JANGAN BERHENTI IKUT TUHAN HANYA KARENA HAL SEPELE

Bahan renungan:

Galatia 3:3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?

Saya yakin setiap kita memiliki pengalaman unik dan luar biasa ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Hari pertobatan kita merupakan hari di mana kita menyadari bahwa hidup ini adalah anugerah dan Tuhan mengasihi kita tanpa syarat.

(Baca juga: APAKAH ANDA INGIN MELIHAT “LAUT MERAH” TERBELAH?)

Ingat hari itu setiap kali kita mulai menyimpang ke kanan atau ke kiri. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita agar jangan mengakhiri hal yang kita mulai dengan Roh dalam daging. Atau dengan kata lain, jangan biarkan hal-hal berharga yang kita alami bersama Kristus berakhir hanya karena hal-hal sepele.

Beberapa orang yang saya kenal memutuskan berhenti ikut Tuhan hanya karena masalah teman hidup, beberapa lainnya karena masalah finansial, sakit hati, malas bangun pagi, tidak cocok dengan rekan pelayanan, dan lain sebagainya. Jangan biarkan hal-hal seperti itu membuat kita pergi dari rencana Tuhan yang indah dalam hidup kita.

Bagaimana cara kita dapat hidup secara konsisten di dalam Roh?

Yang pertama, cek komunitas kita. Ajukan satu pertanyaan ini, apakah komunitas kita membuat hidup kita semakin dekat dengan Tuhan? Jika tidak, segera tinggalkan.

(Baca juga: PERLAKUKAN ORANG LAIN SEBAGAIMANA ANDA INGIN DIPERLAKUKAN)

Yang kedua, cek gaya hidup kita. Jangan mengikuti gaya hidup dunia ini, seperti misalnya cara berbisnis, berpasangan, berkata-kata, atau bertingkah laku. Jangan memutuskan sesuatu hanya karena melihat teman kita melakukan hal tersebut. Jadikanlah Firman Tuhan pedoman hidup kita. Benar kita hidup di dunia, tetapi kita bukan berasal dari dunia ini. Lihatlah bagaimana cara hidup Yesus, tirulah hal tersebut. Hiduplah dengan budaya warganegara Kerajaan Sorga di dunia ini. (penulis:@mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

GANJARAN KERENDAHAN HATI DAN TAKUT AKAN TUHAN

Bahan renungan:

Amsal 22:4 Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.

Jika kita mengharapkan kekayaan, kehormatan, dan kehidupan di dalam hidup kita, Alkitab mengatakan bahwa kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah dua kunci utamanya.

(Baca juga: TUHAN TIDAK LAGI MENGHUKUM ORANG BERDOSA)

Alkitab sama sekali tidak menghubungkan kekayaan, kehormatan, dan kehidupan dengan kerja keras atau hal-hal yang bersifat material, melainkan dengan karakter dan sikap hati kita kepada Tuhan.

Saya percaya, kedua hal di atas adalah keputusan yang perlu kita ambil setiap hari. Kerendahan hati dan takut akan Tuhan bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja di dalam hidup kita. Kita perlu memutuskan untuk hidup dalam kerendahan hati dan takut akan Tuhan.

Pada saat ada pelanggan kita yang mengkritik barang dagangan kita, dengarkan kritik tersebut dan berubahlah menjadi lebih baik. Ketika atasan kita menegur kinerja kita, jangan lantas membela diri, dengarkan dan berubahlah menjadi lebih baik. Ketika pasangan kita mengoreksi keputusan kita, jangan lantas marah dan mengungkit kesalahan pasangan kita, dengarkan dan berubahlah menjadi lebih baik.

(Baca juga: KEHIDUPAN YANG BURUK DAPAT MENJADI BERKAT)

Ketika ada pilihan-pilihan besar di dalam hidup kita, buatlah keputusan-keputusan berdasarkan kebenaran Firman Tuhan. Catat ini, kita tidak akan pernah menjadi nomor dua pada saat kita menjadikan Tuhan yang pertama dalam setiap keputusan kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

PERCAYA JANJI TUHAN ADALAH TEMPAT PERISTIRAHATAN KITA

Bahan renungan:

Mazmur 71:5 Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah.

Percaya kepada Tuhan adalah jalan agar kita masuk ke dalam ruang peristirahatan-Nya. Sebuah ruang di mana ada damai sejahtera dan sukacita, sehingga kita dapat menikmati kehidupan kita dan menjalani hari-hari kita dengan penuh kepastian.

