IMAN KITA MEMILIKI BENTUK YANG DAPAT ANDA LIHAT DAN RASAKAN

Bahan renungan:

Yakobus 2:18 Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”

Tiga empat bulan terakhir Tuhan berbicara kepada saya mengenai iman. Salah satunya adalah bahwa iman kita memiliki bentuk. Kita dapat merasakan dan melihat iman seseorang.

(Baca juga: KEHANCURAN BUKAN AKHIR SEGALANYA SELAMA KITA PERCAYA TUHAN)

Beberapa kali saya bertemu dengan orang yang mengatakan, “Saya sudah percaya, tetapi mengapa mukjizat belum terjadi?” seolah-olah Tuhan yang menunda mukjizat. Padahal Tuhan tidak pernah menunda berkat (Mazmur 82:11), malahan Dia sudah menganugerahkan semua berkat (Efesus 1:3).

Dalam Ibrani 11, kata “iman” selalu diikuti dengan tindakan atau sikap hati. Iman yang terdengar abstrak ternyata memiliki bentuk berupa tindakan atau sikap hati yang dapat dilihat dan dirasakan semua orang. Atau dengan kata lain, jika Anda ingin melihat iman seseorang, Anda dapat melihatnya melalui perbuatan atau sikap hati orang tersebut. Perbuatan yang saya maksud mencakup tutur kata, sikap hati, perilaku, dan keputusan.

Dalam Ibrani 11:3 ditulis, “Karena iman kita mengerti …” Tanda orang beriman, dia memahami dan mengerti kebenaran Firman Tuhan. Bagaimana cara kita mengerti kebenaran? Dengan cara mempelajarinya. Jadi, orang yang mengatakan “Saya percaya kepada Tuhan”  adalah orang yang senang mempelajari kebenaran Firman Tuhan. Dia menjadikan kebenaran bagian dari rutinitas hidupnya.

Ibrani 11:4 mengatakan, “Karena iman Habel telah mempersembahkan …” Perhatikan, iman dikaitkan dengan mempersembahkan sesuatu. Jika kita percaya, atau beriman bahwa Tuhan sudah memberkati kita, kita tidak akan takut untuk menabur persembahan dan persepuluhan. Tidak berhenti di sana, ayat di atas dilanjutkan, “ … korban yang lebih baik daripada korban Kain.” Iman mempersembahkan yang terbaik, bukan sisa. Memberikan uang sisa jelas bukan ciri-ciri orang yang percaya kepada Tuhan.

Ibrani 11:8 mengatakan, “Karena iman Abraham taat …” Jika kita percaya kepada Tuhan, kita akan taat kepada-Nya. Kita akan lebih memercayai apa yang Dia ucapkan dan perintahkan daripada apa yang kita lihat dan rasakan. Ayat di atas dilanjutkan, “… ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya …” Iman berarti taat kepada Tuhan ketika kita dipanggil, ketika kita mendengar kebenaran, sekalipun kita belum mengerti apa yang akan terjadi di depan, bukan taat ketika kita dalam keadaan terjepit atau tidak ada pilihan lain.

Bentuk lainnya, dalam Ibrani 11:20 dikatakan, “Karena iman maka Ishak, sambil memandang jauh ke depan, memberikan berkatnya kepada Yakub dan Esau.” Iman dikaitkan dengan melihat jauh ke depan, kepada janji Tuhan, kepada apa yang kita harapkan, bukan kepada situasi atau kondisi yang sedang kita alami.

Masih banyak lagi. Iman dikaitkan dengan mempersiapkan yang terbaik, menolak dan meninggalkan cara hidup dunia, percaya kepada kematian dan kebangkitan Kristus, menaklukkan masalah dan tantangan, melakukan kebenaran, menyambut musuh dengan kasih, dan lain sebagainya. Anda dapat membaca dan merenungkan sendiri Ibrani 11.

