAM

Bahan renungan:

Yakobus 1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa mutiara yang indah berasal dari kerang tiram. Namun, bagaimana prosesnya, mungkin tidak banyak yang tahu.

(Baca juga: UCAPAN KITA MENENTUKAN MASA DEPAN KITA)

Pada dasarnya kerang tiram membentuk mutiara sebagai respons pembelaan dirinya dari objek asing, seperti pasir, parasit, atau material organik lain yang menyusup masuk. Dalam banyak kasus, objek asing tersebut melukai bagian tubuh kerang tiram.

Ketika kerang tiram menganggap objek asing tersebut sebagai ancaman, dia menghasilkan lapisan yang disebut nacre untuk menyelubungi atau mengisolasi objek asing tersebut. Seiring waktu, lapisan nacre terus terbentuk, lapis demi lapis, memisah dari bagian tubuh kerang, dan jadilah mutiara yang indah.

Jika kerang tiram dapat menghasilkan sebuah mutiara yang indah dari objek asing yang mengganggu dan melukai dirinya, saya percaya, kita pun dapat menghasilkan sesuatu yang indah dari sebuah peristiwa atau seseorang yang mengganggu dan melukai hidup kita.

(Baca juga: SAAT ANDA PERCAYA, MUKJIZAT DAN TANDA-TANDA AJAIB TERJADI)

Sama seperti kerang tiram yang membungkus objek asing tersebut lapis demi lapis, kita pun dapat mengisolasi rasa kecewa, takut, kuatir, benci, sedih, atau pahit kita dengan cara berdoa, memuji menyembah Tuhan, dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Sehingga, seiring waktu, hati kita semakin kuat, jiwa kita semakin teguh, dan hal buruk yang kita alami dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa bagi hidup kita dan orang lain. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

PENCOBAAN YANG KITA ALAMI ADALAH PENCOBAAN BIASA

Bahan renungan:

1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

“Kamu tidak mengerti, sih, penderitaan yang saya alami.” Itu adalah pernyataan yang sering saya dengar ketika melakukan konseling.

(Baca juga: RENCANAKAN HARI-HARI ANDA)

Seringkali kita merasa bahwa masalah yang kita alami adalah masalah yang besar dan tidak ada seorang pun yang dapat mengertinya. Rasul Paulus menjawab hal tersebut melalui ayat renungan yang kita baca pada hari ini. Menurut saya, ayat di atas adalah salah satu pernyataan Paulus yang “kurang berperasaan”.

Rasul besar itu mengatakan bahwa pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa. Perlu kita pahami bahwa Paulus mengatakan hal tersebut bukan karena dia tidak mengalami penderitaan. Sebaliknya, di dalam pelayanannya memberitakan Injil, Paulus seringkali menghadapi bahaya. Mulai dari kelaparan, kehausan, karam kapal, disiksa, dipenjara, dirampok, bahkan dianiaya. Paulus menderita bukan karena melakukan kejahatan, dia menderita demi Injil dan demi orang-orang yang tidak dikenalnya. Meski demikian, Paulus menganggap semua hal yang dia alami adalah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatannya.

Saya dapat mengerti mengapa Paulus memiliki respons demikian, semata-mata karena Paulus menyadari bahwa Roh yang tinggal di dalam dia jauh lebih besar daripada segala masalah yang dihadapinya. Paulus menyadari bahwa di dalam Kristus dia lebih dari pemenang.

(Baca juga: PILIH MANA: PERCAYA JANJI TUHAN ATAU KENYATAAN YANG BURUK?)

Teman, saya dapat mengerti jika hari ini kita mungkin sedang sedih, kecewa, kuatir, atau takut menghadapi masalah yang besar. Namun di sisi lain, saya juga ingin kita mengerti bahwa Tuhan jauh lebih besar dari semuanya itu. Tuhan sanggup menolong dan memulihkan kita. Dia adalah Bapa yang baik dan kita adalah anak kesayangan-Nya.” Firman Tuhan di dalam 1 Petrus 5:7 mengatakan, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

EMPAT HAL MENGENAI PEMBERIAN TUHAN YANG PERLU ANDA KETAHUI

Bahan renungan:

Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Rasul Yohanes memberikan garis batas yang jelas antara iblis dan Yesus. Singkatnya, segala yang buruk berasal dari iblis, sedangkan segala yang baik berasal dari Yesus. Penting sekali kita mengerti hal tersebut, mengingat ada begitu banyak pengajaran yang mengatakan bahwa Tuhan memang baik, tetapi Dia juga mengijinkan hal yang buruk untuk menguji iman kita.

