TUHAN MENYEDIAKAN LEBIH BANYAK UNTUK KITA TAHUN INI

Bahan renungan:

Efesus 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.

Saya ingat, waktu masih kecil, ibu saya sering membelikan kue bulan. Pernah suatu kali, kue yang dibeli tidak terlalu banyak jumlahnya, dan ibu saya membatasi jatah kue yang saya, kakak, dan adik saya makan dengan sangat hati-hati. Saat saya meminta lebih banyak, ibu saya melarang.

(Baca juga: ADA SEBUAH TEMPAT BERNAMA “DI SANA”)

Berbeda dengan Tuhan. Tuhan memiliki stok berkat yang tidak terbatas. Dia ingin setiap orang percaya menerima sebanyak mungkin berkat yang Dia sediakan. Semakin banyak kita menerima hal tersebut, semakin Tuhan disenangkan. Dia adalah Bapa yang suka menyenangkan anak-anak-Nya .

Tuhan tidak hanya menginginkan kita sembuh setiap kali kita sakit. Tuhan ingin kita sehat selalu. Tuhan tidak hanya ingin kita percaya kepada-Nya, hidup menderita di Bumi, lalu meninggal masuk Sorga. Tuhan ingin kita menikmati kehidupan di Bumi seperti di Sorga, dan meninggal masuk Sorga. Tuhan tidak ingin hanya 1-2 proyek bisnis saja yang gol. Tuhan ingin setiap proyek yang kita pegang berhasil. Tuhan tidak ingin kita harap-harap cemas setiap kali melamar pekerjaan. Tuhan ingin ke mana pun kita melamar kerja, kita mendapatkan gaji, fasilitas, dan jabatan terbaik.

Masalahnya, seringkali kita membatasi berkat Tuhan melalui cara pikir kita yang salah. Kita takut berharap. Saat kita sakit migran, kanker, dan rematik, kita mengatakan, “Yang penting asal saya dapat sembuh dari kanker, ya Tuhan.” Saat kita memiliki masalah finansial, kita mengatakan, “Asal saya dapat makan dan minum, dan anak-anak dapat lulus SMU, itu sudah cukup.”

Saat Bangsa Israel merasa puas dengan manna, burung puyuh, dan mata air di padang gurun, Tuhan menyediakan mereka tanah yang berlimpah susu dan madu. Saat Petrus puas dengan hasil tangkapan ikannya, Tuhan menjadikan dia penjala manusia.

Banyak orang mengira stok berkat Tuhan terbatas, sehingga mereka tidak berani mengharapkan hal-hal yang lebih besar. Tuhan menyediakan hal yang jauh lebih banyak dan jauh lebih besar dari yang dapat kita pikirkan.

(Baca juga: DOA DAN NUBUAT BAGI KITA DI TAHUN 2018)

Teman, Tuhan ingin kita menerima lebih tahun ini. Harapkanlah hal yang besar. Dan, jangan lupa untuk menyelaraskan harapan-harapan kita dengan persiapan dan perencanaan yang matang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

DOA DAN NUBUAT BAGI KITA DI TAHUN 2018

Bahan renungan:

Bilangan 6:23-27 “Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.”

Hari ini, ijinkan saya berdoa dan bernubuat untuk Anda. Saya percaya tahun 2018 adalah tahun yang spesial bagi setiap orang percaya. Mari, berdoalah bersama saya dengan cara membaca doa di bawah ini. Anda dapat mengganti kata “kami” dengan kata “saya”, atau nama Anda, jika Anda mau.

(Baca juga: SEKALIPUN DUNIA SEDANG KRISIS, ANAK TUHAN AKAN TETAP NAIK)

“Bapa adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan jika hari ini kami dapat berada di dalam hadirat-Mu. Kami mengucap syukur untuk segala yang baik yang Engkau sediakan bagi kami.

Kami percaya, Engkau memiliki rencana dan tujuan yang besar bagi setiap orang di tempat ini.

Engkau yang membuat padang gurun menjadi tempat yang penuh penyediaan. Engkau yang membuat badai menjadi sesuatu yang tidak menakutkan bagi kami. Engkau yang membuat kami yang berdosa menjadi para pahlawan yang gagah perkasa.

Kami percaya, Engkau pasti membuka pintu-pintu kesempatan bagi setiap kami dalam bisnis, pekerjaan, studi, keluarga dan segala sesuatu yang kami kerjakan di dalam Kristus.

Engkau juga yang memulihkan setiap hubungan yang rusak (suami dengan istri, orangtua dengan anak) dan meneguhkan setiap hati yang terluka. Kau gantikan dengan damai dan sukacita.