(Baca juga: HATI-HATI, ADA YESUS YANG LAIN)

Satu hal yang perlu kita ingat bahwa semua tindakan atau perbuatan tersebut mereka lakukan karena mereka percaya kepada Tuhan, bukan karena menginginkan sesuatu dari Tuhan. Namun tidak dapat dipungkiri, akibat mereka percaya kepada Tuhan, mereka mendapatkan sesuatu dari Tuhan, tetapi dasar adalah percaya kepada apa yang Tuhan janjikan dan perintahkan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

Advertisements

DUA CARA MENGECEK PERTUMBUHAN KITA DI DALAM KRISTUS

Bahan renungan:

2 Petrus 1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.

Saya yakin Anda setuju dengan saya bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus perlu semakin bertumbuh di dalam Yesus. Kita perlu semakin mengenal, percaya, dan bergantung kepada-Nya.

(Baca juga: JANGAN TAKUT MENDEKLARASIKAN IMAN KITA)

Namun, bagaimana cara mengenalinya? Bagaimana cara kita mengetahui apakah selama ini kita semakin bertumbuh atau tidak?

Setidaknya ada dua cara yang dapat saya berikan untuk membantu mengenali pertumbuhan diri kita.

Cara pertama, perhatikan masalah-masalah yang kita hadapi. Jika kita masih menghadapi masalah yang sama dengan lima tahun lalu, artinya kita tidak sedang bergerak naik. Kita tidak sedang semakin percaya kepada Tuhan.

Saya berikan contoh. Misalnya, lima tahun lalu pergumulan kita adalah takut dan kuatir untuk memberikan persembahan dan persepuluhan. Lalu, setelah lima tahun, masalah kita masih sama. Padahal, kita sudah bekerja, memiliki gaji lebih besar, mengalami banyak pertolongan Tuhan, tetapi kita tetap masih takut dan kuatir memberikan persembahan dan persepuluhan. Saya dapat pastikan kita tidak sedang bertumbuh di dalam pengenalan akan Kristus.

Begitu halnya jika selama lima tahun kita selalu bingung memutuskan antara pergi ke gereja atau tidak. Saya dapat pastikan kondisi tersebut menunjukkan kita tidak sedang bertumbuh di dalam Kristus.

Cara kedua, cek yang semakin mendominasi hati dan pikiran kita itu ketakutan dan kekuatiran, atau kasih karunia dan damai sejahtera.

Orang yang semakin bertumbuh di dalam Kristus semestinya semakin memancarkan damai sejahtera, sukacita, ketenangan, dan kekuatan dari dalam hidupnya. Amsal 4:18 mengatakan jalan hidup orang benar seperti cahaya fajar, yang semakin hari semakin bertambah terang.

Saya tidak mengatakan hal di atas untuk membuat Anda merasa tertuduh, melainkan supaya Anda tahu kondisi Anda saat ini, sehingga Anda dapat memperbaiki yang salah, dan kembali mendekat kepada Tuhan.

Solusi dari hidup kita yang berantakan, pernikahan yang bermasalah, bisnis yang sepi, keluarga yang tidak bahagia hanyalah Kristus, tidak ada jalan lain. Dan, satu-satunya cara untuk semakin mengenal Kristus adalah melalui membaca dan merenungkan Firman-Nya setiap hari.

(Baca juga: INI KATA ALKITAB TENTANG PENYAKIT YANG TIDAK ADA OBATNYA)

Lingkupi diri kita dan isi waktu-waktu kita dengan hal-hal yang berhubungan dengan kebenaran Firman Tuhan, entah itu melalui membaca website seperti hagahtoday.com, buku-buku rohani, menonton video atau rekaman khotbah di Youtube, tulisan-tulisan yang membangun di Instagram atau Facebook, atau cara lain yang menurut kita efektif. Yang pasti, kita perlu semakin bertumbuh di dalam pengenalan akan Kristus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ORANG YANG PERCAYA FIRMAN TUHAN PASTI BERTINDAK!

