KELILINGI DIRI ANDA DENGAN ORANG-ORANG YANG POSITIF

Bahan renungan:

Amsal 18:24 Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.

Saya mengelilingi diri saya dengan orang-orang yang positif, orang-orang yang memiliki sikap tidak mudah menyerah, ingin terus maju, dan dekat dengan Tuhan.

(Baca juga: JANGAN HANYA JADI PENONTON, TERLIBATLAH!)

Bayangkan kita sedang dalam posisi konflik dengan pasangan dan ingin menyerah, lalu ada seorang sahabat bermental pasti-bisa datang mengatakan, “Kamu pasti bisa melewati hal tersebut. Kamu kuat. Ingat kembali kenangan indah bersamanya.” Dukungan seperti itu akan memberikan semangat dan pengharapan. Berbeda halnya jika yang datang adalah sahabat negatif kita, “Kalau saya jadi kamu, saya pilih bercerai. Contoh saya. Setelah saya bercerai, saya baik-baik saja sampai sekarang.”

Saya menemukan, sangat mudah bagi setiap kita untuk menyerah terhadap situasi, takluk terhadap tantangan, dan mundur dari pertandingan. Daging kita selalu menemukan alasan untuk membujuk kita berhenti. Jika ditambah dengan pengaruh dari orang-orang bermental tidak-mungkin dan tidak-bisa, sangat besar kemungkinan kita keluar dari gelanggang kehidupan yang Tuhan rancangkan bagi hidup kita.

(Baca juga: INILAH PENYEBAB UTAMA KITA DEPRESI)

Bijaklah memilih sahabat. Pastikan mereka adalah orang-orang yang membangun kehidupan kita dan membawa kita ke tingkat yang lebih baik dari hari kemarin. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

HATI-HATI TERHADAP ORANG-ORANG SEPERTI INI

Bahan renungan:

Ibrani 10:38-39 “Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.” Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.

Betapa pentingnya iman kita. Tuhan memandang kita “hidup” bukan berdasarkan apa yang kita lakukan, tetapi berdasarkan iman kita. Iman yang saya maksud adalah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

(Baca juga: JANGAN SAMPAI KEKAYAAN MEMBUAT KITA LUPA TERHADAP TIGA HAL INI)

Di akhir zaman, Firman Tuhan mengatakan akan semakin banyak orang yang mundur dari Yesus, atau menentang Yesus. Mereka adalah orang-orang biasa, yang memiliki rutinitas sama seperti kita, hanya saja mereka menolak untuk percaya kepada Yesus. Mereka berpikir ada yang lebih baik dan lebih menarik dari Yesus. Teman, jangan biarkan orang-orang tersebut memengaruhi kehidupan kita dan menggeser fokus kita dari Yesus.

(Baca juga: PATUTKAH KITA MENSYUKURI SAKIT PENYAKIT KITA?)

Bergaullah dengan orang-orang yang membawa kita semakin dekat kepada Tuhan. Yang membangun hidup kita menjadi lebih baik. Yang menuntun kita kepada kebenaran Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

PERHATIKAN SUMBER NASIHAT ANDA

Bahan renungan:

Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Menurut Firman Tuhan di atas, perbedaan antara orang benar dan orang fasik terletak pada sumber nasihat yang mereka dapatkan.

(Baca juga: PEMAHAMAN MEMBERI MENURUT PERJANJIAN BARU)

Tidak semua nasihat yang Anda dengar itu baik. Anda perlu selektif memilihnya. Banyak orang yang saya kenal, hidupnya berakhir buruk hanya karena mereka mendengarkan nasihat dari orang yang salah.

Saya berikan contoh. Ketika Anda disakiti seseorang, sahabat yang sudah mengenal Anda belasan tahun mungkin saja memberi nasihat untuk membalas atau mungkin menjauhi orang yang menyakiti Anda. Nasihat ini terdengar cukup masuk akal, tetapi pada kenyataannya, jauh dari kebenaran Firman Tuhan. Firman Tuhan dalam Lukas 6:27 mengatakan, “Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.”

Jadi, mana yang harus Anda ikuti, nasihat Firman Tuhan atau nasihat dari sahabat yang sangat mengenal saya? Ijinkan saya bertanya terlebih dahulu, “Hasil akhir seperti apa yang Anda inginkan?” Jika Anda ingin hasil akhir seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, yang tidak layu daunnya, dan apa saja yang diperbuatnya berhasil, Anda perlu mengikuti nasihat yang berdasarkan kebenaran Firman Tuhan.

