JANGAN MAU DIPERBUDAK OLEH UANG

Bahan renungan:

Ibrani 13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Apakah Anda pernah melihat orang yang diperbudak oleh uang? Ciri-cirinya sederhana, orang tersebut akan menuruti apa pun yang uang perintahkan, ikut ke mana pun uang pergi, dan ketakutan jika tidak memilikinya.

(Baca juga: JIKA YESUS SUDAH MENEBUS DOSA KITA, APAKAH KITA BEBAS BERBUAT DOSA?)

Ketika saatnya persepuluhan atau persembahan tiba, uang biasanya mulai memerintah orang-orang yang bersedia menjadi hambanya, “Jangan memberi, nanti kamu kekurangan,” “Kalau kamu memberi, bagaimana dengan minggu depan?” Orang-orang yang diperbudak oleh uang akan menuruti uang dan mengurungkan pemberiannya.

Padahal janji Tuhan adalah Dia pasti memelihara hidup kita dan ketika kita menabur benih, kita pasti menuai berkali-kali lipat.

Uang adalah benda mati, tetapi manusia seringkali memberikan kuasa yang luar biasa kepada uang. Sama seperti kecoa. Kecoa tidak lebih besar dari telapak tangan kita. Namun, ada orang-orang yang “dikalahkan” oleh kecoa. Mereka histeris, ketakutan, bahkan pingsan ketika menyentuh kecoa. Sekali lagi, uang atau kecoa tidak memiliki kuasa, tetapi mereka seolah memiliki kuasa karena manusia memposisikannya demikian.

(Baca juga: UANG ADALAH TUAN YANG BURUK, TETAPI HAMBA YANG BAIK)

Di dalam Lukas 16:13, uang digambarkan sebagai dewa yang bernama Mamon. Dewa adalah makhluk sesembahan yang dipuja oleh orang yang tidak percaya dan mengenal Yesus. Matius 6:32 mengatakan bahwa orang yang mengejar harta benda dan kuatir jika tidak memilikinya adalah orang yang tidak mengenal Tuhan. Karena, jika kita mengenal Tuhan, kita pasti percaya kepada janji dan kebenaran-Nya, dan mendahulukan-Nya di atas segalanya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

SAAT ANDA PERCAYA, MUKJIZAT DAN TANDA-TANDA AJAIB TERJADI

Bahan renungan:

Markus 5:28-29 Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

Dunia mengajarkan untuk percaya jika dapat dilihat dan dirasakan. Sedangkan cara Tuhan berbeda. Tuhan mengajarkan, kita akan melihat ketika kita percaya. Itulah adalah definisi dari iman, percaya terlebih dahulu di dalam hati sebelum melihat bukti dengan mata jasmani.

(Baca juga: YESUS MENEBUS DOSA DAN MENANGGUNG SAKIT PENYAKIT KITA)

Saya harap Anda dapat meluangkan waktu untuk membaca keseluruhan kisah mengenai wanita pendarahan di atas. Saat itu, ada banyak orang yang menjamah jubah Yesus, tetapi tidak ada yang terjadi terhadap mereka. Sederhananya, karena mereka tidak menjamah jubah Yesus dengan iman. Sedangkan, ketika si wanita pendarahan selama 12 tahun itu mendekati dan menjamah Yesus, saat itu juga Firman Tuhan mengatakan, ada kuasa yang keluar dari Yesus menyembuhkan si wanita tersebut. Haleluya!

Sesuatu yang wanita itu dengar tentang Yesus membangkitkan imannya dan membuatnya percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan penyakitnya. Anda lihat, si wanita ini percaya terlebih dahulu kepada Yesus, sebelum melihat mukjizat terjadi pada dirinya.

Tubuhnya masih kesakitan ketika dia berkata, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh,” tetapi dengan imannya dia percaya bahwa Yesus telah memberikan kesembuhan tersebut baginya. Boom, ketika dia memegang jubah Yesus, kesembuhan terjadi.

