ADA CARA YANG LEBIH BAIK UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH ANDA

Bahan renungan:

Mazmur 118:8-9 Lebih baik berlindung pada Tuhan dari pada percaya kepada manusia. Lebih baik berlindung pada Tuhan dari pada percaya kepada para bangsawan.

Beberapa waktu lalu dunia dikejutkan oleh peristiwa bunuh diri dua figur publik. Mereka adalah dua orang di antara ribuan orang lain yang memilih untuk menyelesaikan masalah hidupnya dengan cara bunuh diri.

(Baca juga: JIKA KITA MENGINGINKAN JANJI TUHAN, IKUTI CARA MAIN TUHAN)

Saya tidak mengatakan bahwa apa yang saya tuliskan di sini merupakan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah, saya hanya dapat mengatakan bahwa kembali melihat kepada kebenaran Firman Tuhan merupakan cara yang lebih baik. Mencari janji Tuhan, merenungkannya, dan kemudian mengaplikasikannya, bagi saya, merupakan cara yang lebih baik untuk mengatasi segala tekanan, pergumulan, dan ketakutan yang kita hadapi.

Memang benar membaca dan merenungkan Firman Tuhan tidak lantas menyelesaikan masalah kita. Setidaknya, tidak secepat yang mungkin kita inginkan. Perlu waktu dan proses. Namun dalam menjalani proses tersebut kita tidak sendirian, karena Roh Kudus menuntun dan menyertai kita.

Bunuh diri, pergi dari masalah, lari ke kota lain, keluar dari rumah, mengasihani diri, meninggalkan orang yang kita benci, menjadi orang yang tertutup dan pahit hati, bukanlah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah atau pergumulan kita.

Saya percaya, Tuhan tahu bahwa dosa telah merusak dan menghancurkan manusia luar dalam. Itu sebabnya Dia tidak tinggal diam dan berpangku tangan melihat kita bergumul. Tuhan datang ke dunia mengambil rupa manusia. Tuhan menganugerahkan kebenaran-Nya untuk menuntun dan memerdekakan kita. Tuhan berusaha menolong kita yang sedang tenggelam dan larut dalam beban hidup. Dia ingin menyelamatkan kita. Dia ingin kita menyadari bahwa kita tidak sendirian menghadapi semua itu. Dia ingin kita tahu bahwa di dalam Yesus ada harapan untuk segala sesuatu.

(Baca juga: JANGAN TERPESONA ATAU TERPIKAT DENGAN MASALAH)

Teman, mungkin ada di antara Anda yang sedang mengalami masalah dan pergumulan yang besar. Mungkin iblis sedang berbisik membujuk Anda untuk lari atau mengakhiri hidup Anda. Jika itu Anda, kembalilah kepada kebenaran. Kembalilah kepada-Nya, yang begitu menginginkan Anda pulih. Kembali kepada Yesus dan kebenaran-Nya adalah cara yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah. (penulis:@mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

JIKA KITA MENGINGINKAN JANJI TUHAN, IKUTI CARA MAIN TUHAN

Bahan renungan:

Yesaya 65:1-2 Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku. Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada suku bangsa yang memberontak, yang menempuh jalan yang tidak baik dan mengikuti rancangannya sendiri.

Di dalam Yesaya pasal 63-64, Yesaya mewakili Bangsa Israel, protes kepada Tuhan. Mereka mengatakan bahwa Tuhan menahan kebaikan-Nya terhadap Bangsa Israel (Yesaya 63:15), Tuhan membiarkan mereka sesat jalan dan tegar hati (Yesaya 63:17), dan Tuhan menyembunyikan wajah-Nya dari mereka (Yesaya 64:7). Intinya, mereka mempertanyakan Tuhan.

(Baca juga: KITA MEMILIKI LEBIH BANYAK ALASAN UNTUK PERCAYA DARIPADA TAKUT)

Kita tahu bahwa hal tersebut tidak benar. Justru, Tuhan melakukan hal sebaliknya terhadap Bangsa Israel. Tuhan ingin Bangsa Israel menikmati kehidupan yang terbaik sebagai bangsa pilihan Tuhan.

Untuk itu, Tuhan menjawab keraguan dan tuduhan Bangsa Israel melalui ayat Yesaya 65:1-2. Tuhan mengatakan sepanjang hari Dia mengulurkan tangan kepada Bangsa Israel, tetapi mereka menolak, dan memilih jalannya sendiri yang tidak baik.

Apa pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah di atas?

Seringkali, kita ingin diberkati, disembuhkan, dipulihkan, tetapi dengan cara kita sendiri. Kita menginginkan janji Tuhan, tetapi kita ingin mendapatkannya dengan cara kita. Jika kita menginginkan janji Tuhan, kita perlu mengikuti cara main Tuhan. Yang saya maksud dengan cara main Tuhan adalah kita perlu memercayai dan menghidupi kebenaran-Nya.

Dengan kata lain, yang pertama, kita perlu tahu kebenaran. Caranya bagaimana? Dengan membaca dan merenungkannya. Praktisnya, mendengarkan khotbah, meluangkan waktu untuk saat teduh, membaca buku rohani, dan lain sebagainya. Yang kedua, hidupi kebenaran tersebut. Jika Firman Tuhan meneguhkan hati kita untuk mengampuni seseorang, maka ampunilah. Jika Firman Tuhan menginspirasi kita untuk memberi, menceritakan Injil, atau mendoakan orang sakit, ikutilah kebenaran tersebut.

