TUJUH AYAT INI MENUNJUKKAN BAHWA TUHAN SELALU BERSAMA KITA

Bahan renungan:

Yesaya 26:4 Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal.

Dalam situasi tertentu, terkadang kita sulit merasakan bahwa Tuhan senantiasa bersama kita, memperhatikan kita, dan menjaga hidup kita. Bukanlah hal yang bijak untuk membiarkan diri kita dituntun oleh perasaan kita. Bersandarlah kepada kebenaran Firman Tuhan, kepada apa yang Dia ucapkan, sekalipun terkadang perasaan kita mengatakan hal sebaliknya.

(Baca juga: JANGAN MENYIMPAN ATAU MEMBIARKAN MASALAH ANDA)

Berikut ini adalah tujuh ayat yang menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan atau membiarkan kita sendirian. Ayat-ayat ini ditulis dalam kurun waktu dan situasi yang berbeda-beda. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa Tuhan senantiasa menyertai orang percaya, yaitu Anda dan saya.

1. Yosua 1:9 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

2. Yesaya 41:10 “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”

3. Ulangan 31:6 “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab Tuhan, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

4. Zefanya 3:17 Tuhan di Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai …

5. Matius 28:19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

6. Ibrani 13:5 “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

(Baca juga: TERLEBIH LAGI KITA PERLU MEMERCAYAI PENCIPTA PARA DOKTER)

7. Roma 8:38-39 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

KEMAMPUAN KITA UNTUK TINGGAL TENANG SANGAT KRUSIAL

Bahan renungan:

Matius 14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”

Saat masa-masa sulit datang, tantangan terbesar adalah tetap tenang. Secara alami, kita cenderung cepat merespons, takut, cemas, dan berusaha melakukan sesuatu untuk memerbaiki atau memecahkan masalah. Namun, kita perlu belajar untuk tinggal tenang, sehingga kita dapat berpikir jernih, bertindak bijaksana, dan membuat keputusan yang tepat.

(Baca juga: SEANDAINYA DI DUNIA INI TIDAK ADA MASALAH LAGI)

Musa pernah mengalami hal itu. Ketika pasukan Firaun mengejar Bangsa Israel, sementara di hadapan mereka terbentang Laut Merah, sepertinya tidak ada jalan. Bangsa Israel bersungut-sungut, marah, dan menuduh Musa hendak mencelakai mereka. Di tengah tekanan besar, Musa memilih untuk tinggal tenang dan berdoa meminta hikmat kepada Tuhan.

Hasilnya adalah sebuah perkataan iman yang sangat meneguhkan Bangsa Israel, perkataan yang melukiskan harapan dan kekuatan, “Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”

Seandainya saja Musa tidak tenang dan memilih untuk cepat merespons, marah, panik, takut, atau kuatir, tentu kita tidak akan pernah mendengar kisah Laut Merah terbelah dan dua juta Bangsa Israel berjalan di tanah yang kering dengan penuh sorak sorai.

(Baca juga: JANGAN KERASKAN HATI ANDA TERHADAP KEBENARAN)

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sedang mengalami sebuah masalah yang besar? Tinggallah tenang di dalam janji Tuhan, jangan takut. Tuhan telah berjanji untuk menyertai kita sampai kesudahan zaman. Saya percaya Dia pasti membelah setiap “Laut Merah” yang menghadang kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

PILIH MANA: PERCAYA JANJI TUHAN ATAU KENYATAAN YANG BURUK?

Bahan renungan:

2 Raja-raja 6:17 Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.

Pernahkah Anda berada di dalam sebuah situasi di mana Anda harus memilih antara mempercayai janji Tuhan yang belum kelihatan dan kenyataan pahit yang terlihat jelas dengan mata jasmani Anda?

(Baca juga: ANDA DIBERKATI DI MANA PUN ANDA BERADA)

Situasi di atas pernah dialami oleh bujang Elisa. Matanya melihat bahwa dia dan Elisa dikepung oleh tentara Aram. Menyelisik reaksinya pada ayat 15, “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?” dapat saya pastikan bahwa sang bujang lebih mempercayai apa yang mata jasmaninya dia lihat daripada janji Tuhan di dalam hatinya.

