TUJUAN HIDUP KITA LEBIH BESAR DARI SEKADAR HIDUP UNTUK DIRI SENDIRI

Bahan renungan:

Mazmur 73:28 Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan Allah, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.

Setiap orang yang lahir dari Tuhan, atau dengan kata lain, telah mengalami kelahiran baru, memiliki kuasa kebangkitan di dalam dirinya untuk melakukan perkara-perkara ajaib bagi Kerajaan Sorga. Firman Tuhan mengatakan, kita dipanggil dari gelap kepada terang-Nya yang ajaib untuk memberitakan perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar.

(Baca juga: “KUATKANLAH DAN TEGUHKANLAH HATIMU”)

Adalah sebuah fakta yang tidak dapat kita hindari bahwa kita, orang-orang yang percaya, adalah saluran kasih, kebenaran, berkat, dan kuasa Tuhan bagi dunia ini. Dunia melihat dan bertemu dengan kasih Yesus melalui kehidupan yang ditunjukkan oleh orang-orang percaya.

(Baca juga: ANDA ADALAH MUKJIZAT YANG TUHAN KIRIM UNTUK KELUARGA ANDA)

Itu adalah tujuan utama Tuhan menyelamatkan hidup kita. Kita dipulihkan untuk memulihkan dan kita diberkati untuk memberkati. Tuhan memberikan tujuan hidup yang baru bagi kita, yang lebih besar dari sekadar hanya hidup untuk diri sendiri. (penulis: @mistermuryadi)

JANGAN TERLALU CEPAT MENGATAKAN “TIDAK BISA”

Bahan renungan:

Keluaran 3:10-11 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.” Tetapi Musa berkata kepada Allah: “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?”

Saya dapat pastikan bahwa setiap kita tidak mengenal diri kita sedalam Tuhan mengenal diri kita. Tuhanlah yang menciptakan kita. Dia tahu segala sesuatu tentang kita, tentang apa yang kita dapat dan tidak dapat kita lakukan. Dia tahu potensi yang ada di dalam diri kita.

(Baca juga: KITA MEMILIKI PERAN BESAR UNTUK MEMBUAT DUNIA JADI LEBIH BAIK)

Di awal perjumpaannya dengan Tuhan, Tuhan mengutus Musa untuk pergi membebaskan Bangsa Israel. Dengan mengatakan hal tersebut, Tuhan sedang melihat kepada tujuan Musa diciptakan. Di sisi lain, Musa memandang dirinya berbeda. Musa melihat dirinya sebagai orang yang gagal, pelarian, dan penggembala kambing domba. Atau dengan kata lain, Musa mengatakan, “Maaf, saya tidak mampu melakukan yang Engkau perintahkan. Sepertinya Engkau salah orang.”

Kita sering merasa seperti itu. Kita merasa tidak layak, tidak mampu, dan tidak mungkin melakukan pekerjaan-pekerjaan yang luar biasa. Jika kita melihat kepada kegagalan dan kesalahan kita, tentu saja kita akan merasa demikian, tetapi jika kita melihat kepada siapa yang menciptakan kita, pikiran demikian tidak akan terlintas di kepala kita.

Hari ini saya ingin meneguhkan setiap kita bahwa jika Tuhan mengatakan kita bisa, itu artinya kita benar-benar bisa melakukannya. Tuhan tahu potensi yang ada di dalam diri kita, sekalipun kita belum melihatnya.

(Baca juga: ANDA DIKASIHI BEGITU HEBAT)

Jika melalui Firman-Nya, Dia memerintahkan kita untuk menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, dan menceritakan kabar baik, itu artinya kita dapat melakukan hal tersebut. Jika melalui Firman-Nya, Dia mengatakan kita adalah kepala dan bukan ekor, kita lebih dari pemenang, dan kita diciptakan untuk melakukan perkara yang besar, itulah identitas kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

DUA ALASAN MENGAPA KITA PERLU MERESPONS PANGGILAN TUHAN

Bahan renungan:

Kejadian 12:1-2 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

Di dalam Alkitab, banyak sekali kisah yang menceritakan mengenai Tuhan memanggil seseorang untuk pergi ke sebuah tempat atau keluar dari zona nyaman mereka. Misalnya, Abraham dipanggil dari tanah kelahirannya ke Tanah Perjanjian, Musa dipanggil dari padang gurun kembali ke Mesir untuk membebaskan Bangsa Israel, Petrus dari penjala ikan dipanggil menjadi penjala manusia, Saulus dari penganiaya orang percaya menjadi rasul, dan masih banyak kisah lainnya.

