DENGAN MULUT, KITA DAPAT MENGUCAPKAN BERKAT ATAU KUTUK

Bahan renungan:

Yakobus 3:9-11 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?

Saya percaya TUHAN memberikan kita mulut agar kita dapat mengucapkan berkat, pujian, dan syukur. Perlu kita sadari bahwa segala sesuatu yang keluar dari mulut kita berasal dari hati kita. Apa yang kita ucapkan berasal dari apa yang kita pikirkan.

(Baca juga: JAWABAN DOA ANDA SELALU “YA” DARI TUHAN)

Jika kita merenungkan kebenaran Firman Tuhan, kasih Tuhan, kebaikan Tuhan, yang akan keluar dari mulut kita adalah berkat dan ucapan syukur. Sebaliknya, jika yang kita pikirkan adalah hal-hal negatif, keburukan orang lain, pengasihanan diri, jangan heran jika yang keluar dari mulut kita adalah hal-hal yang buruk.

Cara termudah memperbaiki apa yang kita ucapkan adalah dengan cara memperbaiki apa yang kita masukkan ke dalam hati kita. Seperti yang dikatakan oleh ayat renungan kita di atas, periksa sumber mata airnya. Pastikan kita lebih banyak memasukkan kebenaran Firman Tuhan ketimbang “sampah” dunia ini ke dalam hati kita.

(Baca juga: JANGAN LARI DARI MASALAH, HADAPI!)

Teman, tidak cukup hanya mendengarkan Firman Tuhan di gereja atau di persekutuan seminggu sekali atau dua kali. Kita perlu merenungkannya setiap saat. Mulailah hari kita dengan Firman Tuhan dan tutuplah hari kita dengan Firman Tuhan. Percayalah, kita yang paling diuntungkan ketika kita menggunakan mulut kita untuk mengucapkan hal-hal yang baik. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

UCAPAN PENGHARAPAN

Bahan renungan:

Markus 5:27-28 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Masih tentang si wanita pendarahan yang menderita selama 12 belas tahun. Saya ingin Anda mengerti penderitaan yang dialami si wanita ini. Setiap hari dia mengalami pendarahan, selama 12 tahun. Siapa di antara Anda yang mengalami masalah setiap hari selama 12 tahun? Jika ada, hari ini ada kabar sukacita untuk Anda.

Setelah 12 tahun mencoba berobat ke tabib, si wanita ini akhirnya memutuskan untuk mendengar berita mengenai YESUS. Saya sangat yakin yang wanita ini dengar adalah kabar tentang YESUS yang menyembuhkan, memulihkan, dan menyelamatkan. Itu sebabnya respons si wanita ini mendekati YESUS.

Yang menarik adalah hal yang diucapkan si wanita ini, setelah mendengar berita tentang YESUS, “Asal kujamah saja jubahNYA, aku akan sembuh.” Ini adalah ucapan pengharapan.

Setelah 12 tahun mencoba berbagai macam cara untuk sembuh, mungkin saja wanita ini putus asa dan kehilangan pengharapan, namun setelah dia mendengar tentang YESUS, harapannya kembali muncul.

Teman, mungkin hari ini Anda kehilangan pengharapan akibat pergumulan yang Anda hadapi selama bertahun-bertahun. Suatu hari TUHAN berbisik lembut di hati saya, DIA mengatakan, “Jika kamu kehilangan pengharapanmu akan sesuatu, datanglah kepadaKU, AKU akan memberikan pengharapan yang baru untukmu.” Saya percaya TUHAN melakukan hal yang sama kepada Anda hari ini.

Hal di atas sekaligus menyatakan bahwa ciri-ciri utama Anda mendengar kabar yang benar mengenai YESUS adalah dari mulut Anda akan keluar kata-kata pengharapan. Alasan saya mengatakan ini karena banyak orang mendengar hal yang salah tentang YESUS. Mereka mendengar berita bahwa YESUS yang mengijinkan sakit penyakit atau mengirimkan binatang pelahap. Jika Anda mendengarkan berita yang salah seperti ini, segera tinggalkan! Satu hal tentang YESUS, DIA adalah KASIH (1 Yohanes 4:8b). KASIH tidak pernah melakukan hal-hal yang buruk atau jahat untuk mendatangkan kebaikan. (penulis: @mistermuryadi)

SAYA SEMBUH DARI ALOPECIA AREATA!

Sekitar satu tahun lalu, ketika saya pulang dari tempat gunting rambut dekat rumah, ada sesuatu yang aneh di bagian kepala saya tepat di atas telinga sebelah kiri saya. Saya mengalami kebotakan. Saya baru tahu belakangan bahwa kebotakan yang saya derita itu bernama Alopecia Areata.

