TESTIMONI YOSUA MENGENAI JANJI TUHAN

Bahan renungan:

Yosua 23:14 Maka sekarang, sebentar lagi aku akan menempuh jalan segala yang fana. Sebab itu insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satupun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.

Yosua, seorang bujang yang menggantikan Musa memimpin Bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian. Tentu saja hal tersebut bukan tugas yang mudah. Melewati banyak masalah dan tekanan, baik masalah dari luar, yaitu musuh-musuh, dan dari dalam, yaitu tindak tanduk Bangsa Israel, Yosua akhirnya sampai di Tanah Kanaan dan menguasainya.

(Baca juga: TUHAN SENANG JIKA KITA BERGANTUNG KEPADANYA)

Melihat kisah hidupnya yang sangat berwarna, saya sangat percaya, Yosua mengalami pergumulan yang tidak semua kita alami. Namun, satu hal yang pasti, Yosua selalu bergantung kepada Tuhan.

Menjelang akhir hidupnya, Yosua mengatakan bahwa tidak ada satupun dari segala yang baik yang telah Tuhan janjikan kepadanya dan kepada Bangsa Israel yang tidak dipenuhi. Sungguh sebuah pernyataan yang sangat luar biasa. Itu testimoni yang lahir dari seseorang yang berjalan bersama-sama dengan Tuhan, tidak menyerah di tengah tekanan, dan sabar menantikan janji-janji Tuhan.

(Baca juga: ANDA ADALAH MUKJIZAT YANG TUHAN KIRIM UNTUK KELUARGA ANDA)

Sama seperti orang lain, Yosua bisa saja menyerah, dan kemudian mengeluh bahwa Tuhan tidak menepati janji. Namun, Yosua memilih setia sampai akhir. Yosua memilih untuk tetap ada di pihak Tuhan. Tidak peduli apa pun yang dia alami, Yosua tahu sekali bahwa Tuhan yang dia sembah adalah Tuhan yang baik, yang memelihara kehidupannya, dan yang tidak pernah ingkar terhadap janji setia-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

CARA ANDA MUNGKIN BAIK, TETAPI CARA TUHAN PASTI JAUH LEBIH BAIK

Bahan renungan:

Ibrani 11:29 Karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering, sedangkan orang-orang Mesir tenggelam, ketika mereka mencobanya juga.

Jika mengandalkan pemikirannya sendiri, menurut Anda, apa yang dapat Musa lakukan untuk menghindar dari kejaran tentara Mesir, sementara Laut Merah menghadang di depan? Melakukan perlawanan terhadap tentara Mesir mungkin saja dapat membuahkan hasil, tetapi pasti akan menelan banyak korban jiwa dari sisi Bangsa Israel. Namun, Musa menanggalkan pemikiran dan pertimbangannya, dan memilih percaya kepada Tuhan. Tuhan memiliki cara yang jauh lebih baik. Tuhan membelah lautan. Dahsyat!

(Baca juga: MENGAPA TUHAN YANG BAIK MENURUNKAN AIR BAH DAN MENGHANCURKAN SODOM GOMORA?)

Yesaya 55:8-9 mengatakan, “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”

Teman, mungkin saja cara Anda baik, tetapi cara Tuhan sudah pasti jauh lebih baik. Jika mengandalkan cara pikir dan pertimbangan manusia, Nuh tidak akan sukses membangun bahtera di atas gunung, Daud tidak akan pernah menang melawan Goliat, Yosua tidak akan pernah menginjak Tanah Kanaan, dan Daniel tidak akan selamat dari gua singa. Namun, puji Tuhan semua tokoh di atas memilih untuk percaya kepada Tuhan daripada jalannya sendiri, sehingga mereka melewati semua masalah dengan keluar sebagai pemenangnya.

(Baca juga: MEMILIH PERCAYA TUHAN VS. MEMILIH JALAN SENDIRI (MAZMUR 91:15))

Saya ingin mengatakan bahwa memercayai Tuhan jauh lebih baik daripada memercayai diri sendiri. Hidup di dalam jalan-jalan Tuhan jauh lebih baik daripada hidup dalam jalan Anda sendiri. (penulis: @mistermuryadi)

ANDA TIDAK HARUS TAKUT SAAT MENGHADAPI MASALAH

Bahan renungan:

Mazmur 119:30 Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.

