JANGAN GENGSI UNTUK MINTA TOLONG

Bahan renungan:

Markus 5:22-23 Datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”

Lima bulan terakhir saya bertemu banyak sekali teman baru dari berbagai belahan dunia. Salah satunya dari Swedia. Teman saya bercerita, salah satu budaya orang Swedia adalah hidup individual dan enggan meminta tolong kepada orang lain, meskipun mereka sangat membutuhkannya. Mereka segan minta tolong bukan karena sungkan, tetapi gengsi. Whaaat?!

(Baca juga: HENDAKLAH KITA MURAH HATI, SEPERTI BAPA SORGAWI)

Saya teringat dengan kisah mengenai Yairus. Firman Tuhan mengatakan Yairus adalah seorang kepala rumah ibadat, jabatan yang cukup tinggi pada zaman itu. Suatu ketika, anak perempuannya sakit dan hampir mati. Tanpa gengsi sedikit pun, Yairus tersungkur meminta pertolongan kepada Yesus di hadapan semua orang. Sungguh sikap rendah hati yang mengagumkan, terlepas dari situasi Yairus yang sangat terjepit.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sedang dalam kondisi membutuhkan pertolongan? Tuhan tidak merancangkan perjalanan hidup Anda untuk Anda jalani sendiri. Anda butuh pertolongan orang lain.

Jangan salah mengartikan tulisan saya di atas. Yang saya maksud mencari pertolongan bukan berarti jika Anda membutuhkan uang, sesegera mungkin Anda mencari pinjaman. Bukan itu! Yang saya maksud adalah ceritakan masalah keuangan Anda kepada seseorang yang Anda percayai dan tanyakan kepada orang tersebut bagaimana seharusnya Anda mengatur keuangan Anda. Terkait dengan pendapatan, Anda dapat bertanya mengenai hal-hal yang perlu Anda perbaiki sehingga klien bisnis atau atasan Anda semakin puas dengan kinerja Anda.

Juga, jika Anda mengalami masalah dalam hubungan, terutama pernikahan, jangan sungkan untuk terbuka kepada seseorang yang Anda percayai. Tanyakan karakter apa yang perlu Anda ubah agar hubungan Anda dengan pasangan dapat dipulihkan.

Dibutuhkan hati yang mau belajar dan telinga yang mau mendengar untuk meminta pertolongan kepada orang lain.

(Baca juga: MENCARI HIKMAT DARI SANG SUMBER HIKMAT)

Buah dari kerendahan hati Yairus sangatlah luar biasa. Anaknya dibangkitkan. Saya percaya, ketika Anda merendahkan diri untuk belajar dan mendengarkan kebenaran Firman Tuhan, hasilnya adalah jalan keluar yang Anda butuhkan untuk setiap masalah yang Anda hadapi. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TERNYATA BUKAN TUHAN YANG MENUNDA JALAN KELUAR BAGI HIDUP KITA

Bahan renungan:

Mazmur 121:2 Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Saya tidak tahu bagaimana dengan Anda, tetapi berdasarkan pengalaman, saya menemukan banyak orang mengira menantikan pertolongan Tuhan berarti menunggu, tanpa perlu berbuat apa-apa. Saya percaya hal tersebut keliru.

(Baca juga: SAAT MARTA SEPAKAT DENGAN YESUS, LAZARUS BANGKIT!)

Menantikan pertolongan Tuhan bukan berarti Anda pasif menunggu. Justru sebaliknya, Anda perlu bertindak. Bertindak yang saya maksud adalah bertindak berdasarkan janji Tuhan yang Anda percayai. Misalnya Anda percaya Tuhan memberkati pekerjaan tangan Anda, seperti yang tertera dalam Ulangan 2:7, Anda tidak dapat diam, tidak berbuat apa-apa, lalu mengharapkan Tuhan memberkati hidup Anda.

Begitu juga jika Anda ingin hidup dalam kasih karunia dan damai sejahtera seperti yang dijanjikan dalam 2 Petrus 1:2. Anda tidak dapat diam dan tidak berbuat apa-apa, Firman Tuhan mengatakan Anda perlu semakin mengenal Tuhan Yesus. Itu artinya, Anda perlu luangkan waktu Anda untuk membaca dan merenungkan Firman, dan mengalokasikan sebagian uang Anda untuk membeli buku rohani atau rekaman khotbah yang Anda membantu Anda semakin mengenal Tuhan Yesus.

Satu contoh lagi. Jika Anda mengharapkan hubungan pernikahan yang indah dan mesra, Anda tidak dapat berdiam diri, dan menunggu pasangan Anda berubah. Firman Tuhan dalam Efesus 5:22 dan 24 mengatakan, para istri perlu tunduk kepada suami seperti kepada Kristus, dan para suami perlu mengasihi istri seperti Kristus mengasihi jemaat. Siapa yang perlu melakukan terlebih dahulu, suami atau istri? Bagi saya, yang perlu melakukan terlebih dahulu adalah Anda yang benar-benar mengharapkan hubungan pernikahan yang indah dan mesra.

