RESPONS KITA MENUNJUKKAN IMAN KITA

Bahan renungan:

Matius 3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

Saat orang lain mengetahui bahwa kita adalah orang Kristen, mereka cenderung memperhatikan hidup kita. Mereka ingin melihat standar yang kita miliki dan ingin tahu bagaimana cara kita hidup.

(Baca juga: LUANGKAN WAKTU UNTUK BERSEKUTU DENGAN TUHAN)

Orang-orang itu biasanya tidak terbuka untuk belajar mengenai iman kita sampai kita menunjukkan buah-buah yang baik dari hidup kita. Ketika kita menunjukkan buah-buah yang baik, barulah mereka mau mendengarkan apa yang kita katakan dan menerima apa yang kita sampaikan.

Kita dapat menunjukkan iman kita dengan cara memberikan respons yang baik terhadap kejadian-kejadian kecil sehari-hari. Saat seseorang menyenggol kita atau menginjak kaki kita, kita dapat merespons dengan sikap ramah. Bahkan, kita dapat tersenyum kepada orang yang tidak bermaksud menyenggol atau menginjak kaki kita itu. Orang lain dapat melihat iman kita dalam respons yang menyenangkan seperti itu.

(Baca juga: PATUTKAH KITA MENSYUKURI SAKIT PENYAKIT KITA?)

Semua orang dapat menunjukkan wajah marah, mengeluarkan desahan keberatan, dan kecewa atas kesalahan kecil. Namun, saya percaya, orang-orang percaya dipanggil untuk melampaui respons tersebut. Kita dapat mengembangkan kasih melalui perbuatan kita. Kasih yang kita lakukan dapat membuat orang lain tertarik kepada Sang Sumber Kasih yang tinggal di dalam diri kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

HEI, BERHENTILAH MARAH!

Bahan renungan:

Mazmur 37:8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Marah bukanlah respons yang tepat untuk mengatasi masalah Anda. Seringkali, marah malah membuat masalah menjadi lebih buruk, bahkan, berpotensi menimbulkan masalah baru.

(Baca juga: TANPA TUHAN, KITA LEMAH DAN RAPUH)

Anda masih ingat cerita mengenai Kain dan Habel? Awalnya, Kain marah karena persembahan Habel diterima Tuhan, sedangkan persembahannya tidak. Namun, apa yang terjadi selanjutnya? Kain mengajak Habel ke padang, memukulnya, dan kemudian membunuhnya.

Saya tidak mengerti mengapa Kain malah menyalahkan Habel dalam hal persembahan itu. Namun, itulah akibat dari marah, membuat orang menjadi bodoh dan kehilangan akal sehat.

Saya percaya Kain tidak merencanakan untuk membunuh Habel sebelumnya. Dia hanya marah kepada Tuhan. Namun, Kain membiarkan hatinya dikuasai oleh amarah tersebut, dan akibatnya, amarah itu membuahkan kejahatan.

(Baca juga: MENGUNGKAP KATA KASIH DI DALAM BAHASA IBRANI)

Dengan tegas Firman Tuhan memerintahkan kita untuk berhenti marah dan meninggalkan hati yang panas. Marah bukanlah cara yang Tuhan ajarkan kepada kita. Tuhan mengajarkan kasih. Tuhan ingin kita merespons semua masalah kita dengan kasih, karena ketika kita saling mengasihi satu sama lain, itulah yang membuat kita berbeda dengan dunia. Kasih adalah bukti bahwa Tuhan, yang adalah Sumber Kasih, tinggal di dalam hati kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

“KALAU KITA DIMAKI, KITA MEMBERKATI”

Bahan renungan:

1 Korintus 4:12-13 Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar; kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah …

Kita tahu bahwa TUHAN berbeda, TUHAN kita hidup dan berkuasa. Kalau benar kita katakan TUHAN kita berbeda, maka sudah sepantasnya kita menampilkan kehidupan yang berbeda dengan yang dunia tampilkan. Kalau rekan kerja kita ketakutan, lalu kita pun ketakutan, apa yang membedakan kita dengan mereka? Kalau sahabat kita kepahitan, dan kita pun demikian, apa bukti kita memiliki TUHAN yang berbeda?

(Baca juga: DI TENGAH TEKANAN, AGUNGKANLAH TUHAN)

Rasul Paulus katakan kalau dia dimaki, dia memberkati; kalau dia dianiaya, dia sabar; kalau dia difitnah, dia tetap menjawab dengan ramah. Bagaimana dengan Anda?

(Baca juga: BAHASA KASIH ADALAH BAHASA YESUS)

Roh Kudus tinggal di dalam hati setiap kita, menjadikan kita ciptaan yang baru. Kita perlu memiliki respons yang berbeda dengan dunia. Bapa kita adalah sumber kasih, sudah semestinya kita, sebagai anak-anakNYA, merespons dengan kasih kepada orang-orang di sekitar kita. Sekalipun kita dihina, difitnah, dicaci, dan diperlakukan tidak adil, tetap kasih yang terpancar dari dalam kehidupan kita. Hanya dengan cara hidup demikian kita dapat mengklaim bahwa TUHAN kita berbeda. (penulis: @mistermuryadi)

KASIH AGAPE

Bahan renungan:

1 Yohanes 4: 19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.

Di dalam bahasa Yunani, ada empat jenis kasih, yaitu: Storge, Eros, Philia, dan Agape. Tahukah Anda bahwa manusia hanya bisa menghasilkan tiga jenis kasih saja: Storge, Eros, dan Philia. Sedangkan, untuk kasih Agape, hal itu sama sekali di luar kekuatan manusia.

