MENGUCAP SYUKUR DAN BERSUKACITA DUA HAL YANG TIDAK TERPISAHKAN

Bahan renungan:

Kolose 1:12-13 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan AnakNya yang kekasih.

Tidakkah luar biasa yang telah dilakukan oleh Tuhan kita? Dia memindahkan kita dari gelap kepada terang yang ajaib. Dia menghidupkan kita yang telah mati dan mengangkat kita menjadi anak kesayangan-Nya. Dia berikan kita kehidupan baru yang penuh damai dan sukacita. Dia layakkan kita sehingga kita berhak menerima janji-janji yang luar biasa untuk kita.

(Baca juga: SEMESTINYA KITA MENGUCAP SYUKUR LEBIH HEBAT DARI DAUD)

Apa yang saya tuliskan di atas lebih dari cukup untuk kita jadikan alasan mengucap syukur dan bersukacita setiap hari.

Mengucap syukur dan bersukacita adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Anda tidak akan pernah menemukan orang yang suka mengucap syukur, tetapi tidak bersukacita. Ketika seseorang menyadari bahwa dirinya sangat dikasihi oleh Tuhan, hatinya akan dipenuhi dengan damai sejahtera, mulutnya akan mengucapkan syukur, dan wajahnya akan memancarkan sukacita.

(Baca juga: KETAKUTAN ADALAH CARA IBLIS MENGHAMBAT HIDUP ANDA)

Teman, sebagai warganegara Sorga, yang mengenal Sang Sumber Damai dan Sukacita, adalah hal normal bagi kita untuk memiliki hati yang melimpah dengan ucapan syukur dan sukacita. Sebaliknya, sungguh tidak normal jika hati kita dipenuhi dengan kepahitan, kebencian, sakit hati, ketakutan, dan kekuatiran. (penulis: @mistermuryadi)

JANGAN BIARKAN SATU MASALAH MERAMPAS SUKACITA DI HATI ANDA

Bahan renungan:

Filipi 3:1 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.

Jika Anda mengetik kata “sukacita” pada Alkitab elektronik Anda, akan muncul banyak alasan orang-orang bersukacita di Alkitab. Ada yang bersukacita karena upah mereka besar di Sorga. Ada yang bersukacita karena diselamatkan dan disembuhkan oleh Yesus. Ada yang bersukacita karena mendapatkan pertolongan dari saudara seiman. Ada yang bersukacita karena kebaikan dan kemurahan Tuhan.

(Baca juga: MERDEKA DARI KETAKUTAN)

Mungkin hari ini Anda memiliki sebuah masalah atau pergumulan yang besar, dan akibatnya, Anda sedang merasa depresi, stres, atau kecewa. Anda kehilangan sukacita dan damai sejahtera Anda. Teman, jangan biarkan iblis menipu Anda.

Anda mungkin saja memiliki satu alasan yang dapat membuat marah, sedih, dan kecewa, tetapi ini kabar gembiranya, Anda memiliki lebih banyak alasan untuk bersukacita hari ini.

Kitab Filipi adalah kitab yang banyak dihiasi dengan kata sukacita. Ketika menuliskan ayat di atas, Paulus sedang di dalam penjara, nyawanya sedang terancam. Meski demikian, dia mengatakan, menuliskan lagi hal mengenai sukacita tidaklah berat baginya. Paulus tahu dirinya sedang diperhadapkan pada sebuah masalah besar, tetapi dia pun menyadari ada begitu banyak hal lain yang dapat membuat dirinya tetap bersukacita. Luar biasa!

Iblis selalu ingin membuat kita fokus kepada satu masalah yang sedang kita hadapi. Masih ingat kisah di Eden? Iblis berhasil membuat Adam dan Hawa mempermasalahkan satu pohon yang Tuhan larang, sementara ada jutaan pohon lain yang dapat dinikmati buahnya.

