STATUS ANDA ADALAH ANAK RAJA, MEMERINTAHLAH SEPERTI ANAK RAJA

Bahan renungan:

Galatia 4:7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak …

Jika Anda telah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Lahir Baru), Anda perlu terbiasa dengan status Anda yang baru, yaitu sebagai ANAK RAJA di atas segala raja. Ya, Galatia 4:7 mengatakan bahwa Anda bukan lagi hamba, melainkan anak. Dan ini yang luar biasanya menjadi anak Raja, Yohanes 1:12 mengatakan bahwa Tuhan memberikan kuasa yang sama dengan kuasa yang dimiliki-Nya kepada orang-orang yang menjadi anak-Nya. Wow!

(Baca juga: JANGAN BIARKAN MASA LALU ANDA MENCURI MASA DEPAN ANDA)

Itu artinya, jika Tuhan kita berkuasa untuk memerintahkan berkat (Ulangan 28:8), kita pun demikian.

Saya pernah menonton sebuah adegan film seorang raja yang berkeliling desa untuk memperhatikan rakyatnya. Sepanjang sang raja berjalan, semua rakyatnya bersujud, dan setiap kali sang raja memerintahkan sesuatu, semuanya terburu-buru melakukannya. Selang lima tahun kemudian, sang putera mahkota juga berkeliling desa tanpa ditemani sang raja.

Anda tahu bagaimana respons rakyatnya? Sama persis seperti yang mereka lakukan terhadap sang raja. Semua bersujud kepada sang putera mahkota dan setiap kali sang putera mahkota memerintahkan sesuatu, mereka sesegera mungkin melakukannya.

Teman, Anda adalah ANAK RAJA. Garis bawahi ini, jika Tuhan dapat memerintahkan berkat, Anda pun dapat melakukannya. Jika badai, roh jahat, dan sakit penyakit tunduk kepada Tuhan, hal tersebut pun pasti tunduk kepada Anda.

Anda perlu terbiasa dengan status Anda yang baru. Ingat, Anda bukan lagi hamba yang diperintah oleh situasi dan kondisi. Menyerah dan pasrah bukanlah mental seorang anak Raja. Anda adalah ANAK RAJA yang memiliki kuasa untuk memerintahkan sesuatu dan mengubah keadaan.

(Baca juga: DAMPAK PALING MENGERIKAN DARI BERBOHONG)

Berhentilah menggunakan mulut Anda untuk mengucapkan gosip, fitnah, kabar bohong, keluh kesah, sungut-sungut, atau pengasihanan diri. Sebaliknya, mulailah menggunakan mulut Anda layaknya seorang anak raja, yaitu untuk memerintahkan berkat, kesehatan, dan mukjizat. Saya percaya tidak mungkin dari satu mulut yang sama dapat keluar berkat, dan juga kutuk. Anda perlu memilih satu di antara dua hal tersebut. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TETAPLAH BERSYUKUR SEKALIPUN KITA DIRUNDUNG PENDERITAAN

Bahan renungan:

1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Situasi bisa saja menjadi buruk dan tidak terkendali, tetapi tidak berarti kita berhenti mengucap syukur. Tidak berarti mulut kita mendapat “lampu hijau” untk melepaskan kutuk. Teman, Firman Tuhan katakan mengucap syukurlah dalam segala hal. Ini artinya mulut kita perlu senantiasa mengucapkan syukur sekalipun kita di dalam duka, kecewa, pahit, lembah kekelaman, atau pun bahagia, senang, atau gembira.

(Feature Article: ORANG BERMENTAL MISKIN BUKAN BUTUH UANG, MELAINKAN YESUS)

Teman, yang saya maksud bukan mengucap syukur untuk sakit penyakit atau penderitaan seperti yang dilakukan kebanyakan orang. “Tuhan, terima kasih saya diijinkan mengalami sakit ini. Saya percaya ini adalah rencana Tuhan,” atau “Puji syukur Tuhan memberikan saya penderitaan ini, Dia ingin saya belajar setia. Terima kasih Tuhan.” Bukan, bukan yang seperti itu.

Mengucap syukur di dalam kesedihan atau penderitaan artinya di tengah situasi buruk, Anda dapat menemukan hal baik yang dapat Anda syukuri. Begini, jika Anda mengarahkan pandangan Anda kepada hal-hal yang buruk, yang timbul bukanlah ucapan syukur, melainkan sungut-sungut, keluh kesah, dan ketakutan.

