JANGAN RAGU MENGHARAPKAN SESUATU YANG TUHAN JANJIKAN

Bahan renungan:

Lukas 11:9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Sebelum Anda mengharapkan sesuatu dari Tuhan, tentu saja Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang Dia janjikan. Bagaimana mungkin Anda mengharapkan janji Tuhan, sementara Anda hanya tahu janji tersebut dari kata orang? Anda perlu mencari tahu janji yang ada di dalam Firman Tuhan, lalu merenungkannya, memercayainya, barulah Anda dapat mengharapkannya.

(Baca juga: KEKUATAN SEBUAH KENANGAN INDAH)

Jika Anda sudah mengetahui janji Tuhan dan memercayainya, Anda tidak perlu lagi meragukan apakah janji Anda akan terwujud atau tidak.

Sama seperti si wanita pendarahan. Sambil mendekat kepada Yesus, dia berkata di dalam hatinya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Perhatikan, si wanita pendarahan itu tidak lagi berpikir apakah dia akan sembuh atau tidak. Dia tahu dan percaya bahwa Yesus adalah Sang Juruselamat yang sanggup memulihkan dirinya. Dia tahu pasti janji Tuhan atas hidupnya. Yang ada di dalam hatinya hanyalah, “Aku pasti sembuh.”

(Baca juga: “HAI ANAK-KU, JANGAN MENANGIS”)

Apa yang sedang Anda harapkan hari ini? Apakah Anda sedang mengharapkan pemulihan, kesembuhan, terobosan finansial, atau teman hidup? Jika iya, segera cari tahu apakah Tuhan menjanjikan hal tersebut dalam Firman-Nya. Ketika Anda menemukannya di dalam Firman Tuhan, renungkan dan pegang teguh janji tersebut. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

BAGIAN ANDA PERCAYA, BUKAN MEMIKIRKAN CARANYA

Bahan renungan:

Bilangan 14:11 TUHAN berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepadaKu, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka!”

Sejak zaman Perjanjian Lama sampai hari ini TUHAN tetap mengharapkan hal yang sama dari manusia, yaitu mempercayaiNYA. TUHAN ingin manusia, karena keinginannya, memberikan sepenuhnya kendali hidupnya kepada TUHAN.

(Baca juga: BAGI ANDA MUNGKIN MUSTAHIL, TAPI BAGI TUHAN TIDAK)

Dalam Keluaran 14:16 dengan jelas TUHAN memberikan perintah kepada Musa atau dengan kata lain, TUHAN ingin Musa mempercayaiNYA, “Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.” Lalu di ayat 21 dikatakan, “Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.”

Anda lihat, bagian Musa bukanlah memikirkan bagaimana cara membelah lautan. Tentu saja Musa, si penggembala kambing domba ini, tidak mengerti cara membelah lautan. Bagian Musa adalah percaya kepada apa yang TUHAN katakan, dan membelah lautan adalah bagian TUHAN, sehingga seluruh Bangsa Israel berjalan di tanah yang kering.

Saya yakin kalau Musa yang memikirkan cara menyelamatkan Bangsa Israel hari itu, dia akan berpikir dapat selamat saja sudah bagus, tidak masalah tanahnya basah atau tidak masalah ada 1000-2000 orang yang menjadi korban, yang penting sebagian besar dapat diselamatkan dari kejaran tentara Firaun.

(Baca juga: MENGAPA TUHAN INGIN KITA KAYA DENGAN CARA MENABUR?)

Teman, bagian kita adalah percaya kepada TUHAN. Percayakan masalah, kekuatiran, dan ketakutan Anda kepada TUHAN. Firman Tuhan katakan dalam 1 Petrus 5:7, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNYA, sebab Ia yang memelihara kamu.” Ketika kuatir melanda, seringkali kita memikirkan bagaimana caranya supaya selamat, teman, serahkanlah semua itu kepada TUHAN. Bagian kita adalah percaya kepada TUHAN dan percaya kepada caranya TUHAN! (penulis: @mistermuryadi)

ADA SAATNYA BAGIAN KITA HANYA PERCAYA SAJA

Bahan renungan:

Lukas 8:50 Tetapi Yesus mendengarnya dan berkata kepada Yairus: “Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat.”