(Baca juga: MENGELUH MERUGIKAN HIDUP ANDA)

Teman, jangan biarkan hati dan pikiran Anda tertuju kepada masalah. Pandanglah janji Tuhan, ingatlah segala kebaikan dan kemurahan-Nya, dan renungkanlah kasih-Nya yang besar untuk Anda. Ingat, Anda memiliki banyak alasan untuk bersukacita hari ini. Jangan biarkan satu masalah merampas sukacita di hati Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

CARA MENGATASI KRISIS: TUHAN TANGGUNG BAGIAN TERBERATNYA (bagian 04)

Bahan renungan:

Keluaran 14:21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

Apakah Anda pernah mendengar istilah “do your best and GOD will do the rest”? Menurut saya istilah ini tidak tepat. Saya lebih suka mengatakannya begini, “God always does the best, therefore we can rest in HIM.” Hanya pada saat kita menyadari bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Bapa yang baik, kita dapat tinggal tenang di dalam Dia. Itu yang membuat sekalipun ada Laut Merah yang membentang, kita tidak ketakutan, karena kita tahu yang bersama-sama dengan kita adalah Bapa yang baik yang tidak pernah merancangkan yang buruk bagi anak-anak-Nya.

(Baca juga: CARA MENGATASI KRISIS: LIHATLAH KESELAMATAN DARI TUHAN (bagian 03))

Ini adalah bagian terakhir dari renungan kita yang bertema CARA MENGATASI KRISIS. Jika ini pertama kalinya Anda membaca hagahtoday.com, saya menyarankan Anda membaca dari bagian pertama.

Seperti yang kita ketahui, setelah Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, laut itu terbelah. Teman, sepertinya saya tidak perlu memberitahu Anda bahwa yang membelah laut bukan Musa, melainkan Tuhan. Anda dapat melihat bahwa dalam masalah Musa, Tuhan yang mengambil bagian terberatnya. Menurut Anda mana yang lebih mudah bagi Musa, mengulurkan tangan atau membelah lautan? Tentu saja mengulurkan tangan.

Ayat di atas jelas mengatakan Musa hanya mengulurkan tangan, tanda Dia percaya kepada Tuhan, sementara Tuhan membelah lautan.

Teman, perlu Anda sadari, Anda tidak sendirian di saat krisis datang, Tuhan senantiasa ada bersama-sama Anda. Dan, berita sukacitanya adalah DIA menanggung bagian terberat untuk Anda. Firman Tuhan katakan Dia yang berperang bagi kita dan kita hanya akan diam saja (Keluaran 14:14). Filipi 4:13 mengatakan, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Saya percaya tidak ada satu pun masalah yang terlalu besar jika Anda melewatinya bersama-sama TUHAN.

Mari kita lanjutkan kisah di atas sedikit lagi.

Keluaran 14:22 berkata, “Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.” Garis bawahi kata “di tempat kering.” Saat ini saya sedang membayangkan sebuah karpet merah panjang, seperti yang terdapat di ajang Oscar, yang khusus disiapkan Tuhan bagi Bangsa Israel saat mereka melintasi Laut Merah. Saya yakin ini bukan jalan keluar ala kadarnya, tetapi jalan keluar terbaik yang Tuhan persiapkan bagi anak-anak-Nya.

Untuk menggelitik imajinasi Anda, saya paparkan sedikit informasi mengenai Laut Merah. Laut Merah, atau juga disebut Laut Teberau, memisahkan benua Asia dan Afrika. Panjang laut ini 1900 km dengan jarak terlebar sejauh 300 km, dan dan titik terdalam 2500 m. Wow! Tentu saja ini bukan jarak yang dapat ditempuh dalam waktu satu hari dengan berjalan kaki. Saya membayangkan perjalanan mereka melintasi Laut Merah penuh sorak sorai, tari-tarian, nyanyian, dan sesekali mereka berhenti memandang kagum aquarium raksasa berisi ikan-ikan besar di kanan kiri mereka, dan sama sekali tidak ada genangan air di bawah kaki mereka. Oh, sungguh menakjubkan!