Di sisi lain, Elisa juga di situ bersama sang bujang. Nyawa Elisa pun terancam seperti halnya sang bujang. Namun Elisa lebih mempercayai janji Tuhan yang ada di dalam hatinya, yang belum kelihatan, dibanding mempercayai mata jasmaninya. Ayat 16 menuliskan pernyataan iman Elisa “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” Hebat!

Teman, bagaimana dengan Anda? Mana yang lebih Anda percayai, janji Tuhan yang belum terlihat atau kenyataan yang terlihat?

Kalau Anda perhatikan cerita di atas, Elisa dan bujangnya ada di dalam satu kondisi yang sama, tetapi mereka mempercayai dua hal yang berbeda, sehingga menghasilkan dua respons yang berbeda. Sang bujang mempercayai kenyataan buruk yang dilihat matanya dan hasilnya adalah ketakutan dan kekuatiran, sedangkan sang nabi mempercayai janji Tuhan dan mengabaikan kenyataan buruk yang dilihatnya. Hasilnya adalah iman dan mukjizat.

Saya mengerti bahwa situasi yang terjadi di dalam hidup kita tidak selalu indah. Saya pun mengalami hal tersebut. Namun Anda perlu ingat bahwa Anda memiliki Tuhan yang besar yang memberikan janji kekal bagi Anda. Jika Anda percaya kepada janji Tuhan, justru di tengah hujan badai, Anda dapat melihat pelangi yang indah; di tengah kesesakan, Anda dapat melihat mukjizat dinyatakan.

(Baca juga: HIDUP KARENA PERCAYA, BUKAN KARENA MELIHAT)

Seperti nasihat Elisa kepada bujangnya, “Jangan takut …” Saya pun ingin mengatakan kepada Anda supaya jangan takut, karena yang menyertai Anda jauh lebih besar dari masalah yang Anda hadapi. Peganglah janji Tuhan, dan mulai ucapkan harapan Anda, bukan ketakutan Anda. (penulis: @mistermuryadi)

TUHAN MENJAGAI ORANG YANG HATINYA MELEKAT KEPADANYA (MAZMUR 91:14)

Bahan renungan:

Mazmur 91:14 Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Dalam renungan kemarin kita telah belajar bahwa kita, orang-orang yang percaya kepada Yesus, adalah pusat perhatian Tuhan. Tuhan memerintahkan para malaikat-Nya untuk menjaga segala jalan kita dan menatang kita supaya kaki kita tidak terantuk batu. Betapa spesial Anda dan saya di hadapan Tuhan.

(Baca juga: TUHAN PERINTAHKAN MALAIKATNYA MENJAGA KITA (MAZMUR 91:11-13))

Hari ini saya ingin mengajak Anda untuk melihat lebih dekat mengenai penyertaan Tuhan dalam hidup Anda. Membaca ayat di atas, seolah Tuhan baru akan meluputkan kita dari malapetaka dan membentengi kita dari tulah jika hati kita melekat kepada-Nya. Seolah Tuhan baru akan melakukan yang baik jika kita terlebih dahulu berbuat baik kepada-Nya.

Teman, Tuhan tidak seperti itu. Tuhan akan tetap baik kepada Anda sekalipun Anda jahat. Tuhan tetap setia sekalipun Anda tidak setia (2 Timotius 2:13).

Lalu, bagaimana dengan ayat di atas? Kata “melekat” dalam renungan kita hari ini diambil dari kata Ibrani “chashaq” yang berarti mengarahkan hatinya, jatuh cinta, dan menginginkan.

