YESUS SATU-SATUNYA YANG SANGGUP MENGUBAH HIDUP ANDA

Bahan renungan:

Lukas 19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Zakheus adalah seorang pemungut cukai – profesi yang dibenci oleh Bangsa Israel. Syarat menjadi pemungut cukai adalah curang, licik, dan pembohong. Namun, suatu hari Yesus mengunjungi Zakheus, dan segalanya berubah. Yesus menunjukkan kasih-Nya dengan cara makan bersama Zakheus.

(Baca juga: SERINGKALI, CARA TUHAN JAUH BERBEDA DENGAN CARA KITA)

Tidak perlu waktu lama, Zakheus pun berdiri dan menyatakan bahwa dia akan mendonasikan setengah hartanya kepada orang miskin dan mengembalikan empat kali lipat kepada orang yang pernah dia peras.

Dari kisah di atas, saya belajar bahwa sesaat saja Zakheus menghabiskan waktu bersama Yesus, hidupnya berubah sangat dratis.

Saya percaya, ketika kita meluangkan waktu bersama Yesus dan kebenaran-Nya, hidup kita akan berubah drastis. Rasul Paulus, sang penganiaya orang percaya, berubah drastis seketika bertemu dengan Yesus. Musa, sang penggembala domba, berubah drastis usai perjumpaannya dengan Tuhan.

(Baca juga: ANDA BERHARGA KARENA ANDA DICIPTAKAN DEMIKIAN SEJAK AWAL)

Saya tidak tahu apa pergumulan Anda hari ini. Mungkin Anda sedang mengalami masalah keluarga, finansial, atau apa pun itu, yang saya tahu pasti, Yesus adalah satu-satunya Pribadi yang dapat membantu Anda. Jika Yesus dan kebenaran-Nya dapat mengubahkan kehidupan Zakheus, Paulus, dan Musa, saya percaya Dia juga sanggup mengubahkan hidup Anda. (penulis:@mistermuryadi)

SIAPAKAH RAJA DALAM HIDUP ANDA?

Bahan renungan:

1 Samuel 8:6-7 Waktu mereka berkata: “Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami,” perkataan itu mengesalkan Samuel, maka berdoalah Samuel kepada Tuhan. Tuhan berfirman kepada Samuel: “Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.”

Bangsa Israel adalah satu-satunya bangsa yang tidak memiliki raja pada zaman itu. Tuhan mengangkat tinggi bangsa Israel di atas bangsa-bangsa lain. Bangsa Israel sangat disegani, karena mereka dipimpin langsung oleh Raja di atas segala raja melalui perantaraan para nabi. Bangsa-bangsa lain gentar terhadap Israel.

(Baca juga: MENDAKI GUNUNG ATAU MELEWATI LEMBAH, TUHAN SELALU MENYERTAI)

Sampai suatu ketika Bangsa Israel meminta seorang raja kepada nabi Samuel. Alasan utama Bangsa Israel meminta raja dicatat dalam 1 Samuel 8:19-20, “Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel dan mereka berkata: “Tidak, harus ada raja atas kami; maka kamipun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain; raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang.” Ya, mereka ingin menjadi sama seperti bangsa-bangsa lain. Padahal Tuhan ingin Israel hidup berbeda.

Ketika saya membaca dan merenungkan kisah di atas, hati saya sangat sedih. Membayangkan seorang bapa yang begitu mengasihi anaknya, ingin menjalin hubungan yang erat dengan anaknya, sementara sang anak lebih suka menghabiskan waktu bersama sesuatu yang lain.

Seperti apa bentuk “raja” pada masa kita sekarang? “Raja” pada masa sekarang bisa berupa kekayaan, harta, jabatan, kecantikan, keahlian, atau seseorang yang begitu kita kagumi.

(Baca juga: APA KEGUNAAN DOA JIKA TUHAN SUDAH TAHU YANG INGIN KITA DOAKAN?)