(Baca juga: CARA MEMILIKI PIKIRAN YANG POSITIF)

Teman, Anda perlu mengenali sumber nasihat Anda, karena sumber nasihat yang salah dapat membawa Anda kepada kehidupan yang salah. Setiap kali Anda mendengar sebuah nasihat atau masukan, pastikan nasihat tersebut sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Untuk mudahnya, dengarkanlah nasihat hanya dari orang yang mengenal Tuhan dan menghidupi nilai-nilai Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN MENGIRIMKAN ORANG-ORANG BAIK DI SEKITAR ANDA

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. 

Teman, semua yang baik terjadi karena Tuhan merancangkannya untuk kita. Firman Tuhan mengatakan dalam Mazmur 139:13-16 bahwa Dia menenun kita dalam kandungan ibu kita dan Dia menulis semua hari-hari yang akan dibentuk selagi kita bakal anak.

(Baca juga: TUHAN YANG KITA SEMBAH ADALAH TUHAN YANG HIDUP)

Untuk menyatakan kebaikan-Nya, Tuhan memakai orang-orang benar di sekitar kita untuk membawa kita semakin dekat kepada Dia. Mungkin terkadang kita heran mengapa ada teman kita yang tidak pernah menyerah mengajak kita pergi ke gereja atau ke persekutuan. Tuhan mengirimkan mereka untuk kita.

Namun, perlu kita juga ketahui, bahwa Iblis pun memakai orang-orang di sekitar kita untuk membuat kita semakin jauh dari Tuhan. Itu sebabnya penting bagi kita untuk berhati-hati memilih siapa yang akan kita jadikan sahabat.

Apakah orang-orang di dekat Anda adalah orang-orang yang membawa Anda semakin dekat dengan Tuhan?

Firman Tuhan hari ini mengajarkan bahwa setelah jemaat mula-mula bertobat, yang mereka lakukan adalah bertekun dalam persekutuan. Mereka menghabiskan waktu lebih banyak dengan saudara-saudara seiman. Bukan untuk bergosip, melainkan untuk memecahkan roti dan berdoa. Atau sederhananya, untuk saling menguatkan, meneguhkan, dan membangun di dalam kebenaran Firman Tuhan. Akibatnya, banyak mukjizat dan tanda terjadi di antara mereka (ayat 43), hidup mereka bersukacita (ayat 46), penuh rasa syukur, dan menjadi berkat bagi orang lain (ayat 47).

(Baca juga: TIDAK PERLU BERLEBIHAN MERESPONS MASALAH ANDA)

Komunitas tempat kita menghabiskan waktu sangat menentukan akan menjadi orang seperti apakah kita di masa mendatang. Pilihlah komunitas dan pergaulan yang benar yang dapat membawa Anda semakin dekat dengan Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

“APA SAJA YANG DIPERBUATNYA BERHASIL”

Bahan renungan:

Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Kitab Mazmur dibuka dengan kebenaran yang sangat luar biasa mengenai keberhasilan. Adalah kehendak Tuhan agar Anda dan saya hidup di dalam keberhasilan.

(Baca juga: SEPERTI RUSA MERINDUKAN SUNGAI)

Menurut ayat di atas, keberhasilan merupakan buah dari dua hal: menjauhi sumber nasihat yang salah, dan merenungkan Firman Tuhan siang dan malam. Lihat, cara untuk berhasil menurut Firman Tuhan bukan kerja keras, banting tulang, dan menghalalkan segala cara.

Ayat 1 membahas pentingnya kita memperhatikan sumber nasihat kita. Sumber nasihat yang salah dapat membawa kita ke tempat yang salah dan melakukan hal-hal yang salah. Orang-orang yang negatif pasti membawa pengaruh negatif di dalam kehidupan kita. Jangan mendengarkan nasihat mereka, apalagi bersahabat dengan mereka. Bergaul dengan orang-orang negatif hanya akan menguras hal-hal positif yang ada di dalam diri Anda.

Ayat 2 mengatakan tidak cukup hanya membaca Firman Tuhan sesekali. Kita perlu merenungkannya siang dan malam. Indikasi kita sukses merenungkan kebenaran Firman Tuhan adalah kita memikirkan, memperkatakan, dan mengambil keputusan berdasarkan kebenaran tersebut.