(Baca juga: STRES ADALAH TANDA YANG ANDA PIKIRKAN BUKAN JALAN KELUAR)

Teman, Tuhan ingin Anda percaya kepada-Nya. Tuhan ingin Anda percaya kepada setiap janji dan perkataan yang telah diucapkan-Nya. Di saat Anda percaya, Anda akan melihat mukjizat dan tanda-tanda ajaib terjadi. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN INGIN ANDA MASUK SORGA

Bahan renungan:

1 Tesalonika 5:9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Tuhan ingin semua manusia diselamatkan dan hidup di dalam janji-janji-Nya yang sempurna. Namun yang sangat disayangkan, manusia seringkali memilih jalannya sendiri. Banyak orang tidak mau percaya dan menjadikan Yesus sebagai satu-satunya jalan kebenaran dan keselamatan.

(Baca juga: “APA SAJA YANG DIPERBUATNYA BERHASIL”)

Teman, rancangan Tuhan atas hidup kita adalah rancangan yang indah dan bukan rancangan kecelakaan (Yeremia 29:11). Dia adalah Bapa yang hanya memberikan yang terbaik bagi anak-anak-Nya.

Saya sangat bersyukur bahwa harga dari keselamatan adalah percaya kepada Yesus. Anda bisa bayangkan jika harga sebuah keselamatan adalah satu triliun rupiah, berdoa 24 jam sehari, atau membangkitkan 100 orang mati? Saya yakin tidak ada seorang pun yang dapat selamat.

(Baca juga: JANGAN MEMERCAYAI MATA DAN TELINGA ANDA LEBIH DARI FIRMAN TUHAN)

Puji Tuhan, karena kasih-Nya yang begitu besar, Dia berikan keselamatan dengan cuma-cuma. Supaya setelah menyelesaikan kehidupan di dunia ini, kita dapat hidup di rumah Bapa yang kekal, tempat di mana hanya ada damai dan sukacita. Indah sekali. (penulis: @mistermuryadi)

LIMA AYAT INI MENJAMIN ORANG PERCAYA PASTI MASUK SORGA

Bahan renungan:

1 Tesalonika 5:9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

“Ke mana saya setelah meninggal dunia?” Banyak orang tidak tahu hal apa yang akan terjadi setelah kematian. Ada yang mengatakan setelah ajal menjemput, dosa dan perbuatan baik kita akan ditimbang. Jika dosa lebih banyak, kita akan dihukum di neraka, sedangkan jika perbuatan baik lebih banyak, kita akan ditempatkan di Sorga. Ada juga yang mengatakan, setiap orang yang meninggal akan mengalami reinkarnasi sampai jiwanya benar-benar murni dan bebas dari dosa.

(Baca juga: PILIH MANA: PERCAYA JANJI TUHAN ATAU KENYATAAN YANG BURUK?)

Dengan konsep di atas, tidak heran banyak orang takut menghadapi kematian, karena mereka tidak memiliki jaminan atau kepastian masuk Sorga setelah kematian.

Namun ada kabar baik bagi kita yang percaya kepada nama Yesus. Firman Tuhan menjamin kita pasti masuk Sorga, kita pasti diselamatkan. Bukan mudah-mudahan, bukan tergantung situasi, tetapi pasti. Ya, Tuhan mempersiapkan Sorga bagi anak-anak kesayangan-Nya, yaitu Anda dan saya.

Perlu Anda catat bahwa yang diselamatkan bukan yang paling banyak berbuat baik, melainkan yang percaya kepada Yesus. Efesus 2:8-9 dengan jelas mengatakan bahwa kita diselamatkan oleh iman kepada Tuhan Yesus, bukan oleh perbuatan atau hasil usaha kita.

