MENGELUH MERUGIKAN HIDUP ANDA

Bahan renungan:

Mazmur 6:6 Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku.

Saya sangat percaya mengeluh bukan sifat alami manusia. Mengeluh adalah sebuah pilihan, keputusan, dan respons yang salah. Alasan saya mengatakan itu, karena di luar sana, banyak orang mengalami masalah yang kita alami, bahkan lebih berat dari yang kita alami, tetapi mereka tidak mengeluh. Malah, beberapa di antara mereka menghadapi masalahnya dengan hati penuh sukacita.

(Baca juga: TIGA HAL YANG IBLIS LAKUKAN TERHADAP HIDUP ANDA)

Mengeluh membuat jiwa kita lesu. Mengeluh mematikan semangat hidup. Hidup di dunia ini sudah berat, jika ditambah lagi dengan keluhan-keluhan yang kita ucapkan, energi kita akan terkuras. Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah Anda, justru menambah masalah.

Mengeluh membuat langkah kaki Anda tersendat. Mengeluh membuat Anda berhenti di tempat, bahkan berjalan mundur. Padahal, seharusnya Anda sudah dapat maju beberapa langkah ke depan. Mengeluh menjauhkan Anda dari jalan keluar.

(Baca juga: MUKJIZAT TUHAN TERJADI SECEPAT ANDA MEMPERCAYAINYA)

Teman, berhentilah mengeluh. Tidak ada keuntungan sama sekali dari mengeluh. Jika Anda sedang mengangkat beban yang berat, angkatlah beban tersebut tanpa disertai keluhan. Ketika hati Anda bersukacita, beban yang berat terasa ringan dan perjalanan yang panjang terasa menyenangkan. Pastikan yang mulut kita ucapkan adalah syukur dan berkat. (penulis: @mistermuryadi)

TIGA HAL YANG IBLIS LAKUKAN TERHADAP HIDUP ANDA

Bahan renungan:

Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Hari ini saya ingin mengungkapkan kepada Anda bagaimana cara iblis merusak kehidupan kita. Banyak orang mengira iblis, dengan kekuatannya, menghancurkan hidup kita. Tentu saja itu salah, iblis sudah tidak memiliki kekuatan, karena Yesus sudah melucuti kuasanya (Kolose 2:15). Satu-satunya senjata iblis hanyalah tipu daya. Dengan tipu dayanya, iblis menciptakan ketakutan dan kekuatiran di dalam hati dan pikiran kita. Ketika kita takut dan kuatir, dengan sendirinya kita menyerahkan hal-hal berharga yang Tuhan sudah anugerahkan kepada kita.

(Baca juga: KRISTEN TERMOMETER VERSUS KRISTEN TERMOSTAT)

Iblis memiliki target yang jelas di dalam hidup Anda, yaitu dia ingin menjauhkan Anda dari Bapa Sorgawi dan bahkan membuat Anda membenci-Nya. Iblis tahu jika Anda terpisah dari Bapa, hidup Anda akan jauh dari damai, sukacita, dan kelimpahan.

Iblis merusak hidup Anda melalui tiga proses: mencuri, membunuh, dan membinasakan. Pertama-tama yang iblis lakukan adalah mencuri. Dia mencuri kebenaran dari pikiran Anda. Dia menipu Anda dengan pemikiran-pemikiran palsu yang terdengar masuk akal, tetapi jauh dari kebenaran. Akibatnya, Anda terjebak di dalam kegelapan, Anda kehilangan arah tujuan. Anda jadi kesulitan membedakan antara yang asli dan palsu, antara yang benar dan salah.

Hal kedua yang iblis lakukan adalah membunuh. Setelah Anda kehilangan arah tujuan, dia akan bunuh jiwa Anda melalui ketakutan dan kekuatiran. Dia singkirkan damai dan sukacita dari hati Anda, sehingga Anda stres dan depresi. Pikiran dan hati Anda tidak tenang.

Hal ketiga adalah membinasakan tubuh Anda. Saat Anda kehilangan arah, jiwa Anda dirundung ketakutan dan kekuatiran, Anda stres dan depresi, akibatnya tubuh Anda akan mulai sakit-sakitan, miskin, dan menderita. Teman, jangan biarkan iblis menipu Anda lebih lama lagi.

