ORANG YANG PERCAYA FIRMAN TUHAN PASTI BERTINDAK!

Bahan renungan:

Yohanes 2:18 Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”

Firman Tuhan hanya dapat mengubahkan kehidupan ketika kita memercayai Firman tersebut. Tidak peduli seberapa banyak Firman Tuhan yang kita ketahui, jika kita tidak memercayai-Nya, hal tersebut tidak akan membawa keuntungan apapun bagi hidup kita.

(Baca juga: JANGAN BIARKAN IBLIS BEROLEH KEUNTUNGAN DARI HIDUP ANDA)

Lalu, apa ciri-ciri atau tanda kita memercayai kebenaran? Perbuatan, tindakan, atau respons seseorang adalah hal yang membedakan antara orang yang mengetahui dengan memercayai Firman Tuhan. Orang yang percaya Firman Tuhan pasti bertindak sesuai dengan Firman yang dia percayai.

Banyak orang yang berasumsi, yang penting bertindak saja, sekalipun belum mengerti. Hal seperti itu keliru dan tidak alkitabiah. Justru, kita perlu mengerti kebenaran terlebih dahulu, lalu memercayai kebenaran tersebut, dan kemudian bertindak berdasarkan kebenaran tersebut. Itu alasan kita menyebutnya tindakan atau perbuatan iman. Dengan arti kata lain, tindakan atau perbuatan yang dilakukan akibat kita percaya kebenaran Firman Tuhan. Jadi, beriman terlebih dahulu, berbuat kemudian.

Mungkinkah kita percaya, tetapi tidak bertindak? Sangat tidak mungkin. Firman Tuhan nyatakan pada ayat di atas, iman hanya dapat ditunjukkan melalui perbuatan-perbuatan kita.

Saya berikan contoh. Jika kita lumpuh dan percaya kesembuhan, mungkinkah kita terus menerus berbaring di tempat tidur? Tentu saja tidak. Sampai satu titik, kita akan berusaha bangkit dari tempat tidur dan mulai mencoba berjalan. Itu tanda kita percaya. Jika kita terus menerus berbaring di tempat tidur, itu hanya menunjukkan bahwa kita tidak percaya kesembuhan.

(Baca juga: BUATLAH KEPUTUSAN BERDASARKAN FIRMAN TUHAN)

Sama halnya dengan kelimpahan. Jika kita percaya kita adalah orang yang diberkati dan sumber berkat kita adalah Tuhan, kita pasti memberi persembahan dan persepuluhan. Tidak memberi atau takut memberi adalah tanda kita tidak percaya bahwa kita adalah orang yang diberkati.

Orang yang percaya Firman Tuhan pasti bertindak. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

APAKAH IMAN KITA DAPAT MENGGERAKKAN TUHAN?

Lima tahun lalu saya pernah membaca sebuah buku yang pada intinya menuliskan bahwa iman kita dapat menggerakkan Tuhan. Ketika kita beriman, dicontohkan dalam buku itu, berdoa semalaman, berpuasa sangat panjang, memuji dan menyembah Tuhan sepanjang hari, hal tersebut akan menggerakkan Tuhan untuk melakukan atau mengabulkan doa dan permohonan kita.

(Baca juga: ARTI UCAPAN “SUDAH SELESAI” DI KAYU SALIB)

Yang si penulis buku tersebut lupakan adalah Tuhan sudah memberikan semua hal yang kita butuhkan, yaitu berkat, mukjizat, kelimpahan, kesembuhan, kesehatan, umur panjang, dan masa depan indah, bersamaan dengan ketika Dia memberikan Yesus di atas kayu salib.

Tidak ada lagi yang dapat Tuhan berikan kepada Anda dan saya. Semua-Nya sudah dianugerahkan kepada Anda, bahkan Anak-Nya sendiri, yang terbaik yang ada di Sorga telah dikaruniakan kepada kita. Tidak ada yang Tuhan pertahankan.

Semua berkat Abraham sudah diberikan. Efesus 1:3 menjamin hal itu, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” Garis bawahi kata “segala”.