Di tengah kepanikan dan rasa malu, suatu siang, saya ditelpon oleh salah satu tempat treatment kepala untuk menikmati treatment di tempatnya. Di tempat saya bekerja, hal-hal seperti ini sering terjadi. Klien yang berhubungan dengan kantor saya suka mengundang untuk menikmati produknya dan kebetulan sekali saat itu adalah treatment kepala. Saya pikir ini pasti jawaban Tuhan. Lewat cara inilah DIA ingin menyembuhkan saya.

Tibalah saya di tempat treatment tersebut didampingi oleh istri saya. Treatment tersebut berlangsung selama 60 menit. Ketika seorang terapis mendatangi saya dan kemudian mulai memberikan treatment di kepala saya, saya menceritakan kepadanya mengenai apa yang terjadi dengan kepala saya ini. Dan kemudian dia menjelaskan bahwa apa yang saya alami ini namanya adalah Alopecia Areata, salah satu jenis kebotakan. Saya menanyakan kepadanya mengenai kemungkinan untuk sembuh dan terapis tersebut mengatakan dia tidak bisa menjanjikan hal tersebut bisa sembuh karena dia memiliki klien yang mengalami hal serupa dan sudah dialami selama beberapa tahun ini. Namun terapis tersebut mengatakan treatment yang teratur bisa memperlambat perambatannya. Harga treatment tersebut sekitar beberapa juta rupiah.

Pulang dari tempat tersebut, saya bukan mendapat jawaban, malah sebaliknya, saya semakin merasa ketakutan. Kemudian saya teringat di SMU seorang teman saya mengatakan bahwa di usia tua nanti rambut saya akan mengalami kebotakan, karena saya memiliki model kepala dan rambut seperti ayahnya. Pikiran negatif semakin menyerang saya dan membuat saya membayangkan bahwa diri saya akan botak. Bahkan saya bisa membayangkan teman-teman saya, istri saya, orangtua saya, dan orang-orang lain menertawakan saya.

Di tengah kekuatiran saya, saya mulai menggunakan obat-obat yang bisa membantu saya menumbuhkan rambut. Bahkan saya menggunakan penumbuh alis milik istri saya. Dan hal yang paling saya takutkan adalah ketika sudah tiba waktunya harus menggunting rambut. Saya mulai mencoba-coba pindah tempat gunting rambut untuk menemukan tukang gunting rambut yang bisa mencukur rambut saya dengan baik dan dapat menutupi kebotakan saya itu.

Semua itu berjalan selama 7-8 bulan. Saya hidup di dalam ketakutan, kekuatiran, dan ketidakpercayaan. Sementara saya terus melayani Tuhan, mendoakan mereka yang sakit, menguatkan mereka yang lemah, namun saya tidak berdaya terhadap penyakit saya sendiri. Betapa ironis.

Suatu ketika, saat saya sedang berdiam diri, ada suara di dalam benak saya yang mengatakan, “Mengapa kamu tidak percaya dengan kata-kata yang kamu ucapkan untuk orang lain?” “Kamu menyembuhkan orang sakit, mendoakan mereka yang berbeban berat, tapi kenapa kamu tidak percaya kalau Firman itu bisa menyembuhkan dan memulihkan kamu?” Saya termenung sejenak, saya tahu Roh Kudus sedang berbicara di dalam hati saya, dan tubuh saya menunggu apa yang ingin diputuskan oleh pikiran saya, apakah saya akan percaya atau saya akan tepis kata-kata itu dan memilih tetap untuk tidak percaya.

Saya memutuskan tidak hidup dalam ketidakpercayaan dan ketakutan. Saya kemudian tersadar mengapa saya selama ini memikirkan hal-hal yang negatif, mengapa saya mengumpulkan hal-hal yang buruk di kepala saya, dan justru bukan berpegang kepada Firman Tuhan. Saya kemudian mengatakan kepada istri saya bahwa saya yakin saya sudah sembuh dan penyakit saya ini akan menjadi sebuah kesaksian untuk banyak orang. Di hari yang sama saya mengambil kamera pocket saya dan mulai memotret kepala saya yang botak dan saya katakan saya yakin rambut ini akan tumbuh, dan saat saya bersaksi nanti saya ingin memiliki bukti bahwa saya disembuhkan.