(Baca juga: SELAMA KITA NAIK KAPAL YANG YESUS NAIKI, KITA AMAN)

Ciri-ciri Anda sedang tertipu adalah Anda tidak menikmati janji Tuhan. Satu-satunya cara menelanjangi tipu daya iblis adalah dengan mengenal Yesus dan kebenaran-Nya. Tidak ada cara lain. Ya, Anda perlu berakar kuat dalam kebenaran Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

KRISTEN TERMOMETER VERSUS KRISTEN TERMOSTAT

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 6:14 sebab kami telah mendengar dia mengatakan, bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita.

Ada dua jenis orang Kristen dalam hal pengaruh. Tipe pertama adalah Kristen Termometer. Termometer adalah alat untuk mengukur suhu. Contohnya adalah alat yang kita jepit di ketiak untuk mengukur suhu badan. Suhu yang ditampilkan pada termometer berubah-ubah sesuai kondisi atau situasi orang bersangkutan.

(Baca juga: NERAKA TIDAK DICIPTAKAN UNTUK MANUSIA)

Kristen Termometer adalah jenis orang Kristen yang berubah-ubah tergantung keadaan. Situasinya baik-baik, dia damai dan sukacita, tetapi ketika situasinya buruk, dia mulai marah, stres, dan depresi. Firman Tuhan menyebutnya sebagai orang yang mudah diombang-ambingkan.

Tipe kedua adalah Kristen Termostat. Termostat adalah alat untuk menentukan suhu. Contohnya adalah air conditioner. Saat cuaca sedang panas, Anda menyalakan AC dan menyetelnya di suhu 21 derajat celcius. Dalam waktu 10 menit, suhu ruangan yang panas berubah menjadi dingin.

Kristen Termostat adalah jenis orang Kristen yang mengubah keadaan. Mereka mengubah situasi yang buruk menjadi lebih baik, seperti yang Yesus lakukan saat Dia melayani di dunia. Para Kristen Termostat tidak hidup berdasarkan situasi, justru mereka mengubah situasi. Ketika ada tekanan atau masalah, dia menunjukkan teladan dan respons yang baik, sehingga orang lain diberkati dan mencontoh sikapnya.

(Baca juga: KITA ADALAH PERTOLONGAN PERTAMA BAGI DUNIA)

Teman, kita adalah garam dan terang dunia. Kita dipanggil untuk memengaruhi dunia ini dengan kebenaran, bukan justru dipengaruhi oleh dunia ini. (penulis: @mistermuryadi)

NERAKA TIDAK DICIPTAKAN UNTUK MANUSIA

Bahan renungan:

Yohanes 14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Beberapa tahun lalu saya pernah membaca sebuah artikel yang menuliskan bahwa Tuhan sudah menetapkan orang-orang yang akan masuk Sorga dan Neraka. Dalam artikel itu ditulis bahwa apa pun yang kita lakukan di dunia, jika Tuhan sudah menetapkan kita masuk Sorga, kita akan tetap masuk Sorga. Sebaliknya, jika Tuhan sudah menetapkan kita masuk Neraka, apa pun yang kita perbuat, kita akan tetap masuk Neraka.

(Baca juga: ORANG SETIA YANG AKAN MENIKMATI PERKARA BESAR)

Sungguh menyesatkan!

Selama enam hari Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya dalam Kejadian 1, tidak sedikit pun Alkitab menceritakan mengenai penciptaan Neraka. Saya percaya Neraka tidak diciptakan para Hari Penciptaan, tetapi pada saat iblis dan para malaikat lain memberontak. Pemberontakan iblis dimulai pada saat ular menggoda Hawa di Taman Eden.

Di dalam 2 Petrus 2:4 dikatakan bahwa di Hari Penghakiman nanti, semua malaikat yang memberontak akan dilemparkan ke dalam Neraka. Ya, Neraka adalah tempat untuk iblis, jangan ikut ke sana. Sedangkan, tempat untuk Anda dan saya, orang-orang percaya, adalah di rumah Bapa Sorgawi.