(Baca juga: JAUH LEBIH BAIK JIKA YESUS PERGI)

Teman, Tuhan tidak pernah mencobai ataupun mengijinkan yang buruk untuk menguji kehidupan kita (Yakobus 1:13). Firman Tuhan mengatakan Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8). Kasih adalah cara Tuhan untuk membawa seseorang kepada pertobatan (Roma 2:4).

Berikut adalah empat hal yang perlu Anda ketahui mengenai pemberian Tuhan:

1. TUHAN HANYA MEMBERIKAN YANG BAIK (Yakobus 1:17)
Dia tidak pernah menguji atau mencobai kita dengan kecelakaan, sakit penyakit, atau kemiskinan kepada anak-anak-Nya (Yakobus 1:13). Yeremia 29:11 menjamin hal tersebut bahwa rancangan-Nya bukanlah rancangan kecelakaan, melainkan rancangan damai sejahtera.

2. SEMUA BERKAT SUDAH DIBERIKAN (Efesus 1:3)
Tidak ada satupun berkat yang Tuhan tahan, semua sudah diberikan dan disediakan bagi setiap orang yang percaya, sejak 2000 tahun lalu ketika Yesus tergantung di atas kayu salib. Kematian dan kebangkitan Yesus telah merobek pintu Sorga sehingga semua berkat tersebut, yaitu keselamatan, kesembuhan, kesehatan, umur panjang, kelimpahan, kuasa Roh Kudus, kemenangan atas dosa dan maut, dan pembebasan dari kutuk tercurah. Jika kita belum menerima berkat-berkat dan anugerah tersebut, itu bukan lagi karena Tuhan yang menahannya, karena Dia sudah memberikan seluruhnya kepada kita melalui Yesus.

3. PEMBERIAN TUHAN HANYA DAPAT DITERIMA MELALUI IMAN (Roma 4:13-14)
Mungkin kita pernah mendengar TIGA LANGKAH MENERIMA BERKAT TUHAN atau LIMA HAL YANG PERLU DIJAUHI AGAR DISEMBUHKAN, seolah kita harus melakukan perbuatan baik tertentu untuk menerima pemberian Tuhan. Roma 4:13-14 mengatakan, justru kalau kita mengharapkan janji berdasarkan perbuatan, sia-sialah iman dan batallah janji Tuhan. Kita tidak dapat menerima kebaikan dan kemurahan Tuhan melalui perbuatan, melainkan hanya melalui IMAN. Seperti saya bahas di poin nomor dua bahwa semua berkat sudah dianugerahkan kepada kita, dengan kata lain, bagian Tuhan untuk memberikan kepada kita sudah selesai. Kini tersisa bagian kita untuk menerima segala berkat tersebut melalui iman (Roma 5:2).

(Baca juga: MENGUNGKAP KATA KASIH DI DALAM BAHASA IBRANI)

4. TUHAN TIDAK MENGHENDAKI YANG BURUK BAGI KITA (Mazmur 139:14-16)
Tuhan yang menenun dan membentuk hidup kita. Tuhan yang merancangkan hari-hari kita sebelum ada satupun. Tuhan hanya merancangkan yang baik untuk anak-anak-Nya. Bukan Tuhan yang merancangkan kita bangkrut di usia 35 tahun, kanker di usia 40 tahun, dan kemudian mati muda. Kehendak Tuhan adalah kita sehat, diberkati, umur panjang, dan menjadi berkat untuk banyak orang. Yakobus 1:14 mengatakan manusia terseret kepada hal-hal buruk karena keinginan dan keputusan yang menyimpang dari kebenaran, bukan karena kehendak Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

APA BENAR TUHAN MENGGUNAKAN MASALAH UNTUK MELATIH KITA?