Anda tidak perlu lagi memohon-mohon seolah Tuhan menahan kebaikan dan kemurahan-Nya. Roma 8:32 dengan gamblang telah menuliskan, “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”

Bukan Tuhan yang perlu digerakkan, kitalah yang perlu percaya, kemudian bertindak. Saya suka sekali mengatakan ini, bahwa mukjizat dalam hidup Anda terjadi secepat Anda mempercayai-Nya. Tuhan tidak pernah menjadi masalah kita. Masalah kita adalah ketidakpercayaan kita terhadap apa yang Tuhan janjikan dan perintahkan.

Pemahaman paling populer mengatakan, saat kita bertindak, barulah Tuhan akan bertindak. Seolah tindakan Tuhan sangat bergantung pada tindakan kita. Beberapa istilah yang pernah saya dengar adalah mengetuk pintu Sorga, menggoncang takhta Allah, dan lain sebagainya. Jelas, hal tersebut salah dan tidak sesuai Firman Tuhan.

Saya berikan ilustrasi. Anggaplah Anda baru memiliki seorang bayi. Apakah Anda mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan bayi Anda, seperti tempat tidur, susu, pakaian, dan kaos kaki, setelah dia lahir? Atau mungkin, Anda menunggu sang bayi meminta dan memohon kepada Anda, lalu baru Anda belikan di supermarket? Saya yakin tidak demikian.

Pasti Anda sudah menyediakan segala sesuatu yang dia butuhkan jauh sebelum dia membutuhkannya. Penyediaan Anda tidak bergantung pada tindakan bayi Anda. Sehingga ketika sang bayi lapar, susu sudah tersedia baginya; ketika dia kedinginan di malam hari, Anda sudah menyiapkan selimut dan pakaian hangat terbaik untuknya. Jika semua orangtua di dunia melakukan hal demikian, terlebih lagi Bapa Sorgawi.

Perhatikan. Tuhan tidak bertindak berdasarkan iman Anda. Dia bertindak atas kehendak-Nya sendiri, karena kasih-Nya yang besar kepada Anda. Iman Anda tidak menggerakan Tuhan, iman Anda menggerakkan Anda untuk bertindak. Banyak orang mengira Tuhan “macet”, sehingga mereka berpikir mereka harus menggerakkan Tuhan supaya memberikan kebangunan rohani, melepaskan kesembuhan dan berkat, dan membuat tanda-tanda ajaib. Di antara Tuhan dan kita, bukan Tuhan yang “macet”.

Ketika kita beriman, atau percaya kepada janji Tuhan, kita pasti bertindak. Kita bertindak karena kita percaya hal tersebut sudah disediakan, sekalipun mata jasmani kita belum melihatnya. Ibrani 11:1 mengatakan, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

(Baca juga: BAGAIMANA CARA MELAKUKAN TINDAKAN IMAN?)

Jika demikian, ini berarti kita tidak menabur supaya Tuhan memberkati kita. Justru kita menabur, karena kita percaya Dia sudah terlebih dahulu memberkati kita. Dan, ketika kita menabur, benih kita akan berbuah 30, 60, 100 kali lipat. Itu janji Tuhan. Begitu halnya dengan berdoa. Kita tidak berdoa kesembuhan supaya Tuhan menyembuhkan kita. Kita berdoa kesembuhan karena hati kita percaya bahwa Dia sudah menyediakan kesembuhan itu untuk kita. Juga mengenai keselamatan. Kita pergi menginjil karena kita percaya bahwa Tuhan sudah menganugerahkan keselamatan bagi semua orang.

Ilustasi di atas sama seperti, seseorang memberikan kepada Anda sebuah mobil baru, tetapi Anda perlu mengambilnya di showroom. Mobilnya sudah tersedia di showroom. Secepat Anda mempercayai perkataan orang tersebut, lalu melangkah ke showroom, secepat itulah Anda menerima mobil yang dijanjikan orang tersebut.

Iman adalah bentuk respons kita terhadap segala sesuatu YANG TELAH Yesus lakukan di atas kayu salib 2000 tahun lalu. Iman adalah satu-satunya jalan supaya kita menerima sesuatu yang Tuhan sudah berikan kepada kita 2000 tahun lalu.