Seumpama ada seorang buta yang bertanya kepada Anda, “Tolong beritahu saya jalan menuju Jalan Sudirman,” lalu Anda menjawab, “Pak, bagaimana jika saya antar ke sana?” Kemudian tanpa disangka si buta menjawab sok tahu, “Ah, tidak perlu Anda mengantar saya. Saya bisa mencari jalanan tersebut sendiri.” Kira-kira bagaimana reaksi Anda?

Saya mungkin akan sebal dan berpikir, “Orang ini sudah sulit melihat, tetapi tidak mau dibantu.”

Tahukah Anda banyak anak TUHAN mengalami hal yang sama di dalam kerohaniannya? Sudah salah jalan, buta, dan kehilangan arah, tetapi dengan sombongnya tetap berpikir dapat menyelesaikan masalahnya sendirian.

Suatu hari saya melayani seseorang yang salah arah di dalam hidupnya dan ketika saya mulai menceritakan solusi berdasarkan Firman Tuhan, orang ini kemudian mengatakan, “Saya rasa saya memiliki jalan keluar lebih baik.” Ah, ingin marah rasanya mendengar respons orang tersebut.

Teman, ada situasi di mana yang perlu kita lakukan hanyalah “PERCAYA SAJA”. Saya sering menyebutnya dengan istilah PERCAYA BUTA. Jika Anda berkali-kali salah jalan, mungkin ini saatnya Anda diam, dan meminta seseorang yang bisa memberikan Anda solusi berdasarkan Firman Tuhan untuk menuntun jalan Anda.

Di tengah kebuntuan, pikiran kita mungkin berputar mencari jalan keluar, namun ada saatnya yang perlu kita lakukan hanyalah, “Apa, ya, kata Firman Tuhan mengenai situasi saya ini?” cari kebenaran mengenai situasi tersebut, dan entah itu masuk akal atau tidak di kepala Anda, percaya dan ikuti saja.

Satu hal yang pasti, jika kita hidup seturut kebenaran Firman Tuhan, kita akan mendapatkan hasil yang dijanjikan oleh Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

JIKA YESUS MENGATAKANNYA, LAKUKAN!

Bahan renungan:

Yohanes 2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”

Di satu titik, Maria tahu bahwa YESUS berbeda dengan kebanyakan orang. Permintaannya kepada YESUS merupakan tanda bahwa Maria percaya YESUS dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain. Instruksinya kepada para pelayan sangat sederhana, “Apa pun yang dikatakanNYA, lakukan.” Pernyataan ini menyiratkan bahwa Maria mengetahui cara YESUS menyelesaikan masalah berbeda dengan pemikiran kebanyakan orang.

Seperti kita ketahui YESUS meminta para pelayan mengisi tempayan-tempayan dengan air dan menyuruh mereka memberikannya kepada pemimpin pesta. Ini perintah yang sungguh kontroversial. Para pelayan tersebut tahu bahwa yang mereka butuhkan adalah anggur, bukan air. Namun, atas perintah Maria, para pelayan ini mentaati apa yang YESUS katakan, dan hasilnya sangat luar biasa, air berubah menjadi anggur terbaik.

Teman, mukjizat di atas tidak akan termanifestasi jika para pelayan tidak melakukan tepat seperti yang YESUS katakan. Firman Tuhan katakan dalam Yesaya 55:8, “Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu.” Jika Anda ingin melihat mukjizat terjadi di dalam hidup Anda, percayalah dan lakukanlah apa yang YESUS katakan melalui FirmanNYA, tidak peduli seberapa bodohnya hal itu. Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia (1 Kor 1:25). (penulis: @mistermuryadi)