KITA DILAYAKKAN MENDAPATKAN BAGIAN DALAM KERAJAAN TERANG

Bahan renungan:

Kolose 1:12 … dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.

Makna dari kata “dilayakkan” adalah dianggap layak. Saya percaya, kita semua setuju bahwa kita dilayakkan hanya karena darah Yesus yang kudus, sehingga kita yang berdosa dapat memeroleh bagian dalam Kerajaan Sorga. Kita tidak dilayakkan oleh perbuatan baik kita, kita juga tidak dilayakkan oleh pemberian kita.

(Baca juga: SATU-SATUNYA CARA AGAR KITA MASUK SORGA)

Darah Yesus telah melayakkan kita untuk menjadi anak kesayangan Bapa Sorgawi, menerima setiap janji yang Dia pernah ucapkan kepada Abraham, dan mengambil bagian dalam penderitaan yang Yesus alami (melayani dan memberikan Injil). Setidaknya, kita dilayakkan atas ketiga hal itu, dan kita perlu mengucap syukur akan hal tersebut.

Saya ingin fokus ke sepenggal kalimat ini hari ini, “… yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian …” Kalimat itu berbicara mengenai tujuan mengapa Bapa melayakkan kita, yaitu untuk menerima bagian dalam apa yang telah ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam Kerajaan Terang. Dalam kata lain, kita dilayakkan agar kita terlibat terhadap apa yang sedang Tuhan kerjakan bagi dunia ini.

Tuhan memberikan kita identitas sebagai anak kesayangan agar kita dapat menunjukkan gaya hidup orang percaya kepada dunia. Tuhan melayakkan kita menerima janji Abraham agar kita dapat menjadi saluran berkat bagi orang-orang yang membutuhkan. Tuhan mau kita terlibat dalam pelayanan dan pemberitaan Injil agar banyak orang mendengar tentang Yesus dan karya salib-Nya.

(Baca juga: ANDA ADALAH WARGANEGARA KERAJAAN SORGA)

Kita adalah orang-orang yang telah dilayakkan dan kita perlu mendapat bagian dalam Kerajaan Terang. Saya percaya kita tidak dipanggil Tuhan dari gelap kepada terang untuk menjadi orang yang pasif. Dia panggil kita untuk terlibat dalam kegerakkan yang sedang Dia lakukan bagi dunia ini. Lakukan apa yang dapat Anda lakukan bagi Kerajaan-Nya, libatkan diri Anda dalam kegerakkan yang membawa kemuliaan bagi nama-Nya, dan salurkan berkat yang Tuhan percayakan untuk memperlebar Kerajaan-Nya. Demikianlah bagian anak-anak terang di dalam Kerajaan Terang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TUJUAN HIDUP KITA LEBIH BESAR DARI SEKADAR HIDUP UNTUK DIRI SENDIRI

Bahan renungan:

Mazmur 73:28 Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan Allah, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.

Setiap orang yang lahir dari Tuhan, atau dengan kata lain, telah mengalami kelahiran baru, memiliki kuasa kebangkitan di dalam dirinya untuk melakukan perkara-perkara ajaib bagi Kerajaan Sorga. Firman Tuhan mengatakan, kita dipanggil dari gelap kepada terang-Nya yang ajaib untuk memberitakan perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar.

(Baca juga: “KUATKANLAH DAN TEGUHKANLAH HATIMU”)

Adalah sebuah fakta yang tidak dapat kita hindari bahwa kita, orang-orang yang percaya, adalah saluran kasih, kebenaran, berkat, dan kuasa Tuhan bagi dunia ini. Dunia melihat dan bertemu dengan kasih Yesus melalui kehidupan yang ditunjukkan oleh orang-orang percaya.