Saya bungkus dalam sebuah kesimpulan.

Tuhan terlebih dahulu menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan. Saya menyebut ini sebagai kasih karunia atau anugerah Tuhan. Dia telah memberikan semua berkat rohani itu di dalam Yesus. Tuhan memberikan kasih karunia-Nya yang indah itu tidak berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan kasih-Nya yang besar untuk kita, anak-anak-Nya.

Tuhan sudah memberikan kelimpahan, kesehatan, kesembuhan, kuasa, masa depan indah, berkat, dan segala sesuatu yang kita butuhkan. Namun, untuk menerima semuanya itu, kita perlu beriman, kita perlu percaya kepada-Nya. Ya, hanya itu cara-Nya. Roma 5:2a mengatakan, “Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini.” Perhatikan, bukan karena perbuatan baik kita menerima kasih karunia Tuhan, melainkan karena iman. Dan kemudian, iman kita menghasilkan perbuatan atau tindakan.

“Lalu, apakah artinya saya tidak perlu berbuat baik lagi?”

Seperti saya katakan, perbuatan baik Anda hanyalah buah dari iman Anda. Anda tidak perlu memikirkannya. Saat Anda percaya kepada Tuhan, perbuatan atau tindakan itu akan muncul dengan sendirinya.

Bayangkan Anda menanam sebuah pohon. Selama Anda benar menyiram, memberikan pupuk, dan menyinari dengan matahari yang cukup, Anda tidak perlu memikirkan apakah pohon ini akan berbuah atau tidak, dengan sendirinya pohon itu akan bertumbuh dan berbuah lebat. Begitu juga dengan anak laki-laki Anda. Anda tidak perlu repot memikirkan apakah suatu hari nanti kumisnya akan tumbuh atau tidak. Selama Anda berikan dia makan yang cukup, seiring dia bertumbuh dewasa, kumis itu akan tumbuh dengan sendirinya.

(Baca juga: AYUB (bagian 01) – APAKAH TUHAN BEKERJA SAMA DENGAN IBLIS?)

Bahkan, secara esktrim saya ingin katakan Anda tidak perlu berdoa supaya pohon tersebut berbuah, karena pohon itu akan berbuah dengan sendiri selama akarnya dirawat dan tertanam dengan benar. Begitu juga, Anda tidak perlu berdoa memohon-mohon supaya kumis anak Anda tumbuh. Ketika hati dan pikiran Anda tertanam dan berakar kuat di dalam kebenaran Kristus, ketika Anda percaya, dengan sendiri hidup Anda akan menghasilkan buah perbuatan-perbuatan dan tindakan-tindakan iman yang baik dan mulia; juga kesehatan, berkat, kesembuhan, kelimpahan, mukjizat, umur panjang, dan masa depan yang indah dengan sendirinya akan mengalir dari dalam hidup Anda. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika artikel ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KISAH SI JANDA MISKIN YANG TIDAK TAKUT MISKIN

Bahan renungan:

Lukas 21:2-4 Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”

Wanita dalam kisah di atas menyandang dua status: janda dan miskin. Itu adalah dua kombinasi yang buruk. Juga, tidak diceritakan bahwa si janda miskin tersebut memiliki keluarga. Saya berasumsi dia hidup miskin dan sebatang kara.

(Baca juga: JANGAN TARUH PERASAAN ANDA DI ATAS KEBENARAN FIRMAN TUHAN)

Terdengar kasihan melihat situasi janda di atas. Namun, kisah di atas bukanlah sebuah kisah pengasihanan diri, melainkan kisah heroik. Hati saya selalu bergetar setiap kali membaca dan merenungkan kisah tersebut.

Beberapa waktu lalu, terbersit di kepala saya sebuah pertanyaan mengenai si janda ini, “Apa yang mendorong dia memberikan seluruh nafkahnya?” Normalnya, jika seseorang berada dalam posisi tersebut, mereka cenderung akan menyimpan harta dan minta dikasihani oleh orang lain. Namun, janda ini tidak demikian. Saking spesialnya, janda miskin ini menarik perhatian Yesus dan dipuji oleh Yesus. Luar biasa!

