TERTANAM DAN BERTUMBUH DI SEBUAH GEREJA LOKAL

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 2:41-47 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mukjizat dan tanda.

Tuhan memakai orang-orang benar di sekitar kita untuk membuat kita semakin bertumbuh dan semakin dekat kepada Tuhan. Namun, di sisi lain, Iblis juga memakai orang-orang di sekitar kita untuk membuat kita semakin jauh dari Tuhan.

(Baca juga: RESPONS ANDA ADALAH TANGGUNG JAWAB ANDA)

Cek dengan siapa kita berteman dan menghabiskan waktu. Apakah mereka adalah orang-orang yang membawa kita semakin dekat dengan Tuhan atau sebaliknya?

Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita bahwa setelah jemaat mula-mula bertobat, yang mereka lakukan adalah bertekun dalam persekutuan. Mereka menghabiskan waktu lebih banyak dengan saudara-saudara seiman (ayat 42). Akibatnya adalah banyak mukjizat dan tanda terjadi di antara mereka (ayat 43), saling berbagi hidup (ayat 44-45), sukacita (ayat 46), suka memuji Tuhan, dan menjadi berkat bagi orang lain (ayat 47).

Ya, kita perlu komunitas untuk bertumbuh. Kita perlu menaruh perhatian khusus terhadap hal tersebut. Komunitas, tempat kita menghabiskan waktu, sangat menentukan akan menjadi orang-orang seperti apa kita di masa mendatang. Pilihlah komunitas dan pergaulan yang benar.

(Baca juga: JANGAN TERJEBAK DI KEHIDUPAN YANG LAMA)

Juga, jika Anda adalah seorang percaya, tetapi belum memiliki persekutuan atau gereja yang tetap, Anda perlu mencarinya dengan serius. Cari gereja yang menyediakan kebutuhan makanan rohani bagi Anda. Saya percaya, setiap orang percaya perlu tertanam di sebuah gereja lokal, agar dapat bertumbuh dan berbuah lebat seperti yang Firman Tuhan janjikan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

YESUS DATANG UNTUK MEMISAHKAN KITA DARI HAL YANG BURUK

Bahan renungan:

Matius 10:34a “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.”

Ayat di atas terdengar seolah Yesus ingin membuat huru hara. Padahal, sama sekali jauh dari itu. Kita perlu mengerti bahwa kedatangan Yesus ke dunia bukan untuk mendamaikan manusia dengan sesamanya, melainkan mendamaikan Tuhan dan manusia. Dia datang untuk membawa damai di hati kita.

(Baca juga: TUHAN INGIN KITA NAIK, BUKAN TURUN)

Lalu, apa hubungan hal di atas dengan pemisahan yang Yesus katakan pada ayat di atas?

Jika kita menyadari bahwa kehidupan di dalam Yesus adalah benar dan berharga, dengan sendirinya kita akan menjauh atau memisahkan diri dari kehidupan yang buruk dan pergaulan yang negatif. Pemisahan tersebut akan terjadi secara alami.

Anggaplah kita tinggal di sebuah komunitas perokok bertahun-tahun, lalu suatu hari kita menyadari bahwa merokok sangat merugikan kesehatan kita. Dengan sendirinya kita akan berhenti merokok dan menjauhi atau memisahkan diri dari orang-orang yang merokok.

Itu alasannya Yesus mengatakan Dia datang untuk membawa pemisahan. Kita tidak dapat hidup sungguh-sungguh di dalam Tuhan, jika kita tetap tinggal di dalam lingkungan yang buruk. Kita perlu memisahkan diri dari mereka.

Saya tidak katakan memisahkan diri dalam arti menjadi orang yang eksklusif dan merasa superior dibandingkan orang lain. Bukan itu yang saya maksud. Tentu saja kita perlu membangun hubungan dengan mereka, kalau tidak, bagaimana kita dapat menceritakan Kristus kepada mereka. Yang saya maksud adalah kita tidak lagi bersahabat, bertukar pikiran, atau mencari jalan keluar dari mereka. Dalam hal tersebut kita perlu memisahkan diri, karena setelah kita percaya kepada Yesus, kita perlu lebih memercayai Yesus dibandingkan hal lainnya.

