CARA MUDAH MELATIH DIRI KITA MENDENGAR SUARA TUHAN

Bahan renungan:

Yehezkiel 2:2 Sementara Ia berbicara dengan aku, kembalilah rohku ke dalam aku dan ditegakkannyalah aku. Kemudian aku mendengar Dia yang berbicara dengan aku.

Penting bagi Anda sadari, bahwa pada saat berdoa dan bersekutu dengan Tuhan, bukan berarti hanya Anda yang mengucapkan kata-kata. Anda juga perlu berdiam diri untuk mendengarkan-Nya berbicara. Berdoa adalah komunikasi dua arah. Bukan hanya Anda yang berbicara kepada Tuhan, tetapi juga Dia berbicara kepada Anda.

(Baca juga: SENSITIF TERHADAP TUNTUNAN ROH KUDUS)

Salah satu cara latihan paling mudah untuk mendengarkan suara Tuhan adalah dengan bertanya kepada Tuhan siapa yang perlu Anda kuatkan atau berkati hari ini. Anda akan terkejut betapa cepat Tuhan merespons pertanyaan Anda itu. Dia akan memberikan ide atau nama tertentu di hati dan pikiran Anda, yang mungkin tidak pernah Anda pikirkan sebelumnya.

Di sekolah Alkitab yang sedang saya ikuti sekarang, ketika beberapa teman saya berdoa demikian, dengan segera mereka mendapatkan kesan secara spesifik nama-nama yang sama sekali tidak pernah terpikirkan di hati mereka sebelumnya. Ya, itu salah satu cara Tuhan berbicara. Bahkan, tidak jarang Tuhan mengarahkan mereka untuk mendoakan orang tertentu yang mereka temui di jalan. Beberapa kali Tuhan memberikan “ide” kepada beberapa teman saya untuk mendonasikan barang tertentu kepada orang tertentu.

Tuhan berbicara kepada Anda dengan cara yang berbeda-beda. Namun, satu hal yang saya tahu pasti, kalau Anda tidak berlatih untuk mendengarkan dan mengikuti suara-Nya, lambat laun Anda akan kesulitan menguasai diri Anda untuk mendengarkan dan mengikuti tuntunan suara-Nya.

(Baca juga: JIKA ADA PRIBADI YANG PALING INGIN ANDA BERHASIL, ITU ADALAH TUHAN)

Seperti saya tulis di atas, mulailah berlatih dari hal sederhana, yaitu bertanya kepada Tuhan siapa yang perlu Anda teguhkan atau berkati hari ini. Jika Tuhan menaruhkan sebuah ide atau nama di hati Anda, lakukanlah dengan sukacita. Entah itu mengirimkan sebuah pesan singkat berisi ayat Alkitab kepada orang tertentu, entah itu menelpon dan mendoakan orang tertentu, atau entah itu memberikan barang kepada orang tertentu. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

FIRMAN TUHAN MEMBERI KITA HIKMAT DAN MENUNTUN KITA

Bahan renungan:

2 Timotius 3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.

Firman Tuhan adalah Tuhan sendiri, dan Firman Tuhan itu hidup. Salah satu ciri-ciri dari hidup adalah dapat berbicara dan bergerak. Itu sebabnya dalam ayat renungan kita kali ini dikatakan bahwa Firman Tuhan dapat memberikan hikmat dan dapat menuntun kehidupan kita.

(Baca juga: JANGAN MEMERCAYAI KEKUATIRAN ANDA)

Saat kita meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, maka Firman Tuhan itu akan hidup di dalam hati dan pikiran kita.

Hal pertama yang dihasilkan oleh kebenaran Firman Tuhan adalah hikmat. Alkitab menuliskan banyak istilah untuk menggambarkan kata “hikmat”, seperti jalan keluar, kekuatan, ketenangan, suara Tuhan, suara Roh Kudus, dan lain sebagainya. Intinya, kebenaran Firman Tuhan akan menghasilkan suara Tuhan di dalam hati dan pikiran kita.

Untuk menjelaskan hal di atas, pernahkah ketika dalam masalah, seperti ada suara atau kesan di hati kita yang berkata, “Jangan takut,” atau “Jangan kuatir.” Itu adalah suara Tuhan, suara Roh Kudus, atau Anda juga dapat menyebutnya hikmat. Hal tersebut terjadi akibat kita membaca dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Jadi, semakin sering kita melakukannya, kita akan semakin peka dengan suara Tuhan atau hikmat Tuhan.

Saat kita dalam masalah finansial, suara itu akan berkata, “Bukankah Yesus telah mati supaya kita yang miskin dapat berkata, “Kita kaya,”” Ketika kita sedang sakit, suara itu akan berbisik lembut, “Yesus sudah menanggung sakit penyakit kamu dan darah-Nya sudah menyembuhkan kamu 2000 tahun lalu. Jangan takut, kamu pasti sehat.”

Hal kedua yang dihasilkan dari membaca dan merenungkan Firman Tuhan adalah kita akan dituntun kepada Kristus. Ya, kebenaran akan selalu menuntun kita kepada Kristus.

Ada masa di dalam hidup, kita berada di sebuah persimpangan. Kita harus memilih atau membuat sebuah keputusan. Namun, jika kita “bergaul intim” dengan kebenaran, di saat kita bingung, kebenaran tersebut akan menuntun kita ke jalan yang benar, yaitu kepada Kristus. Atau dengan kata lain, kebenaran dapat membuat kita mengenali jebakan iblis yang selalu berusaha menjatuhkan atau memerdaya kita. Juga, dapat membuat kita membedakan antara suara Tuhan dengan suara pertimbangan kita yang mungkin terdengar bijak, tetapi sesungguhnya tidak menuntun kita kepada Kristus.

Saya berikan contoh. Suatu hari ada seorang pelayan Tuhan berkata kepada saya, “Koh Zaldy, Tuhan menyuruh saya berhenti dari pelayanan, agar saya dapat mengurus keluarga.” Suara itu terdengar bijak, tetapi saya percaya itu bukan suara Tuhan. Tuhan yang saya kenal tidak pernah menyuruh kita berhenti melakukan perbuatan yang baik. Benar kita perlu mengurus keluarga, saya setuju dengan itu. Namun, saya tidak percaya caranya adalah dengan berhenti melayani Tuhan. Hanya karena kita tidak mengerti cara mengatur waktu antara pelayanan dan keluarga, bukan berarti kita harus berhenti dari pelayanan. Faktanya, banyak orang yang terlibat pelayanan, tetapi berhasil mengurus keluarganya.

(Baca juga: MENJADI ORANG YANG LEMBUT TIDAK BERARTI LEMAH)

Perhatikan, jika kita tidak tahu kebenaran, suara yang terdengar baik seperti contoh di atas, dapat mengecoh dan menuntun kita ke jalan yang salah, dan akibatnya, kita semakin jauh dari kebenaran. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.