(Baca juga: PUJI TUHAN, TUHAN TIDAK BEKERJA SESUAI CARA KITA)

Setidaknya ada dua alasan mengapa Tuhan melakukan hal tersebut.

1. Ada bahaya yang mengancam jika kita tidak segera bergerak. Tuhan adalah gembala yang senantiasa memastikan kita selalu dalam keadaan yang terpelihara dengan baik. Jika ada sesuatu yang akan membahayakan hidup kita, tentu saja Dia tidak akan berdiam diri. Dia akan bertindak, karena Dia ingin menjaga hidup kita.

Jika Tuhan tidak memanggil Abraham pergi dari tanah kelahirannya, kemungkinan besar sepanjang hidupnya Abraham akan menyembah berhala. Jika Tuhan tidak memanggil Musa meninggalkan pekerjaannya sebagai penggembala kambing domba di padang gurun, kemungkinan besar Musa akan mati tua dalam perasaan bersalah, gagal, dan kehilangan tujuan hidupnya.

2. Tuhan menyediakan sesuatu yang jauh lebih baik. Tuhan telah menetapkan setiap kita untuk menjadi kepala, bukan ekor. Tuhan ingin kehidupan orang percaya selalu naik, bukan turun. Namun, adalah keputusan kita untuk merespons atau tidak terhadap penyediaan Tuhan tersebut.

Jika Petrus tidak meninggalkan jalanya, mungkin seumur hidup Petrus akan menjala ikan dan menjalani hidup seperti kebanyakan orang, yaitu lahir, tumbuh, berkeluarga, dan meninggal. Jika Saulus tidak merespons panggilan Tuhan, mungkin hidup Saulus akan berakhir tanpa meninggalkan sesuatu yang berguna bagi orang lain dan Kerajaan Sorga.

Saya tidak hanya berbicara mengenai hal-hal eksternal yang lebih baik, tapi juga hal-hal internal yang jauh lebih baik, yaitu karakter, pikiran, dan kehendak kita. Misalnya, saat kita merespons terhadap panggilan Tuhan untuk mendoakan orang sakit atau melayani orang yang sedang depresi. Hal tersebut mengubah sesuatu yang ada di dalam kita. Tuhan mengubah pikiran kita yang egois jadi memikirkan orang lain.

(Baca juga: APAKAH SALAH JIKA KITA MENGHARAPKAN BERKAT DARI TUHAN?)

Saya percaya, setiap kita dipanggil Tuhan untuk sebuah tujuan yang luar biasa. Sebuah tujuan mulia yang jauh lebih besar dari diri kita sendiri. Kita perlu merespons panggilan tersebut. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

YESUS MEMBERI KITA TUJUAN HIDUP YANG BARU

Bahan renungan:

1 Petrus 2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Kalau Anda bertemu saya sekitar 20 tahun yang lalu, sebelum saya mengenal Yesus, Anda akan bertemu saya yang putus harapan, patah semangat, sakit hati, kepahitan, kurang kasih, penuh pengasihanan diri, dan tukang cari perhatian. Saya tidak dapat membayangkan seandainya saya tidak bertemu dengan Yesus. Mungkin hagahtoday.com tidak akan pernah ada, dan mungkin, saya pun sudah tidak ada.

(Baca juga: STATUS ANDA ADALAH ANAK RAJA, MEMERINTAHLAH SEPERTI ANAK RAJA)

Yesus memberikan tujuan hidup yang baru bagi hidup saya. Mungkin lebih tepatnya, Yesus mengembalikan saya kepada tujuan hidup yang telah Dia rencanakan jauh sebelum saya lahir.

Saya percaya Tuhan juga memiliki rencana yang hebat bagi hidup Anda. Anda bukan produk gagal. Tuhan tidak pernah menciptakan produk gagal. Masa lalu Anda yang buruk sama sekali tidak menentukan masa depan Anda, karena masa depan Anda ditentukan dari keputusan Anda hari ini, bukan dari masa lalu Anda.