Berikut lima ayat Firman Tuhan yang menjamin kita pasti masuk Sorga:

  1. Yohanes 3:16-17 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
  2. Yohanes 6:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.
  3. Yohanes 11:25-26 Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.
  4. Roma 5:8-9 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
  5. Roma 10:9-10 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (penulis: @mistermuryadi)

(Baca juga: ANDA TIDAK BISA MENGUSAHAKAN KEKUDUSAN, ANDA HANYA BISA DIKUDUSKAN)

PILIH MANA: PERCAYA JANJI TUHAN ATAU KENYATAAN YANG BURUK?

Bahan renungan:

2 Raja-raja 6:17 Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.

Pernahkah Anda berada di dalam sebuah situasi di mana Anda harus memilih antara mempercayai janji Tuhan yang belum kelihatan dan kenyataan pahit yang terlihat jelas dengan mata jasmani Anda?

(Baca juga: ANDA DIBERKATI DI MANA PUN ANDA BERADA)

Situasi di atas pernah dialami oleh bujang Elisa. Matanya melihat bahwa dia dan Elisa dikepung oleh tentara Aram. Menyelisik reaksinya pada ayat 15, “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?” dapat saya pastikan bahwa sang bujang lebih mempercayai apa yang mata jasmaninya dia lihat daripada janji Tuhan di dalam hatinya.

Di sisi lain, Elisa juga di situ bersama sang bujang. Nyawa Elisa pun terancam seperti halnya sang bujang. Namun Elisa lebih mempercayai janji Tuhan yang ada di dalam hatinya, yang belum kelihatan, dibanding mempercayai mata jasmaninya. Ayat 16 menuliskan pernyataan iman Elisa “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” Hebat!

Teman, bagaimana dengan Anda? Mana yang lebih Anda percayai, janji Tuhan yang belum terlihat atau kenyataan yang terlihat?

Kalau Anda perhatikan cerita di atas, Elisa dan bujangnya ada di dalam satu kondisi yang sama, tetapi mereka mempercayai dua hal yang berbeda, sehingga menghasilkan dua respons yang berbeda. Sang bujang mempercayai kenyataan buruk yang dilihat matanya dan hasilnya adalah ketakutan dan kekuatiran, sedangkan sang nabi mempercayai janji Tuhan dan mengabaikan kenyataan buruk yang dilihatnya. Hasilnya adalah iman dan mukjizat.

Saya mengerti bahwa situasi yang terjadi di dalam hidup kita tidak selalu indah. Saya pun mengalami hal tersebut. Namun Anda perlu ingat bahwa Anda memiliki Tuhan yang besar yang memberikan janji kekal bagi Anda. Jika Anda percaya kepada janji Tuhan, justru di tengah hujan badai, Anda dapat melihat pelangi yang indah; di tengah kesesakan, Anda dapat melihat mukjizat dinyatakan.

(Baca juga: HIDUP KARENA PERCAYA, BUKAN KARENA MELIHAT)

Seperti nasihat Elisa kepada bujangnya, “Jangan takut …” Saya pun ingin mengatakan kepada Anda supaya jangan takut, karena yang menyertai Anda jauh lebih besar dari masalah yang Anda hadapi. Peganglah janji Tuhan, dan mulai ucapkan harapan Anda, bukan ketakutan Anda. (penulis: @mistermuryadi)

ANDA ADALAH WARGANEGARA KERAJAAN SORGA

Bahan renungan:

Filipi 3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga …

Sejak kita memutuskan percaya kepada Yesus, saat itu juga kewarganegaraan kita berpindah dari warganegara dunia menjadi warganegara Sorga. Perlu kita ketahui bahwa sebuah kewarganegaraaan tidak hanya menunjukkan identitas asal orang tersebut, tetapi juga hak-hak yang dimilikinya.

(Baca juga: YESUS TIDUR DI TENGAH BADAI YANG HEBAT)

Misalnya saya warga Indonesia yang sudah tinggal di Australia selama 10 tahun. Selama saya belum pindah kewarganegaraan, saya tetap warganegara Indonesia. Saya masih berhak mengikuti Pemilu dan Pilkada. Tidak ada satu pun yang dapat melarang saya untuk menggunakan hak pilih saya.