(Baca juga: ADA SAATNYA KITA PERLU BERSABAR)

Kita perlu mengingat hal ini. Tuhan peduli kepada kita dan adalah keinginan-Nya untuk melihat kita menang atas masalah dan terpelihara dengan baik. Namun, agar kita dapat menang atas masalah dan terpelihara dengan baik, kita perlu percaya kepada-Nya.

Mempercayakan hidup kita kepada Tuhan adalah satu-satunya jalan agar kita bebas dari ketakutan dan kekuatiran. Juga, merupakan sebuah keputusan yang perlu kita ambil sebagai orang percaya.

Ya, ini waktunya kita berkata, “Saya mau percaya kepada Tuhan dan kebenaran-Nya. Saya mau hidup dengan cara-Nya. Saya tidak akan menyerah terhadap masalah yang saya hadapi, karena saya tahu Tuhan bersama dengan saya. Tuhan adalah sumber kekuatan dan kehidupan saya.”

(Baca juga: TERLEBIH LAGI KITA PERLU MEMERCAYAI PENCIPTA PARA DOKTER)

Semakin kita menghidupi pernyataan di atas, semakin kita mempercayai Tuhan dan terbebas dari ketakutan dan kekuatiran. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

HARGA UNTUK MENGIKUT YESUS

Bahan renungan:

Lukas 5:11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Ayat di atas adalah cuplikan ketika Yesus melakukan mukjizat kepada para murid di Danau Genesaret. Usai percakapan mereka dengan Yesus, Petrus, Yohanes, dan Yakobus meninggalkan jalanya di tepi pantai dan mengikut Yesus. Bukan hanya jala dan pekerjaan yang mereka tinggalkan, tetapi Firman Tuhan mengatakan, mereka meninggalkan segala sesuatu. Sungguh sebuah keputusan yang radikal!

(Baca juga: JANGAN BIARKAN ORANG-ORANG YANG KITA KASIHI TERJERUMUS)

Saya membayangkan berada dalam situasi tersebut. Sungguh tidak mudah untuk membuat sebuah keputusan yang sangat besar dalam waktu yang begitu singkat. Namun, ketiga murid itu sepertinya tidak mengalami sedikitpun kesulitan saat membuat keputusan tersebut.

Meninggalkan segala sesuatu, seperti yang dilakukan oleh para murid, merupakan harga untuk mengikut Yesus.

Menurut Anda, apa yang mendorong mereka melakukan hal itu? Saya menyakini keputusan demikian tidak mungkin hanya karena perasaan semata. Ada sesuatu yang lebih besar yang meyakinkan hati mereka.

Lukas 5:8-9 memberikan jawabannya, “”Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap.”

Setidaknya, ada dua hal yang membuat mereka begitu mudah “membayar harga” untuk mengikut Yesus. Pertama, karena mereka memercayai bahwa Yesus adalah Tuhan, dan kedua, karena mereka memercayai bahwa Yesus dapat melakukan sesuatu yang mereka tidak dapat lakukan dengan kekuatan mereka sendiri.

(Baca juga: ADA KEHIDUPAN MELALUI PENUMPAHAN DARAH YESUS)

Jika Anda memiliki cara pandang yang sama dengan para murid di atas, saya percaya, Anda tidak akan kesulitan untuk meninggalkan segala sesuatu yang Anda anggap berharga, apa pun itu, dan mengikut Yesus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

PERUBAHAN TERJADI KETIKA KITA PERCAYA DAN MERESPONS

Bahan renungan:

Matius 13:58 Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

Berkali-kali ketika menyembuhkan, Yesus kerap mengatakan, “Imanmu telah menyelamatkan engkau.” Perkataan tersebut menandakan perlu ada keputusan untuk percaya dan merespons terhadap apa yang Yesus lakukan. Jika kita tidak percaya atau tidak merespons, sekalipun Yesus mendoakan kita, tidak akan terjadi apa-apa.

(Baca juga: JANGAN LATIH PIKIRAN KITA MEMIKIRKAN HAL-HAL YANG JAHAT)

Suatu kali ketika kembali ke kampung halamannya, Firman Tuhan mengatakan tidak banyak mukjizat yang Yesus lakukan di sana. Bagaimana mungkin? Apakah karena Yesus kurang berkuasa? Tentu saja Yesus sangat berkuasa. Firman Tuhan menjelaskan hal tersebut terjadi akibat ketidakpercayaan mereka.