(Baca juga: ANDA ADALAH MUKJIZAT YANG TUHAN KIRIM UNTUK KELUARGA ANDA)

Itu adalah tujuan utama Tuhan menyelamatkan hidup kita. Kita dipulihkan untuk memulihkan dan kita diberkati untuk memberkati. Tuhan memberikan tujuan hidup yang baru bagi kita, yang lebih besar dari sekadar hanya hidup untuk diri sendiri. (penulis: @mistermuryadi)

JANGAN SAMPAI KEKAYAAN MEMBUAT KITA LUPA TERHADAP TIGA HAL INI

Bahan renungan:

1 Timotius 6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

Kekayaan dapat membuat kita lupa akan tiga hal ini:
1. Lupa bahwa semua yang baik yang kita miliki berasal dari Tuhan.
2. Lupa bahwa sumber kekayaan kita yang sesungguhnya adalah Tuhan.
3. Lupa bahwa semestinya kita menggunakan kekayaan kita untuk mendatangkan kemuliaan bagi nama Tuhan.

(Baca juga: PERKATAAN KASIH YANG SEDERHANA DAPAT MEMBERI KELEGAAN BESAR)

Yudas adalah contoh yang tepat dari orang yang terpesona pada uang dan kekayaan. Yudas lebih suka mengambil, atau dengan kata lain, mengumpulkan uang untuk kepentingan dirinya, daripada memberi untuk orang yang membutuhkan (Yohanes 12:6) dan Yudas tertarik pada kekayaan lebih daripada Yesus.

Salah satu cara untuk mengingatkan diri kita akan ketiga hal di atas adalah dengan cara memberi.

(Baca juga: PENTINGNYA KITA MENGETAHUI DAN MENGAKUI KE-TUHAN-AN YESUS)

Memberi persembahan atau persepuluhan adalah sebuah pernyataan iman, tanda kita menyadari bahwa kekayaan kita adalah milik Tuhan. Memberi kepada orang-orang yang tidak mampu dan membutuhkan adalah pernyataan iman, tanda kita menyadari bahwa hidup kita adalah saluran berkat bagi orang lain. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

SEMUA BERKAT YANG KITA MILIKI BERASAL DARI TUHAN

Bahan renungan:

2 Korintus 9:10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.

“Semua yang saya miliki hari ini adalah hasil keringat dan kerja keras saya.” Tidak benar demikian. Menurut Firman Tuhan, semua berkat yang kita miliki hari ini adalah anugerah dari Bapa Sorgawi. Dia yang menyediakan benih untuk kita tabur dan roti untuk kita nikmati.

(Baca juga: IMAN ADALAH SATU-SATUNYA KUNCI UNTUK MEMBUKA GUDANG PERSEDIAAN TUHAN)

Sebuah survei di Amerika mengatakan banyak orang Kristen yang pelit dalam memberikan tip kepada para pelayan restoran. Saya tidak tahu secara pasti apakah survei ini akurat atau tidak. Namun, itulah yang dunia ajarkan, bahwa semua yang kita miliki hari ini adalah milik kita, karena kita, dan untuk kita. Alasan ini yang membuat orang jadi pelit dan takut memberi.

Jika ada seorang kaya memberikan kita akses untuk menikmati semua hartanya, kira-kira apakah kita masih akan merasa takut atau kuatir saat memberi? Tentu saja tidak. Malah, kita akan menabur lebih banyak dari biasanya. Sama halnya jika kita menyadari bahwa uang yang kita miliki itu adalah milik Tuhan. Kita tidak akan takut dan kuatir kehabisan uang pada saat kita menabur.

Hari ini saya ingin kita menyadari, bahwa semua yang kita miliki adalah berasal dari Tuhan. Firman Tuhan mengatakan Dia yang menyediakan benih bagi kita dan melipatgandakannya untuk kita. Tuhan yang kita sembah adalah Sang Sumber Berkat. Dia ingin kita menjadi saluran berkat bagi banyak orang.