Bapa, kami tahu bahwa tidak ada yang terlalu berat untuk-Mu. Kami bersyukur mengetahui Engkau ada di pihak kami, mengasihi kami dan memelihara kehidupan kami. Engkau adalah Gembala Yang Baik, yang senantiasa menginginkan kami hanya menikmati semua yang terbaik.

Kami percaya tahun ini akan menjadi tahun kemenangan, tahun promosi, tahun percepatan, tahun di mana kami dibebaskan dari setiap kecanduan dan ikatan yang menghalangi kami untuk semakin dekat dengan Tuhan.

Tidak peduli apa pun situasi yang kami akan hadapi di depan nanti, satu hal yang kami tahu, kami diciptakan untuk menjadi lebih dari pemenang.

Kami mendeklarasikan bahwa kami adalah orang-orang yang diberkati untuk menjadi berkat bagi banyak orang, dan apa pun yang kami kerjakan di dalam Kristus pasti berhasil.

(Baca juga: MAKNA MENGUCAPKAN “DI DALAM NAMA YESUS, AMIN” SAAT BERDOA)

Kami bergairah menyambut tahun yang baru di dalam nama Tuhan Yesus.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

SEMUA BERKAT YANG KITA MILIKI BERASAL DARI TUHAN

Bahan renungan:

2 Korintus 9:10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.

“Semua yang saya miliki hari ini adalah hasil keringat dan kerja keras saya.” Tidak benar demikian. Menurut Firman Tuhan, semua berkat yang kita miliki hari ini adalah anugerah dari Bapa Sorgawi. Dia yang menyediakan benih untuk kita tabur dan roti untuk kita nikmati.

(Baca juga: IMAN ADALAH SATU-SATUNYA KUNCI UNTUK MEMBUKA GUDANG PERSEDIAAN TUHAN)

Sebuah survei di Amerika mengatakan banyak orang Kristen yang pelit dalam memberikan tip kepada para pelayan restoran. Saya tidak tahu secara pasti apakah survei ini akurat atau tidak. Namun, itulah yang dunia ajarkan, bahwa semua yang kita miliki hari ini adalah milik kita, karena kita, dan untuk kita. Alasan ini yang membuat orang jadi pelit dan takut memberi.

Jika ada seorang kaya memberikan kita akses untuk menikmati semua hartanya, kira-kira apakah kita masih akan merasa takut atau kuatir saat memberi? Tentu saja tidak. Malah, kita akan menabur lebih banyak dari biasanya. Sama halnya jika kita menyadari bahwa uang yang kita miliki itu adalah milik Tuhan. Kita tidak akan takut dan kuatir kehabisan uang pada saat kita menabur.

Hari ini saya ingin kita menyadari, bahwa semua yang kita miliki adalah berasal dari Tuhan. Firman Tuhan mengatakan Dia yang menyediakan benih bagi kita dan melipatgandakannya untuk kita. Tuhan yang kita sembah adalah Sang Sumber Berkat. Dia ingin kita menjadi saluran berkat bagi banyak orang.

(Baca juga: IMAN KITA MEMILIKI BENTUK YANG DAPAT DILIHAT DAN DIRASAKAN)

Saya tidak mengatakan kita tidak boleh menggunakan uang untuk kepentingan pribadi. Tentu saja boleh. Tuhan bukan hanya ingin kita menjadi berkat, Dia juga ingin memberkati kita. Namun, tidak semua yang uang kita miliki harus dihabiskan hanya untuk kepentingan kita. Kita perlu bijak dan bertanggung jawab menggunakannya. Contoh: Sebagian kita tabur sebagai benih (persembahan dan persepuluhan), sebagian untuk membantu orang lain, dan sebagian untuk keperluan kita dan keluarga. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ANDA DIBERKATI DI MANA PUN ANDA BERADA

Bahan renungan:

Ulangan 28:3 Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.

Ayat di atas adalah janji Tuhan untuk setiap orang percaya. Anda tidak hanya diberkati ketika Anda sedang mengerjakan hal-hal yang besar, membuka toko di tempat yang strategis, atau menjual produk yang sedang tren, Anda diberkati di mana pun Anda berada dan apa pun yang Anda kerjakan.

(Baca juga: ANDA ADALAH MUKJIZAT YANG TUHAN KIRIM UNTUK KELUARGA ANDA)

Firman Tuhan mengatakan dalam Mazmur 23:6, “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku …” dan Mazmur 1:3 mengatakan, ” … apa saja yang diperbuatnya berhasil.”