(Baca juga: DOA ORANG PERCAYA TIDAK BERTELE-TELE)

Jika Anda renungkan, ternyata bukan Tuhan yang menunda jalan keluar bagi hidup kita. Seringkali, kita tidak menemukan jalan keluar karena kita hanya diam dan menunda untuk bertindak berdasarkan apa yang Firman Tuhan katakan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

PENTINGNYA MENGINGAT KEBAIKAN TUHAN

Bahan renungan:

Mazmur 103:2-5 Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.

Memori kita tentang kebaikan Tuhan memegang peranan penting saat kita mengalami masalah. Rasul Petrus mengerti sekali apa dampak dari melupakan kebaikan dan kemurahan Tuhan. Sebentar saja dia melupakan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, dia menyangkal Yesus tiga kali.

(Baca juga: PERTANDINGAN IMAN)

Teman, jangan menyimpan pikiran yang buruk. Seseorang yang saya kenal menyimpan memori ketika ayah ibunya lupa membelikan hadiah ulang tahunnya yang ke-17. Dia membenci orang tuanya karena hal itu, tetapi melupakan betapa banyak kasih sayang yang ayah dan ibunya curahkan selama ini. Juga ada seorang istri menyimpan ingatan ketika suaminya membentak dalam sebuah konflik, dan akibat satu peristiwa itu, dia melupakan pengorbanan yang dilakukan sang suami selama bertahun-tahun.

Seringkali kita melupakan kasih dan kebaikan Tuhan selama bertahun-tahun hanya karena satu masalah baru yang muncul. Jika Tuhan sudah 1000 kali menyelamatkan kita, lalu ada satu masalah baru datang, kira-kira apakah Tuhan akan menyelamatkan kita lagi? Tentu saja

(Baca juga: APA BENAR ORANG-ORANG YAHUDI DICIPTAKAN LEBIH PINTAR?)

Jangan melupakan kebaikan Tuhan, dan kemudian mengeluh atau bersungut-sungut seperti orang yang tidak mengenal Tuhan. Luangkan waktu kita untuk selalu mengingat kebaikan-kebaikan yang Dia pernah lakukan bagi hidup kita. Jika Dia pernah melakukannya, Dia akan melakukannya lagi untuk kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

ADA SAATNYA HANYA TUHAN YANG DAPAT MENOLONG KITA

Bahan renungan:

Daniel 6:16 Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: “Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!”

Tidak diragukan lagi kalau Daniel adalah seorang pelayan Tuhan yang luar biasa dengan kepintaran di atas rata-rata, bermoral baik, dan berintegritas tinggi. Kita perlu mencontoh hidup Daniel. Namun, ada saatnya hal-hal yang saya sebutkan di atas tidak dapat menolong kita.

(Baca juga: DALAM TAKUT AKAN TUHAN ADA KETENTRAMAN YANG BESAR)

Seperti Daniel. Dia berkelakuan baik, memiliki segudang pengalaman dalam pemerintahan, pintar dalam memecahkan masalah, tetapi ada satu waktu dia dijebak oleh musuh-musuhnya dan dijebloskan ke dalam gua singa akibat menyembah Tuhan, bukan kepada raja. Di dalam gua singa yang kelaparan, kebaikan, integritas, dan moral tidak dapat menyelamatkannya.

Sama halnya dengan kita. Ada saatnya kemampuan, orang terdekat, uang, gelar, atau pengalaman kita tidak dapat menyelamatkan kita. Ada waktunya hanya Tuhan yang dapat menyelamatkan kita.

Itu sebabnya penting bagi kita memiliki hubungan dengan Tuhan. Yang saya maksud, kita mengenal Tuhan yang kita sembah. Daniel mengandalkan Tuhan melebihi kepintaran, moral, dan integritasnya. Daniel tahu sumber kehidupannya bukanlah hal-hal material, melainkan Tuhan semesta alam.

(Baca juga: JANGAN DIAM KETIKA SESEORANG MELONTARKAN KATA-KATA NEGATIF)

Daniel lolos dari gua singa. Tidak ada satu pun singa yang menyentuh Daniel. Saya percaya, hal ajaib tersebut terjadi di luar kemampuan Daniel. Itu karya supranatural dari Tuhan bagi hidup Daniel, yang terjadi karena Daniel memercayai Tuhan lebih dari segalanya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

SEPERTI RUSA MERINDUKAN SUNGAI

Bahan renungan:

Mazmur 42:2 Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.

Melalui blog ini, saya menerima banyak sekali konsultasi dengan berbagai macam masalah. Banyak di antara mereka sebelumnya tidak pernah membaca dan merenungkan Firman Tuhan, sampai akhirnya masalah datang dan mereka membutuhkan pertolongan.

(Baca juga: MARAH HANYA MEMBAWA ANDA KEPADA KEJAHATAN)

Kebanyakan orang mencari Tuhan hanya pada saat membutuhkan sesuatu. Saya tidak katakan itu salah. Tuhan kita adalah Tuhan yang baik. Dia tetap menerima Anda, apa pun motivasi Anda datang kepada-Nya. Si bungsu yang hilang pulang ke rumah ayahnya bukan karena pertobatan, melainkan karena ingin mendapatkan makanan, tetapi sang ayah tetap menyambutnya dengan meriah dan penuh sukacita.