(Baca juga: IMAN KITA MEMILIKI BENTUK YANG DAPAT DILIHAT DAN DIRASAKAN)

Saya tidak mengatakan kita tidak boleh menggunakan uang untuk kepentingan pribadi. Tentu saja boleh. Tuhan bukan hanya ingin kita menjadi berkat, Dia juga ingin memberkati kita. Namun, tidak semua yang uang kita miliki harus dihabiskan hanya untuk kepentingan kita. Kita perlu bijak dan bertanggung jawab menggunakannya. Contoh: Sebagian kita tabur sebagai benih (persembahan dan persepuluhan), sebagian untuk membantu orang lain, dan sebagian untuk keperluan kita dan keluarga. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ANDA ADALAH MUKJIZAT YANG TUHAN KIRIM UNTUK KELUARGA ANDA

Bahan renungan:

Kejadian 45:7 Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong.

Adalah cara Tuhan untuk memulai segala sesuatu dari yang kecil. Sebelum ada 12 suku Israel, Tuhan memulainya dari seseorang bernama Yakub. Sebelum Tuhan mengajarkan Daud cara berperang dan menjadi raja, Dia terlebih dahulu mengajarkan Daud menggembalakan dua tiga ekor kambing domba. Sebelum Injil tersebar ke seluruh dunia, Yesus memuridkan 12 orang.

(Baca juga: YESUS MEMBERI KITA TUJUAN HIDUP YANG BARU)

Jika hari ini Anda adalah satu-satu orang yang mengenal Yesus di dalam keluarga, saya percaya Tuhan ingin menyelamatkan keluarga Anda melalui Anda. Anda adalah mukjizat yang Tuhan kirim bagi keluarga Anda.

Tuhan memberikan janji-Nya dalam Kisah Para Rasul 16:31, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Ya, Tuhan ingin seisi rumah kita, atau keluarga, kita diselamatkan.

Bagaimana caranya agar keluarga kita diselamatkan? Kisah Para Rasul 16:32 mengajarkan cara mendatangkan mukjizat bagi keluarga kita di rumah, “Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.” Ya, caranya adalah menjadikan diri Anda sebagai saluran kabar baik, berkat, dan mukjizat bagi keluarga Anda.

Ketika keluarga Anda sakit, tumpangkan tangan Anda dan sembuhkan mereka. Ketika ada yang stres atau depresi, ceritakan kabar baik dan berdoalah bersama mereka. Sayangnya, banyak orang tidak memberikan atau menunjukkan teladan Kristus bagi keluarga di rumahnya. Banyak yang sibuk sendiri di rumah. Bahkan, beberapa malah memutuskan untuk kos atau keluar dari rumah karena merasa tidak bebas di rumah. Jika demikian, tidak heran keluarga Anda tidak melihat kasih Kristus dan akibatnya mereka tidak berubah.

(Baca juga: APA BENAR TUHAN AKAN MEMOTONG RANTING YANG TIDAK BERBUAH?)

Tuhan mengirim Musa untuk melepaskan Bangsa Israel dari perbudakan. Selama berpuluh-puluh tahun Musa bersama Bangsa Israel, Musa dicaci dan dihina, tetapi Musa tetap setia dan sabar. Musa bisa saja pergi, tetapi Musa menyadari bahwa dia adalah saluran kabar baik dan mukjizat yang Tuhan berikan bagi Bangsa Israel. Saya percaya begitu juga Anda bagi keluarga Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

APAKAH ALKITAB MEMPERBOLEHKAN ROKOK ATAU TATO?

Bahan renungan: 

1 Korintus 10:23 Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

Banyak hal yang muncul di generasi kita yang tidak ada di generasi atau di zaman Tuhan Yesus, seperti rokok, tato untuk gaya hidup, sisha, dan lain sebagainya. Hal itu terkadang dimanfaatkan oleh anak-anak TUHAN sebagai pembenaran bahwa berarti merokok atau tato itu boleh, karena tidak dilarang oleh Alkitab.