(Baca juga: JIKA CARA ANDA GAGAL, INI SAATNYA MENCOBA CARA TUHAN)

Selama melayani di Bumi, Yesus meyakinkan para murid dan para pengikut-Nya bahwa Dia menyediakan tempat bagi setiap orang percaya di Sorga kekal. Ya, Sorga adalah “rumah terakhir” Anda dan saya. Teman, jangan takut akan kehidupan Anda setelah meninggal. Yesus katakan di dalam Yohanes 11:25-26, ““Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.” Haleluya!  (penulis: @mistermuryadi)

ORANG SETIA YANG AKAN MENIKMATI PERKARA BESAR

Bahan renungan:

Lukas 16:10 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”

Ayat di atas menunjukkan bahwa yang menentukan seseorang mendapatkan perkara kecil atau besar di dalam hidupnya bukanlah Tuhan, melainkan dirinya sendiri. Orang yang setialah yang akan menikmati perkara-perkara besar.

(Baca juga: KETAKUTAN ADALAH CARA IBLIS MENGHAMBAT HIDUP ANDA)

Bukan Tuhan yang memilih-milih mana orang yang layak mendapatkan perkara besar atau kecil. Saya percaya Tuhan bahkan sudah menyediakan perkara besar untuk kita. Masalahnya, ketidaksetiaan kita terhadap perkara yang kecil, membuat kita kehilangan kesempatan untuk menikmati yang besar.

Yang saya maksud bukan hanya setia dan bertanggung jawab kepada Tuhan saja. Namun, juga kepada segala sesuatu yang dipercayakan kepada kita. Seperti keluarga, pekerjaan, bisnis, pelayanan, dan hidup kita sendiri.

Saya berikan contoh. Banyak orang mengeluhkan susah mencari pekerjaan. Padahal kalau Anda memperhatikan ada banyak sekali pekerjaan di koran atau pun via online. Kemarin saja saya masih melihat tersedia lebih dari 20.000 lowongan kerja mulai staf sampai direktur utama. Lihat, masalah kebanyakan orang bukan susah mencari pekerjaan, melainkan mereka tidak memenuhi syarat untuk pekerjaan-pekerjaan tersebut.

Saya ingin membuktikan kepada Anda bahwa kesempatan untuk memiliki perkara besar itu banyak, ada di mana-mana, Tuhan sudah menyediakannya bagi kita. Masalahnya bukan ada atau tidak perkara besar, tetapi kita yang belum dapat bertanggung jawab dan setia untuk perkara besar itu.

Misalnya Anda ingin menjadi seorang direktur, tentu Anda perlu memiliki sikap seorang direktur, yaitu disiplin, pintar, rajin, ulet, pantang menyerah, dan seorang penyelesai masalah. Jika menghadapi masalah kecil saja Anda lari dan menyerah, bagaimana mungkin Anda dapat menjadi direktur. Jika bangun tidur saja sulit, ke gereja dan saat teduh saja banyak alasan, bagaimana mungkin Anda dapat menyelesaikan perkara-perkara yang lebih besar dari itu? Anda mengerti maksud saya?

(Baca juga: SEMAKIN BESAR RAKSASANYA, SEMAKIN BESAR HARTA KARUNNYA)

Bukan Tuhan yang menyebabkan kita mendapatkan apa yang kita dapatkan hari ini. Tuhan ingin Anda sukses dan berhasil. Masalahnya ada pada kita, pada mental dan karakter kita. Sungguh ini adalah kabar sukacita. Kalau masalahnya ada pada kita, artinya kita dapat memperbaikinya sesegera yang kita mau. Secepat kita menyadari dan memperbaiki kesalahan kita, secepat itu juga kita dapat menikmati perkara-perkara yang besar. (penulis: @mistermuryadi)

KETAKUTAN ADALAH CARA IBLIS MENGHAMBAT HIDUP ANDA

Bahan renungan:

1 Yohanes 4:18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Sejak 2000 tahun lalu, sejak Yesus mengorbankan diri-Nya di atas kayu salib, kekuatan iblis dilucuti (Kolose 2:15). Yang tersisa dari iblis hanyalah tipu daya dan tipu muslihatnya saja. Pekerjaan iblis saat ini adalah membohongi dan memperdaya anak-anak Tuhan. Dia menggunakan bisikan-bisikan jahatnya untuk membuat kita ragu, takut, dan kuatir. Iblis ingin membuat tipu dayanya yang tidak nyata seolah-olah nyata, dan sebaliknya, membuat janji Tuhan yang nyata, seolah-olah tidak nyata.