Yang saya sayangkan, setelah mendapatkan yang mereka cari, mereka kemudian pergi lagi meninggalkan Tuhan sampai mereka memiliki masalah yang baru.

Teman, bawa hubungan Anda dengan Tuhan lebih dalam. Mendekatlah kepada Dia bukan hanya pada saat Anda ada masalah, tapi karena Anda ingin mengenal Pribadi-Nya lebih lagi.

(DAPATKAN E-BOOK #PENGHARAPAN DI SINI)

Apakah Anda pernah membayangkan jika suatu saat tidak ada lagi masalah di dunia ini? Jika semua penyakit, masalah finansial, masalah rumah tangga, dan masalah lainnya sudah tidak ada lagi, kira-kira apakah Anda masih akan mencari dan mengenal Pribadi Tuhan? Apakah Anda masih akan menjadikan-Nya yang terutama dalam hidup Anda? (penulis: @mistermuryadi)

TUHANLAH JAWABAN BAGI KESESAKAN KITA

Bahan renungan:

Mazmur 118:5 Dalam kesesakan aku telah berseru kepada Tuhan. Tuhan telah menjawab aku dengan memberi kelegaan.

Selama kita hidup di dunia, kita akan menghadapi masalah. Terkadang kita tidak siap menerima masalah tersebut, dan sebagai akibatnya, kita mengalami kesedihan mendalam, luka berkepanjangan, amarah membara, lain sebagainya. Tidak sedikit kita berpikir bahwa di saat-saat demikian Tuhan seolah berdiam diri dan tidak menolong kita.

(Baca juga: HATI-HATI TERHADAP “AJARAN YESUS” YANG TIDAK ADA DASARNYA)

Teman, Tuhan tidak pernah berdiam diri. Dia senantiasa menuntun kepada jalan-jalan-Nya yang penuh damai dan sukacita melalui kebenaran-Nya. Kesesakan yang Anda alami bukanlah akhir dari segalanya.

Lihatlah yang Raja Daud lakukan ketika dia di dalam kesesakan. Daud berseru kepada Tuhan. Daud mengarahkan hatinya kepada Tuhan. Juga, si wanita pendarahan yang selama 12 tahun mencoba mencari kesembuhan dari para tabib sampai akhirnya dia menyadari bahwa hanya di dalam Yesuslah ada jawaban pasti atas kesesakannya.

(Baca juga: KENAPA TUHAN SEOLAH MENOLONG DI DETIK-DETIK TERAKHIR?)

Mungkin hari ini Anda sedang berada di dalam lembah kekelaman yang sesak, tetapi jangan takut, Anda tidak sendirian, ada Tuhan Yesus yang senantiasa menyertai Anda. Jangan menyerah terhadap situasi yang buruk, Anda diciptakan untuk menang dan berhasil. Jangan patah semangat, ada harapan pasti bagi Anda di dalam Kristus. (penulis: @mistermuryadi)

FIRMAN TUHAN ITU JALAN KELUAR ATAU BEBAN?

Bahan renungan:

Yesaya 65:1-2 Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku. Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada suku bangsa yang memberontak, yang menempuh jalan yang tidak baik dan mengikuti rancangannya sendiri.

Setiap kali mendengar Firman Tuhan, kita selalu memiliki dua sikap ini, “Firman Tuhan adalah beban bagi saya” atau “Firman Tuhan adalah jalan keluar bagi saya.” Ya, banyak orang merasa Firman Tuhan itu adalah beban, bukan jalan keluar. Firman Tuhan menjadi beban karena tidak mendukung atau tidak sesuai seperti yang mereka pikirkan atau inginkan.

(Baca juga: CUKUP SATU BATU UNTUK SATU RAKSASA)

Teman, setiap kebenaran, janji, dan perintah Tuhan yang Anda baca adalah jalan keluar untuk masalah-masalah Anda. Bagian Anda dan saya adalah mempercayai Firman Tuhan. Untuk alasan itulah kita disebut sebagai orang percaya, karena kita mempercayai sesuatu.

Melalui ayat di atas kita mengerti bahwa ternyata Tuhan senantiasa mengulurkan tangan-Nya kepada kita untuk memulihkan, memberkati, dan mengangkat hidup kita. Kebenarannya, bukan kita yang sedang menantikan Tuhan menolong kita, tetapi Tuhanlah yang sedang menantikan kita untuk percaya kepada-Nya.

(Baca juga: BERHENTILAH BERGAUL DENGAN ANAK AYAM)

Saya sangat percaya 24 jam sehari Tuhan senantiasa berbicara kepada kita mengenai apa yang perlu kita lakukan, ke mana kita harus melangkah, dan keputusan apa yang perlu kita ambil. Tuhan ingin membaringkan kita di padang rumput yang hijau. Namun kesibukan dan ketidakpedulian kita sering menjadi alasan utama hidup kita terus menerus dapat masalah. Bukan karena Tuhan tidak memberikan jalan keluar, tetapi karena kita mengabaikan-Nya. (penulis: @mistermuryadi)