KITA TIDAK DICIPTAKAN UNTUK LARI DARI MASALAH

Bahan renungan:

Yosua 23:9 Bukankah TUHAN telah menghalau bangsa-bangsa yang besar dan kuat dari depanmu, dan akan kamu ini, seorangpun tidak ada yang tahan menghadapi kamu sampai sekarang.

Kita tidak diciptakan untuk lari dari masalah, melainkan untuk menghadapi masalah dan menang atas masalah. Kita diciptakan untuk menjadi para pemecah masalah. Tuhan, Sang Sumber Hikmat dan Pengetahuan, tinggal di dalam hati kita. Ini artinya kita sudah memiliki potensi untuk menyelesaikan masalah-masalah kita.

(Baca juga: MAHALNYA HARGA SEBUAH KEMALASAN)

Mengenai masalah, Firman Tuhan katakan masalah-masalah yang kita hadapi adalah masalah yang biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia (1 Korintus 10:13). Masalah tidak seharusnya menghentikan kita. Masalah semestinya menjadi kesempatan bagi kita untuk berkembang, belajar sesuatu yang baru, dan naik tingkat.

Tahukah Anda bahwa sebagian besar pengusaha dapat sukses karena mereka memandang masalah sebagai peluang? Mereka tidak ikutan menggerutu atau mengeluh atas masalah tersebut seperti kebanyakan orang, mereka justru mencari solusi atas masalah tersebut. Semestinya kita sebagai anak-anak Tuhan juga demikian, memandang masalah sebagai peluang untuk “naik kelas”.

Sepanjang hidupnya, Yosua menjadi saksi hidup bagaimana Tuhan senantiasa menolong dan membawa dia dan segenap Bangsa Israel keluar dari masalah. Jika Tuhan tidak pernah gagal dalam hidup Yosua, saya percaya Tuhan yang sama tidak akan gagal dalam hidup Anda.

Firman Tuhan katakan Tuhan tinggal di dalam hati Anda, menyertai Anda sampai kesudahan zaman. Itu alasannya saya berani mengatakan bahwa kita diciptakan untuk menang atas masalah, bukan lari dari masalah, karena Sang Sumber Keberhasilan ada di pihak kita, berperang di depan kita.

(Baca juga: APAKAH ALKITAB MEMPERBOLEHKAN ROKOK ATAU TATO?)

Teman, jangan takut. Anda tidak sendirian. Jika Tuhan ada di pihak Anda, siapa lawan Anda. Apa pun pergumulan Anda hari ini, jangan menyerah. Terus maju. Takdir Anda adalah menang, bukan kalah. Takdir Anda adalah menjadi kepala, bukan ekor. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika artikel ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JAWABAN SEMUA MASALAH ANDA ADA DI DALAM YESUS

Bahan renungan:

Kolose 2:3 Sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.

Si wanita pendarahan menghabiskan seluruh hartanya untuk berobat kepada para tabib selama 12 tahun (Markus 5:225-26). Waktu dan uangnya terbuang percuma untuk mencari sebuah jawaban, sampai pada suatu titik dia menyadari bahwa Yesus adalah jawaban yang dia butuhkan. Wanita pesakitan ini berjalan mendekati Yesus, dan Firman Tuhan katakan dalam sekejap penyakit yang dideritanya selama 12 tahun hilang.

(Baca juga: BANGGALAH KALAU ANDA MENGENAL TUHAN)

Seorang perwira memiliki seorang hamba yang sakit keras dan hampir mati (Lukas 7:2-10). Perwira ini mendengar tentang Yesus dan mempercayakan masalahnya itu kepada Yesus. Lagi-lagi, dalam sekejap saja masalahnya selesai. Perwira itu membuat pilihan yang tepat.

Teman, Firman Tuhan katakan di dalam Yesuslah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan. Di dalam Yesuslah ada jawaban untuk semua masalah Anda. Sekarang perhatikan. Secara spesifik, ayat di atas menggunakan kata “harta”, Anda mengerti maksudnya?

Bagaimana cara kita mendapatkan harta? Tentu saja dengan cara meluangkan perhatian dan waktu kita untuk menggali tempat harta tersebut berada. Yesus adalah tempat di mana harta tersebut berada.

Banyak orang ingin mendapatkan jawaban untuk masalah-masalahnya, tetapi tidak mau meluangkan waktu untuk menggali mengenai Yesus dan kebenaran-Nya. Matius 6:33 mengatakan dengan sangat jelas, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya …” Garis bawahi kata “carilah”.