Bahan renungan:

Yohanes 2:18 Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”

Firman Tuhan hanya dapat mengubahkan kehidupan ketika kita memercayai Firman tersebut. Tidak peduli seberapa banyak Firman Tuhan yang kita ketahui, jika kita tidak memercayai-Nya, hal tersebut tidak akan membawa keuntungan apapun bagi hidup kita.

(Baca juga: JANGAN BIARKAN IBLIS BEROLEH KEUNTUNGAN DARI HIDUP ANDA)

Lalu, apa ciri-ciri atau tanda kita memercayai kebenaran? Perbuatan, tindakan, atau respons seseorang adalah hal yang membedakan antara orang yang mengetahui dengan memercayai Firman Tuhan. Orang yang percaya Firman Tuhan pasti bertindak sesuai dengan Firman yang dia percayai.

Banyak orang yang berasumsi, yang penting bertindak saja, sekalipun belum mengerti. Hal seperti itu keliru dan tidak alkitabiah. Justru, kita perlu mengerti kebenaran terlebih dahulu, lalu memercayai kebenaran tersebut, dan kemudian bertindak berdasarkan kebenaran tersebut. Itu alasan kita menyebutnya tindakan atau perbuatan iman. Dengan arti kata lain, tindakan atau perbuatan yang dilakukan akibat kita percaya kebenaran Firman Tuhan. Jadi, beriman terlebih dahulu, berbuat kemudian.

Mungkinkah kita percaya, tetapi tidak bertindak? Sangat tidak mungkin. Firman Tuhan nyatakan pada ayat di atas, iman hanya dapat ditunjukkan melalui perbuatan-perbuatan kita.

Saya berikan contoh. Jika kita lumpuh dan percaya kesembuhan, mungkinkah kita terus menerus berbaring di tempat tidur? Tentu saja tidak. Sampai satu titik, kita akan berusaha bangkit dari tempat tidur dan mulai mencoba berjalan. Itu tanda kita percaya. Jika kita terus menerus berbaring di tempat tidur, itu hanya menunjukkan bahwa kita tidak percaya kesembuhan.

(Baca juga: BUATLAH KEPUTUSAN BERDASARKAN FIRMAN TUHAN)

Sama halnya dengan kelimpahan. Jika kita percaya kita adalah orang yang diberkati dan sumber berkat kita adalah Tuhan, kita pasti memberi persembahan dan persepuluhan. Tidak memberi atau takut memberi adalah tanda kita tidak percaya bahwa kita adalah orang yang diberkati.

Orang yang percaya Firman Tuhan pasti bertindak. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

CARA MELEPASKAN KUASA YANG TUHAN BERIKAN

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Pada renungan kemarin saya membahas bahwa kuasa atau otoritas diberikan saat Anda memutuskan percaya kepada Yesus, atau kita kenal dengan istilah lahir baru. Pada saat Anda lahir baru, Roh Kudus turun dan tinggal di dalam hati Anda membawa kuasa yang sangat luar biasa.

(Baca juga: YESUS TELAH MEMBERIKAN OTORITAS KEPADA SEMUA ORANG PERCAYA)

Hal serupa dialami Yesus ketika dibaptis di Sungai Yordan dan Roh Kudus turun atas-Nya seperti burung merpati. Sejak peristiwa itu, barulah dimulai perjalanan pelayanan Yesus yang penuh dengan kuasa dan tanda-tanda ajaib.

Jika Anda sudah percaya dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda, berarti kuasa tersebut sudah ada di dalam Anda. Jangan lagi meminta Tuhan untuk melakukan mukjizat atau tanda-tanda ajaib untuk Anda. Andalah yang perlu melatih cara menggunakan kuasa tersebut.

Markus 16:16-17 mengatakan tanda-tanda ajaib akan mengikuti orang percaya. Kita dapat mengusir setan, menyembuhkan yang sakit, membangkitkan orang mati, dan memegang ular dalam nama Yesus.