Jika Anda mengalami kehidupan yang buruk, tersesat, dan kehilangan arah tujuan, berbaliklah, kembalilah kepada Sang Gembala Agung. Hanya Dia yang sanggup memulihkan dan memuaskan hidup Anda, karena Dia yang menciptakan Anda.

(Baca juga: APA BENAR TUHAN SUKA MENUNDA BERKATNYA?)

Tuhan memiliki rencana yang besar dan hebat bagi hidup Anda di dunia ini. Tuhan tidak hanya menciptakan Anda untuk sekolah, bekerja, punya rumah, menikah, dan punya anak saja, tetapi juga untuk menjadi berkat bagi dunia ini. Untuk memulihkan kehidupan hanyak orang dan menyelamatkan mereka yang terhilang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TIGA HAL YANG IBLIS LAKUKAN TERHADAP HIDUP ANDA

Bahan renungan:

Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Hari ini saya ingin mengungkapkan kepada Anda bagaimana cara iblis merusak kehidupan kita. Banyak orang mengira iblis, dengan kekuatannya, menghancurkan hidup kita. Tentu saja itu salah, iblis sudah tidak memiliki kekuatan, karena Yesus sudah melucuti kuasanya (Kolose 2:15). Satu-satunya senjata iblis hanyalah tipu daya. Dengan tipu dayanya, iblis menciptakan ketakutan dan kekuatiran di dalam hati dan pikiran kita. Ketika kita takut dan kuatir, dengan sendirinya kita menyerahkan hal-hal berharga yang Tuhan sudah anugerahkan kepada kita.

(Baca juga: KRISTEN TERMOMETER VERSUS KRISTEN TERMOSTAT)

Iblis memiliki target yang jelas di dalam hidup Anda, yaitu dia ingin menjauhkan Anda dari Bapa Sorgawi dan bahkan membuat Anda membenci-Nya. Iblis tahu jika Anda terpisah dari Bapa, hidup Anda akan jauh dari damai, sukacita, dan kelimpahan.

Iblis merusak hidup Anda melalui tiga proses: mencuri, membunuh, dan membinasakan. Pertama-tama yang iblis lakukan adalah mencuri. Dia mencuri kebenaran dari pikiran Anda. Dia menipu Anda dengan pemikiran-pemikiran palsu yang terdengar masuk akal, tetapi jauh dari kebenaran. Akibatnya, Anda terjebak di dalam kegelapan, Anda kehilangan arah tujuan. Anda jadi kesulitan membedakan antara yang asli dan palsu, antara yang benar dan salah.

Hal kedua yang iblis lakukan adalah membunuh. Setelah Anda kehilangan arah tujuan, dia akan bunuh jiwa Anda melalui ketakutan dan kekuatiran. Dia singkirkan damai dan sukacita dari hati Anda, sehingga Anda stres dan depresi. Pikiran dan hati Anda tidak tenang.

Hal ketiga adalah membinasakan tubuh Anda. Saat Anda kehilangan arah, jiwa Anda dirundung ketakutan dan kekuatiran, Anda stres dan depresi, akibatnya tubuh Anda akan mulai sakit-sakitan, miskin, dan menderita. Teman, jangan biarkan iblis menipu Anda lebih lama lagi.

(Baca juga: SELAMA KITA NAIK KAPAL YANG YESUS NAIKI, KITA AMAN)

Ciri-ciri Anda sedang tertipu adalah Anda tidak menikmati janji Tuhan. Satu-satunya cara menelanjangi tipu daya iblis adalah dengan mengenal Yesus dan kebenaran-Nya. Tidak ada cara lain. Ya, Anda perlu berakar kuat dalam kebenaran Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

YANG DUNIA TAWARKAN VS. YANG YESUS SEDIAKAN

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 3:16 Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.

Sudah 36 tahun saya hidup di dunia dan harus saya akui bahwa dunia ini indah. Sangat indah. Dunia menawarkan banyak hal yang luar biasa, menakjubkan, dan terkadang membuat hati saya berdegup kencang terpesona.

