MENJADI ORANG YANG SADAR-KRISTUS

Bahan renungan:

Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Apakah Anda pernah bangun pagi, lalu mengatakan, “Hari ini saya tidak akan berbuat dosa itu lagi,” “Saya akan teguh hari ini dan tidak akan jatuh ke dosa yang sama. Saya janji, Tuhan.” Teman, jika itu yang Anda lakukan, Anda sedang melatih diri Anda untuk sadar-dosa, bukan sadar-Kristus. Jika Anda sadar-dosa, lambat laun, Anda pasti akan melakukan dosa tersebut lagi.

(Baca juga: TERBEBAS DARI RASA BERSALAH)

Selama pikiran Anda berorientasi kepada dosa, hidup Anda akan selalu ditindas, Anda tidak akan pernah menang. Anda akan selalu merasa tertuduh dan terhakimi. Seharusnya, pikiran Anda berorientasi kepada Kristus, karena saat Anda menjadi orang yang sadar-Kristus, Anda dapat menang atas dosa.

Saat Anda gagal atau jatuh ke dalam dosa, Tuhan ingin Anda memikirkan Kristus, bukan dosa Anda. Latihlah diri Anda mengatakan, “Terima kasih Tuhan telah menebus setiap dosa dan pelanggaran saya di kayu salib,” “Terima kasih Yesus telah menggantikan setiap hukuman yang seharusnya saya tanggung dengan anugerah yang besar,” “Terima kasih Tuhan, saya selalu dilayakkan oleh darah Yesus,” “Terima kasih Tuhan untuk selalu mengasihi dan tidak pernah meninggalkan saya, sekalipun saya sedang berada di lembah kekelaman.”

(Baca juga: YANG MEMELIHARA MASA DEPAN KITA BUKAN UANG, TETAPI TUHAN)

Jika Anda melakukan hal di atas, Anda akan menjadi orang yang sadar-Kristus. Anda akan menyadari betapa mahal pengorbanan Kristus untuk menebus kita dari dosa. Anda akan melihat hasil yang berbeda. Anda akan hidup berkemenangan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

SEMUA ORANG PERCAYA LAYAK MENGAMBIL PERJAMUAN

Bahan renungan:

1 Korintus 11:27-29 Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.

Mungkin Anda sedikit terkejut membaca judul di atas. Namun, memang itulah kebenarannya. Sayangnya, sebagian orang percaya memercayai bahwa ada orang-orang yang tidak layak menerima perjamuan kudus, terutama mereka yang hidup di dalam dosa.

Beberapa kali saya mengikuti kebaktian yang menyediakan perjamuan kudus, saya mendengar hamba Tuhan yang memandu perjamuan mengatakan, “Mari cek hati kita terlebih dahulu sebelum memutuskan mengambil perjamuan. Jika ada dosa, sebaiknya Anda meminta ampun, atau Anda tidak layak menerima perjamuan.” Anda pernah mendengarnya?

Apa benar Firman Tuhan mengatakan demikian?

Sebelum membahas ayat di atas, ingatkah Anda bahwa sesaat sebelum Yesus ditangkap Dia mengadakan perjamuan kudus terakhir bersama para murid? Anda bisa membaca kisah lengkapnya di Lukas 22. Tahukah Anda bahwa hari itu Yudas, si pengkhianat, turut menikmati “tubuh” dan “darah” Yesus?

Kalau benar ada orang-orang tertentu yang tidak bisa mengambil perjamuan, seharusnya malam itu Yudas, si pengkhianat, disuruh menunggu di luar, sementara murid lainnya menikmati perjamuan terakhir bersama Yesus. Faktanya, selama tiga setengah tahun Yesus melayani, Yudas selalu diikutsertakan menikmati perjamuan kudus. Haleluya!

Tidakkah hal ini berbicara sesuatu kepada Anda? Ya, semua orang percaya Yesus layak untuk melakukan perjamuan kudus. Bukan karena kita layak, kita dilayakkan oleh darah Yesus.

Perhatikan ayat di atas baik-baik. Ayat di atas berbicara mengenai orang yang tidak layak menerima perjamuan karena mereka tidak mengakui “tubuh” dan “darah” Yesus, bukan karena perbuatan dosa yang mereka lakukan. Atau sederhananya, orang-orang tersebut menolak karya penebusan Kristus di atas kayu salib.