Saya percaya seburuk apa pun situasi hidup kita, selalu ada pilihan. Pilihan untuk menang atau kalah, pilihan untuk maju atau mundur, pilihan untuk lari atau lawan. Pilihan untuk percaya kepada janji Tuhan atau takut.

(Baca juga: BAGIAN YANG TIDAK DILINDUNGI PERLENGKAPAN SENJATA ALLAH)

Takut dan kuatir adalah dua respons terfavorit saat kita mengalami masalah, tekanan, atau pergumulan. Padahal, kita tidak harus memilih kedua respons tersebut.

Dalam banyak kasus, ketika anak kita belum pulang ke rumah tengah malam, kita memilih untuk takut dan kuatir. Ketika uang di tabungan habis, kita memilih takut dan kuatir. Ketika pekerjaan atau bisnis kita bermasalah, kita memilih takut dan kuatir. Ketika dokter mengatakan sakit kita tidak ada obatnya, kita memilih takut dan kuatir. Padahal pilihan di dalam hidup kita tidak hanya takut dan kuatir.

Hari ini saya ingin menyakinkan Anda bahwa Anda dapat memilih respons yang lain. Anda dapat memilih damai, sukacita, percaya, dan berpengharapan. Saya berikan beberapa contoh.

Ketika berhadapan dengan Goliat dan tentara Filistin, Saul dan seluruh tentara Israel memilih takut dan kuatir, tetapi Daud tidak. Ketika mengintai Tanah Kanaan, sepuluh pengintai memilih takut dan kuatir, tetapi Yosua dan Kaleb tidak. Ketika dihadang Laut Merah, dua juta Bangsa Israel memilih takut dan kuatir, tetapi Musa tidak. Ketika diperhadapkan dengan salib, semua murid lari ketakutan, tetapi Yesus dan Yohanes tidak.

Lihat, kita dapat memilih respons lain. Ya, takut dan kuatir adalah pilihan kita sendiri. Jadi, kalau ketakutan dan kekuatiran itu berbuahkan stres, depresi, sakit penyakit, bahkan kegilaan, itu sama sekali bukan karena Tuhan yang merancangkannya untuk kita, melainkan kita sendiri yang salah memilih respons.

(Baca juga: BAGAIMANA CARA MELAKUKAN TINDAKAN IMAN?)

Teman, sungguh wajar bagi orang yang tidak memiliki Yesus memilih takut dan kuatir setiap ada masalah, tetapi hal tersebut tidak wajar bagi orang yang memiliki Yesus. Saat bersama Yesus, kita dapat memilih untuk menari dan bersorak di tengah badai. (penulis: @mistermuryadi)

INGATLAH SELALU KEBAIKAN YANG TUHAN PERNAH LAKUKAN BAGI ANDA

Bahan renungan:

Ulangan 7:17-18 Jika sekiranya engkau berkata dalam hatimu: Bangsa-bangsa ini lebih banyak dari padaku, bagaimanakah aku dapat menghalaukan mereka? maka janganlah engkau takut kepada mereka; ingatlah selalu apa yang dilakukan TUHAN, Allahmu, terhadap Firaun dan seluruh Mesir.

Suatu hari bangsa Israel menghadapi musuh dari berbagai suku bangsa ketika akan menduduki Tanah Kanaan. Anda perlu tahu, pada saat itu, Bangsa Israel belum pernah berperang. Selama ratusan tahun mereka hidup sebagai budak di Mesir dalam kondisi ketakutan, kuatir, kekurangan, dan tanpa harapan. Sampai suatu hari Tuhan mengirim Musa dengan “tongkat ajaibnya” dan membawa lebih dari dua juta Bangsa Israel keluar dari Mesir.

