TERBEBAS DARI RASA BERSALAH

Bahan renungan:

Ibrani 9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Cara utama untuk bebas dari rasa bersalah dan rasa tertuduh tentu saja meninggalkan perbuatan yang membuat kita merasa bersalah dan tertuduh. Jika kita terus melakukannya, kita akan terus dihantui oleh hal tersebut.

(Baca juga: APA PESAN YANG INGIN KITA SAMPAIKAN MELALUI HIDUP KITA?)

Jika Anda sudah meninggalkannya, tetapi tetap dihantui rasa bersalah dan rasa tertuduh, seperti, “Anda layak masuk ke neraka karena dosa yang telah Anda lakukan?” atau “Ini semua terjadi akibat dosa yang kamu perbuat,” teruskan membaca renungan ini.

Banyak orang mengalami depresi karena dihantui rasa bersalah akan hal yang mereka sudah tinggalkan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa beberapa penyakit berbahaya dapat dipicu oleh rasa bersalah dan tertuduh akibat alam bawah sadar yang secara konstan mengatakan, “Kamu bersalah. Kamu harus dihukum. Kamu tidak layak.”

Puji Tuhan, Alkitab memberikan jawaban agar kita terbebas dari rasa bersalah dan tertuduh. Saat pikiran Anda mengatakan, “Anda adalah orang berdosa. Anda harus dihukum akibat dosa-dosa Anda,” Anda dapat dengan percaya diri mengatakan, “Ya, saya memang orang berdosa dan layak dihukum, tetapi setiap dosa dan pelanggaran saya telah ditanggung seluruhnya oleh Yesus di kayu salib. Tidak ada lagi penghukuman untuk saya, karena darah Kristus telah membasuh saya dan melayakkan saya.”

(Baca juga: TUHAN ITU KASIH, MESTINYA KITA PUN DEMIKIAN)

Setiap kali rasa bersalah itu muncul, berdoalah, “Bapa, terima kasih atas apa yang telah Yesus lakukan bagiku. Yesus telah menanggung setiap dosa, kutuk, dan pelanggaran saya, sehingga tidak ada satu pun tuduhan atau hukuman yang tersisa untuk saya hari ini. Saya mau meninggalkan masa lalu dan mulai melangkah ke masa depan yang Tuhan sediakan bagi saya.” Anda akan merasakan damai dan sukacita mengalir di hati Anda. (penulis: @mistermuryadi)

TEMUKAN DAMAI SEJAHTERA SEJATI DI DALAM YESUS

Bahan renungan:

Yohanes 16:33 “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Damai sejahtera adalah janji yang sangat luar biasa yang Tuhan berikan kepada kita. Kita dapat memiliki kekayaan tanpa Tuhan Yesus. Kita dapat menjadi orang yang terkenal dan memiliki banyak keahlian tanpa Tuhan Yesus. Namun, kita tidak dapat memiliki damai sejahtera tanpa mengenal Tuhan Yesus.

(Baca juga: HIDUPLAH DALAM DAMAI DENGAN SEMUA ORANG)

Di pekerjaan lama saya sebagai wartawan, saya memiliki kesempatan bertemu dengan banyak orang terkenal dan sukses. Namun, banyak di antara mereka yang stres, depresi, dan kehilangan pengharapan. Mereka mengira hal tersebut terjadi karena mereka terlalu sibuk bekerja, padahal hal itu terjadi karena mereka tidak mengenal Yesus.

Yesus dan para rasul tidak pernah berhenti bekerja, memberitakan Injil, dipenjara, dan menghadapi banyak ancaman siang dan malam, tetapi mereka tidak pernah stres atau depresi, karena mereka selalu memiliki damai sejahtera di dalam hati mereka.

Jika kita memperhatikan ayat di atas, Yesus mengatakan, ” … supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku.” Pernyataan itu merupakan kunci penting agar kita dapat menikmati damai sejahtera, yaitu hanya dapat kita temukan di dalam Yesus.

(Baca juga: MENGIKUTI YESUS MELALUI JEJAK ORANG YANG MENCINTAI YESUS)

Damai sejahtera yang sejati tidak datang tiba-tiba. Damai sejahtera sejati tidak datang karena kita memiliki banyak uang. Kita perlu mengejarnya. Yang saya maksud adalah kita perlu meluangkan waktu untuk mengenal Tuhan dan kebenaran-Nya, karena Dia dan kebenaran-Nya adalah satu-satunya sumber damai sejahtera. Tidak ada sumber lain. Hanya pada saat kita mengerti dan percaya kepada Yesus dan kebenaran-Nya, kita dapat menikmati damai sejahtera, terlepas dari apa pun situasi yang sedang kita hadapi. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

HIDUPLAH DALAM DAMAI DENGAN SEMUA ORANG

Bahan renungan:

Roma 12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!

