SAAT MARTA SEPAKAT DENGAN YESUS, LAZARUS BANGKIT!

Bahan renungan:

Yohanes 11:39-40 Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”

Setiap kita tumbuh dengan latar belakang yang berbeda-beda. Bagi kita yang tidak tumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan yang benar, kita cenderung memiliki jalan pemikiran sendiri. Di dalam pikiran kita, ada hal-hal yang kita pikir benar, sementara hal-hal tersebut bertolak belakang dengan jalan pikiran Tuhan.

(Baca juga: SEMUA ORANG PERCAYA ADALAH MURID KRISTUS)

Namun tidak masalah, jangan merasa tertuduh. Tuhan memanggil kita, untuk memulihkan dan mengubah hidup kita. Semakin kita mengenal-Nya, semakin kita mengerti jalan pikiran-Nya.

Dalam ayat renungan di atas, Yesus terlibat percakapan dengan Marta terkait kematian Lazarus. Di dalam pikiran Yesus, Lazarus pasti bangkit, itu sebabnya Yesus meminta agar pihak keluarga mengangkat batu yang menghalangi kubur Lazarus. Sementara, di dalam pikiran Marta, Lazarus sudah meninggal empat hari, dan mustahil dibangkitkan. Perlu kita ketahui, pada zaman itu beredar pemahaman bahwa mayat yang mati lebih dari tiga hari, jasadnya sudah rusak dan berbau. Itu alasan mengapa Marta mendebat perkataan Yesus, karena Marta memercayai pemahaman yang lain.

Seringkali, hal tersebut terjadi di dalam hidup kita. Kita mengira pemikiran kita lebih benar dan lebih baik dari apa yang Firman Tuhan katakan. Kita beragumen dengan kebenaran. Akibatnya, kita kesulitan untuk sepakat dengan apa yang Firman Tuhan harapkan terjadi bagi hidup kita. Pada dasarnya, ketidaksepakatan, atau dengan kata lain, ketidakpercayaan, tersebutlah yang membuat kita tidak melihat kemuliaan Tuhan terjadi di dalam hidup kita.

Tuhan inginkan berkat, mukjizat, kelimpahan, pemulihan, terobosan, terjadi dalam hidup kita, sementara kita berpikir bahwa hal tersebut tidak mungkin. Sama seperti percakapan Yesus dan Marta. Yesus menginginkan Lazarus bangkit, sementara Marta mengatakan tidak mungkin, karena mayatnya sudah berbau. Namun, ketika Marta sepakat dengan Yesus, kuasa kebangkitan terjadi.

(Baca juga: MEMBERI ADALAH MASALAH PERCAYA ATAU TIDAK KEPADA TUHAN)

Teman, hari ini saya ingin kita mengerti bahwa pemikiran Tuhan dan pemikiran kita sejauh langit dari Bumi. Kadang, kita tidak perlu mengerti untuk melakukan apa yang Firman Tuhan katakan. Kita hanya perlu percaya kepada-Nya. Percaya bahwa apa pun yang Dia ucapkan, janjikan, atau perintahkan kepada kita, itu pasti mendatangkan kebaikan bagi kita. Jika kita dapat membawa iman kita ke titik itu, hal-hal supranatural pasti terjadi dalam hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN DAN ORANG PERCAYA

Bahan renungan:

Lukas 1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Markus 9:23 Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

Apa yang Anda dapatkan ketika membaca kedua ayat di atas? Yang saya dapatkan sederhana. Jika Bapa yang menciptakan kita dapat melakukan sesuatu, itu artinya kita pun dapat melakukan hal tersebut bersama-sama dengan Dia. Jika bagi Tuhan yang kita sembah tidak ada yang mustahil, bagi kita yang percaya kepada-Nya pun tidak ada yang mustahil.

(Baca juga: RAHASIA KEHIDUPAN YANG BERHASIL DAN BERUNTUNG)

Bersama Tuhan, kita dapat melakukan perkara-perkara yang besar. Faktanya, untuk itulah kita ada di dunia ini. Tuhan ingin kita melakukan perkara-perkara yang besar (Yohanes 14:12) untuk menyatakan kebesaran dan keagungan-Nya.

Seringkali kita disibukkan dengan perkara yang kecil, dalam arti, perkara yang tidak penting dan tidak berguna. Kita habiskan waktu dan hari kita untuk hal-hal yang tidak menyatakan kemuliaan dan keagungan Tuhan. Teman, bukan untuk hal tersebut kita diciptakan.