Sebagai orang percaya, hanya ada satu raja yang patut kita sembah dan percayai, yaitu Yesus Kristus. Tidak ada yang lain. Yesuslah yang membuat hidup kita berbeda. Ketika kita hidup sesuai dengan cara-Nya dan menurut kehendak-Nya, kita akan terlihat berbeda dengan kebanyakan orang di dunia ini yang menyembah “raja” lain. Sebaliknya, ketika kita menyembah “raja” lain, hidup kita akan seperti dunia ini. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

YESUS SANG ULAR TEMBAGA

Bahan renungan:

Bilangan 21:8-9 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

Di satu titik dalam sejarah Israel, Bangsa Israel banyak yang mati karena tulah ular yang menimpa mereka dan memagut mereka akibat dosa yang mereka lakukan. Dalam situasi seperti itu, apa yang Musa lakukan? Musa berdoa. Musa mengalihkan pandangannya kepada Tuhan, bukan kepada masalah yang terjadi.

(Baca juga: KADANG DALAM BERKOMITMEN KITA PERLU MENGABAIKAN PERASAAN)

Saya mendapati bahwa salah satu ciri orang yang berkemenangan di dalam Alkitab adalah orang yang berserah kepada Tuhan, yang mengandalkan Tuhan dalam segala jalannya. Seperti Musa, dia tidak membuat rencananya sendiri dan meminta Tuhan memberkati rencananya itu. Dia juga tidak berusaha memikirkan solusi pengalamannya. Musa berdoa dan mencari jawaban dari Tuhan.

Tuhan menjawab doa Musa dan memerintahkan Musa untuk membuat ular dari tembaga, yang ditaruh pada sebuah tiang, dan meletakannya di depan orang banyak. Sehingga, setiap orang yang dipagut ular, tetapi memandang kepada ular tembaga itu, akan hidup.

Yohanes 3:14-15 juga mencatat mengenai ular tembaga, “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.”

(Baca juga: BERTUMBUHLAH DALAM KASIH KARUNIA DAN PENGENALAN AKAN YESUS)

Anda dan saya masih berbuat dosa sampai hari ini, tetapi pesan dari ular tembaga itu masih berlaku: “Pandanglah dan hiduplah.” Jika kita mengarahkan pandangan kita kepada Yesus dan janji setia-Nya, bukan kepada diri kita sendiri atau apa yang dapat kita lakukan, maka kita akan hidup. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

JANGAN BIARKAN IBLIS BEROLEH KEUNTUNGAN DARI HIDUP ANDA

Bahan renungan:

2 Korintus 2:11 supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

Iblis tahu jika kita berada di dekat Bapa, kita pasti dipulihkan, diberkati, dan dipelihara. Itu sebabnya, dengan berbagai cara, iblis ingin membuat kita jauh dari Bapa Sorgawi.

(Baca juga: WARISAN JANJI TUHAN DIBERIKAN PADA SAAT KITA HIDUP DI DUNIA)

Salah satu cara iblis yang perlu kita waspadai adalah dia mencoba membunuh karakter Bapa Sorgawi. Iblis ingin membuat anak-anak Tuhan berpikir bahwa Bapa Sorgawi tidak sepenuhnya baik, bahwa Bapa Sorgawi turut ambil bagian dalam hal-hal buruk yang terjadi pada hidup orang percaya.

Mungkin Anda pesan mendengar khotbah yang mengajarkan, “Tuhan lebih membutuhkan dia di Sorga,” ketika ada seseorang yang mati muda atau tidak wajar. Atau, mendengar, “Tuhan memang mengijinkan penyakit atau kemiskinan ini supaya kamu belajar rendah hati dan tidak berbuat dosa lagi.”

Tujuan iblis melakukan hal tersebut supaya orang percaya masuk ke kamarnya dan mulai mempertanyakan kebaikan Tuhan. Apakah Anda tahu siapa yang paling diuntungkan dalam peristiwa tersebut? Ya, tentu saja iblis. Dia berhasil membuat orang percaya meragukan kebaikan Tuhan. Akibatnya, orang percaya kecewa terhadap Tuhan dan hidup dalam tanda tanya yang besar akan rencana Tuhan.

Teman, saya ingin Anda tahu bahwa Tuhan hanya merancangkan yang baik bagi orang percaya. Yeremia 29:11 mengatakan rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan.