(Baca juga: KEHEBATAN LIDAH MANUSIA)

Ketika kita berkomitmen terhadap kedua hal di atas, Firman Tuhan katakan, ” … ia akan menghasilkan buah pada musimnya dan apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Haleluya. (penulis: @mistermuryadi)

BERGAUL DENGAN ORANG YANG TEPAT DAPAT MENGUBAH HIDUP ANDA

Bahan renungan:

Amsal 18:24 Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.

Kita perlu memilih dan memilah orang yang kita jadikan teman atau sahabat, karena mereka memiliki peran penting dalam menentukan masa depan kita. Salah memilih teman atau sahabat mengakibatkan kita mengalami hal buruk yang tidak perlu kita alami, sebaliknya jika kita memilih teman atau sahabat yang tepat, hidup kita diuntungkan, dan dapat diubahkan.

(Baca juga: PERGUNAKANLAH KUASA YANG TUHAN SUDAH BERIKAN KEPADA ANDA)

Sebagai seorang pelayan, saya sering bertemu orang-orang yang awalnya rajin ke gereja, melayani Tuhan, dan aktif, tetapi tiba-tiba hilang ketika dia bertemu dengan teman-temannya yang baru. Umumnya, ketika mereka bertemu dengan pasangan mereka.

Sebaliknya, ada juga orang yang sebelumnya terlihat pasif, biasa-biasa saja, tidak pernah terlibat apa pun selain beribadah, tetapi ketika dia bergaul dengan seorang yang tepat, tiba-tiba dia mengambil keputusan yang radikal untuk terlibat dalam pelayanan dan aktif ke gereja atau persekutuan.

(Baca juga: CARA MELAWAN TIPU MUSLIHAT IBLIS)

Saya percaya, pergaulan kita memengaruhi hidup kita. Firman Tuhan dalam 1 Korintus 15:33 mengingatkan kita bahwa pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Itu artinya pergaulan yang baik akan menambah banyak kebiasaan baik dalam hidup kita yang dapat membawa kita kepada masa depan yang lebih baik. (penulis: @mistermuryadi)

JANGAN HABISKAN ENERGI ANDA UNTUK MELADENI ORANG NEGATIF

Bahan renungan:

Markus 5:38-40 Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!” Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.

Ucapan negatif seperti gosip atau menjelek-jelekan seseorang benar-benar menguras energi, merusak pikiran, dan menghambat iman kita. Kita perlu berhati-hati memilih sahabat atau orang-orang yang dekat dengan kita.

(Baca juga: KITA TIDAK DICIPTAKAN UNTUK LARI DARI MASALAH)

Suatu kali Yesus mesti berurusan dengan orang-orang negatif. Ketika ada seorang anak terbaring, Yesus mengatakan anak tersebut tidur, tetapi orang-orang negatif di sana mengatakan anak itu mati. Bahkan, Yesus ditertawakan karena mengatakan anak tersebut tidur.

Apakah Anda pernah mengalami situasi seperti di atas? Ketika Anda menyatakan iman Anda, orang lain menertawakan Anda, dan mereka mengatakan bahwa yang Anda percayai itu salah dan mustahil.

Yesus kemudian mengusir orang-orang negatif itu, atau dengan kata lain, Yesus tidak mau menghabiskan energi-Nya untuk meladeni orang-orang tersebut. Yesus memilih orang-orang yang bersepakat dengan iman-Nya, yaitu ayah dan ibu anak tersebut.

Teman, tahukah Anda bahwa virus negatif menular jauh lebih cepat daripada virus positif? Semakin sering dan lama kita menghabiskan waktu dengan orang-orang negatif, perlahan kita akan berpikir, merasa, dan berkata-kata seperti mereka.

(Baca juga: KITA YANG DIUNTUNGKAN KETIKA IKUT PERINTAH TUHAN)

Saya percaya setiap kita memiliki harapan dan cita-cita yang besar. Saya ingin menyakinkan Anda bahwa hal tersebut tidak dapat Anda raih jika Anda membiarkan hidup Anda dikelilingi oleh orang-orang yang negatif. Bijaklah memilih orang-orang yang dekat dengan Anda. (penulis: @mistermuryadi)