Hari itu, saya buang semua obat-obatan, dan saya putuskan untuk percaya kepada apa yang YESUS sudah lakukan 2000 tahun lalu bahwa bilur-bilur darahNYA sudah menyembuhkan saya. Saya katakan penyakit ini akan pergi bukan dengan obat, tapi dengan nama TUHAN YESUS.

Hampir setiap hari yang saya lakukan adalah meng-counter hal-hal negatif yang selama ini tertanam di kepala saya dengan Firman Tuhan. Saya mulai counter kata teman saya di SMU yang mengatakan saya akan botak, saya counter artikel-artikel medis yang mengatakan jenis kebotakan saya ini tidak bisa disembuhkan (hanya bisa dihambat perambatannya), saya counter semua itu dengan kebenaran Firman Tuhan. Setiap kali saya mandi, saya selalu tunjuk bagian kepala saya yang botak ini dan saya katakan, “Hai rambut, saya tidak meminta kamu untuk tumbuh, tapi saya perintahkan kamu untuk tumbuh di dalam nama YESUS.” Di lain kesempatan saya katakan, “Hai kebotakan, kepala saya ini terisi Firman Tuhan yang hidup, kamu tidak bisa tinggal di situ, karena kepala saya adalah tempat tumbuhnya Firman Tuhan.” Dan kata-kata iman lainnya yang hampir setiap hari saya sebutkan.

Sebulan setelah saya melakukan hal tersebut, Anda tahu, bahwa kebotakan saya tetap belum tumbuh, tapi lucunya saya tahu bahwa saya sudah sembuh, saya tidak lagi merasa bahwa saya sakit, saya tidak ketakutan, ataupun kuatir bahwa penyakit ini tidak akan disembuhkan. Saya merasa dan saya tahu tubuh saya sudah sembuh. Yang tadinya pikiran saya hanya berisi ketakutan, kekuatiran, bahkan saya bisa melihat kepala saya botak dan banyak orang menertawakan saya, itu hilang! Pikiran dan imajinasi negatif itu hilang. Sebaliknya, saya mulai bisa mengimajinasikan rambut saya mulai tumbuh, saya mulai bisa melihat di pikiran saya bahwa saya sedang berdiri di depan banyak orang dan rambut saya kembali normal, bahkan saya melihat bahwa rambut saya bisa digunting 1 cm lagi dan kebotakan itu hilang. Saya melihat itu di pikiran saya, di imajinasi saya. Sekali lagi, pada kenyataannya kepala saya masih botak dan tidak ada tanda-tanda sembuh.

Selang 2 bulan sejak saya memutuskan untuk percaya janji Tuhan mengenai kesembuhan, tiba-tiba suatu pagi istri saya membangunkan saya dan berteriak. Dia katakan, “Zal, liat kepala kamu yang botak sudah mulai tumbuh rambut-rambut halus.” Saya spontan bangun dan berkaca dan saya melihat rambut-rambut halus itu tumbuh. Bagian botak yang tadinya licin seperti sebelumnya tidak pernah tumbuh rambut, kini mulai terlihat pori-porinya. Oh, YES!

Saya segera masuk kamar mandi dan sambil mandi saya katakan kepada kebotakan itu, “Tuh kan, saya sudah katakan kamu tidak bisa berlama-lama di situ.” Saya bersorak, bergirang, dan melompat. Saya tidak terkejut, saya tahu hal ini pasti terjadi. Saya sudah melihatnya jauh sebelum ini terjadi. Saya hanya bersukacita dan bersyukur kepada DIA yang telah menyelesaikan semua sakit penyakit saya di atas kayu salib 2000 tahun yang lalu. Kesembuhkan ini sama sekali bukan usaha saya, melainkan semua karena apa yang sudah DIA lakukan buat kita semua yang percaya namaNYA berkuasa. Do you know when JESUS said HE loves you, HE really meant it? And HE died for you just to prove that. 

Sekarang saya sudah sembuh. Rambut saya sudah tumbuh normal seperti sedia kala. Saya sudah kembali menggunting rambut saya 1 cm. Orang bilang model cepak tentara. Hahaha. Tepat seperti apa yang saya lihat di dalam pikiran saya beberapa bulan sebelum semuanya ini terjadi.

HALLELUYA! 

Teman, ketika kita mengalami masalah, jangan pernah biarkan iblis mengambil Firman Tuhan yang hidup di dalam hidup kita. Jangan biarkan iblis menyisipkan pikiran-pikiran negatif yang asalnya bukan dari Firman Tuhan. Saat kita berpegang pada kebenaran Firman Tuhan dan tinggal di dalam YESUS, kita berdiri di atas kemustahilan dan ketidakmungkinan.