Untuk menjelaskan maksud dari ayat di atas mari kita melihat apa yang dikatakan Yesus dalam Lukas 11:23, “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”

Jadi, menurut Firman Tuhan hanya ada dua jenis orang di dunia ini: yang mengumpulkan dan yang menceraiberaikan. Yang mengarahkan hatinya kepada Tuhan dan yang mengarahkan hatinya untuk hal lain. Yang jatuh cinta kepada Tuhan dan yang jatuh cinta kepada hal selain Tuhan. Yang menginginkan Tuhan dan yang tidak menginginkan Tuhan.

Sederhananya, orang-orang yang hatinya tidak melekat kepada Tuhan berarti tidak menginginkan Tuhan. Mereka menolak Tuhan, mereka menolak penjagaan Tuhan. Bukan Tuhan yang tidak meluputkan mereka dari malapetaka atau tidak menjaga mereka dari yang jahat, melainkan mereka yang menolak penyertaan Tuhan.

(Baca juga: TUHAN MELINDUNGI KITA DARI MALAPETAKA DAN TULAH (MAZMUR 91:9-10))

Saya bisa saja membuka pintu rumah saya untuk mengundang semua orang datang, tetapi tidak semua orang mau datang ke dalam rumah saya. Tuhan pun demikian. Dia telah menunjukkan jalan-jalan kebenaran kepada dunia ini, tetapi tidak semua orang mau hidup di dalamnya. Ada orang-orang yang secara sadar memutuskan untuk menjauh dari jalan-jalan kebenaran. (penulis: @mistermuryadi)

TUHAN PERINTAHKAN MALAIKATNYA MENJAGA KITA (MAZMUR 91:11-13)

Bahan renungan:

Mazmur 91:11-13 Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu. Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.

Membaca ayat di atas membuat saya merasa sangat dikasihi oleh Tuhan. Betapa Tuhan yang kita sembah sangat memikirkan kita, sangat memperhatikan kita. Mungkin beberapa di antara kita berpikir Tuhan begitu jauh, sibuk, sampai terkadang Dia melupakan atau meninggalkan kita. Teman, kita adalah pusat perhatian Tuhan. Tidak ada yang lebih menyenangkan bagi Tuhan selain melihat hidup kita sehat, diberkati, umur panjang, sukacita, dan penuh damai.

(Baca juga: TUHAN MELINDUNGI KITA DARI MALAPETAKA DAN TULAH (MAZMUR 91:9-10))

Untuk menjaga kita, Tuhan memerintahkan para malaikat-Nya. Memastikan kaki kita tidak terantuk batu, memastikan hidup kita tidak diganggu oleh singa dan ular tedung.

Di dalam Perjanjian Baru, melalui Yesus kita mengetahui bahwa Tuhan bukan hanya memerintahkan para malaikat-Nya menjaga kita, tetapi juga Dia sendiri pun mengatakan bahwa akan selalu ada bersama-sama dengan kita untuk menjaga, memelihara, mengangkat, dan memberkati kita.

Wow, dahsyat sekali!

(Baca juga: JANGAN TAKUT, TUHAN SELALU BERSAMA ANDA (MAZMUR 91:5-6))

Jika demikian, apa yang perlu kita takuti? Bagi saya pribadi, merenungkan kebenaran seperti di atas membuat saya kehilangan alasan untuk merasa takut, kuatir, stres, atau depresi. Yang timbul di dalam hati saya adalah sukacita, kekuatan, kepastian, harapan, dan keberanian menghadapi masalah. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JANGAN TAKUT, TUHAN SELALU BERSAMA ANDA (MAZMUR 91:5-6)

Bahan renungan:

Mazmur 91:5-6 Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

Di dalam Kejadian 39:3 ditulis, “Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya.” Juga di dalam 1 Samuel 18:14 ditulis, “Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia.”

(Baca juga: TUHAN MELEPASKAN KITA DARI JERAT (MAZMUR 91:3-4))

Di dalam Perjanjian Lama, Tuhan atau Roh Kudus hanya dapat menyertai orang-orang percaya. Namun, di dalam Perjanjian Baru, Roma 8:11 mengatakan Tuhan atau Roh Kudus tinggal di dalam hati setiap orang percaya. Yesus sendiri mengatakan dalam Yohanes 14:16-17, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” Haleluya.

