HARAPKAN YANG TERBAIK, UCAPKAN YANG TERBAIK

Bahan renungan:

Mazmur 71:5 Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah.

Setiap orang pasti ingin yang terbaik terjadi di dalam hidupnya. Saya belum pernah bertemu dengan orang yang mengharapkan hal buruk terjadi pada dirinya. Namun, saya menemukan sebuah kejanggalan di mana banyak orang yang mengharapkan hal terbaik terjadi, tetapi tidak mau mengucapkan yang terbaik itu. Jika Anda mengharapkan yang terbaik, seharusnya Anda mengucapkan yang terbaik.

(Baca juga: TEMPAT TERAMAN DI DUNIA)

Saya percaya ucapan kita adalah buah dari apa yang kita percayai.

Saya berikan contoh. Misalnya, suatu saat Tommy diberhentikan dari tempatnya bekerja. Saya percaya yang Tommy inginkan adalah mendapatkan pekerjaan baru, dengan gaji yang jauh lebih baik. Namun pada prakteknya, ketika diberhentikan dari pekerjaan, Tommy mengatakan hal-hal yang buruk kepada dirinya, seperti, “Mati deh gue, mau cari kerja di mana lagi,” “Aduh, kalau nggak segera dapat pekerjaan, bisa tidur di pinggir jalan, nih” atau “Wah, yang S2 saja susah cari pekerjaan, apalagi gue.”

Menurut Anda, apakah Tommy akan mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik jika mengucapkan hal-hal demikian?

Teman, kita telah belajar bahwa pengharapan kita di dalam Kristus tidak pernah sia-sia. Kristus memberikan janji masa depan yang indah dan kehidupan yang penuh kemenangan bagi kita. Apakah kita mengharapkan hal-hal yang luar biasa terjadi? Jika IYA, mulailah mengucapkan janji-janji Tuhan yang luar biasa itu, bukan hal-hal yang buruk

(Baca juga: TUHAN TIDAK MENUNTUT KITA UNTUK JADI ORANG YANG SEMPURNA)

Mari gunakan mulut kita untuk mengucapkan berkat, bukan ketakutan ataupun kekuatiran yang kita rasakan. Saya tidak memungkiri, ketika masalah datang, mungkin saja ada rasa takut dan kuatir yang muncul, tetapi untuk apa kita mendeklarasikan ketakutan dan kekuatiran? Bukankah jauh lebih baik kita mendeklarasikan IMAN kita? (penulis:@mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

KEKUATAN DARI BERHARAP

Bahan renungan:

Roma 8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?

Kebanyakan orang tidak menyadari kekuatan dari berharap. Terkadang beberapa orang mengatakan, “Saya harap begitu,” sebagai ekspresi hampir menyerah terhadap situasi. Padahal pengharapan adalah pemicu iman, dan iman adalah satu-satu “alat” untuk menerima janji Tuhan.

(Baca juga: TUHAN SETIA TERHADAP JANJINYA UNTUK MENYELAMATKAN KITA)

Sebelum iman beroperasi, kita perlu berharap. Berharap adalah langkah awal sebelum kita beriman. Sebelum seseorang benar-benar percaya kabar baik mengenai keselamatan, dia perlu berharap terlebih dahulu bahwa hal tersebut benar adanya.

Sebelum kita percaya kita sembuh, kita perlu memiliki pengharapan akan kesembuhan.

Terkdang orang-orang yang berharap terkecoh dengan perkataan, “Kita tidak dapat sembuh jika hanya berharap, kita perlu percaya.”

Faktanya, ada langkah menuju iman, yaitu berharap. Mustahil kita dapat beriman jika kita tidak memiliki pengharapan. Dalam salah satu perumpamaan, Yesus menceritakan ini, “Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” Perkataan itu menunjukkan ada langkah-langkah sebelum menuai.