Jika Anda menyadari Bapa di Sorga yang baik itu selalu bersama Anda, krisis atau masalah sebesar apa pun bukanlah sesuatu yang harus Anda lalui dengan stres, depresi, ketakutan, dan penuh kekuatiran. Sebaliknya, Anda dapat melewatinya dengan tenang, damai, dan penuh sukacita. Firman Tuhan telah mengatakan bahwa bersama Yesus, Anda lebih dari pemenang.

(Baca juga: CARA MENGATASI KRISIS: JANGAN TAKUT (bagian 01))

Ijinkan saya mengutip ayat ini sekali lagi, “Janganlah takut, berdirilah tetap, dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu ..” Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

TUHAN INGIN “MENGENYANGKAN” KITA DENGAN KEBAIKAN-NYA (MAZMUR 91:16)

Bahan renungan:

Mazmur 91:16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.

Kita sudah berada di akhir ayat dari Mazmur 91. Saya percaya Anda belajar sesuatu mengenai Pribadi Tuhan sepanjang sembilan hari terakhir. Bahwa Tuhan itu senantiasa baik dan mengasihi Anda. Saya sangat percaya di dunia ini tidak ada Tuhan seperti Tuhan yang kita sembah dalam nama Yesus.

(Baca juga: MEMILIH PERCAYA TUHAN VS. MEMILIH JALAN SENDIRI (MAZMUR 91:15))

Keputusan untuk percaya kepada Yesus adalah hal yang tidak pernah saya sesali di dalam hidup saya. Saya tahu saya mempercayai Tuhan yang benar, baik, dan berlimpah kasih setia. Tuhan yang saya sembah tidak pernah menginginkan yang buruk terjadi dalam hidup saya, juga Dia tidak pernah meminta saya melakukan hal-hal yang buruk yang dapat merugikan saya. Tidak seperti sebuah keyakinan yang katanya diperintahkan oleh “tuhannya” untuk meledakkan diri atau membunuh orang.

Di ayat terakhir ini saya ingin membagikan sebuah kebenaran kepada Anda bahwa Tuhan ingin “mengenyangkan” Anda dengan kebaikan-Nya seumur hidup Anda. Ya, menyenangkan manusia adalah tujuan utama Tuhan menciptakan Adam, Hawa, dan kita. Sebagai Bapa yang baik, Tuhan ingin melihat anak-anak-Nya hidup dalam sukacita, damai, berkat, kesehatan, dan kelimpahan.

Tuhan tidak pernah keberatan untuk mengatakan, “Aku sangat menginginkanmu,” supaya kita senantiasa menyadari bahwa kita dikasihi. Tuhan tidak pernah lelah untuk terus menerus memperlihatkan kasih dan kemurahan-Nya. Tuhan tidak pernah menyerah untuk melingkupi kita dengan hangat pelukan-Nya, menuntun kita kepada jalan-jalan kebenaran-Nya, dan “menenggelamkan” kita dalam lautan kasih-Nya.

(Baca juga: TUHAN MELEPASKAN KITA DARI JERAT (MAZMUR 91:3-4))

Anda tahu alasannya? Karena Dia sangat mengasihi kita, karena kita begitu berharga di mata-Nya. Dia tidak ingin kita hidup liar seperti domba tanpa gembala dan Dia tidak ingin kita mati akibat “dikerjai” segerombolan serigala atau tersangkut di semak duri. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KEINGINAN DAGING HANYA AKAN MENUNTUN ANDA KEPADA MAUT

Bahan renungan:

Roma 8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

Di dalam blog ini saya sering membagikan untuk kita semua mengenai kasih Bapa yang tidak bersyarat. Saya katakan, bahkan dosa kita tidak dapat memisahkan kasih Bapa dari hidup kita. Beberapa orang menanggapinya dengan pernyataan, “Berarti saya dapat bebas berbuat dosa dan tetap dikasihi Tuhan.”