Bagaimana reaksi Anda jika bertemu dengan orang yang kasar terhadap Anda? Apakah Anda merespons dalam kasih seperti yang Yesus ajarkan, atau Anda merespons sama seperti orang yang kasar itu?

(Baca juga: TEMUKAN PERAN ANDA DALAM GEREJA TUHAN)

Saya rasa, belakangan, banyak orang menjadi sensitif dan kasar karena kehidupan penuh stres yang mereka jalani. Mulai dari kesibukan dalam pekerjaan, bisnis yang tidak stabil, dan hubungan yang tidak baik dengan pasangan atau keluarga.

Namun, kita dapat bersyukur, karena kita mengetahui kebenaran, dan kita mengenal Yesus, Sang Sumber Kasih. Setiap kali ada situasi yang memungkinkan kita terjebak dalam stres, kita tahu ke mana kita harus berlari. Tetapi harus diingat, banyak orang di luar sana yang tidak memiliki Yesus. Itu artinya, mereka tidak memiliki jalan keluar ketika mereka dalam tekanan.

(Baca juga: KITA PERLU MEMUNGUT DAN MEMAKAN MANNA SETIAP HARI)

Penting bagi kita untuk merepsons orang-orang yang kasar tersebut dengan kasih. Karena, hanya dengan cara demikian kita dapat membantu mereka menemukan jalan keluar dari tekanan dan stres, yang mungkin dapat menuntun mereka kepada Kristus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

YANG PERLU ANDA LAKUKAN SAAT BERADA DI LEMBAH KEKELAMAN

Bahan renungan:

Ulangan 8:7 Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung.

Jika Anda sedang berada di lembah kekelaman, saya ingin Anda benar-benar merenungkan apa yang saya tulis hari ini.

(Baca juga: MENINGGALKAN JEJAK IMAN)

Jika Anda pernah berada di sebuah lembah dan memandang ke sekeliling, Anda pasti tahu bahwa pandangan Anda sangat terbatas. Anda tidak dapat melihat jauh ke depan atau sekeliling. Berbeda halnya jika Anda berada di atas gunung. Anda dapat melayangkan pandangan sejauh mungkin. Saat berada di lembah, satu-satunya pandangan jauh hanyalah pada saat Anda melihat ke atas.

Anda dapat mengartikan kata “lembah” di atas sebagai masa krisis, tekanan, masalah, dan lain sebagainya.

Situasi “lembah” itu dihadapi oleh para tokoh Alkitab. Daniel, misalnya, saat dijerumuskan ke kandang singa. Musa, saat diperhadapkan dengan Laut Merah dan dikejar oleh tentara Mesir. Elisa, saat tempat tinggalnya dikepung oleh ribuan musuh. Yesus, saat harus berhadapan dengan 5000 orang yang lapar. Si wanita pendarahan, saat menghadapi kenyataan bahwa penyakitnya bertambah buruk dan tidak ada satu tabib pun yang dapat menyembuhkan dia.

Satu-satunya arah pandang para tokoh di atas saat berada di lembah adalah ke atas, kepada Tuhan dan janji setia-Nya. Ya, ke sanalah hati dan pikiran semestinya kita arahkan. Hanya Tuhan yang sanggup membawa Anda keluar dari lembah kekelaman. Hanya Tuhan yang sanggup memulihkan kehidupan Anda.

Secara mata manusia sungguh sulit memikirkan jalan keluar saat berhadapan dengan situasi yang Musa hadapi. Namun, Musa mengarahkan pandangannya kepada Tuhan, dan Laut Merah terbelah. Begitu juga dengan di wanita pendarahan. Semua tabib sudah angkat tangan, tetapi ketika dia mendekat kepada Yesus, seketika itu juga dia disembuhkan.

(Baca juga: JANGAN TAKUT TERHADAP MASALAH. JADILAH KREATIF!)

Semakin lama Anda memandang kepada masalah, semakin Anda kehilangan gairah, dan akibatnya Anda stres, depresi, dan tertekan. Namun jika Anda memandang kepada Tuhan dan janji-Nya, mencari kebenaran-Nya, dan mendekat kepada-Nya, Anda akan menemukan kekuatan dan jalan keluar. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

BERISTIRAHATLAH SEJENAK DARI KESIBUKAN ANDA

Bahan renungan:

Markus 6:31 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.