Sebelum kita dapat percaya seratus juta rupiah, kita perlu belajar percaya satu juta rupiah. Sebelum kita percaya satu juta rupiah itu, kita perlu mengharapkan hal tersebut.

(Baca juga: KEINGINAN DAGING HANYA AKAN MENUNTUN ANDA KEPADA MAUT)

Mari latihlah diri kita untuk memiliki pengharapan. Bukan sekadar mengharapkan sesuatu yang kita inginkan, tetapi mengharapkan janji Tuhan terjadi. Karena, Firman Tuhan menjamin bahwa janji Tuhan YA dan AMIN bagi hidup kita. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TERNYATA BUKAN TUHAN YANG MENUNDA JALAN KELUAR BAGI HIDUP KITA

Bahan renungan:

Mazmur 121:2 Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Saya tidak tahu bagaimana dengan Anda, tetapi berdasarkan pengalaman, saya menemukan banyak orang mengira menantikan pertolongan Tuhan berarti menunggu, tanpa perlu berbuat apa-apa. Saya percaya hal tersebut keliru.

(Baca juga: SAAT MARTA SEPAKAT DENGAN YESUS, LAZARUS BANGKIT!)

Menantikan pertolongan Tuhan bukan berarti Anda pasif menunggu. Justru sebaliknya, Anda perlu bertindak. Bertindak yang saya maksud adalah bertindak berdasarkan janji Tuhan yang Anda percayai. Misalnya Anda percaya Tuhan memberkati pekerjaan tangan Anda, seperti yang tertera dalam Ulangan 2:7, Anda tidak dapat diam, tidak berbuat apa-apa, lalu mengharapkan Tuhan memberkati hidup Anda.

Begitu juga jika Anda ingin hidup dalam kasih karunia dan damai sejahtera seperti yang dijanjikan dalam 2 Petrus 1:2. Anda tidak dapat diam dan tidak berbuat apa-apa, Firman Tuhan mengatakan Anda perlu semakin mengenal Tuhan Yesus. Itu artinya, Anda perlu luangkan waktu Anda untuk membaca dan merenungkan Firman, dan mengalokasikan sebagian uang Anda untuk membeli buku rohani atau rekaman khotbah yang Anda membantu Anda semakin mengenal Tuhan Yesus.

Satu contoh lagi. Jika Anda mengharapkan hubungan pernikahan yang indah dan mesra, Anda tidak dapat berdiam diri, dan menunggu pasangan Anda berubah. Firman Tuhan dalam Efesus 5:22 dan 24 mengatakan, para istri perlu tunduk kepada suami seperti kepada Kristus, dan para suami perlu mengasihi istri seperti Kristus mengasihi jemaat. Siapa yang perlu melakukan terlebih dahulu, suami atau istri? Bagi saya, yang perlu melakukan terlebih dahulu adalah Anda yang benar-benar mengharapkan hubungan pernikahan yang indah dan mesra.

(Baca juga: DOA ORANG PERCAYA TIDAK BERTELE-TELE)

Jika Anda renungkan, ternyata bukan Tuhan yang menunda jalan keluar bagi hidup kita. Seringkali, kita tidak menemukan jalan keluar karena kita hanya diam dan menunda untuk bertindak berdasarkan apa yang Firman Tuhan katakan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

KEPADA SIAPA ANDA MEMERCAYAKAN HIDUP ANDA?

Bahan renungan:

Mazmur 146:3 Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan.

Setiap kali memilih sebuah merek tertentu untuk kita pakai, itu artinya kita memercayakan diri kita kepada merek tersebut. Contohnya. Jika kita memakai kacamata hitam Ray Ban, itu artinya kita memercayakan mata kita kepada Ray Ban. Jika kita mengenakan sepatu Nike, itu artinya kita memercayakan kaki kita kepada Nike. Jika kita menggunakan sabun Lux, itu artinya kita memercayakan kulit tubuh kita kepada Lux.

