SEMUA BERKAT YANG KITA MILIKI BERASAL DARI TUHAN

Bahan renungan:

2 Korintus 9:10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.

“Semua yang saya miliki hari ini adalah hasil keringat dan kerja keras saya.” Tidak benar demikian. Menurut Firman Tuhan, semua berkat yang kita miliki hari ini adalah anugerah dari Bapa Sorgawi. Dia yang menyediakan benih untuk kita tabur dan roti untuk kita nikmati.

(Baca juga: IMAN ADALAH SATU-SATUNYA KUNCI UNTUK MEMBUKA GUDANG PERSEDIAAN TUHAN)

Sebuah survei di Amerika mengatakan banyak orang Kristen yang pelit dalam memberikan tip kepada para pelayan restoran. Saya tidak tahu secara pasti apakah survei ini akurat atau tidak. Namun, itulah yang dunia ajarkan, bahwa semua yang kita miliki hari ini adalah milik kita, karena kita, dan untuk kita. Alasan ini yang membuat orang jadi pelit dan takut memberi.

Jika ada seorang kaya memberikan kita akses untuk menikmati semua hartanya, kira-kira apakah kita masih akan merasa takut atau kuatir saat memberi? Tentu saja tidak. Malah, kita akan menabur lebih banyak dari biasanya. Sama halnya jika kita menyadari bahwa uang yang kita miliki itu adalah milik Tuhan. Kita tidak akan takut dan kuatir kehabisan uang pada saat kita menabur.

Hari ini saya ingin kita menyadari, bahwa semua yang kita miliki adalah berasal dari Tuhan. Firman Tuhan mengatakan Dia yang menyediakan benih bagi kita dan melipatgandakannya untuk kita. Tuhan yang kita sembah adalah Sang Sumber Berkat. Dia ingin kita menjadi saluran berkat bagi banyak orang.

(Baca juga: IMAN KITA MEMILIKI BENTUK YANG DAPAT DILIHAT DAN DIRASAKAN)

Saya tidak mengatakan kita tidak boleh menggunakan uang untuk kepentingan pribadi. Tentu saja boleh. Tuhan bukan hanya ingin kita menjadi berkat, Dia juga ingin memberkati kita. Namun, tidak semua yang uang kita miliki harus dihabiskan hanya untuk kepentingan kita. Kita perlu bijak dan bertanggung jawab menggunakannya. Contoh: Sebagian kita tabur sebagai benih (persembahan dan persepuluhan), sebagian untuk membantu orang lain, dan sebagian untuk keperluan kita dan keluarga. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ANDA ADALAH MUKJIZAT YANG TUHAN KIRIM UNTUK KELUARGA ANDA

Bahan renungan:

Kejadian 45:7 Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong.

Adalah cara Tuhan untuk memulai segala sesuatu dari yang kecil. Sebelum ada 12 suku Israel, Tuhan memulainya dari seseorang bernama Yakub. Sebelum Tuhan mengajarkan Daud cara berperang dan menjadi raja, Dia terlebih dahulu mengajarkan Daud menggembalakan dua tiga ekor kambing domba. Sebelum Injil tersebar ke seluruh dunia, Yesus memuridkan 12 orang.

(Baca juga: YESUS MEMBERI KITA TUJUAN HIDUP YANG BARU)

Jika hari ini Anda adalah satu-satu orang yang mengenal Yesus di dalam keluarga, saya percaya Tuhan ingin menyelamatkan keluarga Anda melalui Anda. Anda adalah mukjizat yang Tuhan kirim bagi keluarga Anda.

Tuhan memberikan janji-Nya dalam Kisah Para Rasul 16:31, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Ya, Tuhan ingin seisi rumah kita, atau keluarga, kita diselamatkan.

Bagaimana caranya agar keluarga kita diselamatkan? Kisah Para Rasul 16:32 mengajarkan cara mendatangkan mukjizat bagi keluarga kita di rumah, “Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.” Ya, caranya adalah menjadikan diri Anda sebagai saluran kabar baik, berkat, dan mukjizat bagi keluarga Anda.

Ketika keluarga Anda sakit, tumpangkan tangan Anda dan sembuhkan mereka. Ketika ada yang stres atau depresi, ceritakan kabar baik dan berdoalah bersama mereka. Sayangnya, banyak orang tidak memberikan atau menunjukkan teladan Kristus bagi keluarga di rumahnya. Banyak yang sibuk sendiri di rumah. Bahkan, beberapa malah memutuskan untuk kos atau keluar dari rumah karena merasa tidak bebas di rumah. Jika demikian, tidak heran keluarga Anda tidak melihat kasih Kristus dan akibatnya mereka tidak berubah.

(Baca juga: APA BENAR TUHAN AKAN MEMOTONG RANTING YANG TIDAK BERBUAH?)