(Baca juga: HARAPAN ANDA PENTING, TETAPI CARA MERAIHNYA JUGA PENTING)

Abraham mengalaminya. Abraham berasal dari keluarga yang menyembah berhala. Sebelum Tuhan menyatakan kebesaran-Nya dan membawa Abraham ke Tanah Perjanjian, hal pertama yang Tuhan perintahkan kepada Abraham adalah pergi dari Ur-Kasdim, tanah kelahirannya. Tuhan ingin Abraham memisahkan diri dari kehidupan para penyembah berhala. Dan, sepanjang sisa hidupnya, Abraham sangat diberkati dan menikmati semua yang baik yang Tuhan sediakan baginya. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN MENGIRIMKAN ORANG-ORANG BAIK DI SEKITAR ANDA

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. 

Teman, semua yang baik terjadi karena Tuhan merancangkannya untuk kita. Firman Tuhan mengatakan dalam Mazmur 139:13-16 bahwa Dia menenun kita dalam kandungan ibu kita dan Dia menulis semua hari-hari yang akan dibentuk selagi kita bakal anak.

(Baca juga: TUHAN YANG KITA SEMBAH ADALAH TUHAN YANG HIDUP)

Untuk menyatakan kebaikan-Nya, Tuhan memakai orang-orang benar di sekitar kita untuk membawa kita semakin dekat kepada Dia. Mungkin terkadang kita heran mengapa ada teman kita yang tidak pernah menyerah mengajak kita pergi ke gereja atau ke persekutuan. Tuhan mengirimkan mereka untuk kita.

Namun, perlu kita juga ketahui, bahwa Iblis pun memakai orang-orang di sekitar kita untuk membuat kita semakin jauh dari Tuhan. Itu sebabnya penting bagi kita untuk berhati-hati memilih siapa yang akan kita jadikan sahabat.

Apakah orang-orang di dekat Anda adalah orang-orang yang membawa Anda semakin dekat dengan Tuhan?

Firman Tuhan hari ini mengajarkan bahwa setelah jemaat mula-mula bertobat, yang mereka lakukan adalah bertekun dalam persekutuan. Mereka menghabiskan waktu lebih banyak dengan saudara-saudara seiman. Bukan untuk bergosip, melainkan untuk memecahkan roti dan berdoa. Atau sederhananya, untuk saling menguatkan, meneguhkan, dan membangun di dalam kebenaran Firman Tuhan. Akibatnya, banyak mukjizat dan tanda terjadi di antara mereka (ayat 43), hidup mereka bersukacita (ayat 46), penuh rasa syukur, dan menjadi berkat bagi orang lain (ayat 47).

(Baca juga: TIDAK PERLU BERLEBIHAN MERESPONS MASALAH ANDA)

Komunitas tempat kita menghabiskan waktu sangat menentukan akan menjadi orang seperti apakah kita di masa mendatang. Pilihlah komunitas dan pergaulan yang benar yang dapat membawa Anda semakin dekat dengan Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JANGAN HABISKAN ENERGI ANDA UNTUK MELADENI ORANG NEGATIF

Bahan renungan:

Markus 5:38-40 Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!” Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.

Ucapan negatif seperti gosip atau menjelek-jelekan seseorang benar-benar menguras energi, merusak pikiran, dan menghambat iman kita. Kita perlu berhati-hati memilih sahabat atau orang-orang yang dekat dengan kita.

(Baca juga: KITA TIDAK DICIPTAKAN UNTUK LARI DARI MASALAH)

Suatu kali Yesus mesti berurusan dengan orang-orang negatif. Ketika ada seorang anak terbaring, Yesus mengatakan anak tersebut tidur, tetapi orang-orang negatif di sana mengatakan anak itu mati. Bahkan, Yesus ditertawakan karena mengatakan anak tersebut tidur.

Apakah Anda pernah mengalami situasi seperti di atas? Ketika Anda menyatakan iman Anda, orang lain menertawakan Anda, dan mereka mengatakan bahwa yang Anda percayai itu salah dan mustahil.

Yesus kemudian mengusir orang-orang negatif itu, atau dengan kata lain, Yesus tidak mau menghabiskan energi-Nya untuk meladeni orang-orang tersebut. Yesus memilih orang-orang yang bersepakat dengan iman-Nya, yaitu ayah dan ibu anak tersebut.