(Baca juga: SELAMA KITA NAIK KAPAL YANG YESUS NAIKI, KITA AMAN)

Namun, di sisi lain, sejak saya mengenal Yesus 20 tahun lalu, ada satu fakta yang tidak dapat saya sangkal. Bahwa, di tengah kedahsyatan yang dunia tawarkan, ada hal-hal yang dunia tidak dapat berikan kepada saya dan hal-hal itu hanya saya dapatkan dari Yesus dan kebenaran-Nya. Yang saya maksud adalah damai, sukacita, harapan, tujuan hidup, dan kasih.

Tidak berarti saya tidak pernah merasakan senang dan bahagia. Sebelum mengenal Tuhan, saya banyak alami masa-masa senang dan bahagia, tetapi jauh berbeda dengan damai dan sukacita yang saya alami di dalam Yesus. Saya juga menikmati cinta sebelum mengenal Yesus. Namun, cinta yang dulu saya rasakan tidak sehangat dan setulus kasih yang Yesus curahkan kepada saya. Juga, dulu saya memiliki mimpi dan keinginan, tetapi hal tersebut tidak sebesar harapan dan tujuan hidup yang Yesus sediakan bagi saya.

Teman, jika damai, sukacita, harapan, tujuan hidup, dan kasih memiliki nama, nama itu adalah Yesus. Dunia gagal menyediakan hal tersebut bagi saya. Dunia berusaha memberikan hal yang mirip dengan itu, tetapi saya rasa tidak ada orang yang suka dengan barang kualitas nomor dua.

Saya percaya Anda setuju dengan saya. Ada titik kita tidak bisa menyangkal bahwa kehidupan kita menjadi jauh lebih baik ketika kita menyerahkannya kepada Yesus. Di dalam Yesus, kita tidak hanya menikmati damai, sukacita, dan kasih yang berlimpah-limpah, kita pun memiliki harapan dan tujuan hidup yang besar dan pasti.

(Baca juga: CARA IBLIS MENJERAT HAWA DI TAMAN EDEN)

Tidak ada kata-kata saya yang dapat melukiskan Yesus dengan akurat. Setiap kali saya mencoba mengetik kata-kata tersebut, hati kecil saya selalu menjerit, “Dia lebih besar dari itu. Dia lebih dahsyat dari itu.” Pada akhirnya, saya hanya dapat mengatakan, “Terima kasih … terima kasih … terima kasih Yesus.” (penulis: @mistermuryadi)

JANGAN KEHILANGAN FOKUS!

Bahan renungan:

Yohanes 6:15 Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

Setiap orang terlahir ke dunia dengan sebuah tujuan. Saking unik tujuan hidup seseorang, tidak ada seorang pun yang dapat menyelesaikan tujuan tersebut selain orang itu. Namun sayangnya, banyak orang meninggalkan dunia tanpa pernah mengetahui tujuan hidupnya.

(Baca juga: TUHAN MEMBERIKAN KITA JALAN KELUAR, BUKAN MENCOBAI KITA)

Salah satu alasan kita tidak sampai ke tujuan hidup yang Tuhan tetapkan adalah karena kita kehilangan fokus. Dunia dan iblis selalu berusaha mengalihkan perhatian kita dari panggilan ilahi tersebut. Akhirnya, kita melakukan hal-hal lain yang tidak seharusnya kita lakukan. Kita masuk ke perangkap iblis.

Yesus pun tidak terkecuali. Saat hidup di Bumi, banyak hal yang mencoba menggeser tujuan hidup-Nya. Di satu kesempatan, banyak orang begitu terpesona dengan Yesus, dan mereka ingin mengangkat Yesus menjadi raja. Sungguh terlihat seperti kesempatan yang sangat baik. Namun, Yesus tahu benar bahwa tujuan-Nya datang ke dunia adalah untuk naik ke atas kayu salib dan mengorbankan diri, bukan menjadi raja. Yesus memilih fokus dengan tujuannya.

(Baca juga: SANG SUMBER KEBERHASILAN ADA DI PIHAK ANDA)

Saya tidak dapat membayangkan seandainya Yesus tergoda akan tawaran tersebut dan meninggalkan tujuan hidup-Nya. Teman, mari kembali kepada tujuan hidup kita. Tuhan memanggil Anda untuk sebuah hal yang luar biasa. Jangan hilang fokus! (penulis: @mistermuryadi)