Teman, hikmat dan pengetahuan, atau dengan kata lain, jalan keluar masalah Anda, tidak datang pada saat Anda menonton film atau sinetron, tidak datang saat Anda jalan-jalan atau makan-makan, tidak datang saat Anda sibuk bekerja atau main social media, Anda perlu duduk diam, meluangkan perhatian dan waktu Anda membaca dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Anda perlu mencari kebenaran itu, entah dengan cara menghadiri persekutuan secara rutin, membaca buku rohani, mendengarkan rekaman khotbah, atau pun berkonsultasi dengan seseorang yang Anda percaya dapat menuntun Anda pada kebenaran Firman Tuhan.

(Baca juga: MATA TUHAN SENANTIASA MEMPERHATIKAN ANDA)

Dan, Firman Tuhan dalam Yeremia 29:13 menjamin satu hal ini bagi setiap kita yang mencari jawaban di dalam Yesus, “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku …” Haleluya. (penulis: @mistermuryadi)

STRES DAN DEPRESI ADALAH INDIKASI DARI SESUATU YANG BERBAHAYA

Bahan renungan:

Yohanes 10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.

Belakangan, orang sangat mudah mengalami stres dan depresi. Mulai yang ringan sampai berat, bahkan tidak sedikit yang sampai mengalami sakit kronis, kegilaan, dan bunuh diri. Jika Anda salah satu orang yang sedang mengalami stres dan depresi, saya membawa kabar sukacita kepada Anda hari ini.

(Baca juga: ORANG YANG BERHARGA MELAKUKAN HAL-HAL YANG BERHARGA)

Stres dan depresi adalah sebuah indikasi dari sesuatu yang sangat berbahaya. Jika Anda sedang berada dalam situasi ini atau sering mengalami hal ini, Anda perlu menyadari bahwa masalah Anda bukanlah hal-hal bersifat jasmani atau material, melainkan rohani.

Stres dan depresi adalah akibat dari hubungan Anda dengan Tuhan sedang mengalami gangguan. Anda sudah pergi terlalu jauh dari Tuhan. Anda berpikir bahwa Anda sedang menanggung beban Anda sendiri, Anda lupa bahwa Anda memiliki Tuhan yang luar biasa, Anda lupa bahwa Anda adalah anak Sang Pencipta alam semesta, dan Anda lupa bahwa janji Tuhan itu nyata.

Mungkin Anda berpikir, “Tidak, saya stres dan depresi karena sedang mengalami masalah yang berat. Hubungan saya dengan Tuhan tidak masalah sama sekali.” Saya rasa tidak demikian. Kalau benar kita memiliki hubungan yang sehat dengan Tuhan, pasti respons kita bukan stres atau depresi, melainkan damai sejahtera dan sukacita.

Rasul Paulus membuktikannya. Dia menghadapi masalah yang lebih berat dari kebanyakan kita (Anda bisa membaca penderitaan yang dialami Paulus dalam 2 Korintus 11:23-28), tetapi dia tidak stres dan depresi. Malahan, Rasul Paulus bersukacita (2 Korintus 13:11, Filipi 2:18, Filipi 4:4), karena hati Paulus tertuju kepada janji Tuhan (2 Korintus 4:16-18). Anda perlu membaca ayat-ayat yang saya tuliskan di atas.

Teman, jika Anda ingin bebas dari stres dan depresi, Anda perlu memiliki hubungan yang benar dengan Kristus. Anda perlu mencari kebenaran-Nya, karena Yohanes 8:32 mengatakan setiap kebenaran yang Anda percayai, memerdekakan hidup Anda dari rantai belenggu. Tentu saja ini artinya Anda perlu meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, datang ke persekutuan dan gereja Tuhan untuk mendengarkan kebenaran, dan lebih jauh dari itu, memiliki catatan mengenai hal-hal rohani yang Anda dapatkan dari Tuhan.

(Baca juga: KETIKA GODAAN DATANG, APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?)

Ya, selama kita hidup di dunia, pasti ada masalah. Namun, kita tidak harus menghadapinya dengan stres dan depresi, lalu pada akhirnya, kita terpuruk dan kalah. Kita dapat menghadapinya bersama Yesus dengan hati yang penuh sukacita dan damai sejahtera, dan percaya teguh kepada janji setia-Nya, dan keluar sebagai pemenang. (penulis: @mistermuryadi)

CAMPUR TANGAN KITA MEMBUAT MASALAH MAKIN RUNYAM

Bahan renungan:

Yesaya 55:8-9 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Sewaktu kecil, ayah saya suka menasehati supaya saya jangan menjadi orang yang cepat menyerah. Mottonya adalah, “Coba dulu sebelum mengatakan tidak bisa.” Saya dilatih untuk mengerjakan segala sesuatu sendiri. Contohnya saat memperbaiki mainan yang rusak. Setelah beberapa saat saya mencoba mengutak-atik dan gagal, barulah ayah saya turun tangan, dan memberitahukan cara memperbaiki yang benar.