Roh Kudus mengingatkan saya ayat dari 1 Yohanes 4:18a yang berbunyi, “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan.” Roh Kudus berbisik lembut memberikan jawaban di hati saya, “Satu-satunya alasan si janda miskin itu tidak takut akan masa depannya, karena dia menyadari dirinya sangat dikasihi oleh Tuhan. Sang janda tahu bahwa yang memelihara dirinya jauh lebih besar dari dua peser duit, jauh lebih besar dari yang dia takutkan.”

Alkitab tidak menceritakannya, tetapi sangat mungkin bahwa sebelum si janda miskin ini memberikan seluruh uangnya, dia diteguhkan oleh kebenaran Firman Tuhan. Karena hanya orang yang percaya kepada janji Tuhan yang dapat melakukan tindakan iman seperti itu. Mungkin sang janda baru merenungkan kisah janda miskin di Sarfat yang diberkati Tuhan melalui Nabi Elia (1 Raja-raja 17:9-16), atau tulisan pemazmur di Mazmur 68:5 dan Mazmur 146:9. Jika Anda sedang dalam kondisi yang sama dengan sang janda di atas, saya sarankan Anda membaca dan merenungkan ayat-ayat tersebut, supaya hati Anda teguh.

(Baca juga: ANDA LEBIH BERHARGA DARI BURUNG PIPIT)

Satu hal yang saya tahu pasti. Hanya ketika kita menyadari kita sangat dikasihi Tuhan, bahwa Dia adalah Gembala yang baik dan kita adalah domba kesayangan-Nya, bahwa Dia memelihara hidup dan masa depan kita jauh lebih baik daripada diri kita sendiri, kita dapat melakukan tindakan iman yang melampaui segala ketakutan kita. (penulis: @mistermuryadi)

BAGAIMANA CARA MELAKUKAN TINDAKAN IMAN?

Jika kita berbicara mengenai iman, tentu saja hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari tindakan. Yakobus 2:26 sudah menuliskannya untuk kita, bahwa iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Beberapa kali Yesus memuji iman orang-orang yang ditemui-Nya. Contohnya kisah pada Lukas 7:50. Setelah wanita berdosa itu meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi, Yesus kemudian mengucapkan, “Imanmu telah menyelamatkan engkau …” Teman, penting bagi kita untuk mengerti bahwa iman seseorang dapat terlihat dari tindakan orang tersebut.

(Baca juga: APA BENAR ORANG PERCAYA MEMERLUKAN HUKUM TAURAT?)

Perlu Anda garisbawahi bahwa yang Yesus puji bukanlah PERBUATAN wanita itu, melainkan IMANnya.

Banyak orang, saat dalam masalah, bertanya kepada saya, “Apa yang harus saya lakukan?” Pertanyaan itu menyiratkan sebuah fakta bahwa mereka mengira perbuatan merekalah yang terpenting, yang dapat mengubahkan situasi. Tidak demikian. Beberapa orang lain juga mengira jika mereka berbuat sesuatu yang rohani, seperti banyak berdoa, berbuat baik, memberi persembahan, dan lain sebagainya, barulah Tuhan akan mengabulkan doa dan permohonan mereka. Sungguh keliru!

Tentu saja tidak ada yang salah dengan berdoa, berbuat baik, atau memberi persembahan. Saya pun melakukan hal tersebut. Namun, bukan perbuatan-perbuatan itu yang menyelamatkan Anda, melainkan apa yang mendorong Anda melakukan perbuatan-perbuatan itu yang menyelamatkan Anda.

Galatia 3:11 jelas mengatakan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena MELAKUKAN hukum Taurat, karena: “Orang yang benar akan HIDUP OLEH IMAN.” Perhatikan, Firman Tuhan katakan bukan karena perbuatan, melainkan oleh iman.

Mari kita gali lebih dalam supaya kita benar-benar mengerti.

Saya ambil contoh persepuluhan. Anggaplah ada dua orang Kristen yang beribadah di dua gereja berbeda.