(Baca juga: BERKAT HUKUM TAURAT ADALAH BAGIAN ANDA)

Kini mereka kembali diperhadapan dengan musuh. Jika Anda membaca Ulangan 7, Anda akan tahu bahwa sebelum Israel bertemu dengan musuh-musuhnya, Tuhan terlebih dahulu memberikan janji bahwa Dia yang menghalau bangsa-bangsa tersebut dan memberikan kemenangan bagi Bangsa Israel. Namun, kita tahu Bangsa Israel ketakutan ketika melihat orang-orang dari suku Enak yang tinggi besar.

Hal yang dialami Bangsa Israel adalah gambaran yang seringkali terjadi di dalam hidup kita? Kita kembali kuatir, takut, ketika menghadapi masalah yang baru. Di dalam situasi seperti itu, Anda perlu mengingat kembali apa yang pernah TUHAN lakukan di dalam hidup Anda.

Ingatlah lagi bahwa Dia adalah Gembala yang baik yang membaringkan Anda di padang berumput hijau, yang membimbing Anda ke air yang tenang, yang menyegarkan jiwa Anda dan menuntun Anda di jalan yang benar. Itulah yang dilakukan Yosua. Yosua mengingat kembali apa yang pernah TUHAN lakukan baginya, dan terus melangkah maju dengan gagah berani.

(Baca juga: SELALU INGAT SIAPA YANG MENYERTAI ANDA SENANTIASA)

Lihat, Tuhan tidak pernah ingkar terhadap janji-Nya. Tanpa bersusah-susah, Yosua menduduki Tanah Kanaan. Sungguh menakjubkan perbuatan-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

MUSA, DAUD, ABRAHAM, DAN SAMUEL, HANYALAH ORANG BIASA

Bahan renungan:

1 Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Kisah-kisah heroik yang Anda baca di Alkitab bukanlah dongeng isapan jempol. Abraham, Daud, Samuel, Musa, Elia, Daniel, Simson, Yosua, Yeremia, Yesaya, Petrus, Paulus, dan masih banyak lagi, adalah “produk” yang lahir dari benih Firman Tuhan.

(Baca juga: ANDA PENTING DI MATA TUHAN)

Kalau Anda membaca kisah tokoh-tokoh luar biasa ini, Anda akan menemukan, setidaknya, dua kesamaan. Pertama, mereka adalah orang-orang biasa yang dipakai TUHAN dengan luar biasa. Daud adalah penggembala kambing domba, Petrus adalah nelayan, Yosua adalah bujangnya Musa, dan lain sebagainya. Bagi saya, hal ini adalah tanda bahwa TUHAN tidak memiliki syarat khusus untuk manusia alat bagi kerajaanNYA. Artinya, Anda dan saya pun dapat menjadi alat TUHAN yang luar biasa. Kedua, kehidupan orang-orang ini dekat dengan Firman Tuhan. Ya, saya sangat percaya hanya Firman Tuhan yang dapat mengubahkan hidup seseorang yang biasa menjadi luar biasa.

(Baca juga: YESUS MENEBUS KITA DARI PERBUDAKAN)

Teman, hidup Anda pun dapat diubahkan. Mungkin hari ini Anda bukan siapa-siapa, tetapi di dalam Kristus, Anda dapat menjadi seseorang yang menggoncangkan dunia ini. Firman Tuhan katakan di Yohanes 14:12, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.” (penulis: @mistermuryadi)

EVALUASI TERAKHIR DI 2015

Bahan renungan:

Yosua 10:28 Pada hari itu Yosua merebut Makeda dan kota itu dipukulnya dengan mata pedang, juga rajanya; kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpasnya, tidak ada seorang pun yang dibiarkannya lolos, dan raja Makeda, diperlakukannya seperti telah diperlakukannya raja Yerikho.

Mungkin hari ini adalah salah satu hari yang paling saya rindukan setiap tahunnya. Di akhir tahun, biasanya, saya suka meluangkan waktu memikirkan apa saja yang telah saya capai sepanjang tahun.