Tuhan sangat mengasihi Anda. Bagaimana mungkin Pribadi yang telah merelakan nyawa-Nya di kayu salib untuk menebus dan menyelamatkan Anda mengijinkan kecelakaan, sakit penyakit, dan kemiskinan terjadi dalam hidup Anda? Jangan termakan tipu daya iblis. Jangan biarkan iblis memeroleh keuntungan dari hidup Anda.

(Baca juga: TIGA ALASAN MENGAPA SAYA MENOLAK UNTUK MENYERAH)

Yohanes 10:10 memberi garis batas yang jelas antara Yesus dan iblis. Bahwa iblis datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan, sedangkan Yesus datang untuk memberi Anda hidup dan kelimpahan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KITA PERLU MEMUNGUT DAN MEMAKAN MANNA SETIAP HARI

Bahan renungan:

Keluaran 16:19-21 Musa berkata kepada mereka: “Seorangpun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi.” Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka. Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.

Melanjutkan renungan kemarin. Manna tidak hanya berbicara mengenai berkat, Firman Tuhan mengatakan bahwa manna adalah lambang dari Yesus, Sang Roti Hidup.

(Baca juga: TUHAN SUDAH MEMBERIKAN BERKATNYA, ANDA TINGGAL MENGUMPULKAN)

Ada alasan mengapa Tuhan meminta Bangsa Israel memunggut manna setiap pagi. Tuhan ingin mengatakan bahwa kita perlu bergantung kepada Tuhan setiap hari, bukan tiga hari sekali, seminggu sekali, atau hanya pada saat kita membutuhkan-Nya. Kita memerlukan Yesus dan kebenaran-Nya setiap hari.

Perhatikan kalimat terakhir pada ayat di atas, “Setiap pagi mereka memunggutnya …” Lalu, dilanjutkan dengan, “tiap-tiap orang menurut keperluannya …” Teman, ijinkan saya mengutarakan apa yang Firman Tuhan maksud dengan kalimat itu.

Pada saat kita bersekutu dengan Yesus setiap hari, segala yang kita butuhkan pasti tercukupi. Mungkin hari ini beberapa di antara kita sedang membutuhkan pemulihan untuk keluarga, kesembuhan untuk sakit penyakit yang diderita, jawaban untuk masalah teman hidup, jalan keluar untuk segala ketakutan atau kekuatiran, atau terobosan untuk bisnis dan pekerjaan. Yesus sanggup memenuhi segala keperluan tersebut. Yesus sanggup memberikan kita hikmat dan jalan keluar yang segala permasalahan kita.

(Baca juga: YESUS MEMILIKI 1000 JALAN KELUAR UNTUK 1 MASALAH KITA)

Yang perlu kita lakukan adalah memungut dan memakan manna itu setiap hari. Memungut manna berbicara mengenai percaya kepada janji setia-Nya, dan memakan manna berbicara mengenai membaca dan merenungkan kebenaran-Nya. Semakin sering kita melakukannya, semakin kita cepat kita menemukan hikmat dan jalan keluar untuk masalah-masalah kita. Perlu Anda garibawahi bahwa selama Bangsa Israel mengonsumsi manna, tubuh mereka tidak pernah sakit. Manna, atau dengan kata lain, Yesus, adalah solusi terbaik bagi hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JAWABAN SEMUA MASALAH ANDA ADA DI DALAM YESUS

Bahan renungan:

Kolose 2:3 Sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.

Si wanita pendarahan menghabiskan seluruh hartanya untuk berobat kepada para tabib selama 12 tahun (Markus 5:225-26). Waktu dan uangnya terbuang percuma untuk mencari sebuah jawaban, sampai pada suatu titik dia menyadari bahwa Yesus adalah jawaban yang dia butuhkan. Wanita pesakitan ini berjalan mendekati Yesus, dan Firman Tuhan katakan dalam sekejap penyakit yang dideritanya selama 12 tahun hilang.

(Baca juga: BANGGALAH KALAU ANDA MENGENAL TUHAN)

Seorang perwira memiliki seorang hamba yang sakit keras dan hampir mati (Lukas 7:2-10). Perwira ini mendengar tentang Yesus dan mempercayakan masalahnya itu kepada Yesus. Lagi-lagi, dalam sekejap saja masalahnya selesai. Perwira itu membuat pilihan yang tepat.