Jika saat ini Anda hidup terikat di dalam dosa, justru Anda membutuhkan perjamuan kudus untuk mengingatkan diri Anda betapa Yesus sangat mengasihi Anda. Bahwa Dia rela memberikan diri-Nya menggantikan Anda di atas kayu salib supaya Anda dapat menikmati segala yang baik yang Tuhan sediakan. Melalui perjamuan kudus, Anda kembali mengingat Yesus telah menang atas kuasa dosa, maut, kemiskinan, kebodohan, dan oleh bilur-bilur-Nya Anda telah disembuhkan.

Teman, jauh sebelum Anda meminta ampun, Yesus telah terlebih dahulu mencurahkan pengampunan di atas kayu salib. Melalui darah-Nya, Anda dilayakkan menerima perjamuan. Jangan biarkan iblis menyakinkan Anda untuk menjauh dari perjamuan kudus, jangan biarkan iblis membuat Anda merasa tertuduh setiap kali gereja Anda mengadakan perjamuan kudus. Anda telah dikuduskan, disucikan, dan dilayakkan sekali untuk selamanya oleh darah YESUS (Ibrani 10:10). (penulis: @mistermuryadi)

DARAH YESUS TERUS MEMBASUH ANDA

Bahan renungan:

1 Yohanes 1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

Apakah hari ini iblis sedang berbisik di hati Anda dengan mengatakan bahwa Anda tidak layak masuk ke dalam hadirat TUHAN karena Anda tidak membaca Alkitab atau tidak melayani di gereja? Atau, apakah iblis mengatakan bahwa Anda tidak layak menerima kebaikan dan kemurahan TUHAN karena dosa yang baru saja Anda lakukan? Teman, jangan terkejut dengan bisikan itu, memang itulah yang iblis kerjakan sepanjang hari, membuat Anda merasa tidak pantas dan tidak cukup bersih untuk mendekati TUHAN.

Jika kita melihat yang dikatakan Firman Tuhan tentang hal ini, Anda perlu mengerti bahwa terlepas dari yang Anda rasakan atau lakukan, darah YESUS selalu membasuh Anda dari segala dosa setiap waktu. Bukan hanya pada saat Anda bertobat atau pada saat Anda meminta ampun kepadaNYA, melainkan setiap waktu.

Dalam teks aslinya, kata “membersihkan” dalam ayat di atas merujuk kepada sebuah tindakan yang sedang berlangsung sekarang dan akan terus berlangsung. Artinya, saat Anda percaya kepada YESUS kepada TUHAN dan Juruselamat Anda, saat itu juga darah Yesus tidak pernah berhenti membasuh Anda dari segala dosa. Karena darah YESUS terus membersihkan Anda, non-stop, itu artinya Anda selalu ada di dalam terangNYA.

Saya tidak katakan ini artinya Anda tidak pernah jatuh lagi. Tapi, untuk apa juga Anda merencanakan atau memikirkan apakah Anda akan jatuh lagi besok atau tidak? Jika Anda memang merencanakannya, tidak heran Anda terjatuh lagi? Bukankah lebih baik memikirkan darah YESUS yang terus menerus tercurah bagi Anda, membasuh, dan membersihkan Anda karena kasihNYA yang begitu besar kepada Anda?

Saya tidak mengatakan ini sebagai bentuk dukungan untuk berbuat dosa, justru sebaliknya, supaya Anda menang dari dosa. Anda bodoh jika berpikir dosa menyenangkan. Dosa mengikat, membuat Anda menderita, dan menyesal suatu hari nanti, padahal TUHAN menyediakan kehidupan yang indah dan penuh pengharapan bagi Anda. Tujuan saya menuliskan kebenaran di atas karena saya melihat begitu banyak orang percaya dikuasai dan dihantui perasaan bersalah akibat dosa-dosa yang telah atau sedang mereka lakukan. Mereka berpikir TUHAN marah, menghukum, menjauhi, dan meninggalkan mereka, akibatnya mereka tidak pernah bangkit dan semakin hari semakin jauh dari TUHAN. Firman Tuhan katakan TUHAN tidak pernah meninggalkan kita sedetik pun (Ibrani 13:5).

Teman, setiap kali Anda jatuh ke dalam dosa, katakan kepada diri Anda, “Saya dilayakkan dan dikuduskan oleh darah YESUS. Terima kasih YESUS untuk DarahMU yang terus membasuh dan membersihkan saya.” Anda akan lihat ada ‘sesuatu’ di dalam diri Anda yang mendorong Anda untuk bangkit dan meninggalkan dosa untuk selamanya. (penulis: @mistermuryadi)