(Baca juga: MENGUAK MAKNA NAMA DAUD, SAUL, DAN GOLIAT)

Perlu kita ketahui, ketiga kasih yang dapat diproduksi manusia sangat tergantung pada situasi dan kondisi. Contoh: jika Anda dikasihi oleh keluarga Anda, sudah pasti Anda akan mengasihi kembali keluarga Anda. Namun kasih Agape adalah kasih yang tidak bersyarat dan tidak bergantung pada situasi kondisi. Dan, sumber kasih AGAPE adalah TUHAN sendiri. Firman Tuhan katakan Tuhan adalah KASIH (1 Yohanes 4:8).

Kasih Agape adalah kasih yang membuat Anda memberikan pipi kiri ketika pipi kanan Anda ditampar. Kasih Agape adalah kasih yang menyanggupkan Anda mengucapkan, “Tuhan, aku mengampuni perbuatan mereka.” Kasih Agape adalah kasih yang membuat kita pergi memberitakan Injil dan memberkati orang-orang yang tidak kita kenal, yang membenci kita, dan yang membuat hidup kita menderita. Kasih AGAPE hanya ada di dalam YESUS.

(Baca juga: TUHAN TAHU YANG TERBAIK BAGI KITA)

Anda perlu mengingat ini. Kita bisa mengasihi TUHAN dan sesama kita dengan kasih AGAPE, karena TUHAN terlebih dahulu memberikan kasih AGAPE kepada kita. Artinya, jika Anda tidak menerima kasih AGAPE dari TUHAN, mustahil bagi Anda untuk memberikan kasih AGAPE kepada orang lain. Anda hanya bisa memberikan sesuatu yang Anda miliki. Hanya orang penuh dengan kasih TUHAN yang dapat memberikan kasih kepada orang lain. (penulis: @mistermuryadi)

BAHASA KASIH ADALAH BAHASA YESUS

Bahan renungan:

1 Korintus 16:14 Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!

Kalimat yang Paulus katakan di atas merupakan kalimat perintah. Meski begitu, saya sangat yakin bukan maksud Paulus untuk memaksa Anda dan saya saling mengasihi, karena kasih harus timbul dari hati. Kasih sejati hanya bisa timbul ketika kita menyadari betapa YESUS sudah terlebih dahulu mengasihi kita.

Kita perlu mengingat betapa pentingnya menjadikan kasih sebagai landasan hidup kita. Seringkali kita mengalami situasi di mana kita lupa apa itu kasih dan bagaimana cara mengasihi. Kita bisa mengasihi orang lain dengan cara mendengarkan masalahnya dan kemudian berdoa bersamanya. Kita bisa mengasihi dengan cara memberi seseorang tumpangan atau mengirimkan ayat-ayat Firman Tuhan melalui BBM atau WA untuk menguatkan hidupnya.

Kasih adalah bahasa YESUS yang paling mudah dimengerti oleh orang-orang yang hidup zamanNYA. Yesus konsisten melakukan kasih kepada setiap orang yang DIA temui. Tidak peduli latar belakang, dosa, atau pun masa lalu orang tersebut. YESUS mengasihi semua orang.

Teman, mari kita kembali kepada bahasa kasih yang YESUS ajarkan. Kasih bukan tindakan yang hanya kita lakukan di dalam pelayanan, tapi juga saat kita di kantor, kampus, sekolah, dan rumah. Lakukanlah hal-hal sederhana untuk menyatakan mengasihi kasih Kristus kepada orang-orang di sekitar kita.

Dunia ini butuh kasih. Seharusnya, kita dikenali sebagai orang-orang yang paling sering berbuat kasih, karena Tuhan kita adalah sumber kasih. Biarlah kasih Tuhan terpancar melalui hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

ANDA BUTUH YESUS UNTUK MELAKUKAN KASIH

Bahan renungan:

Matius 5:39-41 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

Kasih yang dunia ajarkan hanya sebatas yang-penting-tidak-membalas dan yang-penting-tidak-membenci. Tetapi Kristus mengajarkan kasih yang lebih dalam daripada itu. Jika ada seseorang menampar pipi kanan Anda, lalu Anda memutuskan untuk tidak lagi bergaul dengannya, tidak lagi melakukan tindakan kasih kepadanya, Anda tidak butuh Kristus untuk melakukan itu. Dunia pun melakukannya. “Tapi, yang penting kan saya tidak membencinya? Lagipula kalau terus ada di dekat dia, saya akan kesal, lebih saya menjauhinya.” Ya, ini produk kasih yang berasal dari dunia, bukan kasih yang Alkitab ajarkan.

Alkitab katakan, “Berilah pipi kirimu.” Nah, Anda butuh YESUS untuk melakukan kasih yang seperti ini. Kasih jenis ini tidak berasal dari dunia, melainkan berasal dari hubungan pribadi Anda dengan Kristus. Ketika ada yang mengingini kepunyaan Anda, Anda menyerahkannya; ketika ada yang memaksa Anda berjalan satu mil, Anda berjalan dua mil; ketika Anda memberi dari kekurangan Anda; dan ketika Anda mengampuni orang yang Anda benci dan Anda tetap melakukan tindakan kasih kepadanya, Anda butuh begantung kepada YESUS untuk melakukan hal-hal ini. Anda tidak bisa melakukannya dengan kekuatan atau pun kemauan Anda sendiri. Kristuslah sumber kasih (1 Yohanes 4:8). Satu-satunya cara mengasihi seperti ini adalah dengan terkoneksi setiap saat kepada YESUS.

Teman, dunia tidak mengenal kasih yang kita bahas di atas. Anda dan saya mengenalnya melalui Kristus. Saya percaya jika setiap anak-anak TUHAN memiliki sikap mengasihi seperti ini, tidak butuh waktu lama, banyak orang akan datang dan sujud menyembah kepada YESUS. (penulis: @mistermuryadi)