JANGAN BIARKAN MASA LALU ANDA MENCURI MASA DEPAN ANDA

Bahan renungan:

Filipi 3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.

Satu-satunya alasan mengapa Paulus mengatakan, ” … tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku …” karena masa lalu Paulus kelam dan buruk. Dalam Filipi 3:8, Paulus menyebut masa lalu sebagai sampah.

(Baca juga: APA BENAR DI SORGA AKAN ADA LAYAR YANG MEMUTAR DOSA KITA?)

Anda perlu tahu bahwa Paulus menganggap masa lalunya sampah bukan karena dia adalah seorang pecandu atau penjahat. Paulus adalah orang yang berpendidikan tinggi, lahir dari keluarga yang memiliki reputasi baik, dan memiliki karir yang bagus. Namun dibandingkan dengan pengenalannya akan Kristus, dibandingkan dengan kebenaran yang dia percayai, Paulus menganggap masa lalunya sampah.

Begitu juga semestinya dengan Anda. Apalagi jika masa lalu Anda buruk, kelam, dan tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, segera lupakan dan tinggalkan. Anda hanya akan mengorbankan masa depan Anda jika hidup di masa lalu yang seperti itu.

Mungkin masa lalu Anda buruk, tetapi masa depan Anda tidak harus buruk. Ambillah pelajaran dari masa lalu dan segera beranjak dari sana. Tuhan telah menjadikan Anda ciptaan yang baru. Tinggalkan gaya hidup yang buruk, tinggalkan pasangan yang membuat Anda jauh dari Kristus, tinggalkan pergaulan yang merusak hidup Anda, tinggalkan cara berbisnis yang salah, tinggalkan kenangan yang hanya membuat Anda sedih dan menderita, dan tinggalkan kebiasaan buruk yang merugikan hidup Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

(Baca juga: BERHENTILAH MENGUTUKI DIRI ANDA SENDIRI)

Ingat, Tuhan menjanjikan kepada Anda masa depan yang indah dan penuh harapan (Yeremia 29:11). Jangan biarkan masa lalu Anda yang buruk mencuri masa depan Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

Advertisements

BUAH SEBUAH PERTOBATAN SEJATI

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 9:26-27 Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid. Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.

Sebelum menjadi seorang rasul yang membawa berita kasih karunia TUHAN, Paulus adalah seorang penganiaya jemaat Kristen. Namanya sangat disegani di kalangan para ahli Taurat. Namun, perjumpaannya dengan Kristus mengubah hidupnya untuk selamanya, sampai di akhir hidupnya dia memilih menjadi martir bagi TUHAN.

Suatu hari ada seorang teman Kristen yang mengatakan, “Hidup saya bukan urusan kamu, tapi itu urusan saya dengan TUHAN.” Apakah perkataan ini tidak asing di telinga Anda? Teman saya ini mengaku mengenal Kristus dan merenungkan FirmanNYA setiap hari, namun ada yang janggal dengan kelakukannya. Dia memilih melakukan seks bebas dan hidup seenaknya.

Teman, sungguh saya tidak yakin ada orang yang percaya YESUS, namun hidup dengan cara seperti itu. Seperti Saulus, ketika dia berjumpa dengan Kristus, Firman Tuhan menuliskan perubahan hidupnya yang drastis. Ada satu tanda yang bisa Anda lihat dari sebuah pertobatan sejati, yaitu kehidupan yang diubahkan menjadi lebih baik.

Mungkin beberapa orang membela diri dengan mengatakan, “Tapi kan perlu waktu untuk berubah. Mana ada yang dapat berubah dalam semalam?” Ya, saya setuju, memang perlu waktu untuk berubah. Namun dalam hal ini Anda perlu jujur terhadap diri sendiri, apakah benar Anda perlu waktu untuk berubah atau Anda hanya mengatakannya sebagai alasan bahwa sebenarnya Anda tidak mau berubah? Hanya Anda yang bisa menjawabnya. (penulis: @mistermuryadi)