Orang pertama mendengar hamba Tuhan berkhotbah di gerejanya, “Kalau kamu tidak memberi persepuluhan, kamu mencuri uang Tuhan, kamu menipu Tuhan. Akibatnya, Tuhan akan mengirimkan binatang pelahap untuk menggerogoti berkat di dalam hidup kamu.” Setelah mendengar khotbah di atas, karena merasa takut mencuri uang Tuhan, orang pertama kemudian memutuskan untuk memberi persepuluhan.

Orang kedua mendengar khotbah mengenai persepuluhan di gerejanya, “Tuhan sudah sediakan kelimpahan bagi setiap orang percaya. Ketika kita menabur, Tuhan berjanji melipatgandakan setiap benih kita menjadi 30, 60, dan 100 kali lipat. Jika Anda percaya kepada janji-Nya mengenai kelimpahan, mulailah menabur.” Setelah mendengar khotbah itu, karena percaya kepada janji Tuhan, orang kedua kemudian memutuskan untuk memberi persepuluhan.

Sekarang perhatikan. Kedua orang di atas melakukan perbuatan yang persis sama, yaitu memberi persepuluhan. Pertanyaan saya, orang mana yang sedang melakukan tindakan iman? Jelas orang yang kedua. Sementara, orang pertama memberi persepuluhan berdasarkan ketakutan. Itu bukan iman.

Anda lihat, bukan “Apa yang harus saya lakukan?” yang terpenting, melainkan “Apa yang harus saya percayai?” yang jauh lebih penting.

Anda tidak perlu repot memikirkan yang harus dilakukan, karena pada dasarnya kita semua sudah tahu harus melakukan apa. Yang jadi masalah adalah apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut. Pastikan perbuatan Anda yang lakukan timbul karena Anda percaya kepada janji Tuhan. Kalau hal tersebut didorong oleh iman, Yesus katakan, “Imanmu telah menyelamatkan engkau …” Di lain cerita, Yesus berkata, “Jadilah seperti yang engkau percaya.”

Supaya mudah mengenalinya, sebuah tindakan iman selalu diiringi oleh perkataan iman, sedangkan tindakan ketakutan selalu diiringi oleh perkataan penuh kekuatiran dan ketakutan.

Suatu hari ada seseorang perwira yang meminta kesembuhan kepada Yesus untuk hambanya yang sedang terbaring sakit (baca: Matius 8:5-13). Yesus menawarkan diri datang kepada hamba tersebut, tetapi sang perwira mengatakan, ” … katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.”

Hal yang sama juga terjadi pada wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun (baca: Markus 5:25-34). Bersamaan dengan tindakannya mendekati dan menjamah jubah Yesus, wanita ini berkata dalam hatinya, ““Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Anda lihat, perkataan dan tindakan iman selalu berjalan bergandengan.

Jadi, apa itu tindakan iman? Tindakan yang Anda lakukan karena Anda percaya kepada janji Tuhan. Anda bisa mengecek hidup Anda dengan mudah. Apakah tindakan, perbuatan, atau keputusan yang Anda lakukan didasarkan karena Anda memegang janji Tuhan, atau karena ketakutan dan kekuatiran? Dengan kata lain, saya ingin menegaskan, untuk melakukan sebuah tindakan iman, Anda perlu tahu kebenaran Firman Tuhan, Anda perlu tahu janji Tuhan. Tindakan iman bukanlah tindakan yang dilakukan karena nekat, sok berani, atau tanpa pertimbangan, melainkan sebuah tindakan yang lahir akibat Anda membaca, merenungkan, lalu memutuskan untuk percaya kepada Yesus dan janji-Nya (baca: Roma 10:17 & Yosua 1:8).

“Jika saya dalam ketakutan, apakah yang harus saya lakukan?”

Saya tidak menemukan cara lain untuk mengobati penyakit bernama “takut” dan “kuatir” selain dengan percaya kepada janji Tuhan. Anda perlu membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari. Jika Anda sering “menyiksa” pikiran Anda dengan hal-hal negatif, seperti membaca berita negatif, menonton film dan membaca buku yang memperlihatkan nilai-nilai yang negatif, bergaul dengan orang yang negatif, tidak heran hati dan pikiran Anda penuh dengan hal-hal negatif. Anda perlu segera mengganti “asupan makanan” ke hati dan pikiran Anda dengan kebenaran Firman Tuhan yang memerdekakan.