Teman, Firman Tuhan katakan di dalam Yesuslah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan. Di dalam Yesuslah ada jawaban untuk semua masalah Anda. Sekarang perhatikan. Secara spesifik, ayat di atas menggunakan kata “harta”, Anda mengerti maksudnya?

Bagaimana cara kita mendapatkan harta? Tentu saja dengan cara meluangkan perhatian dan waktu kita untuk menggali tempat harta tersebut berada. Yesus adalah tempat di mana harta tersebut berada.

Banyak orang ingin mendapatkan jawaban untuk masalah-masalahnya, tetapi tidak mau meluangkan waktu untuk menggali mengenai Yesus dan kebenaran-Nya. Matius 6:33 mengatakan dengan sangat jelas, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya …” Garis bawahi kata “carilah”.

Teman, hikmat dan pengetahuan, atau dengan kata lain, jalan keluar masalah Anda, tidak datang pada saat Anda menonton film atau sinetron, tidak datang saat Anda jalan-jalan atau makan-makan, tidak datang saat Anda sibuk bekerja atau main social media, Anda perlu duduk diam, meluangkan perhatian dan waktu Anda membaca dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Anda perlu mencari kebenaran itu, entah dengan cara menghadiri persekutuan secara rutin, membaca buku rohani, mendengarkan rekaman khotbah, atau pun berkonsultasi dengan seseorang yang Anda percaya dapat menuntun Anda pada kebenaran Firman Tuhan.

(Baca juga: MATA TUHAN SENANTIASA MEMPERHATIKAN ANDA)

Dan, Firman Tuhan dalam Yeremia 29:13 menjamin satu hal ini bagi setiap kita yang mencari jawaban di dalam Yesus, “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku …” Haleluya. (penulis: @mistermuryadi)

APA BENAR TUHAN MASIH MENAMPUNG AIR MATA KITA DI KIRBATNYA?

Bahan renungan:

Mazmur 56:8 Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?

Belum lama, saya membaca seorang hamba Tuhan menuliskan di sosial medianya bahwa Tuhan menampung air mata kita di kirbat-Nya terlebih dahulu. Setelah penuh, barulah Dia akan menjawab doa dan permohonan kita.

(Baca juga: ANDA DIKASIHI BEGITU HEBAT)

Saya yakin pemikiran tersebut diambil dari kitab Mazmur yang ditulis oleh Raja Daud seperti tercantum dalam renungan kita di atas. Namun, apakah hal tersebut masih relevan di zaman anugerah Perjanjian Baru? Apakah Tuhan masih menunggu kirbat-Nya penuh dengan air mata kita, kemudian Dia baru menjawab doa dan permohonan kita? Mari kita lihat kebenaran-Nya.

Dalam Matius 6:32, Yesus mengatakan bahwa Bapa Sorgawi tahu segala keperluan kita sebelum kita meminta kepada-Nya. Lalu, Rasul Paulus menuliskan dalam Efesus 1:3, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.”

Jika kita menggabungkan kedua ayat di atas, kita menemukan sebuah kebenaran bahwa Tuhan sudah mengetahui doa dan permohonan kita jauh sebelum kita meminta kepada-Nya. Dan, melalui pengorbanan Yesus di kayu salib, Tuhan sudah memberikan segala berkat rohani, atau dengan kata lain, sudah memberikan jawaban untuk setiap doa dan permohonan kita.

Teman, Tuhan menyediakan jawaban bagi semua masalah Anda dengan cara menganugerahkan Yesus dan kebenaran-Nya kepada Anda. Jadi, yang Anda perlu lakukan bukan lagi mengisi kirbat Tuhan dengan air mata, melainkan percaya kepada Yesus dan kebenaran-Nya.

(Baca juga: MASALAH ANDA ADALAH MASALAH YANG BIASA)

Bagaimana mungkin Anda meminta atau memohon sesuatu yang Tuhan sudah berikan kepada Anda?

Di dalam Yesus, ada semua hal yang Anda perlukan, yaitu berkat, kesehatan, keselamatan, pengampunan, pemulihan, mukjizat, umur panjang, dan kesembuhan. Bagian Anda adalah percaya kepada Yesus dan kebenaran-Nya, dan semua yang Anda perlukan akan ditambahkan kepada Anda (Matius 6:33). (penulis: @mistermuryadi)