Suatu hari, Yesus memanggil murid-murid-Nya yang berprofesi sebagai nelayan di Danau Galilea. Tidak ada hal yang salah dengan menjadi penjala ikan. Adalah sesuatu yang baik memiliki mata pencaharian untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga. Namun, Yesus memanggil mereka dan mengatakan, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Yesus memanggil para murid-Nya untuk melakukan sesuatu yang jauh lebih besar dari yang mampu mereka lakukan.

(Baca juga: STRES DAN DEPRESI ADALAH INDIKASI DARI SESUATU YANG BERBAHAYA)

Saya percaya Tuhan memanggil Anda dan saya untuk melakukan hal-hal yang lebih besar dari diri kita sendiri. Kitab Matius mengatakan, Dia menciptakan kita sebagai Garam dan Terang Dunia, untuk memberkati bangsa-bangsa. (penulis: @mistermuryadi)

JANGAN LIHAT DIRI ANDA, LIHAT YESUS

Bahan renungan:

Galatia 2:20a namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.

Dua hari lalu kita telah membahas ayat ini, tetapi Tuhan menggerakkan saya untuk kembali menggunakan ayat ini. Sungguh ini ayat yang sangat luar biasa. Paulus menjelaskan kondisi kehidupan setiap orang yang percaya kepada YESUS, bahwa bukan kita lagi yang hidup, melainkan Kristus yang hidup yang di dalam kita. Anda bisa membayangkan Pencipta alam semesta ini hidup di dalam kita? Dahsyat sekali.

Teman, kalau Kristus sudah hidup di dalam kita, jangan lagi kita membiarkan mata kita melihat kepada diri kita yang tidak mampu, gagal, susah, tidak bisa, dan tidak sanggup. Lihatlah kepada YESUS yang sanggup melakukan segala sesuatu. Tidak ada yang mustahil bagi Anda dan saya, karena Sang Pencipta tinggal di dalam kita.

Saat Anda merasa bersalah dan tidak layak di hadapan TUHAN, ingat ada YESUS di dalam Anda, darah YESUS membuat Anda selalu layak di hadapan TUHAN. Saat Anda merasa berdosa, ingat Sang Penebus dosa tinggal di dalam Anda, dosa Anda telah diampuni olehNYA 2000 tahun lalu.

Teman, berhenti melihat kepada diri Anda. Anda bukan pusat alam semesta ini, melainkan YESUS. Lihatlah kepada YESUS, apa yang mampu DIA lakukan, apa yang DIA katakan, apa yang DIA kehendaki, dan apa yang DIA rencanakan untuk hidup Anda. (penulis: @mistermuryadi)

TIDAK ADA YANG TERLALU SULIT UNTUK TUHAN

Bahan renungan:

Yeremia 32:27 “Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku?

Saya yakin hampir tidak ada orang Kristen yang kesulitan percaya bahwa YESUS adalah satu-satunya jalan menuju Sorga dan barangsiapa yang percaya kepadaNYA akan beroleh kehidupan yang kekal.

Meskipun kita tahu bahwa tidak ada yang terlalu sulit bagi TUHAN, ijinkan saya melontarkan sebuah pertanyaan. Menurut Anda, mana yang lebih sulit bagi TUHAN, membawa Anda ke Sorga atau menyembuhkan tubuh yang sakit? Tentu saja yang lebih sulit adalah membawa Anda ke Sorga, karena “harga” membawa Anda ke Sorga adalah mengorbankan YESUS di atas kayu salib.

Jadi, kalau TUHAN sudah terlebih dahulu memberikan pemberian terhebat, yaitu kehidupan kekal, kepada Anda, apalagi hanya sekadar menyembuhkan tubuh Anda, meningkatkan pendapatan Anda, memulihkan pernikahan Anda, atau mengubahkan anak Anda yang nakal.

Jangan pernah berpikir ketika Anda menceritakan masalah Anda kepada TUHAN, DIA merespons, “Hah, aduh, apa yang harus SAYA lakukan?” Teman, mungkin penyakit kanker terlalu berat untuk kita, mungkin masalah finansial terlalu berat untuk Anda, atau mungkin masalah keluarga Anda terlalu berat untuk Anda, tapi tidak untuk TUHAN.

Teman, percayakan kekuatiran dan ketakutan Anda kepadaNYA. Tidak ada yang terlalu sulit bagi TUHAN. Di dalam dua kesempatan terpisah YESUS pernah berkata, “Sebab bagi TUHAN tidak ada yang mustahil,” dan “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.” (penulis: @mistermuryadi)