Bahan renungan:

Roma 2:4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

“Tuhan izinkan ini terjadi supaya saya semakin intim dengan-Nya,” “Tuhan menggunakan masalah untuk membawa saya naik tingkat,” “Kini saya mengerti, Tuhan punya rencana indah di balik semua hal yang Dia izinkan terjadi di dalam hidup saya.”

(Baca juga: APA BENAR TUHAN MASIH MENAMPUNG AIR MATA KITA DI KIRBATNYA?)

Anda mungkin pernah mendengar pernyataan-pernyataan serupa seperti di atas seolah Tuhan adalah dalang dari semua masalah kita. Seolah Tuhan menggunakan masalah untuk melatih kita dan menarik kita kembali kepada-Nya. Teman, saya tidak tahu bagaimana pemahaman seperti itu ada di dalam gereja Tuhan, tetapi satu hal yang saya tahu pasti bahwa pemahaman di atas sangat tidak alkitabiah.

Tuhan tidak pernah merencanakan masalah terjadi di dalam hidup Anda dan saya. Yakobus 1:13-14 dengan jelas mengatakan, “Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.” Lalu, pada ayat 17 Rasul Yakobus menegaskan, “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang …” Ya, Tuhan yang penuh kasih tidak mungkin merancangkan yang jahat bagi anak-anak-Nya.

(Baca juga: PELIHARALAH DAMAI SEJAHTERA DAN SUKACITA ANDA)

Tuhan menggunakan kebaikan dan kemurahan-Nya untuk membawa kita kembali kepada-Nya. Ketika melayani di dunia, Yesus selalu menggunakan kasih, pengampunan, dan mukjizat untuk membawa banyak orang datang kepada-Nya. Tidak pernah sekalipun Yesus menggunakan sakit penyakit, kecelakaan, penderitaan, atau kemiskinan untuk membawa orang datang kepada-Nya. Tuhan adalah kasih dan Dia senantiasa berusaha menarik perhatian Anda dengan kasih-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

TIDAK PERLU BERLEBIHAN MERESPONS MASALAH ANDA

Bahan renungan:

2 Raja-raja 6:15-16 Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?” Jawabnya: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.”

Kota tempat Elisa dan bujangnya tinggal dikepung oleh Bangsa Aram. Elisa dan bujangnya menghadapi masalah antara hidup dan mati. Namun, kedua orang ini memiliki cara pandang yang berbeda tentang masalah. Karena berpegang pada dua hal berbeda.

(Baca juga: JANGAN LARI DARI MASALAH, HADAPI!)

Di mata orang sang bujang, mereka akan segera mati. Sang bujang merasa masalah yang mereka hadapi lebih besar dari kekuatan mereka. Sang bujang ketakutan dan mungkin sudah bersiap untuk mengangkat bendera putih. Elisa berbeda. Elisa tidak melayangkan pandangannya kepada masalah. Dia melihat kepada sesuatu yang lain, yaitu Tuhan. Di mata Elisa, yang menyertai dirinya lebih banyak dari pada musuh yang mengepungnya. Elisa tidak ketakutan. Elisa tidak membiarkan situasi mengambil alih hidupnya.

Teman, Anda bisa berada di dalam satu atap yang sama, menghadapi masalah yang sama, tetapi Anda bisa memiliki cara pandang yang berbeda terhadap masalah tersebut. Daud dan Saul bertemu musuh yang sama, yaitu Goliat. Saul katakan raksasa terlalu kuat, Daud katakan cukup satu batu. Dua belas pengintai pun demikian ketika mereka melihat Tanah Kanaan. Sepuluh orang mengatakan akan mati, dua orang mengatakan pasti menang.