Ya, saat Anda menjadikan Tuhan sebagai gembala agung Anda, berkatlah yang mengejar Anda. Tidak peduli Anda bekerja di kota atau pun di ladang, bekerja sebagai supir atau pun sebagai pebisnis, berkat akan mengejar Anda.

Jika Anda menyadari kebenaran di atas, hati Anda akan tenang, karena Anda tahu bahwa ketika Anda mengikut Yesus, bukan kutuk, kemiskinan, atau kesialan yang mengejar Anda, melainkan berkat, anugerah, dan kelimpahan.

(Baca juga: BERHENTILAH MENGUTUKI DIRI ANDA SENDIRI)

Mungkin saja usaha, bisnis, atau pekerjaan Anda sedang menghadapi masalah atau tantangan, tetapi Anda adalah pemenangnya. Seperti saya katakan dalam renungan beberapa minggu lalu, bahwa masalah atau tantangan bukan indikasi untuk menyerah atau mundur, melainkan untuk belajar lebih banyak, supaya Anda dapat mengatasi masalah atau tantangan tersebut, karena Tuhan janjikan Anda kemenangan, bukan kekalahan. (penulis: @mistermuryadi)

ANDA ADALAH WARGANEGARA KERAJAAN SORGA

Bahan renungan:

Filipi 3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga …

Sejak kita memutuskan percaya kepada Yesus, saat itu juga kewarganegaraan kita berpindah dari warganegara dunia menjadi warganegara Sorga. Perlu kita ketahui bahwa sebuah kewarganegaraaan tidak hanya menunjukkan identitas asal orang tersebut, tetapi juga hak-hak yang dimilikinya.

(Baca juga: YESUS TIDUR DI TENGAH BADAI YANG HEBAT)

Misalnya saya warga Indonesia yang sudah tinggal di Australia selama 10 tahun. Selama saya belum pindah kewarganegaraan, saya tetap warganegara Indonesia. Saya masih berhak mengikuti Pemilu dan Pilkada. Tidak ada satu pun yang dapat melarang saya untuk menggunakan hak pilih saya.

Begitu juga dengan kita, para orang percaya. Tidak peduli dunia sedang mengalami krisis, wabah penyakit, atau kolaps, kita tidak perlu mengalaminya, karena kita bukan lagi warganegara dunia ini. Hal-hal buruk itu bukan lagi bagian kita. Kita sudah menjadi warganegara Sorga. Hidup sehat, diberkati, berkemenangan, dan berhasil adalah hak kita sebagai warganegara Sorga.

(Baca juga: MAHALNYA HARGA SEBUAH KEMALASAN)

Kalau kita menyadari identitas kita yang baru, kita tidak akan mudah pasrah dan menyerah terhadap keadaan. Benar kita masih tinggal di dunia, tetapi kita bukan lagi warganegara dunia ini. Kita bukan lagi budak yang harus pasrah terhadap keadaan, melainkan anak Raja yang memiliki kuasa untuk mengubah keadaan. Takdir kita di dalam Kristus adalah naik bukan turun, menjadi kepala bukan ekor. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

IMAN TOMAS: MENGENAL YESUS, TETAPI TIDAK MEMPERCAYAI-NYA

Bahan renungan:

Yohanes 20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”

Selama tiga tahun Tomas bersama-sama dengan Yesus. Tomas mengenal Yesus, Tomas tahu segala mukjizat yang Yesus lakukan, Tomas menyaksikan nubuatan demi nubuatan tentang Yesus digenapi, Tomas juga melihat bahwa semua yang Yesus katakan itu benar adanya. Namun ketika Yesus bangkit, Tomas tidak mempercayai-Nya.

(Baca juga: FIRMAN TUHAN ITU JALAN KELUAR ATAU BEBAN?)

Banyak orang memiliki iman seperti Tomas, mereka mengenal Yesus, tetapi tidak mempercayai-Nya. Sudah mengalami banyak mukjizat dan pertolongan, tetapi tetap tidak mempercayai-Nya.

Melalui Firman Tuhan kita mengetahui bahwa Tuhan itu baik dan Dia hanya merancangkan yang baik bagi anak-anak-Nya. Juga, kita mengetahui bahwa Tuhan ingin kita sukses, diberkati, sehat, dan berumur panjang. Melalui Firman Tuhan kita mengenal Pribadi-Nya, rencana-Nya, dan kehendak-Nya bagi kita. Bagian kita saat ini adalah mempercayai-Nya.

Teman, mengenal dan percaya adalah dua hal yang berbeda.

Anda dapat mengenal seseorang, mengetahui seluk beluk orang tersebut, tetapi belum tentu Anda mempercayainya. Percaya atau tidaknya Anda terhadap seseorang atau terhadap Tuhan merupakan kehendak bebas Anda. Pengenalan Anda terhadap seseorang atau terhadap Tuhan hanya membantu Anda untuk membuat keputusan apakah Anda mau mempercayainya atau tidak.