Lalu, bagaimana cara melepaskan kuasa tersebut?

Mari kita lihat bagaimana cara Yesus melepaskan kuasa yang dimilikinya. Dalam Markus 11:23, Yesus mengatakan supaya kita memerintahkan “gunung” supaya beranjak. Dalam Markus 4:29, Yesus menghardik topan badai. Lalu, dalam Matius 10:1, Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk mengusir roh jahat, sakit penyakit, dan kelemahan.

Apakah Anda dapat melihat persamaan dari kata-kata yang saya hitamkan?

Semua hal tersebut melibatkan perkataan Anda: memerintahkan, menghardik, dan mengusir. Ya, saya ingin katakan bahwa ada kuasa yang dilepaskan pada saat orang percaya mengucapkan sesuatu. Jika Anda terbiasa mengucapkan hal yang buruk, sebaiknya Anda berhenti melakukannya, karena hal yang buruk itu akan terjadi. Amsal 18:21 mengatakan hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

(Baca juga: YESUS, SATU-SATUNYA TUHAN YANG BANGKIT DAN HIDUP)

Buah seperti apa yang Anda harapkan? Jika Anda mengharapkan buah yang baik, mulailah perintahkan di dalam nama Yesus agar klien-klien berdatangan sehingga bisnis Anda dapat berkembang pesat, mulailah mengusir sakit penyakit dari tubuh Anda di dalam nama Yesus, dan mulailah menghardik setiap hal-hal buruk yang terjadi di dalam hidup Anda di dalam nama Yesus. (penulis: @mistermuryadi)

HATI-HATI, ADA YESUS YANG LAIN

Bahan renungan:

2 Korintus 11:4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Peringatan mengenai adanya Yesus yang lain awalnya didengungkan oleh Yesus sendiri. Ketika Yesus memberitahukan tanda-tanda zaman, Dia mengatakan bahwa akan muncul mesias-mesias palsu yang menggunakan nama Yesus yang bertujuan untuk menyesatkan orang percaya.

(Baca juga: CARA MENDETOKSIFIKASI PIKIRAN ANDA)

Hal yang seirama juga didengunkan oleh Paulus dalam surat-surat yang ditulisnya. Dalam 2 Korintus 11:4, Paulus mengatakan ada orang-orang yang mengajarkan injil yang lain dan dalam ayat renungan kita di atas, Paulus mengatakan akan ada orang-orang yang memberitakan tentang Yesus yang lain.

Tujuan dari penyesatan ini tentunya agar Anda tidak mengenal siapa Yesus yang sesungguhnya dan dengan demikian Anda tidak dapat menikmati hal-hal yang Dia janjikan.

Perkembangan teknologi telah memungkinkan hal-hal tertentu menjadi viral dalam hitungan menit, bahkan detik. Terkadang, tanpa kita sadari, kita turut mengambil bagian dalam menyebarkan sesuatu yang salah. Saya pernah membaca status-status yang terkesan rohani seperti, “Meski lambat, tetapi Tuhan tidak pernah terlambat,” “Yesus itu 100% baik dan terkadang Dia mengijinkan hal-hal buruk terjadi agar kita mengerti kebaikan-Nya,” “Yesus menguji iman kita untuk mengetahui apakah kita setia kepada-Nya,” padahal Yesus sama sekali tidak pernah melakukan hal-hal tersebut.

Yesus tidak pernah terlambat, Yesus tidak pernah mengijinkan hal-hal buruk, dan Yesus tidak pernah menguji iman seseorang untuk mengetahui kesetiaan orang tersebut.

Jika ada seseorang menceritakan tentang Tuhan kepada Anda dan Anda bertanya-tanya dalam hati apakah benar Tuhan seperti itu, Anda dapat mengujinya dengan cara yang sangat mudah, yaitu melihat kepada kehidupan Yesus. Apakah Yesus demikian atau tidak. Jika Yesus tidak melakukan hal tersebut, pasti Tuhan tidak melakukan hal tersebut. Karena, Yohanes 10:30 mengatakan bahwa Yesus dan Bapa adalah satu.

