TUHAN BERKENAN TERHADAP KITA

Bahan renungan:

Mazmur 18:19 Ia membawa aku ke luar ke tempat lapang, Ia menyelamatkan aku, karena Ia berkenan kepadaku.

Tidak ada kenyataan yang lebih menyenangkan dari pada mengetahui bahwa Tuhan Sang Pencipta berkenan kepada kita. Tuhan bukan berkenan kepada perilaku atau keputusan kita yang menyimpang dari kebenaran, tetapi Dia berkenan kepada pribadi kita, yang merupakan anak-anak kesayangan-Nya.

(Baca juga: “UBAH AKU DAN BENTUK AKU, YA TUHAN”)

Dia memerhatikan hidup kita, tetapi bukan untuk mencari-cari kesalahan atau pelanggaran kita, melainkan untuk meluruskan jalan kita yang salah dan memastikan kita selalu dalam keadaan yang baik.

Pasti setiap kita memiliki pendapat mengenai diri kita sendiri. Ada beberapa orang mungkin berpikir bahwa dirinya kurang menarik, tidak pandai, dan tidak berharga. Namun, Tuhan berpendapat setiap kita istimewa. Tuhan suka membuat kita senang dan tersenyum, sama seperti ayah atau ibu yang senantiasa ingin menyenangkan anak-anaknya.

(Baca juga: PAKAIAN KESELAMATAN DAN JUBAH KEBENARAN)

Daud mengulangi lagi pernyataannya pada ayat di atas dalam 2 Samuel 22:20. Daud sepertinya tahu benar bahwa Tuhan berkenan terhadap dirinya. Sebagai orang percaya, kita perlu memiliki kepercayaan yang sama, bahwa Tuhan berkenan kepada kita. Kita perlu percaya terhadap apa yang Firman Tuhan tuliskan mengenai perasaan Tuhan terhadap kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

INI YANG MEMBUAT TUHAN BERKENAN KEPADA ANDA

Bahan renungan:

Matius 17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”

Kalau Anda pikir hidup kudus, tidak bercacat cela, memiliki jam pelayanan yang padat, rajin berdoa, berpuasa, dan membaca Alkitab dapat menyenangkan hati TUHAN, Anda salah. Saya tidak katakan hal-hal di atas salah untuk dilakukan. Saya pun masih melakukan semua hal tersebut sampai hari ini. Yang saya maksud, benar Tuhan mengasihi Anda dan saya, tetapi jika Anda berpikir hal-hal di atas yang membuat Anda berkenan hati Tuhan, itu salah.

Tuhan tidak berkenan kepada Anda karena perbuatan Anda. Dua ribu tahun yang lalu Tuhan telah menyatakan apa yang menyenangkan hatiNYA dan hal tersebut tidak berubah sampai hari ini. Tuhan disenangkan oleh YESUS, AnakNYA yang tunggal, yang sangat dikasihiNYA. Di mana ada YESUS, di situlah perkenananNYA. Anda mengerti maksud saya?

Teman, berhenti berpikir Anda berkenan di hadapan TUHAN karena apa yang Anda perbuat. Bukan Anda yang menjadi pusat kesenangan TUHAN, melainkan YESUS.

Itu sebabnya ketika Anda memiliki YESUS, tinggal dan tumbuh di dalam YESUS, melewati setiap pergumulan bersama YESUS, berjalan dan melangkah bersama YESUS, dan melakukan segala sesuatu atas dasar YESUS, TUHAN disenangkan oleh Anda. Tuhan berkenan kepada Anda karena YESUS hidup di dalam Anda. (penulis: @mistermuryadi)