(Baca juga: KEMBALIKAN KATA “KRISTEN” KE AKARNYA)

Saya rasa banyak di antara kita memiliki pengalaman seperti itu. Kita dibiarkan terlebih dahulu mencoba menyelesaikan masalah, dan jika masalah tersebut memburuk, barulah orang tua kita turun tangan.

Namun, hal di atas tidaklah tepat jika kita pakai dalam kehidupan rohani Kristen. Tuhan tidak ingin kita mengutak-atik masalah kita dengan menggunakan cara kita. Tuhan ingin setiap kali kita bertemu dengan masalah, kita langsung mengandalkan cara-Nya.

Campur tangan kita sudah pasti membuat masalah semakin runyam. Cara dan pemikiran kita sangat berbeda dengan cara dan pemikiran Tuhan. Sejauh langit dari Bumi, kata Firman Tuhan. Saat kita berpikir untuk marah dan benci, Tuhan katakan ampunilah. Saat kita berpikir untuk sedih dan kecewa, Tuhan katakan bersukacitalah. Saat kita berpikir untuk takut dan kuatir, Tuhan katakan percayalah.

(Baca juga: APAKAH IMAN KITA DAPAT MENGGERAKKAN TUHAN?)

Saya percaya setiap orang memerlukan jalan keluar dari permasalahannya. Tuhan adalah sumber jalan keluar terbaik bagi kita. Teman, berhentilah turut campur tangan, berhentilah menggunakan kekuatan sendiri, dan berhentilah menggunakan pertimbangan-pertimbangan sendiri, dan mulailah percaya kepada apa yang Tuhan katakan. Semata-mata supaya masalah Anda lekas selesai dan Anda kembali menikmati hidup indah yang Tuhan anugerahkan. (penulis: @mistermuryadi)

BERHENTI MEMIKIRKAN YANG TIDAK PERLU DIPIKIRKAN

Bahan renungan:

1 Raja-Raja 20:22 Lalu tampillah nabi itu kepada raja Israel dan berkata kepadanya: “Baiklah, kuatkanlah hatimu, pertimbangkan dan pikirkanlah apa yang harus kauperbuat, sebab pada pergantian tahun raja Aram akan maju menyerang engkau.”

Ada saatnya kita menghadapi situasi yang tidak kita sukai. Situasi yang membuat kita takut dan kuatir. Situasi yang membuat kita sulit tidur dan malas makan. Situasi yang membuat pikiran kita ruwet tidak karuan. Situasi yang membuat kita memikirkan hal-hal menakutkan, yang sebenarnya tidak perlu kita pikirkan.

(Baca juga: ANDA TIDAK HARUS TAKUT SAAT MENGHADAPI MASALAH)

Dalam cerita di atas, seorang nabi sedang mengingatkan raja Israel mengenai masalah yang akan datang. Nabi tersebut menyarankan sang raja untuk mempertimbangkan dan memikirkan tindakan yang ingin dilakukan. Sungguh saran yang tepat.

Jika Anda sedang mengalami masalah, Anda perlu mempertimbangkan dan memikirkan jalan keluar masalah tersebut. Namun, jika masalah tersebut datang akibat pertimbangan dan pemikiran yang Anda salah, Anda perlu berhenti sebentar dan mencari kebenaran Firman Tuhan. Setelah Anda mendapatkan tuntunan dari kebenaran Firman Tuhan, bertindaklah sesuai kebenaran yang Anda percayai.

Dalam banyak kasus, seringkali orang dipusingkan sama hal-hal yang tidak perlu. Saya katakan tidak perlu karena mereka memikirkan hal-hal yang tidak nyata, yang tidak ada, seperti: “Bagaimana nanti anak-anak saya kalau tidak sekolah, mereka akan bodoh, masa depannya akan suram?” “Kalau saya dan keluarga diusir dari rumah, kami tidur di mana, apakah kami akan tinggal di kolong jembatan?” “Apa sebaiknya saya kabur saja keluar negeri, kalau tertangkap paling hanya dihukum dipenjara?” dan pikiran-pikiran tidak perlu lainnya.

(Baca juga: BERANI BERMIMPI BESAR)

Teman, jangan biarkan imajinasi Anda menjadi liar dan negatif seperti itu. Benar masalah yang Anda hadapi hari ini nyata, tetapi ketakutan dan kekuatiran Anda tidak nyata. Lebih baik memikirkan harapan-harapan Anda akan janji Tuhan dan cara menyelesaikan masalah sesuai kebenaran Firman Tuhan. Berhentilah memikirkan yang tidak perlu dipikirkan. Berhentilah memikirkan sesuatu yang tidak Anda harapkan. (penulis: @mistermuryadi)

ANDA TIDAK HARUS TAKUT SAAT MENGHADAPI MASALAH

Bahan renungan:

Mazmur 119:30 Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.