(Baca juga: “ALLAHKU AKAN MEMENUHI SEGALA KEPERLUANKU”)

Ya, saya harus katakan kebenarannya, bahwa sekalipun Anda berbuat dosa, Tuhan tetap mengasihi Anda. Tidak ada satu dosa pun yang Anda lakukan yang dapat mengurangi kasih Bapa kepada Anda.

Meski demikian, tidak berarti dosa yang Anda lakukan tidak memiliki dampak bagi hidup Anda. Firman Tuhan katakan dengan sangat jelas dalam ayat di atas bahwa keingingan daging adalah maut. Hidup menurut daging atau dosa hanya akan membawa Anda kepada penderitaan yang tidak berujung, padahal Tuhan menjanjikan Anda kehidupan yang penuh damai dan sukacita.

Mari kita ambil contoh seorang koruptor, pembunuh, pencuri, pecandu, dan pelaku seks bebas. Tuhan sangat mengasihi para koruptor, pembunuh, pencuri, pecandu, dan pelaku seks bebas. Kehidupan Yesus telah menunjukkan hal tersebut bagi kita semua. Namun jika Anda hidup sebagai koruptor, pembunuh, pencuri, pecandu, atau pelaku seks bebas, dan tidak mau mengubah cara hidup Anda tersebut, menurut Anda, akan berakhir di mana hidup Anda suatu hari kelak? Apakah Anda berpikir hidup Anda akan berakhir bahagia dan penuh sukacita? Saya dapat pastikan hidup Anda akan dihantui ketakutan dan dipenuhi berbagai penderitaan, jiwa Anda akan tertekan dan jauh dari damai dan sukacita. Suatu hari, saya Anda akan berakhir di penjara, bahkan mungkin, bunuh diri atau mati mengenaskan. Juga, Anda akan kehilangan banyak hal yang indah yang Tuhan rencanakan dalam hidup Anda dan ditinggalkan orang-orang yang Anda kasihi.

(Baca juga: TUHAN SUDAH MENENTUKAN TAKDIR DAN NASIB MANUSIA)

Teman, Tuhan ingin kita hidup seturut dengan kebenaran-Nya. Hanya dengan cara demikian kita dapat menikmati kehidupan di Bumi seperti di Sorga seperti yang Yesus janjikan. Tuhan ingin Anda menikmati semua yang baik yang telah Dia sediakan. Dan, suatu hari kelak ketika Anda menutup mata, Tuhan ingin Anda menutup mata dengan hati yang penuh damai dan sukacita, bukan penyesalan. (penulis: @mistermuryadi)

STRES DAN DEPRESI ADALAH INDIKASI DARI SESUATU YANG BERBAHAYA

Bahan renungan:

Yohanes 10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.

Belakangan, orang sangat mudah mengalami stres dan depresi. Mulai yang ringan sampai berat, bahkan tidak sedikit yang sampai mengalami sakit kronis, kegilaan, dan bunuh diri. Jika Anda salah satu orang yang sedang mengalami stres dan depresi, saya membawa kabar sukacita kepada Anda hari ini.

(Baca juga: ORANG YANG BERHARGA MELAKUKAN HAL-HAL YANG BERHARGA)

Stres dan depresi adalah sebuah indikasi dari sesuatu yang sangat berbahaya. Jika Anda sedang berada dalam situasi ini atau sering mengalami hal ini, Anda perlu menyadari bahwa masalah Anda bukanlah hal-hal bersifat jasmani atau material, melainkan rohani.

Stres dan depresi adalah akibat dari hubungan Anda dengan Tuhan sedang mengalami gangguan. Anda sudah pergi terlalu jauh dari Tuhan. Anda berpikir bahwa Anda sedang menanggung beban Anda sendiri, Anda lupa bahwa Anda memiliki Tuhan yang luar biasa, Anda lupa bahwa Anda adalah anak Sang Pencipta alam semesta, dan Anda lupa bahwa janji Tuhan itu nyata.