Itu artinya Sang Sumber Keberhasilan bukan hanya menyertai kita, tetapi juga tinggal di dalam kita. Jika Anda sedang menghadapi kemiskinan, ketahuilah yang menyertai Anda adalah Sang Sumber Berkat dan Kelimpahan. Jika Anda sedang menghadapi sakit penyakit, ketahuilah yang menyertai Anda adalah Sang Sumber Kesembuhan.

Saya percaya inilah alasan berkali-kali Yesus mengatakan supaya kita jangan takut atau kuatir, karena yang tinggal di dalam kita jauh lebih besar dari apa pun masalah yang kita hadapi.

(Baca juga: HIDUP DI BAWAH NAUNGAN YANG MAHATINGGI (MAZMUR 91:1-2))

Akibat dari takut, seringkali kita jadi melihat masalah lebih besar dari Tuhan yang kita percaya. Perasaan takut membuat pikiran kita menjadi bodoh dan tumpul. Teman, jangan takut, Tuhan selalu ada bersama-sama dengan Anda, baik ketika Anda di gunung yang sangat tinggi, ataupun di lembah kekelaman. Dia telah berjanji untuk tidak meninggalkan Anda selamanya (Ibrani 13:5b) dan Tuhan tidak pernah ingkar akan janji-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

PENTINGNYA MENGHAFAL MAZMUR 23 DAN 91

Bahan renungan: Mazmur 23 dan 91

Beberapa hari belakangan, di tengah banyaknya teror, ketakutan, dan kecelakaan, Tuhan berbicara secara spesifik di dalam hati saya mengenai dua pasal di atas, Mazmur 23 dan Mazmur 91. Supaya setiap kita membaca, merenungkan, dan menghafalkannya. Perhatikan, bukan hanya membaca saja, tetapi MENGHAFALKANNYA.

(Baca juga: CAMPER, QUITTER, DAN CLIMBER)

Dua pasal di atas menuliskan mengenai janji Tuhan yang sangat luar biasa bagi setiap orang percaya. Mazmur 23 bercerita mengenai Gembala Yang Baik, yang menjaga, memelihara, dan menuntun kita, domba-domba-Nya. Sementara, Mazmur 91 menceritakan mengenai penjagaan dan penyertaan Tuhan bagi kita di tengah bahaya dan kegelapan.

Tuhan ingin kita tidak takut dan gentar, karena Dia senantiasa bersama-sama dengan kita. Di tengah masalah, Tuhan ingin kita memandang kepada janji setia-Nya. Jadikan dua pasal ini doa Anda setiap hari, pagi saat bangun tidur (Mazmur 23) dan malam sebelum tidur (Mazmur 91). Membaca dua pasal ini tidak lama, hanya memakan waktu Anda sekitar 3-5 menit saja.

Jika Anda sudah berkeluarga, bacalah dua pasal ini bersama keluarga Anda. Kalau anak Anda masih terlalu kecil untuk membaca, bacakanlah untuk mereka setiap hari. Saat Anda membacanya, Anda dapat mengganti kata “aku”, “engkau”, atau “kamu” pada setiap ayat dengan nama Anda.

Melalui pembacaan dua pasal di atas, Tuhan ingin Anda juga mengingat bahwa Anda tidak sendiri, ada Tuhan yang tidak pernah meninggalkan Anda.

(Baca juga: STRES DAN DEPRESI ADALAH INDIKASI DARI SESUATU YANG BERBAHAYA)

Jangan isi pikiran kita dengan hal-hal negatif. Isilah dengan kebenaran Firman Tuhan yang memerdekakan. Sementara Anda membaca, merenungkan, menghafal, dan mempercayai dua pasal di atas, saya percaya terobosan besar terjadi dalam kehidupan Anda. Terobosan karir, bisnis, finansial, keluarga, studi, pelayanan, kesehatan, dan lain sebagainya. (penulis: @mistermuryadi)