(Baca juga: KITALAH YANG PALING DIUNTUNGKAN KETIKA KITA SETIA)

Jika Anda bukan orang yang terbiasa mencari kebenaran Firman Tuhan, Anda adalah sasaran empuk tipu muslihat iblis. Anda akan sangat mudah dibohongi dan ditakut-takuti.

Suatu hari saya dicegat oleh dua orang saat sedang menunggu kendaraan umum. Mereka katakan saya melukai adik salah satu dari mereka. Saya digiring ke sebuah tempat yang sepi dan kemudian mereka mengancam akan melaporkan saya ke polisi. Tujuan mereka sebenarnya adalah ingin mengambil barang-barang berharga saya, dan cara yang mereka lakukan adalah dengan membuat saya ketakutan. Karena, ketika saya ketakutan, saya akan mudah diperas. Namun, saya sudah tahu tipuan seperti itu sejak lama. Saat mereka mulai menakut-nakuti, saya takuti balik. Saya keluarkan handphone dan saya katakan, “Saya telepon paman saya yang bekerja sebagai polisi supaya dia datang ke sini.” Kedua orang tersebut pergi begitu saja meninggalkan saya.

Iblis menggunakan ketakutan dan kekuatiran untuk menghambat hidup Anda. Iblis sudah tidak memiliki kekuatan untuk merampas dari Anda, tetapi seperti cerita saya di atas, dia menggunakan ketakutan supaya Anda sendiri yang menyerahkan barang-barang berharga tersebut ke dalam tangannya.

(Baca juga: TIGA KATA INI SEHARUSNYA TIDAK DIUCAPKAN OLEH ORANG PERCAYA)

Firman Tuhan katakan kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Kesadaran bahwa kita sangat dikasihi oleh Tuhan sangatlah penting. Saat kita menyadari bahwa Tuhan sangat mengasihi kita, Dia hanya merancangkan yang baik untuk kita, dan kita adalah anak kesayangan-Nya, kita tidak akan takut menghadapi apa pun. Saat topan badai datang, kita tahu sekali bahwa Tuhan senantiasa menjaga dan memelihara kita. Kita aman di dalam pelukan-Nya. Kita tahu kita tidak sendirian. (penulis: @mistermuryadi)

KITALAH YANG PALING DIUNTUNGKAN KETIKA KITA SETIA

Bahan renungan:

1 Raja 2:3 Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju.

Ketika kita melakukan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita dengan setia, kita sedang membangun karakter-karakter ilahi di dalam diri kita. Karakter-karakter yang kita butuhkan untuk melakukan perkara-perkara besar dalam hidup kita.

(Baca juga: BERHENTI MEMIKIRKAN YANG TIDAK PERLU DIPIKIRKAN)

Saya percaya Tuhan sudah menyediakan kesempatan-kesempatan besar untuk hidup kita. Hanya saja, terkadang, karena karakter atau kebiasaan yang buruk, kesempatan-kesempatan besar tersebut lewat begitu saja.

Itu alasannya, kita perlu belajar untuk setia mengerjakan segala sesuatu yang dipercayakan kepada kita, entah hal itu besar atau kecil, dan bahkan kita perlu melatih diri untuk tetap setia pada saat tidak ada yang melihat. Mungkin dalam menjalankan tanggung jawab tersebut, ada uang, waktu, tenaga, dan pikiran yang kita keluarkan, ditambah tidak ada seorang pun yang menghargainya, teman, jangan berhenti.

Biar saja orang lain berhenti di tengah jalan, biar saja orang lain mengeluh, biar saja orang lain memilih-milih tanggung jawab, biar saja orang lain melakukannya dengan cara yang tidak benar. Jangan terpengaruh, tetaplah kerjakan bagian Anda dengan setia. Berikan hasil terbaik. Kembangkan apa pun yang dipercayakan kepada Anda. Lakukan ekstra. Belajar lebih banyak, mendengar lebih banyak, sungguh hal itu tidak merugikan hidup kita.

(Baca juga: TUHAN TAHU DOSA KITA, TETAPI DIA TETAP MENGASIHI KITA)

Saya ingin katakan justru kitalah yang paling diuntungkan ketika kita setia dengan bagian kita, bukan orang lain. Mental dan karakter kita diubahkan. Sehingga, ketika kesempatan-kesempatan besar itu datang, karakter kita siap menyambutnya, dan mental kita pun siap menerimanya. (penulis: @mistermuryadi)