Saya ingin katakan bahwa memang benar segala sesuatu diperbolehkan. Firman Tuhan yang mengatakannya dalam ayat renungan di atas.

Namun Rasul Paulus menambahkan, “… tapi bukan segala sesuatu berguna dan membangun.” Teman, pikirkan kembali hal-hal yang kita ingin lakukan, apakah hal tersebut berguna atau tidak. Tentu saja konteks berguna di sini bukan hanya berguna bagi kita, tapi apakah berguna bagi orang lain. Firman Tuhan katakan kita adalah terang dan garam dunia. Hidup kita dilihat dan diperhatikan oleh banyak orang di sekeliling kita. Kita bisa cek, apakah melalui gaya hidup kita, orang lain dapat mengenal TUHAN dan memuliakan Bapa kita di Sorga (Matius 5:16).

“Tetapi, apa yang saya lakukan tidak ada urusannya dengan orang lain?”

Jelas sangat ada hubungannya dengan orang lain. Selama Anda hidup di sekitar manusia, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, akan selalu ada orang lain yang melihat kehidupan Anda. Bahkan beberapa di antara mereka akan meniru Anda.

Jadi, kembali kepada diri kita masing-masing. Anda bisa menilainya sendiri apakah merokok, tato, atau hal lainnya itu berguna bagi kita dan bagi orang di sekeliling kita. Apakah hal tersebut dapat membawa mereka mengenal YESUS? Jika iya, lakukan, tetapi jika tidak, sebaiknya Anda urungkan niat Anda. Jangan melakukan sesuatu yang pada akhirnya membuat orang semakin jauh dari TUHAN atau membuat orang lain merendahkan Yesus, Tuhan kita. (penulis: @mistermuryadi)

KATAKAN “CUKUP” PADA DIRI ANDA

Bahan renungan:

Yohanes 12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Saya yakin setiap orang percaya di dunia ini ingin menjadi berkat bagi orang lain. Namun seringkali keinginan tersebut tidak diiringi dengan berkata “CUKUP” bagi dirinya sendiri.

Selama pusat kehidupan Anda adalah diri Anda sendiri, Anda akan kesulitan untuk melayani orang lain. Misalnya Anda mendapatkan bonus dari pekerjaan. Jika yang Anda pikirkan hanyalah gadget baru, sepatu baru, atau baju baru, Anda akan kesulitan untuk memberkati orang lain. Saya tidak mengatakan tidak boleh membeli sesuatu yang baru, tetapi jangan hanya itu yang ada di pikiran Anda setiap kali mendapatkan uang.

Sebelum kita bisa melayani atau memberkati hidup orang lain, kita harus berani berkata “CUKUP.” Belajar mengatakan, “Saya cukup dengan dua pasang sepatu, tiga buah tas, dan dua buah handphone.” Dengan demikian, selebihnya yang Anda miliki, bisa Anda berikan kepada orang lain.

Teman, dunia ini membutuhkan Anda dan saya. Hidup yang kita dapatkan adalah anugerah dari TUHAN dan hidup kita tidak hanya tentang diri kita, melainkan juga tentang orang lain. Sebagai hamba TUHAN, saya pun mengalami banyak hinaan, tekanan, ejekan, cacian dari banyak orang, tapi Anda tahu, saya belajar berkata di dalam hati saya bahwa saya ada hari ini untuk orang lain, bukan hanya untuk diri saya sendiri.

Saya teringat pada apa yang telah YESUS lakukan bagi saya 2000 tahun yang lalu. Kalau yang DIA pikirkan adalah diriNYA sendiri, pasti DIA tidak akan naik ke atas kayu salib. YESUS menyerahkan nyawaNYA, karena yang DIA pikirkan adalah Anda dan saya. Saya percaya hal yang sama yang seharusnya kita lakukan bagi orang-orang yang terhilang di sekeliling kita. (penulis: @mistermuryadi)