Bagi saya, sungguh tidak sulit untuk percaya kepada Tuhan. Reputasi-Nya sebagai Tuhan yang penuh kasih dan pengampunan telah teruji dan terbukti.

Hanya saja terkadang saya bingung dengan orang-orang yang mengenal Tuhan, tetapi tidak mempercayai janji-Nya. Saya berikan ilustrasi. Anggaplah Anda ingin liburan ke Bali menggunakan pesawat. Pernahkah Anda mencari tahu seluk beluk sang pilot atau berkenalan terlebih dahulu dengannya? Saya yakin kebanyakan kita tidak melakukan hal tersebut. Namun, Anda mempercayakan hidup Anda sepenuhnya kepada sang pilot yang tidak Anda kenal, yang bahkan wajahnya tidak pernah lihat sama sekali. Anda percaya kepada sang pilot ketika dia meminta Anda untuk mengenakan atau melepas tali pengaman kursi. Anda percaya kepada sang pilot ketika dia meminta Anda duduk dan tidak ke toilet untuk sementara waktu.

(Baca juga: RENCANA TUHAN JAUH LEBIH BAIK DARI RENCANA TERBAIK KITA)

Jika demikian mengapa kepada Tuhan yang Anda kenal di dalam nama Yesus, yang telah memberikan Diri-Nya sebagai ganti Anda di kayu salib, yang menebus seluruh dosa dan pelanggaran Anda, sulit untuk Anda percayai? Tidakkah seharusnya lebih mudah untuk percaya kepada Tuhan? (penulis: @mistermuryadi)

APA BENAR MENABUR DAPAT MEMBUAT KITA HIDUP DALAM KELIMPAHAN?

Bahan renungan:

2 Korintus 9:6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

Memberi adalah pelajaran yang paling sulit saya mengerti ketika saya menjadi seorang yang percaya kepada Kristus. Saya tumbuh di keluarga yang menganut paham kalau mau kaya, harus bekerja keras, hidup hemat, dan rajin menabung. Butuh waktu lebih dari 15 tahun bagi saya untuk memahami kebenaran ini.

(Baca juga: SUARA MAYORITAS BELUM TENTU YANG PALING BENAR)

Namun Tuhan baik. Dia tidak pernah lelah menuntun setiap kita supaya kita dapat hidup di dalam setiap janji-Nya yang luar biasa.

Pasti menjadi sebuah kebenaran yang mengejutkan ketika Firman Tuhan katakan bahwa menabur banyak adalah satu-satunya cara Anda menuai banyak. Saya pun awalnya terkejut, tetapi banyak orang sudah membuktikan dan mengalaminya. Jika Anda mempelajari kehidupan orang-orang terkaya di dunia, Anda akan menemukan sebuah fakta menarik bahwa sebagian dari mereka adalah orang-orang paling dermawan di dunia.

Mungkin sebagian dari Anda masih ada yang tidak percaya dan berkata, “Masa iya satu-satunya cara saya berkelimpahan adalah dengan menabur?”

Baiklah, saya berikan logikanya. Kalau Anda heran dengan kebenaran bahwa satu-satunya cara untuk hidup dalam kelimpahan adalah dengan menabur, seharusnya Anda lebih heran lagi ketika Firman Tuhan katakan Anda dapat masuk Sorga hanya dengan percaya dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat seperti yang tertulis di dalam Roma 10:9-10. Ya, jika Anda percaya bahwa hanya dengan mengucapkan “Saya percaya Yesus” Anda dapat masuk Sorga, mestinya Anda juga percaya bahwa menabur adalah satu-satunya cara untuk berkelimpahan.

(Baca juga: DUA ALASAN YANG MEMBUAT JANJI TUHAN PASTI TERJADI)

Tentu saja ketika saya katakan “satu-satunya cara” ini dalam konteks yang Alkitab katakan. Jika Anda melihat cara dunia, tentu saja ada banyak cara untuk hidup, yang notebene, berkelimpahan, seperti dengan bekerja keras, mencuri, korupsi, atau menipu, tetapi Anda perlu membayar mahal akibat dari berkelimpahan dengan cara dunia. Sedangkan cara Firman Tuhan adalah paling aman bagi kita. Firman Tuhan dalam 2 Korintus 9:10-11 mengatakan, menabur akan menumbuhkan buah-buah kebenaran dan memperkaya kita dengan segala macam kemurahan hati. (penulis: @mistermuryadi)