Teman, tahukah Anda bahwa virus negatif menular jauh lebih cepat daripada virus positif? Semakin sering dan lama kita menghabiskan waktu dengan orang-orang negatif, perlahan kita akan berpikir, merasa, dan berkata-kata seperti mereka.

(Baca juga: KITA YANG DIUNTUNGKAN KETIKA IKUT PERINTAH TUHAN)

Saya percaya setiap kita memiliki harapan dan cita-cita yang besar. Saya ingin menyakinkan Anda bahwa hal tersebut tidak dapat Anda raih jika Anda membiarkan hidup Anda dikelilingi oleh orang-orang yang negatif. Bijaklah memilih orang-orang yang dekat dengan Anda. (penulis: @mistermuryadi)

FORMULA SUKSES DALAM TUHAN

Bahan renungan:

Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Saya percaya semua orang ingin berhasil, menghasilkan buah pada musimnya, dan tidak layu daunnya. Keberhasilan seperti itu melibatkan keputusan Anda. Keputusan yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan akan menuntun Anda menikmati janji Tuhan.

(Baca juga: APA BENAR MENABUR DAPAT MEMBUAT KITA HIDUP DALAM KELIMPAHAN?)

Menurut ayat di atas ada dua hal yang perlu kita perhatikan supaya hidup kita berhasil. Yang pertama. Pada ayat 1 dikatakan supaya kita tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan tidak duduk di kumpulan pencemooh.

Anda perlu memperhatikan sumber nasihat Anda dan pergaulan Anda. Orang-orang terdekat Anda memiliki peran sangat besar dalam menentukan masa depan Anda. Jika orang-orang terdekat Anda adalah orang-orang yang negatif dan tidak hidup di dalam kebenaran, jangan harap hidup Anda dapat berhasil. Jika Anda bertukar pikiran, bertanya jalan keluar, atau meminta nasihat dari orang-orang yang tidak hidup dalam kebenaran, jangan harap hidup Anda dapat berhasil.

Yang kedua. Pada ayat 2 dikatakan supaya kita menyukai Firman Tuhan dan merenungkannya siang malam. Ya, sangat penting memperhatikan apa yang kita baca dan dengar. Jika sepanjang hari Anda menghabiskan 2-3 jam bermain sosial media dan 2-3 jam menonton film, menurut Anda apa mungkin Anda dapat membuat keputusan-keputusan yang tepat di dalam hidup Anda? Sudah pasti tidak. Seperti saya katakan, keputusan yang salah hanya akan menuntun Anda kepada kehidupan yang salah.

Sebagai orang percaya, kita perlu menyukai dan merenungkan Firman Tuhan. Yosua 1:8 jelas mengatakan supaya kita perlu bertindak hati-hati sesuai kebenaran Firman Tuhan, karena itulah yang menjadikan hidup kita berhasil dan beruntung. Bagaimana mungkin kita dapat bertindak hati-hati sesuai kebenaran Firman Tuhan jika kita tidak suka membaca dan merenungkan Firman Tuhan?

(Baca juga: CARA IBLIS MENJERAT HAWA DI TAMAN EDEN)

Dua hal di atas adalah kunci atau formula hidup yang berhasil. Tuhan merancangkan dan menginginkan hidup Anda berhasil. Namun keberhasilan tersebut tidak terjadi dengan sendirinya, keputusannya ada di tangan Anda. (penulis: @mistermuryadi)

HATI-HATI TERHADAP PERSAHABATAN YANG SALAH

Bahan renungan:

Filipi 3:2-3 Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu, karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.

Ini adalah salah satu pernyataan yang sangat keras dari Rasul Paulus. Namun, jika Anda membaca keseluruhan pasal di atas, Anda pasti mengerti mengapa Paulus berbicara begitu keras kepada jemaat Filipi. Seperti seorang ayah yang sedikit keras kepada anaknya yang masih kecil yang suka bermain sepeda di tengah jalan. Tujuan jelas bukan untuk menyakiti, tapi untuk menyelamatkan anak tersebut dari bahaya.

(Baca juga: INI ALASAN MENGAPA ORANG GILA CENDERUNG JARANG SAKIT)

Itulah gambaran yang Paulus katakan di dalam pasal di atas. Paulus tidak ingin jemaat di Filipi menjadi seteru Kristus, atau dengan kata lain, meninggalkan Kristus, lalu binasa karena hidup seturut cara dunia.