Jadi, kita dapat duduk di sebuah gereja yang sama dengan orang lain, sementara orang lain disembuhkan, kita tidak. Kita dapat mendengar Firman Tuhan yang sama dengan orang lain, sementara orang lain dilepaskan dan diberkati, kita tidak. Kita dapat bertemu Yesus yang sama dengan orang lain, sementara orang lain mengalami mukjizat, kita tidak. Kita tidak akan mengalami perubahan apa-apa, kecuali kita memutuskan untuk percaya dan merespons.

(Baca juga: BAGAIMANA CARA MELAKUKAN TINDAKAN IMAN?)

Saya tidak suka mengatakan hal ini, tetapi inilah kebenarannya. Setiap kita mungkin sudah banyak membaca mengenai Yesus, kebenaran-Nya, dan janji-Nya, tetapi jika kita tidak memercayai dan merespons, ayat-ayat dan janji-janji tersebut tidak akan berpengaruh banyak terhadap hidup kita. Sebaliknya, sekalipun yang kita ketahui hanya sedikit, tetapi kita mau percaya dan merespons, perubahan besar pasti terjadi dalam hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

PERTANDINGAN IMAN

Bahan renungan:

2 Timotius 4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Ayat di atas adalah pernyataan yang sangat luar biasa dari Rasul Paulus menjelang kematiannya. Tidak banyak orang dapat membuat pernyataan seperti itu dengan penuh percaya diri.

(Baca juga: TUHAN MEMILIKI RENCANA YANG INDAH ATAS HIDUP ANDA)

Suatu hari kelak kita semua akan meninggalkan dunia. Saat hal tersebut terjadi, kira-kira jejak apa yang akan kita tinggalkan? Itu adalah sebuah pertanyaan besar. Jangan sampai yang kita tinggalkan adalah masalah yang besar, pertikaian yang berkepanjangan, atau dendam yang tidak kunjung padam.

Ketika Rasul Paulus menutup mata, dia menghasilkan banyak “buah” melalui pelayanan yang dia lakukan. Namanya sangat harum di kalangan orang-orang percaya sampai hari ini.

Teman, pertandingan seperti apa yang sedang kita jalani?

(Baca juga: JANGAN TAKUT AKAN HARI ESOK)

Hidup di dunia ini sangat singkat, jangan sia-siakan untuk sesuatu yang tidak berguna. Detik yang kita lewati sekarang tidak akan pernah terulang dua kali. Pilihlah untuk menjadi orang-orang yang berdampak, supaya nama Yesus dipermuliakan melalui hidup kita. Dunia ini membutuhkan orang-orang percaya yang menunjukkan betapa luar biasanya Tuhan melalui tindakan dan keputusan mereka. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

PERAN PENTING ORANG PERCAYA DI DUNIA INI

Bahan renungan:

1 Timotius 4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Dalam bahasa modern kalimat ini berkata, “Jadilah teladan, supaya hidupmu dihormati dan orang lain diberkati melalui gaya hidupmu.”

(Baca juga: KASIHILAH ORANG YANG TIDAK LAYAK ANDA KASIHI)

Perlu kita sadari bahwa kata-kata, perbuatan, dan keputusan yang kita lakukan memberikan dampak kepada kehidupan orang lain, cepat atau lambat. Sayang sekali jika kita memberi pengaruh buruk atau negatif kepada orang-orang yang kita temui, terutama yang kita sayangi.

Dapat memberikan pengaruh baik atau teladan yang baik merupakan sebuah kehormatan. Itulah fakta mengenai hidup kita, bahwa kita diciptakan untuk menjadi garam dan terang bagi dunia.

Saat konflik datang, sementara pihak lain membenci kita, kita tetap mengasihi mereka. Saat orang lain menyimpang ke kanan dan kiri, kita tetap teguh mengikut Tuhan. Saat orang lain mengucapkan kutuk, kita melepaskan berkat. Saya percaya, kata-kata, perbuatan, dan keputusan kita yang sesuai Firman Tuhan dapat mengubahkan kehidupan orang lain.

(Baca juga: BERGAUL DENGAN ORANG YANG TEPAT DAPAT MENGUBAH HIDUP ANDA)

Respons kita terhadap setiap peristiwa atau masalah adalah kesempatan untuk menjadi teladan dan berkat bagi banyak orang. Dengan memutuskan hidup sesuai Firman Tuhan, kita bukan hanya menyelamatkan diri dari masalah, tetapi juga menyelamatkan orang yang melihat dan mendengar mengenai kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.