(Baca juga: TUHAN SUDAH MENENTUKAN TAKDIR DAN NASIB MANUSIA)

Anda perlu berhati-hati terhadap injil yang lain atau Yesus yang lain yang dimaksud oleh Yesus dan Paulus. Itu artinya, Anda perlu memiliki pengetahuan tentang Yesus yang benar. Sumber terbaik untuk mengenal Yesus dan apa yang Dia telah lakukan adalah Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KITA PERLU MEMUNGUT DAN MEMAKAN MANNA SETIAP HARI

Bahan renungan:

Keluaran 16:19-21 Musa berkata kepada mereka: “Seorangpun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi.” Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka. Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.

Melanjutkan renungan kemarin. Manna tidak hanya berbicara mengenai berkat, Firman Tuhan mengatakan bahwa manna adalah lambang dari Yesus, Sang Roti Hidup.

(Baca juga: TUHAN SUDAH MEMBERIKAN BERKATNYA, ANDA TINGGAL MENGUMPULKAN)

Ada alasan mengapa Tuhan meminta Bangsa Israel memunggut manna setiap pagi. Tuhan ingin mengatakan bahwa kita perlu bergantung kepada Tuhan setiap hari, bukan tiga hari sekali, seminggu sekali, atau hanya pada saat kita membutuhkan-Nya. Kita memerlukan Yesus dan kebenaran-Nya setiap hari.

Perhatikan kalimat terakhir pada ayat di atas, “Setiap pagi mereka memunggutnya …” Lalu, dilanjutkan dengan, “tiap-tiap orang menurut keperluannya …” Teman, ijinkan saya mengutarakan apa yang Firman Tuhan maksud dengan kalimat itu.

Pada saat kita bersekutu dengan Yesus setiap hari, segala yang kita butuhkan pasti tercukupi. Mungkin hari ini beberapa di antara kita sedang membutuhkan pemulihan untuk keluarga, kesembuhan untuk sakit penyakit yang diderita, jawaban untuk masalah teman hidup, jalan keluar untuk segala ketakutan atau kekuatiran, atau terobosan untuk bisnis dan pekerjaan. Yesus sanggup memenuhi segala keperluan tersebut. Yesus sanggup memberikan kita hikmat dan jalan keluar yang segala permasalahan kita.

(Baca juga: YESUS MEMILIKI 1000 JALAN KELUAR UNTUK 1 MASALAH KITA)

Yang perlu kita lakukan adalah memungut dan memakan manna itu setiap hari. Memungut manna berbicara mengenai percaya kepada janji setia-Nya, dan memakan manna berbicara mengenai membaca dan merenungkan kebenaran-Nya. Semakin sering kita melakukannya, semakin kita cepat kita menemukan hikmat dan jalan keluar untuk masalah-masalah kita. Perlu Anda garibawahi bahwa selama Bangsa Israel mengonsumsi manna, tubuh mereka tidak pernah sakit. Manna, atau dengan kata lain, Yesus, adalah solusi terbaik bagi hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

SIAPAKAH YANG AKAN DISELAMATKAN ATAU DIANGKAT PADA HARI KIAMAT?

Bahan renungan:

Roma 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Pertanyaan paling sering diajukan tekait dengan akhir zaman adalah “Siapakah yang akan diselamatkan atau diangkat saat Yesus datang kedua kali?” Mumpung masih hangat terkait prediksi gagal mengenai hari kiamat pada 23 September 2017 kemarin.

(Baca juga: BENARKAH HARI INI AKAN TERJADI KIAMAT ATAU PENGANGKATAN?)

Ada seorang hamba Tuhan mengatakan orang yang diselamatkan hanya satu saja dari tiap gereja. Ada hamba Tuhan lain mengatakan jumlah orang yang diselamatkan hanya 144.000 orang saja. Ada juga yang mengatakan orang yang diselamatkan hanya orang yang hidup kudus, suci, dan berkenan di hadapan Tuhan.