Tuhan mengirim Musa untuk melepaskan Bangsa Israel dari perbudakan. Selama berpuluh-puluh tahun Musa bersama Bangsa Israel, Musa dicaci dan dihina, tetapi Musa tetap setia dan sabar. Musa bisa saja pergi, tetapi Musa menyadari bahwa dia adalah saluran kabar baik dan mukjizat yang Tuhan berikan bagi Bangsa Israel. Saya percaya begitu juga Anda bagi keluarga Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

APAKAH ALKITAB MEMPERBOLEHKAN ROKOK ATAU TATO?

Bahan renungan: 

1 Korintus 10:23 Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

Banyak hal yang muncul di generasi kita yang tidak ada di generasi atau di zaman Tuhan Yesus, seperti rokok, tato untuk gaya hidup, sisha, dan lain sebagainya. Hal itu terkadang dimanfaatkan oleh anak-anak TUHAN sebagai pembenaran bahwa berarti merokok atau tato itu boleh, karena tidak dilarang oleh Alkitab.

Saya ingin katakan bahwa memang benar segala sesuatu diperbolehkan. Firman Tuhan yang mengatakannya dalam ayat renungan di atas.

Namun Rasul Paulus menambahkan, “… tapi bukan segala sesuatu berguna dan membangun.” Teman, pikirkan kembali hal-hal yang kita ingin lakukan, apakah hal tersebut berguna atau tidak. Tentu saja konteks berguna di sini bukan hanya berguna bagi kita, tapi apakah berguna bagi orang lain. Firman Tuhan katakan kita adalah terang dan garam dunia. Hidup kita dilihat dan diperhatikan oleh banyak orang di sekeliling kita. Kita bisa cek, apakah melalui gaya hidup kita, orang lain dapat mengenal TUHAN dan memuliakan Bapa kita di Sorga (Matius 5:16).

“Tetapi, apa yang saya lakukan tidak ada urusannya dengan orang lain?”

Jelas sangat ada hubungannya dengan orang lain. Selama Anda hidup di sekitar manusia, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, akan selalu ada orang lain yang melihat kehidupan Anda. Bahkan beberapa di antara mereka akan meniru Anda.

Jadi, kembali kepada diri kita masing-masing. Anda bisa menilainya sendiri apakah merokok, tato, atau hal lainnya itu berguna bagi kita dan bagi orang di sekeliling kita. Apakah hal tersebut dapat membawa mereka mengenal YESUS? Jika iya, lakukan, tetapi jika tidak, sebaiknya Anda urungkan niat Anda. Jangan melakukan sesuatu yang pada akhirnya membuat orang semakin jauh dari TUHAN atau membuat orang lain merendahkan Yesus, Tuhan kita. (penulis: @mistermuryadi)

KATAKAN “CUKUP” PADA DIRI ANDA

Bahan renungan:

Yohanes 12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Saya yakin setiap orang percaya di dunia ini ingin menjadi berkat bagi orang lain. Namun seringkali keinginan tersebut tidak diiringi dengan berkata “CUKUP” bagi dirinya sendiri.

Selama pusat kehidupan Anda adalah diri Anda sendiri, Anda akan kesulitan untuk melayani orang lain. Misalnya Anda mendapatkan bonus dari pekerjaan. Jika yang Anda pikirkan hanyalah gadget baru, sepatu baru, atau baju baru, Anda akan kesulitan untuk memberkati orang lain. Saya tidak mengatakan tidak boleh membeli sesuatu yang baru, tetapi jangan hanya itu yang ada di pikiran Anda setiap kali mendapatkan uang.

Sebelum kita bisa melayani atau memberkati hidup orang lain, kita harus berani berkata “CUKUP.” Belajar mengatakan, “Saya cukup dengan dua pasang sepatu, tiga buah tas, dan dua buah handphone.” Dengan demikian, selebihnya yang Anda miliki, bisa Anda berikan kepada orang lain.

Teman, dunia ini membutuhkan Anda dan saya. Hidup yang kita dapatkan adalah anugerah dari TUHAN dan hidup kita tidak hanya tentang diri kita, melainkan juga tentang orang lain. Sebagai hamba TUHAN, saya pun mengalami banyak hinaan, tekanan, ejekan, cacian dari banyak orang, tapi Anda tahu, saya belajar berkata di dalam hati saya bahwa saya ada hari ini untuk orang lain, bukan hanya untuk diri saya sendiri.

Saya teringat pada apa yang telah YESUS lakukan bagi saya 2000 tahun yang lalu. Kalau yang DIA pikirkan adalah diriNYA sendiri, pasti DIA tidak akan naik ke atas kayu salib. YESUS menyerahkan nyawaNYA, karena yang DIA pikirkan adalah Anda dan saya. Saya percaya hal yang sama yang seharusnya kita lakukan bagi orang-orang yang terhilang di sekeliling kita. (penulis: @mistermuryadi)

MENJADI HAMBA YESUS BAGI DUNIA INI

Bahan renungan:

1 Korintus 9:19 Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

Bagaimana Paulus dapat memenangkan hidup banyak orang? Dengan cara menjadi hamba. Banyak orang percaya hidup dengan gengsi dan harga dirinya yang tinggi yang membuat jiwa-jiwa terhilang di luar sana tidak melihat YESUS melalui gaya hidup mereka.