(Baca juga: MENGAPA MANUSIA MENINGGAL? APAKAH TUHAN YANG MENGAMBIL?)

Teman, saya ingin katakan hal yang sama bagi kita semua hari ini. Perhatikan pergaulan dan komunitas Anda. Anda perlu berhati-hati terhadap orang-orang yang Anda anggap sebagai sahabat, tetapi sebenarnya mereka adalah orang-orang yang membawa kehancuran bagi hidup Anda. Sangat mudah mengenali orang-orang seperti itu. Jika mereka membawa Anda semakin dekat dengan Kristus, berarti mereka orang yang tepat untuk dijadikan sahabat. Jika tidak, sebaiknya Anda hanya jadikan sebatas teman saja. (penulis: @mistermuryadi)

PENYAKIT-PENYAKIT INI DISEBABKAN OLEH GANGGUAN EMOSI

Bahan renungan:

Yeremia 4:18a Tingkah langkahmu dan perbuatanmu telah menyebabkan semuanya ini kepadamu. 

Ochsner Medical Center di New Orleans menerbitkan laporan yang menyatakan bahwa dari 500 pasien yang dirawat di klinik mereka 74 persennya menderita penyakit karena gangguan emosi. Departemen Medis Universitas Yale yang menangani pasien berobat jalan juga melaporkan hal yang sama, bahwa 76% dari pasien yang datang ke klinik mereka terbukti menderita penyakit karena dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan negatif.

(Baca juga: INILAH SATU-SATUNYA DOSA YANG DIHUKUM PADA AKHIR ZAMAN)

Hal di atas menunjukkan pentingnya kita memiliki pikiran dan perasaan yang benar, karena pikiran dan perasaan Anda memiliki pengaruh signifikan terhadap metabolisme tubuh kita. Saya berikan contoh. Jika Anda sedang makan siang, lalu tiba-tiba seseorang menginformasikan anak Anda meninggal akibat kecelakaan. Kemungkinan besar Anda tidak dapat melanjutkan makan siangnya. Tubuh Anda akan segera bereaksi, napas terhambat, selera makan hilang, dan otot, serta saraf Anda menjadi tegang. Pada kondisi tertentu, akan diikuti dengan naiknya tekanan darah yang dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah tertentu, terkadang juga diikuti dengan rasa mulas pada bagian perut.

Menurut penelitian di Ochsner Medical Center, ada beberapa penyakit fisik yang muncul seiring dengan gangguan emosi, antara lain: nyeri di leher, radang tenggorokan, gatal dan luka pada kulit, kesemutan dan bengkak, pandangan mata kabur, sakit kepala, sembelit, diare, gangguan lambung, dan keletihan. Gangguan emosi juga berpotensi memicu penyakit ganas seperti tumor dan kanker. Menangani gangguan penyakit fisik yang disebabkan gangguan emosi tidak cukup hanya dengan mengobati tubuhnya, tetapi juga perlu mengobati emosinya.

Teman, marah, benci, kesal, kepahitan, kecewa, sedih, murung, panik, dan gelisah, sepenuhnya adalah keputusan Anda. Bagi saya, fakta di atas semata-mata menunjukkan betapa kita sangat membutuhkan kebenaran. Betapa kita butuh mengenal Pribadi Bapa Sorgawi yang penuh kasih dan pengampunan. Firman Tuhan katakan dalam 2 Petrus 1:2, damai dan kasih karunia melimpah atas kita oleh karena pengenalan kita akan Bapa Sorgawi. Juga, Yesaya 32:17 mengatakan, “Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Kita perlu kebenaran dan janji Tuhan supaya ketika masalah dan tekanan datang menghimpit, pikiran dan perasaan kita senantiasa dalam kondisi tenang, damai, dan sukacita. Amsal 17:22 mengatakan hati yang gembira adalah obat yang manjur untuk seluruh sakit penyakit dan penderitaan Anda.

(Baca juga: PUTUSKAN UNTUK MENGIKUTI APA KATA YESUS)

Mari, saya mengajak kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus, yang adalah sumber kehidupan. Luangkan waktu Anda secara rutin untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, datang ke persekutuan atau ibadah yang menceritakan kabar baik, dan bergaul dengan orang-orang yang hidup dalam kebenaran. (penulis: @mistermuryadi)