Sayangnya, tidak ada satupun dari pengajaran di atas yang sejalan dengan kebenaran Firman Tuhan. Anda dapat bernapas lega sekarang.

Mengenai pengajaran pertama, bahwa yang diselamatkan hanya satu orang dari tiap gereja, saya sama sekali tidak tahu dari mana asal usul pemikiran menyesatkan seperti itu. Alkitab tidak pernah mencatat hal tersebut, jadi kita tidak perlu bahas.

Mengenai pengajaran kedua, bahwa yang diselamatkan hanya 144.000 orang, saya yakin pernyataan itu diambil dari kitab Wahyu 7:4 dah Wahyu 14:1. Yang keliru dari pengajaran tersebut adalah jumlah 144.000 orang bukanlah jumlah semua orang percaya yang ada di dunia, melainkan jumlah Bangsa Israel yang percaya kepada Yesus. Jika Anda mau mengetahui berapa jumlah semua orang yang percaya kepada Yesus, Anda perlu membaca Wahyu 7:9. Dikatakan ada sekumpulan besar orang yang tidak terhitung jumlahnya dari segala suku, kaum, dan bahasa yang berdiri di hadapan Bapa dengan jubah putih. Saya percaya, setiap kita yang percaya kepada Yesus, akan berada di kumpulan besar orang yang tidak terhitung jumlahnya itu. Haleluya!

Mengenai pengajaran ketiga yang mengatakan Tuhan hanya menyelamatkan orang yang hidup kudus, suci, dan berkenan sama sekali salah penafsiran. Pada ayat renungan kita di atas, dan beberapa ayat lain, seperti di Yohanes 3:15-16, Yohanes 3:36, Yohanes 5:24, 1 Yohanes 5:11, Roma 5:8-9, Roma 5:10, dan Roma 10:9-10, Anda dapat membacanya satu per satu, tidak ada satupun indikasi yang menyatakan bahwa orang yang diselamatkan adalah orang yang hidup kudus, suci, dan berkenan di hadapan Tuhan.

Ayat-ayat di atas mengatakan yang diselamatkan adalah orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Jika Anda masih ragu, bacalah kembali kisah penjahat yang disalibkan di sebelah Yesus. Ketika dia memutuskan percaya kepada Yesus, dia tidak sempat hidup kudus, suci, dan berkenan, bahkan dia tidak sempat melakukan ritual memberi persepuluhan, berdoa, dan berpuasa, tetapi Yesus selamatkan dia pada hari itu juga.

Sebelum saya dituduh melegalkan dosa, saya ingin mengatakan bahwa Tuhan sangat membenci dosa, tetapi Dia sangat mencintai orang berdosa. Dosa adalah sesuatu yang jahat di mata Tuhan dari dulu hingga sekarang. Namun, yang menentukan Anda masuk Sorga atau tidak bukanlah sedikit atau banyaknya dosa yang Anda lakukan. Yang menentukan adalah apakah Anda percaya kepada Yesus atau tidak. Artinya, sekalipun Anda hidup kudus dan suci, tetapi tidak percaya kepada Yesus, Anda tidak akan diselamatkan.

(Baca juga: TUHAN TIDAK LAGI MENGHUKUM ORANG PERCAYA)

Saya menentang dosa, sama seperti Anda, tetapi yang sedang kita bicarakan adalah siapa yang akan diselamatkan atau diangkat pada hari kiamat. Syarat diselamatkan atau diangkat bukanlah hidup bersih dari dosa, melainkan percaya kepada Yesus. Tentu saja saya sangat setuju bahwa, setelah kita percaya kepada Yesus, kita perlu meninggalkan dosa-dosa kita, hidup sebagai ciptaan baru, dan hidup seturut dengan kebenaran Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.