KEKUATAN SEBUAH KENANGAN INDAH

Bahan renungan:

Keluaran 13:8 Pada hari itu harus kauberitahukan kepada anakmu laki-laki: Ibadah ini adalah karena mengingat apa yang dibuat TUHAN kepadaku pada waktu aku keluar dari Mesir.

Ada sepasang suami istri, sebut saja Bob dan Jane, yang baru menikah. Dalam perjalanan bulan madu, mereka mengalami sebuah kecelakaan yang mengakibatkan Jane kehilangan ingatan tentang segala sesuatu yang terjadi selama satu tahun terakhir.

(Baca juga: JANGAN MELUPAKAN KASIH SETIA TUHAN)

Satu tahun terakhir adalah masa Bob dan Jane bertemu, lalu memutuskan untuk berpacaran, hingga akhirnya mereka menikah. Singkat cerita, Bob berusaha mengembalikan ingatan Jane dengan cara mengajaknya ke tempat-tempat mereka biasa menghabiskan waktu bersama. Pihak keluarga pun berusaha meyakinkan bahwa Jane pernah sangat mencintai Bob, sambil menunjukkan foto-foto pernikahan mereka.

Berbagai cara telah dilakukan, tetapi Jane tetap tidak mengingat kalau dia pernah mencintai Bob. Jane kehilangan seluruh memorinya bersama Bob. Hal tersebut mengakibat Jane kehilangan cintanya terhadap Bob. Akhirnya, mereka pun memutuskan untuk berpisah.

Menyambung renungan kemarin, hari ini, saya ingin kita menyadari pentingnya mengingat kenangan indah akan kebaikan Tuhan. Sama seperti kisah di atas, jika saja Jane dapat mengingat kenangan indah yang pernah dia lalui bersama Bob, perasaan cinta itu pasti akan muncul kembali.

(Baca juga: APA YANG ABRAHAM PIKIRKAN SAAT MEMPERSEMBAHKAN ISHAK?)

Di saat kita mengalami sesuatu yang sulit dan tidak mengenakan, berdiamlah sejenak, ingatlah kembali kenangan-kenangan indah kita bersama Tuhan. Sementara kita memejamkan mata mengingat kebaikan Tuhan, hati kita akan kembali diteguhkan, ketakutan akan mulai menyingkir, dan jiwa kita akan kembali menemukan damai sejahtera dan sukacita. (penulis: @mistermuryadi)

TUHAN TURUT BEKERJA MENDATANGKAN KEBAIKAN

Bahan renungan:

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Ayat ini sering disalahartikan oleh banyak orang. Mereka berpikir TUHAN sesekali mengijinkan hal buruk terjadi dalam hidup kita untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Saya sering bertemu dengan orang yang mengatakan, “TUHAN memberikan saya sakit ini supaya mengajar saya rendah hati,” atau “TUHAN mengijinkan saya kecelakaan supaya saya tidak suka kebut-kebutan di jalan.”

Ini pernyataan yang sama sekali berbeda dengan apa yang Firman Tuhan katakan. Sederhananya, ayat di atas sebenarnya mengatakan bahwa sekalipun yang buruk terjadi dalam hidup kita, TUHAN tetap sanggup mendatangkan kebaikan bagi kita. TUHAN sanggup mengembalikan keadaan yang buruk itu menjadi indah saat kita berbalik kepadaNYA.

Dan, perlu Anda ketahui bahwa segala yang buruk yang terjadi dalam hidup kita sama sekali bukan disebabkan oleh TUHAN. Itu terjadi karena keputusan-keputusan kita atau keputusan orang lain yang salah, yang tidak sesuai Firman Tuhan, yang dimanfaatkan iblis untuk menghancurkan hidup kita.

Apakah Anda pernah berpikir untuk mematahkan jari manis anak Anda atau sepupu Anda yang kecil karena mereka malas belajar? Atau mencabut rem motor adik Anda karena mereka suka mengebut di jalan? Tentu tidak, bukan?

Namun, banyak anak TUHAN yang berpikir Bapa di Sorga melakukan hal-hal keji itu terhadap anak-anakNYA. Mereka sering berpikir bahwa BAPA mencelakai kita karena kita kurang rendah hati atau BAPA mengijinkan yang buruk karena kita tidak mentaati DIA. Sungguh tidak masuk akal! Kalau orang di dunia saja bisa begitu mengasihi anaknya, sekalipun anaknya malas atau nakal, apalagi Bapa kita di Sorga.

Teman, Bapa Sorgawi ada di pihak Anda untuk mengangkat, memulihkan, dan menuntun Anda dari kegelapan pada terang yang ajaib. (penulis: @mistermuryadi)