Saya percaya seburuk apa pun situasi hidup kita, selalu ada pilihan. Pilihan untuk menang atau kalah, pilihan untuk maju atau mundur, pilihan untuk lari atau lawan. Pilihan untuk percaya kepada janji Tuhan atau takut.

(Baca juga: BAGIAN YANG TIDAK DILINDUNGI PERLENGKAPAN SENJATA ALLAH)

Takut dan kuatir adalah dua respons terfavorit saat kita mengalami masalah, tekanan, atau pergumulan. Padahal, kita tidak harus memilih kedua respons tersebut.

Dalam banyak kasus, ketika anak kita belum pulang ke rumah tengah malam, kita memilih untuk takut dan kuatir. Ketika uang di tabungan habis, kita memilih takut dan kuatir. Ketika pekerjaan atau bisnis kita bermasalah, kita memilih takut dan kuatir. Ketika dokter mengatakan sakit kita tidak ada obatnya, kita memilih takut dan kuatir. Padahal pilihan di dalam hidup kita tidak hanya takut dan kuatir.

Hari ini saya ingin menyakinkan Anda bahwa Anda dapat memilih respons yang lain. Anda dapat memilih damai, sukacita, percaya, dan berpengharapan. Saya berikan beberapa contoh.

Ketika berhadapan dengan Goliat dan tentara Filistin, Saul dan seluruh tentara Israel memilih takut dan kuatir, tetapi Daud tidak. Ketika mengintai Tanah Kanaan, sepuluh pengintai memilih takut dan kuatir, tetapi Yosua dan Kaleb tidak. Ketika dihadang Laut Merah, dua juta Bangsa Israel memilih takut dan kuatir, tetapi Musa tidak. Ketika diperhadapkan dengan salib, semua murid lari ketakutan, tetapi Yesus dan Yohanes tidak.

Lihat, kita dapat memilih respons lain. Ya, takut dan kuatir adalah pilihan kita sendiri. Jadi, kalau ketakutan dan kekuatiran itu berbuahkan stres, depresi, sakit penyakit, bahkan kegilaan, itu sama sekali bukan karena Tuhan yang merancangkannya untuk kita, melainkan kita sendiri yang salah memilih respons.

(Baca juga: BAGAIMANA CARA MELAKUKAN TINDAKAN IMAN?)

Teman, sungguh wajar bagi orang yang tidak memiliki Yesus memilih takut dan kuatir setiap ada masalah, tetapi hal tersebut tidak wajar bagi orang yang memiliki Yesus. Saat bersama Yesus, kita dapat memilih untuk menari dan bersorak di tengah badai. (penulis: @mistermuryadi)

SEMAKIN BESAR RAKSASANYA, SEMAKIN BESAR HARTA KARUNNYA

Bahan renungan:

Bilangan 13:33 Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.

Saya percaya kalau Tanah Kanaan tidak berlimpah susu dan madu, pasti yang menjaga tanah tersebut bukanlah raksasa. Semakin besar dan banyak yang menjaga Tanah Kanaan, artinya tanah tersebut sangat berharga. Ya, “raksasa” yang Anda hadapi adalah tanda bahwa hal yang sedang Anda perjuangkan adalah sesuatu yang sangat berharga dari Tuhan.

(Baca juga: TUHAN SEDIAKAN BERKAT TERBAIK, JANGAN PUAS DENGAN YANG KEDUA TERBAIK)

Seringkali ketika menghadapi “raksasa”, kita terlalu fokus kepada kekuatan dan kebesaran sang raksasa, bukan kepada kekayaan dan kelimpahan tanah yang dijaga oleh raksasa tersebut. Iblis ingin fokus kepada masalah, supaya kita ketakutan, dan pada akhirnya, kita menyerah di tengah jalan. Namun, Tuhan ingin kita fokus kepada janji-Nya yang besar, sehingga kita terus maju, merebut kembali apa yang Tuhan sudah berikan kepada kita, dan menjadi pemenangnya.

Selama kita hidup di dunia kita tidak pernah lepas dari tantangan. Satu hal yang saya pelajari mengenai tantangan. Semakin besar tantangannya, semakin besar juga hadiahnya.

(Baca juga: DI TENGAH PENCOBAAN, TUHAN DATANGKAN KEBAIKAN)

Teman, saya tidak ingin Anda menyerah menghadapi masalah atau tekanan di dalam hidup Anda. Jangan fokus kepada “raksasa” yang besar itu, fokuslah kepada janji Tuhan yang dahsyat untuk hidup Anda. Selama Anda berjalan bersama Tuhan, saya percaya tidak ada satu pun raksasa yang tidak dapat Anda taklukkan. Selama Yesus ada di dalam kapal Anda, itu adalah kapal paling aman di dunia, sekalipun badai besar menerpa. (penulis: @mistermuryadi)