Anda dapat menggunakan banyak instrumen seperti blog hagahtoday.commendengar rekaman khotbah, menonton video khotbah, datang ke persekutuan, membaca buku rohani, atau minta dibimbing oleh para pemimpin di gereja Tuhan untuk membantu Anda memahami kebenaran. Juga, tinggalkan pergaulan Anda yang buruk yang tidak mendukung pertumbuhan iman Anda. Jika Anda masih tidak mengerti, jangan berhenti, bertanyalah, cari jawabannya, sampai Anda benar-benar memahami dan hati Anda mempercayainya. Jangan kasih ruang kepada iblis untuk menipu hidup Anda.

(Baca juga: ORANG BERMENTAL MISKIN BUKAN BUTUH UANG, MELAINKAN YESUS)

Saya simpulkan begini. Tindakan Anda adalah bukti Anda menyetujui sesuatu dan bukti dari sesuatu yang Anda percayai. Seperti contoh di atas mengenai persembahan. Jika tindakan Anda adalah takut memberi karena takut kekurangan, berarti Anda sedang mempercayai situasi dan kondisi lebih dari janji Tuhan. Atau dengan kata lain, Anda setuju bahwa situasi dan kondisi tersebut adalah bagian Anda. Sebaliknya, ketika Anda memberi, itu adalah bentuk Anda lebih mempercayai janji Tuhan dibandingkan situasi dan kondisi yang Anda alami. Itulah tindakan iman. Tindakan iman membuat Anda melihat jauh ke depan kepada janji Tuhan, kepada apa yang Anda harapkan, melampaui situasi dan kondisi yang sedang Anda alami. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika artikel ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ADA SAATNYA BAGIAN KITA HANYA PERCAYA SAJA

Bahan renungan:

Lukas 8:50 Tetapi Yesus mendengarnya dan berkata kepada Yairus: “Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat.”

Seumpama ada seorang buta yang bertanya kepada Anda, “Tolong beritahu saya jalan menuju Jalan Sudirman,” lalu Anda menjawab, “Pak, bagaimana jika saya antar ke sana?” Kemudian tanpa disangka si buta menjawab sok tahu, “Ah, tidak perlu Anda mengantar saya. Saya bisa mencari jalanan tersebut sendiri.” Kira-kira bagaimana reaksi Anda?

Saya mungkin akan sebal dan berpikir, “Orang ini sudah sulit melihat, tetapi tidak mau dibantu.”

Tahukah Anda banyak anak TUHAN mengalami hal yang sama di dalam kerohaniannya? Sudah salah jalan, buta, dan kehilangan arah, tetapi dengan sombongnya tetap berpikir dapat menyelesaikan masalahnya sendirian.

Suatu hari saya melayani seseorang yang salah arah di dalam hidupnya dan ketika saya mulai menceritakan solusi berdasarkan Firman Tuhan, orang ini kemudian mengatakan, “Saya rasa saya memiliki jalan keluar lebih baik.” Ah, ingin marah rasanya mendengar respons orang tersebut.

Teman, ada situasi di mana yang perlu kita lakukan hanyalah “PERCAYA SAJA”. Saya sering menyebutnya dengan istilah PERCAYA BUTA. Jika Anda berkali-kali salah jalan, mungkin ini saatnya Anda diam, dan meminta seseorang yang bisa memberikan Anda solusi berdasarkan Firman Tuhan untuk menuntun jalan Anda.

Di tengah kebuntuan, pikiran kita mungkin berputar mencari jalan keluar, namun ada saatnya yang perlu kita lakukan hanyalah, “Apa, ya, kata Firman Tuhan mengenai situasi saya ini?” cari kebenaran mengenai situasi tersebut, dan entah itu masuk akal atau tidak di kepala Anda, percaya dan ikuti saja.

Satu hal yang pasti, jika kita hidup seturut kebenaran Firman Tuhan, kita akan mendapatkan hasil yang dijanjikan oleh Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)