Maria, sebut saja begitu, adalah anak yang tegar. Usianya sepuluh tahun, rambutnya warna cokelat, tatapan matanya ramah, dan senyum tidak pernah pudar dari wajahnya. Maria memiliki buku tentang mukjizat yang dia alami. Dia mencatatnya setiap dua atau tiga hari sekali di tengah perawatan intensif atas disfungsi pankreas yang dia alami. Dari skala satu sampai sepuluh, Maria mengalami sakit di skala dua belas setiap hari, begitu kata dokter yang merawatnya.

Maria senang menunjukkan buku mukjizatnya kepada setiap orang yang datang menjenguk. Kadang Maria sedikit memaksa supaya orang lain mau membacanya. Bagi Maria mukjizat adalah:

“Tadi malam, aku dapat tidur pulas tanpa terbangun.”

“Ayah berhasil menyelundupkan anak anjing ke kamarku. Lucu sekali.”

“Ibu sedang memasang pohon Natal di kamarku, aku suka hiasannya.”

“Suster hari ini memberiku makanan yang enak. Hore.”

(Baca juga: MEMULAI DAN MENGAKHIRI HARI DENGAN HAL YANG BAIK)

Meski tubuhnya kesakitan, bahkan wajah orangtuanya selalu memancarkan kekuatiran, Maria memutuskan untuk hanya mengucapkan syukur melalui mulutnya, bukan penderitaan atau masalahnya. Maria mengucap syukur untuk mukjizat-mukjizat yang Tuhan lakukan bagi hidupnya.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda mengucap syukur hari ini? (penulis: @mistermuryadi)

BANYAK ALASAN UNTUK BERSYUKUR KEPADA TUHAN

Bahan renungan:

Mazmur 136:1 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNYA.

Ketika saya membaca seluruh Mazmur 136 saya bisa membayangkan Bangsa Israel berkumpul, saling bergandengan tangan, menari, dan menyanyi saling berbalasan untuk mengingat kebaikan Tuhan.

“Dengan tangan yang kuat dan dengan lengan yang teracung! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.”

” Kepada Dia yang memimpin umatNya melalui padang gurun! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”

“Dia yang memberikan roti kepada segala makhluk; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.”

Teman, saya hanya ingin mengatakan ada begitu banyak alasan bagi kita untuk bersyukur. Berhenti melihat segala sesuatu dari “kacamata” yang negatif yang akan membuat Anda stres, depresi, dan pesimis. Lihatlah kasih setia Tuhan di dalam hidup Anda dan bersyukurlah.

(Baca juga: Mengingat Kasih Tuhan)

Saya sering melakukan ini. Memutar musik, lalu bernyanyi, dan menari di ruang tamu rumah saya. Ya, saya memiliki masalah dan tekanan yang sama dengan Anda. Namun saya tidak mau membiarkan masalah-masalah tersebut mengambil sukacita dan damai di dalam hati saya. Saya tahu bahwa Tuhan memberikan saya kekuatan untuk menanggung segala sesuatu. Saya percaya Tuhan melakukan hal yang sama untuk Anda.

Teman, bersyukurlah. Lupakan sejenak masalah Anda yang besar, hari ini ingatlah bahwa Anda memiliki Tuhan yang besar. Ayo, bersyukurlah bersama dengan saya! Lupakan sejenak masalah keuangan, masalah keluarga, masalah pribadi, atau pun masalah hari esok Anda.

Saya percaya ada alasan mengapa Firman Tuhan katakan hati yang gembira adalah obat. Mari teman, bergembiralah hari ini! Di gereja, berikan respons ketika sang pemimpin pujian mengajak Anda mengangkat tangan, menari, atau melompat. Ya, bersukacitalah sebab Tuhan kita hebat dan besar. Bersukacitalah karena Tuhan sangat mengasihi Anda. (penulis: @mistermuryadi)

ALASAN ORANG BERSUNGUT-SUNGUT

Bahan renungan:

Filipi 2:14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan.