(Baca juga: BERKAT TUHAN TIDAK TERGANTUNG PADA LOKASI BISNIS ANDA)

Kita memiliki merek-merek favorit yang kita percayai itu karena kita tahu mereka memberikan kenyamanan bagi tubuh kita. Atau dengan kata lain, dengan menggunakan merek-merek tersebut, kita mengharapkan sebuah keuntungan tertentu bagi tubuh kita.

Pertanyaan saya hari ini, apa yang kita harapkan bagi hidup kita? Karena hal tersebut akan menentukan merek Juruselamat yang kita pilih.

(Baca juga: MARAH HANYA MEMBAWA ANDA KEPADA KEJAHATAN)

Jika yang kita harapkan adalah kesehatan, kselamatan, kesembuhan, berkat, kelimpahan, umur panjang, pemulihan, mukjizat, masa depan yang indah, sukacita, dan damai sejahtera bagi hidup kita, yang kita butuhkan adalah Yesus. Tidak ada “merek” lain yang dapat memberikan kita “kenyamanan” seperti yang Yesus berikan. Percayakanlah hidup kita kepada Yesus. Bersandarlah sepenuhnya kepada-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TUHAN MEMILIKI RENCANA YANG INDAH ATAS HIDUP ANDA

Bahan renungan:

Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Saya percaya orangtua Anda memiliki rencana atas hidup Anda. Beberapa orangtua yang saya kenal, merencanakan agar anak-anaknya dapat sekolah setinggi mungkin, memiliki pasangan hidup yang ideal, dan panjang umur. Namun, di sisi lain, tidak sedikit anak-anak muda yang kenal mesti gigit jari karena rencana orangtua mereka tidak berjalan sesuai harapan.

(Baca juga: JANGAN MENYERAH SEKALIPUN SUDAH PERNAH DITOLAK)

Salah satu contohnya adalah kehidupan saya pribadi. Saya percaya, ketika saya lahir, orangtua saya merencanakan hal-hal yang luar biasa untuk hidup saya. Namun, di satu titik, akibat satu dan lain hal, rencana-rencana tersebut tidak terlaksana. Saya sempat kehilangan harapan akan masa depan saya, sampai akhirnya saya bertemu dengan Yesus, dan Dia memberikan saya harapan yang baru akan masa depan saya.

Mungkin Anda sedang mengalami hal yang sama. Anda kehilangan harapan akibat rencana-rencana orangtua Anda tidak berjalan dengan baik. Atau mungkin, rencana-rencana Anda untuk anak-anak atau keluarga Anda tidak terlaksana karena satu dan lain hal.

Hari ini saya membawa kabar sukacita untuk Anda. Firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan memiliki rencana atas hidup setiap kita. Saya percaya rencana Tuhan adalah rencana yang indah, terbaik, dan yang terpenting, rencana-Nya tidak pernah gagal.

(Baca juga: HANYA TUHAN YANG SANGGUP MEMULIHKAN ANDA)

Jika Anda tertarik dengan rencana yang Tuhan sediakan, mendekatlah kepada-Nya, tinggallah dalam kebenaran-Nya, dan saksikan bagaimana rencana-Nya terwujud di dalam hidup Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

APA PUN YANG SEDANG KITA HADAPI, JANGAN TAKUT!

Bahan renungan:

Ulangan 31:6 “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

Ayat renungan kita hari ini adalah Firman Tuhan yang disampaikan untuk Yosua dan Bangsa Israel melalui Musa. Tuhan ingin Yosua dan Bangsa Israel tidak menaruh rasa takut kepada masalah, melainkan kepada Tuhan.

(Baca juga: SALAH SATU TUGAS ROH KUDUS YANG PERLU ANDA KETAHUI)

Satu-satunya cara agar kita tidak takut terhadap masalah adalah dengan menyadari bahwa Tuhan senantiasa mengasihi dan menyertai kita. Rasul Yohanes mengonfirmasi hal tersebut dalam 1 Yohanes 4:18, bahwa di dalam kasih yang sempurna tidak ada ketakutan.