Saya tidak berbicara mengenai pencapaian materi, seperti punya rumah atau mobil baru. Yang saya maksud adalah pencapaian dalam hal pengembangan diri. Misalnya di awal Anda seorang pemarah, tetapi sekarang teman-teman katakan Anda jauh lebih sabar. Lalu, kalau awal tahun Anda tidak bisa bermain piano, tetapi sekarang Anda sudah mengerti kunci-kunci dasar piano. Atau, di awal tahun Anda tidak berani menceritakan Injil ke orang lain, akhir tahun ini sudah ada lima atau sepuluh orang yang Anda ceritakan tentang YESUS.

Banyak orang mengukur pencapaiannya dari segi materi. Teman, sekalipun tahun ini Anda menggunakan ponsel termahal atau memiliki lebih dari lima rumah, itu tidak menandakan kepribadian Anda bertambah baik.

Mari pakai hari ini untuk merenungkan sudah sejauh mana Anda berjalan bersama Tuhan. Sejauh mana Anda telah memberikanNYA kendali untuk mengubahkan kehidupan Anda.

Jika tahun ini Anda menilai kehidupan Anda bertambah buruk, jangan menyalahkan diri Anda, pastikan saja hari ini Anda mengambil semua pelajaran dari kesalahan yang Anda lakukan, supaya tahun depan Anda tidak mengulangi dan tidak perlu mengalami hal yang sama lagi.

Yosua melakukan hal yang sama. Dia menghitung pencapaiannya bersama Tuhan, ketika dia merebut kota Makeda, dia mengingat apa yang telah dia lakukan bersama Tuhan terhadap kota Yerikho. Bagi saya, hal ini adalah cara Yosua mengingat seberapa jauh dia berjalan mengandalkan Tuhan setiap kali diperhadapkan dengan musuh.

Bagaimana dengan Anda? Sudah sejauh mana Anda melangkah bersama DIA? (penulis: @mistermuryadi)

ANDA BUKAN BELALANG

Bahan renungan:

Bilangan 13:33 “Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”

Cara kita memandang diri kita sangat menentukan bagaimana respons kita terhadap masalah. Kisah di atas adalah kisah di mana Musa mengutus dua belas pengintai ke tanah Kanaan. Ke-12 orang ini masuk ke tanah yang sama, melihat tanah yang sama, namun membawa dua berita yang berbeda. Sepuluh orang mengatakan bahwa mereka akan mati jika masuk ke tanah tersebut, sedangkan dua orang lainnya, yaitu Yosua dan Kaleb, mengatakan bahwa mereka dapat merebut tanah itu karena TUHAN sudah berjanji memberikan tanah tersebut dan TUHAN akan menyertai.

Ketika membaca kisah di atas saya teringat cerita mengenai dua orang sales yang pergi ke pedalaman Papua. Ketika pulang dari Papua, mereka memberi dua laporan berbeda kepada atasannya. Sales pertama berkata, “Bos, sebaiknya kita tidak menjual produk ke sana, karena orang-orang di sana tidak ada yang memakai sepatu. Kita bisa sepi pembeli jika kita berjualan di sana.” Sedangkan sales yang satunya lagi berkata, “Bos, kita harus segera buka toko di pedalaman Papua, karena tidak ada seorang pun yang menggunakan sepatu di sana. Sepatu kita pasti laku keras.” Sekali lagi saya katakan, cara Anda memandang sesuatu akan menentukan respons Anda.

Di akhir cerita mengenai Yosua dan Kaleb seperti kita sudah ketahui bersama bahwa kedua orang ini berhasil merebut tanah Kanaan sedangkan sepuluh orang lainnya mati sebelum mereka sempat menikmati janji TUHAN di tanah Kanaan. Teman, jangan memandang diri Anda rendah, karena Anda bukanlah belalang. YESUS tidak akan turun ke dunia, menderita dan mati hanya untuk belalang atau cacing tanah. DIA datang untuk menyelamatkan makhkluk ciptaanNYA yang paling berharga, yaitu Anda dan saya.

Setiap kali Anda merasa diri Anda tidak berharga selalu ingat betapa TUHAN mengasihi Anda. Betapa DIA memandang Anda mulia. Kalau TUHAN semesta alam memandang kita berharga, kenapa kita memandang diri kita sebaliknya atau kenapa kita biarkan orang lain mengatakan kepada kita sebaliknya. (penulis: @mistermuryadi)