Pernahkah Anda menyadari kenapa orang bersungut-sungut? Jawabannya sederhana, karena orang tersebut tidak percaya kepada janji yang TUHAN berikan bagi hidupnya. Misalnya saya menjanjikan tanggal 30 bulan depan saya akan memberikan Anda sebuah handphone dan kita membuat surat perjanjian hitam di atas putih dengan masing-masing pihak menandatangani perjanjian itu di atas sebuah materai. Kira-kira apakah Anda akan mengeluh, bertanya-tanya, bersungut-sungut, atau meragukan bahwa apakah saya akan benar-benar memberikan handphone tersebut?

Jika di tengah bulan Anda bertanya-tanya atau meragukan apakah benar saya akan memberikan handphone tersebut, itu artinya Anda tidak percaya bahwa saya akan menepati perjanjian yang sudah kita buat bersama.

Teman, itulah hal yang kita seringkali lakukan ketika kita tidak percaya kepada TUHAN, kita hidup bersungut-sungut. Sebuah fakta yang perlu Anda tahu, bahwa sungut-sungut hanya akan membuat langkah Anda semakin lambat. Sesuatu yang mudah, yang harusnya dapat kita kerjakan dengan cepat, jadi terasa berat dan terasa sulit ketika kita melakukannya dengan bersungut-sungut.

Hari ini mari kita hidup dengan penuh ucapan syukur dan percaya kepada apa yang TUHAN katakan melalui FirmanNYA. Perjanjian yang TUHAN buat terhadap Anda dan saya dimateraikan oleh darah YESUS sendiri. Teman, DIA tidak mungkin mengingkari sesuatu yang sudah DIA janjikan. Bagian Anda adalah percaya. (penulis: @mistermuryadi)

“BERAPA LAMA LAGI KAMU BERMALAS-MALASAN?”

Bahan renungan:

Yosua 18:3 Sebab itu berkatalah Yosua kepada orang Israel: “Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu?

Setiap orang sudah mendapatkan janji dari TUHAN untuk sukses dan berhasil. Bahkan Firman Tuhan menjamin masa depan Anda dan saya akan indah dan penuh dengan pengharapan. Teman, TUHAN lebih rindu melihat Anda berhasil daripada Anda ingin diri Anda berhasil. Sungguh sesuatu yang tidak masuk akal jika hal tersebut membuat kita bermalas-malasan. Seharusnya janji tersebut membuat kita semakin semangat dalam melakukan segala sesuatu yang TUHAN percayakan, entah sekolah, kuliah, bisnis, pekerjaan, atau pelayanan kita.

Sama seperti Bangsa Israel. TUHAN sudah berjanji bahwa mereka akan menduduki Tanah Kanaan, namun bangsa ini memilih untuk bermalas-malasan. Padahal seperti kita ketahui bahkan bukan Bangsa Israel yang berperang setiap kali mereka bertemu dengan musuh. Dikatakan TUHAN yang berperang di depan mereka. Bukankah itu sesuatu yang dahsyat sekali? Anda bisa bayangkan TUHAN yang berperang bagi kita, artinya kita sudah pasti menang. Jika Anda malas, Anda sedang merugikan diri sendiri.

Pemalas tidak akan mendapat bagian apa-apa. Coba pikirkan begini. TUHAN berjanji memberikan Tanah Kanaan. Tanah itu sudah menunggu untuk direbut, namun Bangsa Israel memilih tidur di tendanya, bersungut-sungut, dan tidak melakukan apa-apa. Tentu saja mereka tidak akan mendapatkan tanah tersebut, bukan? Mari hari ini kita buang mental pemalas kita.

Firman Tuhan katakan untuk belajar dari semut, hai para pemalas. Sekali lagi saya tidak katakan kita untuk bekerja mati-matian atau bekerja dari pagi sampai pagi lagi dan melupakan keluarga atau persekutuan. Bukan itu yang saya maksud. Melainkan mulailah untuk percaya kepada janji TUHAN di dalam hidup Anda dan bergerak maju. Itu yang membuat Anda bergairah di dalam mengerjakan sesuatu yang TUHAN percayakan hari ini.

Teman, janji TUHAN menyertai Anda dan janji tersebut tidak pernah gagal. Dengan jelas dikatakan di dalam Yosua 1:8 jika Anda memperkatakan dan merenungkan Firman Tuhan siang dan malam, Anda akan BERTINDAK hati-hati sesuai yang tertulis di dalamnya, dan perjalanan Anda pasti akan berhasil. Garisbawahi kata “BERTINDAK” dan “BERHASIL.” (penulis: @mistermuryadi)