Karakter kita yang ‘tinggi’ seringkali yang membuat INJIL ditolak. Saya yakin dan percaya tidak ada orang yang menolak untuk dikasihi, disembuhkan, diberkati, dan diselamatkan. Seringkali dunia bukan menolak YESUS, melainkan menolak si pembawa berita tentang YESUS.

Teman, menjadi hamba bagi orang lain bukan berarti Anda menjadi seperti budak yang disuruh apa saja mau. Bukan itu. Menjadi hamba berarti memiliki hati yang lembut, hati yang mudah mengampuni, hati yang mau mengalah, dan hati yang mau melayani.

Anda melakukan segala sesuatu dengan tulus, sabar, dan bersukacita. Anda tidak lelah untuk menyampaikan berita INJIL kepada teman-teman di sekeliling Anda sekalipun mereka menghina atau menolak Anda. Meskipun mereka membenci Anda, Anda tetap mengasihi mereka dan berdoa untuk mereka, bukan malah membalas perbuatan mereka. (penulis: @mistermuryadi)

LAKUKAN SEKARANG, JANGAN MENUNDA LAGI

Bahan renungan:

2 Korintus 5:1 Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.

Teman, tahukah Anda bahwa semua orang di dunia akan hidup kekal? Bukan hanya orang yang menerima Yesus yang akan hidup kekal, tapi semua orang di atas muka bumi ini. Masalahnya adalah kekal di Sorga atau kekal di Neraka. Puji Tuhan, orang-orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat akan menikmati kehidupan kekal di Sorga.

Teman, hidup di dunia ini hanya sementara dan hanya sesaat saja. Firman Tuhan sudah katakan usia manusia bisa sampai 120 tahun (Kejadian 6:3). Jika kita hidup lebih dari usia tersebut, itu adalah bonus. Kehidupan 120 tahun di dunia ini tidak dapat dibandingkan dengan kehidupan selama-lamanya di Sorga nanti.

Hari ini saya ingin kita merenungkan sebentar kehidupan kita. Seringkali kita menunda untuk berbuat baik, menunda untuk berubah, menunda untuk menginjil, menunda untuk mengampuni, menunda untuk memberi, dan selalu menunda. Teman, hidup kita hanya sesaat di dunia. Mari kita hidup untuk menjadi berkat dan menjadi saluran kasih TUHAN. Jangan sia-siakan hidupmu untuk sesuatu yang tidak berguna. Hampir semua orang, ketika di penghujung hidupnya, selalu berkata, “Seandainya saja saya bisa hidup lebih lama dan melakukan lebih banyak yang berguna untuk orang lain,” dan itu sudah terlambat. (penulis: @mistermuryadi)

ALIRAN AIR KEHIDUPAN

Bahan renungan:

Yohanes 7:38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”

Tahukah Anda bahwa di dalam diri Anda ada ‘mata air’ yang dapat menyelamatkan hidup banyak orang? Ketika Anda hidup percaya kepada Kristus, ‘mata air’ itu akan mengalirkan air kehidupan yang dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Saya tidak katakan kita adalah ‘sumber air’, karena sumbernya adalah YESUS. Orang-orang percaya adalah saluran yang dipakai oleh TUHAN untuk memberkati dunia ini. Tidak peduli berapa pun usia Anda, dari latar belakang apa pun Anda, dan apa pun status Anda, Anda telah ditetapkan untuk menjadi berkat bagi banyak orang.

Saya sempat tidak percaya bahwa Firman Tuhan katakan kita adalah garam dan terang bagi dunia ini. Ini adalah pernyataan yang luar biasa. Kita bukan hanya ditetapkan menjadi garam dan terang bagi sekolah, kampus, keluarga, atau kantor kita, tapi juga bagi dunia ini. Tuhan punya rencana yang luar biasa untuk kehidupan setiap kita.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mempercayaiNYA sepenuh hati. Bukan hanya menjadikan YESUS sebagai Tuhan dan Juruselamat, tapi juga mempercayai ke mana pun DIA menuntun hidup Anda. Saat DIA mengatakan kepada Anda untuk meninggalkan hal ini dan itu, percayalah itu adalah jalan terbaik. Ketika DIA berbisik lembut di hati Anda dan mengatakan untuk memberikan ini dan itu, atau melakukan hal ini dan itu, percayalah itu adalah jalan yang terindah bagi Anda. (penulis: @mistermuryadi)