Setiap kita memiliki tanggung jawab untuk mengerjakan sesuatu. Seorang ayah perlu bekerja untuk membiayai keperluan rumah tangganya, seorang ibu perlu bekerja melayani suami dan anak-anaknya, seorang karyawan perlu bekerja untuk masa depan, dan seorang pelajar perlu sekolah dan belajar untuk meraih cita-citanya. Tidak ada yang salah dengan memiliki kesibukan. Namun, jangan sampai kesibukan tersebut membuat Anda lupa untuk beristirahat.

(Baca juga: TIGA ALASAN MENGAPA SAYA MENOLAK UNTUK MENYERAH)

Sama seperti Anda, Yesuspun memiliki kesibukan. Dia harus menyembuhkan yang sakit, mencari yang terhilang, mengusir setan, menceritakan kabar baik, dan lain sebagainya. Yesus memiliki tanggung jawab yang sangat besar di dunia ini, sementara waktu yang dimiliki-Nya terbatas. Meski demikian, Yesus masih sempat beristirahat.

Beristirahat yang saya maksud di atas bukanlah tidur atau jalan-jalan ke tempat wisata, melainkan memiliki waktu khusus untuk memuji dan menyembah Tuhan, serta membaca dan merenungkan Firman-Nya.

Di tengah jadwal pelayanan-Nya yang sangat padat, Yesus selalu memiliki waktu khusus untuk beristirahat, atau dengan kata lain, waktu untuk bersekutu dengan Bapa. Persekutuan dengan Bapa menyegarkan jiwa Yesus. Di tengah tekanan dan pergumulan yang Yesus hadapi setiap hari, Yesus senantiasa mendengar Bapa meneguhkan dan mengingatkan bahwa Dia tidak sendirian menghadapi semuanya itu.

Saya percaya jiwa kitapun perlu disegarkan. Kesibukan dapat membuat kita lupa bahwa kita memiliki Tuhan yang besar. Masalah dan tekanan yang berlarut-larut dapat menyebabkan jiwa kita takut dan kuatir. Padahal faktanya, kita tidak pernah sendirian, kita memiliki Tuhan yang hebat dan dahsyat, dan kita telah dikaruniakan janji-janji yang kekal.

(Baca juga: CARA IBLIS MENJERAT HAWA DI TAMAN EDEN)

Teman, jika kesibukan telah “merusak” jiwa Anda hari ini, beristirahatlah sejenak. Luangkan waktu untuk pergi ke gereja, persekutuan, retreat, atau menyendiri, di mana Anda dapat memuji dan menyembah Tuhan, juga membaca dan merenungkan Firman-Nya, tanpa perlu memikirkan pekerjaan dan segala permasalahannya. Istirahatkan sejenak jiwa Anda dari kesibukan yang mendera, dan biarkan kasih dan kebenaran Tuhan menyegarkan jiwa Anda yang letih lesu dan berbeban berat. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JANGAN BIARKAN SATU MASALAH MERAMPAS SUKACITA DI HATI ANDA

Bahan renungan:

Filipi 3:1 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.

Jika Anda mengetik kata “sukacita” pada Alkitab elektronik Anda, akan muncul banyak alasan orang-orang bersukacita di Alkitab. Ada yang bersukacita karena upah mereka besar di Sorga. Ada yang bersukacita karena diselamatkan dan disembuhkan oleh Yesus. Ada yang bersukacita karena mendapatkan pertolongan dari saudara seiman. Ada yang bersukacita karena kebaikan dan kemurahan Tuhan.

(Baca juga: MERDEKA DARI KETAKUTAN)

Mungkin hari ini Anda memiliki sebuah masalah atau pergumulan yang besar, dan akibatnya, Anda sedang merasa depresi, stres, atau kecewa. Anda kehilangan sukacita dan damai sejahtera Anda. Teman, jangan biarkan iblis menipu Anda.

Anda mungkin saja memiliki satu alasan yang dapat membuat marah, sedih, dan kecewa, tetapi ini kabar gembiranya, Anda memiliki lebih banyak alasan untuk bersukacita hari ini.

Kitab Filipi adalah kitab yang banyak dihiasi dengan kata sukacita. Ketika menuliskan ayat di atas, Paulus sedang di dalam penjara, nyawanya sedang terancam. Meski demikian, dia mengatakan, menuliskan lagi hal mengenai sukacita tidaklah berat baginya. Paulus tahu dirinya sedang diperhadapkan pada sebuah masalah besar, tetapi dia pun menyadari ada begitu banyak hal lain yang dapat membuat dirinya tetap bersukacita. Luar biasa!

Iblis selalu ingin membuat kita fokus kepada satu masalah yang sedang kita hadapi. Masih ingat kisah di Eden? Iblis berhasil membuat Adam dan Hawa mempermasalahkan satu pohon yang Tuhan larang, sementara ada jutaan pohon lain yang dapat dinikmati buahnya.

