IBLIS TIDAK INGIN ANDA MENIKMATI JANJI TUHAN

Bahan renungan:

Markus 12:7-8 Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu.

Sejak dulu sampai hari ini tujuan iblis hanya satu, dia ingin agar Anda dan saya, orang-orang yang percaya kepada Yesus, terpisah dari Bapa Sorgawi. Iblis tahu sekali bahwa ketika kita berada di dekat Bapa, kita dipulihkan, disembuhkan, dan diberkati.

(Baca juga: MENGAPA TUHAN YANG BAIK MENURUNKAN AIR BAH DAN MENGHANCURKAN SODOM GOMORA?)

Yohanes 10:10 memberikan garis batas yang jelas antara iblis dan Yesus. Iblis datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; tetapi Yesus datang, supaya kita mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Dengan berbagai tipu daya, iblis ingin agar kita tidak menikmati warisan janji Tuhan. Cara yang paling sering iblis lakukan adalah membuat kita merasa tidak dikasihi. Membuat kita meragukan kasih Bapa kepada kita. Ketika kita merasa tidak dikasihi Tuhan, kita cenderung akan menjauhi Tuhan dan berprasangka buruk terhadap Tuhan. Akibatnya, ketakutan dan kekuatiran akan mendominasi kehidupan kita, dan hidup kita terisolasi oleh perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran yang negatif.

(Baca juga: PELAYANAN ADALAH TEMPAT TERBAIK UNTUK MELATIH KARAKTER KITA)

Kita perlu sering mendengar kabar baik mengenai Yesus. Yohanes 8:32 mengatakan, “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Kebenaran Firman Tuhan membuat kita mengenali tipu daya si jahat. Kebenaran Firman Tuhan menuntun kita ke jalan yang benar. (penulis: @mistermuryadi)

IBLIS MENGGUNAKAN AYAT FIRMAN TUHAN UNTUK MEMUTAR KEBENARAN

Bahan renungan:

Matius 4:5-6 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

Julukan iblis adalah raja penipu. Iblis tidak memiliki kekuatan untuk merusak atau menghancurkan kita, karena kuasanya sudah dilucuti 2000 tahun yang lalu oleh Yesus. Satu-satunya senjata yang dia miliki adalah tipu daya.

(Baca juga: MENGENALI BETAPA LEBAR, PANJANG, TINGGI, DAN DALAMNYA KASIH BAPA)

Cara kerja tipu daya bekerja adalah mempermainkan pikiran kita. Membuat kita memercayai bahwa yang benar itu salah, dan yang salah itu benar.

Banyak orang mengira iblis akan mencobai kita dengan hal-hal yang jahat, tidak beradab, dan najis. Jika iblis mencoba menipu kita dengan hal-hal demikian, tentu saja kita tidak akan tertipu. Saya berikan contoh. Jika iblis datang dan menunjukkan kepada kita sebuah patung yang dapat berbicara dan mengatakan bahwa kita perlu menyembah patung tersebut, saya percaya kita tidak ada satu orang pun di antara kita yang akan tertipu. Namun, jika dia datang membawakan kita seseorang yang dapat melakukan mukjizat dan menyembuhkan orang sakit, kemungkinan besar kita akan tertipu jika kita tidak mengetahui kebenaran Firman Tuhan.

Waktu iblis mencobai Yesus yang kedua kali, iblis mengutip ayat kitab Mazmur 91:12 mengenai malaikat yang akan menatang Yesus jika Dia jatuh. Apa tujuan iblis mengutip ayat tersebut? Iblis ingin mengubah motivasi Yesus dari rendah hati, menjadi hati yang ingin menunjukkan kekuasaan dan kekuatan. Iblis ingin menggeser Yesus dari tujuan mulia-Nya, yaitu melayani orang yang terhilang. Namun, Yesus, yang adalah Firman itu sendiri mengetahui tipu daya iblis dan Yesus membungkamnya dengan mengatakan, “Ada tertulis …”

Sebagai orang percaya, kita perlu tahu dan hidup dalam kebenaran. Kita perlu tahu apa yang Yesus ajarkan kepada kita supaya kita tidak terjerat tipu daya si jahat. Beberapa waktu lalu saya membahas mengenai sebuah keyakinan yang mengajarkan untuk meminum minyak sebagai metode agar disembuhkan Tuhan, padahal Alkitab tidak pernah mengajarkan atau mencontohkan hal tersebut. Ironisnya, banyak orang memercayai dan mengikuti ajaran tersebut.

(Baca juga: HARGAI DIRI ANDA, JIKA ANDA INGIN DIHARGAI ORANG LAIN)

Teman, berulang kali saya mengatakan dalam blog ini bahwa yang iblis tipu bukanlah orang bodoh, melainkan orang yang tidak tahu kebenaran Firman Tuhan. Buktinya, banyak orang bergelar profesor, doktor, atau ilmuwan yang terjerat dalam sekte atau aliran yang menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)