Begitu juga dengan kita, para orang percaya. Tidak peduli dunia sedang mengalami krisis, wabah penyakit, atau kolaps, kita tidak perlu mengalaminya, karena kita bukan lagi warganegara dunia ini. Hal-hal buruk itu bukan lagi bagian kita. Kita sudah menjadi warganegara Sorga. Hidup sehat, diberkati, berkemenangan, dan berhasil adalah hak kita sebagai warganegara Sorga.

(Baca juga: MAHALNYA HARGA SEBUAH KEMALASAN)

Kalau kita menyadari identitas kita yang baru, kita tidak akan mudah pasrah dan menyerah terhadap keadaan. Benar kita masih tinggal di dunia, tetapi kita bukan lagi warganegara dunia ini. Kita bukan lagi budak yang harus pasrah terhadap keadaan, melainkan anak Raja yang memiliki kuasa untuk mengubah keadaan. Takdir kita di dalam Kristus adalah naik bukan turun, menjadi kepala bukan ekor. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

YESUS TIDUR DI TENGAH BADAI YANG HEBAT

Bahan renungan:

Matius 8:24-25 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”

Berkali-kali saya berusaha memahami peristiwa di atas, berkali-kali juga saya menemukan banyak “harta karun” di dalamnya. Dua kata yang belakangan terngiang di pikiran saya adalah “Yesus tidur”. Ya, Yesus tidur di tengah badai yang sangat hebat.

(Baca juga: SEKALIPUN TUHAN MENGASIHI KITA, PERBUATAN JAHAT KITA ADA KONSEKUENSINYA)

Saya mencoba mendramatisasi sedikit peristiwa di atas. Mungkin Yesus tahu ada badai dan Dia terbangun sebentar. Namun ketika melihat badai tersebut, Yesus hanya mengatakan, “Oh, ada badai,” lalu Dia kembali melanjutkan tidurnya.

Respons Yesus terhadap badai sungguh luar biasa. Dia tidak melihat badai seperti murid-murid-Nya melihat badai. Atau dengan kata lain, saya ingin katakan, Yesus tidak “mengagungkan” kehebatan badai itu seperti murid-murid-Nya. “Badai ini akan membinasakan kami,” teriak para murid “memuji” sang badai.

Yesus tidur, sementara murid-murid ketakutan setengah mati. Badai tidak membangunkan Yesus dari tidurnya. Para muridlah yang membangunkan Yesus. Yesus bangun bukan untuk menenangkan badai, karena badai bukan masalah bagi Yesus. Yesus bangun untuk menenangkan para murid.

Pertanyaannya, apa yang dapat membuat Yesus setenang itu? Pada ayat 26 Yesus memberikan jawabannya. Dia mengatakan, “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?”

Takut membuat kita melihat masalah kecil menjadi besar. Takut membuat kita bertingkah laku berlebihan. Sebaliknya, percaya kepada Tuhan membuahkan ketenangan. Percaya kepada Tuhan membuat kita tidur nyenyak di tengah badai masalah.

Teman, jika percaya kepada Tuhan dan janji-Nya, tidak ada badai yang dapat menggoncang hidup Anda. Sekalipun situasi dan kondisi yang sedang Anda hadapi begitu mencekam, Anda dapat tetap tinggal tenang, karena Anda tahu bahwa mata Tuhan sepenuhnya tertuju kepada Anda, dan Dia, beserta ribuan malaikat-Nya, menjaga dan melindungi Anda dari malapetaka.

(Baca juga: MUSA, DAUD, ABRAHAM, DAN SAMUEL, HANYALAH ORANG BIASA)

Yesus sangat menyadari bahwa Bapa mengasihi Diri-Nya. Kebenaran itulah yang membuat Yesus tetap tidur di tengah badai. Daripada mengatakan, “Badai ini akan membinasakan Saya,” Yesus memilih berkata, “Saya percaya Bapa selalu ada bersama-sama saya, menyertai dan menjagai Saya.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.