Mungkin Anda berpikir, “Tidak, saya stres dan depresi karena sedang mengalami masalah yang berat. Hubungan saya dengan Tuhan tidak masalah sama sekali.” Saya rasa tidak demikian. Kalau benar kita memiliki hubungan yang sehat dengan Tuhan, pasti respons kita bukan stres atau depresi, melainkan damai sejahtera dan sukacita.

Rasul Paulus membuktikannya. Dia menghadapi masalah yang lebih berat dari kebanyakan kita (Anda bisa membaca penderitaan yang dialami Paulus dalam 2 Korintus 11:23-28), tetapi dia tidak stres dan depresi. Malahan, Rasul Paulus bersukacita (2 Korintus 13:11, Filipi 2:18, Filipi 4:4), karena hati Paulus tertuju kepada janji Tuhan (2 Korintus 4:16-18). Anda perlu membaca ayat-ayat yang saya tuliskan di atas.

Teman, jika Anda ingin bebas dari stres dan depresi, Anda perlu memiliki hubungan yang benar dengan Kristus. Anda perlu mencari kebenaran-Nya, karena Yohanes 8:32 mengatakan setiap kebenaran yang Anda percayai, memerdekakan hidup Anda dari rantai belenggu. Tentu saja ini artinya Anda perlu meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, datang ke persekutuan dan gereja Tuhan untuk mendengarkan kebenaran, dan lebih jauh dari itu, memiliki catatan mengenai hal-hal rohani yang Anda dapatkan dari Tuhan.

(Baca juga: KETIKA GODAAN DATANG, APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?)

Ya, selama kita hidup di dunia, pasti ada masalah. Namun, kita tidak harus menghadapinya dengan stres dan depresi, lalu pada akhirnya, kita terpuruk dan kalah. Kita dapat menghadapinya bersama Yesus dengan hati yang penuh sukacita dan damai sejahtera, dan percaya teguh kepada janji setia-Nya, dan keluar sebagai pemenang. (penulis: @mistermuryadi)

TUHAN INGIN ANDA MENIKMATI YANG TERBAIK

Bahan renungan:

Yesaya 55:2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.

Ada sesuatu yang terdengar janggal pada ayat di atas. Dikatakan, “Dengarkanlah Aku, maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.” Apa hubungan antara mendengarkan suara Tuhan dengan makan makanan yang paling lezat?

(Baca juga: ANDA BUKAN LAGI HAMBA, TETAPI ANAK)

Teman, Tuhan senantiasa menyediakan “roti” yang terbaik bagi Anda. Dia ingin Anda menikmati sajian yang paling lezat selama Anda hidup di dunia ini. Dan, semua yang terbaik itu hanya ada di dalam Dia, di dalam rumah Bapa.

Raja Daud pernah berkata di dalam Mazmur 37:25-26, “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.” Dengan kata lain, Daud sangat mengerti bahwa Tuhanlah yang memelihara dan menjaga dirinya sepanjang waktu. Daud tahu benar pada saat dia berjalan di dalam Tuhan, dia tidak pernah kekurangan.

(Baca juga: KISAH SI JANDA MISKIN YANG TIDAK TAKUT MISKIN)

Seringkali kita iri dengan apa yang dimiliki orang lain. Lalu, kita mulai berpikir untuk mendapatkan hal-hal tersebut melalui jalan pintas. Teman, buang pikiran tersebut jauh-jauh. Jalan pintas bukanlah jalan terbaik. Jalan seturut Firman Tuhanlah jalan yang terbaik bagi Anda dan saya. Saat kita tinggal di dalam kebenaran-Nya, Dia akan “mengenyangkan” hidup kita. Tidak hanya dalam urusan materi, tetapi juga damai sejahtera, sukacita, dan ketenangan. (penulis: @mistermuryadi)