(Baca juga: ANDA LEBIH BERHARGA DARI BURUNG PIPIT)

Terkadang kita berlebihan merespons masalah-masalah kita. Kita tergoncang ketakutan, kecewa kepada Tuhan, kepahitan, sementara ada orang-orang di luar sana yang mengalami masalah lebih besar dan lebih banyak, tetapi tetap dapat bersukacita. Pandang masalah Anda sesuai porsinya. Firman Tuhan dalam 1 Korintus 10:13 mengatakan bahwa masalah kita tidak ada yang luar biasa, tidak ada yang melebihi kekuatan kita. Tidak lebih besar dari Yesus yang tinggal di dalam Anda. (penulis: @mistermuryadi)

TUHAN MEMBERIKAN KITA JALAN KELUAR, BUKAN MENCOBAI KITA

Bahan renungan:

1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Saya heran dengan beberapa hamba TUHAN yang sering berkata, “Ketika Tuhan mengijinkan pencobaan, Dia tidak lupa memberikan jalan keluarnya.” Kalau benar seperti itu, terkesan Tuhan kita plin-plan, Dia yang berikan pencobaan, Dia juga yang berikan jalan keluar.

(Baca juga: TETAPLAH BERSYUKUR SEKALIPUN KITA DIRUNDUNG PENDERITAAN)

Yakobus 1:13 jelas mengatakan, “Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.”

Ayat di atas mengatakan, “Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar …” Perhatikan, bukan Tuhan yang mengijinkan pencobaan bagi hidup kita. Justru, Tuhan ada pihak kita untuk memberikan kita jalan keluar.

(Baca juga: TUHAN SUDAH MENENTUKAN TAKDIR DAN NASIB MANUSIA)

Teman, Yesus ada bukan untuk membuat Anda menderita. Yohanes 10:10 jelas mengatakan bahwa Dia datang untuk memberikan kita hidup. Itu sebabnya Bapa Sorgawi mengaruniakan kepada kita nama Yesus yang berkuasa, supaya setiap kali yang buruk atau yang jahat datang ke dalam hidup kita, kita mengusirnya di dalam NAMA YESUS. (penulis: @mistermuryadi)

DI TENGAH PENCOBAAN, TUHAN DATANGKAN KEBAIKAN

Bahan renungan:

Yakobus 1:2-3 “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.”

Kata “anggaplah” dalam ayat ini berarti hal tersebut bukan yang sebenarnya dirasakan. Anda pasti setuju bahwa tidak ada pencobaan atau penderitaan yang enak. Jadi, pada dasarnya ayat ini mengatakan, seandainya kita, karena satu dan lain hal, masuk ke dalam pencobaan, entah itu karena salah kita atau orang lain, anggaplah itu sebagai suatu kebahagiaan. Kenapa? Roma 8:28 katakan, “TUHAN turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi DIA.” TUHAN tetap sanggup datangkan kebaikan sekalipun kita sedang dalam pencobaan.

(Baca juga: YESUS SELALU DAPAT MENEMUKAN YANG BAIK DARI KITA)

Misalnya: karena keputusan ayah Anda terhadap bisnisnya, Anda jadi hidup susah. Itu bukan salah Anda. Anda hanya terkena dampak dari keputusan ayah Anda. Firman Tuhan katakan, anggaplah itu sebagai suatu kebahagiaan. Bukan bahagia terhadap pencobaannya, tapi bahagia karena selalu ada hal-hal baik yang bisa TUHAN datangkan di dalam peristiwa tersebut. Seperti: ayah Anda bertobat dan berserah kepada YESUS, ayah Anda mau diajak ke persekutuan, dan lain sebagainya.

(Baca juga: KALAU TUHAN KATAKAN KITA BERHARGA, OPINI LAIN TIDAK PENTING)

Satu hal yang perlu Anda pahami, bahwa pencobaan bukan berasal dari TUHAN. Kita tahu TUHAN hanya memberikan yang terbaik kepada kita, anak-anakNYA. Kita telah belajar, manusia masuk ke dalam pencobaan karena keinginannya sendiri (Yakobus 1:13-15). Dan kabar sukacitanya, sekalipun kita terperosok ke dalam pencobaan, entah akibat ulah kita sendiri atau orang lain, TUHAN tetap setia dan DIA sanggup datangkan kebaikan kepada kita. Tidak ada alasan bagi kita untuk menyerah terhadap pencobaan, karena ada TUHAN yang setia bersama kita. (penulis: @mistermuryadi)