Saya berharap sementara kita merenungkan ayat di atas, Roh Kudus meneguhkan hati kita, mengingatkan kita bahwa Bapa tidak pernah membiarkan atau meninggalkan kita. Dia senantiasa ada bersama kita, entah di atas gunung yang tinggi, atau di lembah yang sangat dalam. Oh, tidak ada kabar yang lebih baik dari hal tersebut.

(Baca juga: SATU-SATUNYA PENYEBAB TUHAN SEDIH TERHADAP KITA)

Apa pun yang sedang kita hadapi, jangan takut dan jangan gemetar. Terus maju dan jangan berhenti berharap bahwa hari-hari di depan kita adalah hari yang indah dan cerah. Jangan berhenti memercayai bahwa kitalah pemenangnya. (penulis: @mistermuryadi)

DUA HAL INI DAPAT MENGUNGKAP SIAPA ANDA SESUNGGUHNYA

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 15:8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita …

Satu hal penting ini perlu kita tahu bahwa Tuhan mengenal hati manusia. Dia tahu siapa kita yang sesungguhnya. Dia tahu apa yang kita lakukan di saat tidak ada seorang pun yang melihat. Puji Tuhan, Dia tetap memilih untuk mengasihi kita terlepas dari segala sesuatu yang kita perbuat.

(Baca juga: TUHAN SETIA MEMBERIKAN KITA KESEMPATAN UNTUK HIDUP YANG LEBIH BAIK)

Hari ini saya ingin membahas mengenai dua hal yang dapat mengungkapkan karakter kita dan hubungan kita dengan Tuhan. Yang pertama adalah cara kita memperlakukan orang lain, dan yang kedua, adalah keinginan hati kita.

Di depan orang lain, kita dapat memuji diri kita setinggi langit, kita dapat menceritakan kepada sebanyak mungkin orang mengenai kehebatan yang pernah kita lakukan, agar membuat orang lain terkesan. Namun, siapa kita yang sesungguhnya dapat terlihat dari cara kita memperlakukan orang lain dan dari keinginan-keinginan kita, bukan dari hal-hal yang kita ceritakan kepada orang lain.

Saya pernah bertemu seorang pemimpin gereja yang pandai berkhotbah, tetapi sangat buruk memperlakukan pelayan di rumahnya. Saya juga pernah bertemu dengan seorang pelayan gereja yang sangat aktif, tetapi keluarganya mengenal dirinya sebagai orang yang sangat materialistis. Bagaimana mungkin demikian?

Yesus adalah Pribadi yang sama, baik ketika Dia sedang sendiri ataupun di keramaian. Kita dapat mengatakan Yesus sangat baik bukan hanya dari apa yang Dia telah lakukan bagi kita, tetapi juga dari apa yang Dia inginkan dan harapkan bagi kita.

Saya menulis hal di atas bukan untuk menuduh atau menyudutkan, melainkan agar kita tahu di mana kita berada sekarang, dan ke mana kita harus melangkah selanjutnya.

Bagi saya, jika kita tahu bahwa diri kita dalam kondisi yang tidak benar atau tidak baik, adalah hal yang baik bagi kita jika kita mengubahnya. Perlahan, tapi pasti. Kitalah yang akan paling diuntungkan ketika kita berubah semakin serupa dengan Kristus.

(Baca juga: ANDA TIDAK HARUS TAKUT SAAT MENGHADAPI MASALAH)

Saya percaya Tuhan ingin hidup kita selaras dengan kebenaran-Nya. Kebenaran-Nya jangan hanya sebatas kita ucapkan melalui mulut kita, tetapi kita hidupi, sehingga menjadi satu bagian dengan diri kita. Agar ketika orang lain mengenal kita, mereka melihat Kristus nyata di dalam kehidupan kita, sehingga mereka dapat merasakan kasih Tuhan dan diberkati melalui hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.