(Baca juga: MENGELUH MERUGIKAN HIDUP ANDA)

Teman, jangan biarkan hati dan pikiran Anda tertuju kepada masalah. Pandanglah janji Tuhan, ingatlah segala kebaikan dan kemurahan-Nya, dan renungkanlah kasih-Nya yang besar untuk Anda. Ingat, Anda memiliki banyak alasan untuk bersukacita hari ini. Jangan biarkan satu masalah merampas sukacita di hati Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

CARA MENGATASI KRISIS: TUHAN TANGGUNG BAGIAN TERBERATNYA (bagian 04)

Bahan renungan:

Keluaran 14:21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

Apakah Anda pernah mendengar istilah “do your best and GOD will do the rest”? Menurut saya istilah ini tidak tepat. Saya lebih suka mengatakannya begini, “God always does the best, therefore we can rest in HIM.” Hanya pada saat kita menyadari bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Bapa yang baik, kita dapat tinggal tenang di dalam Dia. Itu yang membuat sekalipun ada Laut Merah yang membentang, kita tidak ketakutan, karena kita tahu yang bersama-sama dengan kita adalah Bapa yang baik yang tidak pernah merancangkan yang buruk bagi anak-anak-Nya.

(Baca juga: CARA MENGATASI KRISIS: LIHATLAH KESELAMATAN DARI TUHAN (bagian 03))

Ini adalah bagian terakhir dari renungan kita yang bertema CARA MENGATASI KRISIS. Jika ini pertama kalinya Anda membaca hagahtoday.com, saya menyarankan Anda membaca dari bagian pertama.

Seperti yang kita ketahui, setelah Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, laut itu terbelah. Teman, sepertinya saya tidak perlu memberitahu Anda bahwa yang membelah laut bukan Musa, melainkan Tuhan. Anda dapat melihat bahwa dalam masalah Musa, Tuhan yang mengambil bagian terberatnya. Menurut Anda mana yang lebih mudah bagi Musa, mengulurkan tangan atau membelah lautan? Tentu saja mengulurkan tangan.

Ayat di atas jelas mengatakan Musa hanya mengulurkan tangan, tanda Dia percaya kepada Tuhan, sementara Tuhan membelah lautan.

Teman, perlu Anda sadari, Anda tidak sendirian di saat krisis datang, Tuhan senantiasa ada bersama-sama Anda. Dan, berita sukacitanya adalah DIA menanggung bagian terberat untuk Anda. Firman Tuhan katakan Dia yang berperang bagi kita dan kita hanya akan diam saja (Keluaran 14:14). Filipi 4:13 mengatakan, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Saya percaya tidak ada satu pun masalah yang terlalu besar jika Anda melewatinya bersama-sama TUHAN.

Mari kita lanjutkan kisah di atas sedikit lagi.

Keluaran 14:22 berkata, “Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.” Garis bawahi kata “di tempat kering.” Saat ini saya sedang membayangkan sebuah karpet merah panjang, seperti yang terdapat di ajang Oscar, yang khusus disiapkan Tuhan bagi Bangsa Israel saat mereka melintasi Laut Merah. Saya yakin ini bukan jalan keluar ala kadarnya, tetapi jalan keluar terbaik yang Tuhan persiapkan bagi anak-anak-Nya.

Untuk menggelitik imajinasi Anda, saya paparkan sedikit informasi mengenai Laut Merah. Laut Merah, atau juga disebut Laut Teberau, memisahkan benua Asia dan Afrika. Panjang laut ini 1900 km dengan jarak terlebar sejauh 300 km, dan dan titik terdalam 2500 m. Wow! Tentu saja ini bukan jarak yang dapat ditempuh dalam waktu satu hari dengan berjalan kaki. Saya membayangkan perjalanan mereka melintasi Laut Merah penuh sorak sorai, tari-tarian, nyanyian, dan sesekali mereka berhenti memandang kagum aquarium raksasa berisi ikan-ikan besar di kanan kiri mereka, dan sama sekali tidak ada genangan air di bawah kaki mereka. Oh, sungguh menakjubkan!

Jika Anda menyadari Bapa di Sorga yang baik itu selalu bersama Anda, krisis atau masalah sebesar apa pun bukanlah sesuatu yang harus Anda lalui dengan stres, depresi, ketakutan, dan penuh kekuatiran. Sebaliknya, Anda dapat melewatinya dengan tenang, damai, dan penuh sukacita. Firman Tuhan telah mengatakan bahwa bersama Yesus, Anda lebih dari pemenang.

(Baca juga: CARA MENGATASI KRISIS: JANGAN TAKUT (bagian 01))

Ijinkan saya mengutip ayat ini sekali lagi, “Janganlah takut, berdirilah tetap, dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu ..” Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)