APAKAH ANDA INGIN MELIHAT “LAUT MERAH” TERBELAH?

Bahan renungan:

Keluaran 4:2-4 TUHAN berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.” Firman TUHAN: “Lemparkanlah itu ke tanah.” Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya. Tetapi firman TUHAN kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu dan peganglah ekornya” –Musa mengulurkan tangannya, ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat di tangannya.

Sebelum Musa menjadi seorang pahlawan yang membebaskan dua juta orang Israel dari Mesir, Tuhan menemui Musa di semak belukar dan menantangnya untuk mengandalkan-Nya sepenuhnya, bukan logika atau pengalamannya.

(Baca juga: MENJADI ORANG YANG DIPERCAYA)

Tuhan menantang Musa untuk menangkap ular dengan cara memegang ekornya. Musa bukanlah orang bodoh yang tidak tahu cara menangkap ular. Tinggal di padang gurun selama 40 tahun membuat Musa tahu cara menangkap ular yang baik dan benar, tetapi Tuhan memintanya untuk menangkap ular tersebut dengan cara memegang ekornya.

Umumnya, cara menangkap ular adalah dengan memegang bagian kepalanya, bukan ekornya. Memegang ekor ular sama dengan memberi ijin kepada ular untuk menggigit.

Namun, hari itu, Musa menanggalkan segala logika dan pengalamannya, dan memilih untuk percaya kepada Tuhan. Jika Musa tidak percaya kepada Tuhan untuk urusan memegang ekor ular, Musa tidak akan percaya ketika Tuhan menyuruhnya membelah lautan.

(Baca juga: HARUSKAH KITA TAKUT MENGHADAPI KIAMAT ATAU PENGANGKATAN?)

Terkadang, kita ingin melihat Laut Merah terbelah, tetapi tidak mau percaya ketika Tuhan memerintahkan untuk menangkap ekor ular. Anda mengerti maksud saya? Terkadang kita ingin melihat hal-hal supranatural terjadi, tetapi kita menjalani hidup dengan mengandalkan logika dan pengalamannya. Jika kita ingin melihat hal-hal yang ajaib, percayalah kepada Sang Sumber Keajaiban, hiduplah di dalam cara-Nya yang ajaib. (penulis:@mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

PERBEDAAN DAUD DAN SAUL

1 Samuel 17:37 Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”

Renungkanlah apa yang dipikirkan Daud saat menghadapi Goliat. Di bawah ini adalah alasan yang membuat dia sanggup mengalahkan sang raksasa, sekaligus alasan yang membuatnya berbeda dengan Raja Saul.

  1. Sudut pandangnya berbeda dengan Saul. Daud melihat tantangan sebagai sebuah kesempatan untuk naik dan menang.
  2. Metodenya berbeda dengan Saul. Daud memutuskan untuk menjadikan TUHAN “senjata”nya, yang sudah jelas-jelas terbukti berhasil.
  3. Keyakinannya berbeda dengan Saul. Daud dan Saul sama-sama mendengar ancaman Goliat, namun Daud yakin TUHAN yang ada bersamanya sanggup mengalahkan Goliat, sedangkan Saul tidak.
  4. Visinya berbeda dengan Saul. Daud ingin membuat nama TUHAN dikenal sebagai penyelamat di seluruh dunia, sedangkan Saul hanya ingin menyingkirkan Goliat apa pun caranya dan membuat namanya sendiri mahsyur.
  5. Pengalamannya berbeda dengan Saul. Daud menyadari bahwa TUHAN yang selalu menyelamatkan dia dari singa dan beruang di padang. Inilah yang membuatnya percaya kepada janji TUHAN, bukan ketakutan terhadap masalah.
  6. Sikapnya berbeda dengan Saul. Daud tidak memandang Goliat sebagai ancaman yang besar, melainkan sebagai sasaran yang terlalu besar untuk menghindar dari serangannya. (penulis: @mistermuryadi)