(Baca juga: SELALU ADA ALASAN UNTUK MENGUCAP SYUKUR)

Saat kita mendahulukan Tuhan dan kebenaran-Nya, percayalah semuanya akan ditambahkan kepada kita tanpa kita sadari. (penulis:@mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

KITA MEMILIKI LEBIH BANYAK ALASAN UNTUK PERCAYA DARIPADA TAKUT

Bahan renungan:

Mazmur 93:4 Dari pada suara air yang besar, dari pada pecahan ombak laut yang hebat, lebih hebat TUHAN di tempat tinggi.

Saking sering kita merasa takut dan kuatir, terkadang kita berpikir bahwa ketakutan dan kekuatiran merupakan gejala yang umum dialami oleh setiap manusia. Mungkin saja orang lain mengalami hal tersebut, tetapi anak-anak Tuhan, yang menyadari bahwa Bapa Sorgawi selalu ada bersama-sama dengannya, seharusnya tidak mengalami hal tersebut terus menerus.

(Baca juga: DARI KRISTUS, OLEH KRISTUS, DAN KEPADA KRISTUS)

Beberapa tahun lalu, ketika saya ingin memberi persembahan, tiba-tiba pikiran saya diliputi rasa takut dan kuatir yang sangat hebat. Situasi pada saat itu, saya diberhentikan dari pekerjaan, karena tempat saya bekerja saya gulung tikar; dan belum mendapatkan pekerjaan baru, sementara ada begitu banyak kebutuhan yang perlu dipenuhi.

Dalam situasi tersebut, saya sangat tergoda untuk tidak memberi, tetapi saya teringat 1 Petrus 5:7, yang berbunyi, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” Hari itu, saya memutuskan untuk mempercayai kebenaran Firman Tuhan lebih dari ketakutan saya, dan saya memutuskan untuk memberi.

Dalam kesempatan yang lain, terutama ketika kondisi keuangan saya sedang tidak baik, rasa takut dan kuatir itu muncul kembali, dan mendorong saya untuk tidak memberi. Namun, Roh Kudus sering berbisik lembut di hati saya, bertanya, “Mengapa kamu takut? Bukankah kamu lebih banyak memiliki alasan untuk percaya?”

(Baca juga: KITA PERLU MEMPRIORITASKAN KEBENARAN)

Ya, benar sekali, dengan banyaknya mukjizat dan kesaksian yang terjadi di dalam hidup kita, semestinya kita memiliki lebih banyak alasan untuk percaya, daripada takut. Tuhan senantiasa menganugerahkan kebaikan dan kemurahan-Nya supaya kita memiliki lebih banyak alasan untuk percaya di tengah situasi yang menakutkan. (penulis:@mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

DARI KRISTUS, OLEH KRISTUS, DAN KEPADA KRISTUS

Bahan renungan:

Roma 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Adalah sebuah fakta tentang hidup yang tidak dapat kita sangkal, yaitu hidup kita bukanlah milik kita. Sejak hari pertama kita ada di dunia, Tuhanlah yang memberikan kita napas kehidupan. Kita adalah milik-Nya. Kita adalah kepunyaan-Nya. Kita adalah “harta kekayaan-Nya.” Dia berhak atas hidup kita.

(Baca juga: SEPERTI APAKAH YESUS YANG DICERITAKAN OLEH ALKITAB?)

Jika kita mengerti kebenaran di atas, kita akan sangat bersyukur, sekaligus berhati-hati, menjalani kehidupan kita. Atau dengan kata lain, kita akan menjalani hidup kita dengan bertanggung jawab.

Saat kita sukses dalam suatu hal, kita tahu benar bahwa semua itu terjadi hanya oleh anugerah Dia. Saat kita memberikan atau mempersembahkan sesuatu, kita tidak berat hati, karena kita menyadari bahwa semua itu berasal dari-Nya. Juga, pada saat kita memutuskan sesuatu, kita memutuskan sesuatu yang membawa kemuliaan kepada-Nya.

(Baca juga: JANGAN MEMERCAYAI KEKUATIRAN ANDA)

Rasul Paulus merangkumnya dalam sebuah kalimat, “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (penulis:@mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

SEPERTI APAKAH YESUS YANG DICERITAKAN OLEH ALKITAB?

Bahan renungan:

Yohanes 14:7 “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

Sejak saya mengenal Yesus, bertemu dengan banyak orang percaya dari berbagai belahan dunia dan denominasi, membuat saya terkejut dengan begitu banyaknya versi Yesus. Seolah mereka mengenal Yesus yang berbeda-beda. Padahal, Alkitab hanya memperkenalkan satu Yesus kepada kita.

(Baca juga: HIDUP KITA ADALAH SEBUAH PERTANDINGAN)

Seseorang pernah mengatakan, Tuhan memiliki tiga jawaban atas doa kita: iya, tidak, dan nanti. Melalui 1 Yohanes 5:14-15 kita dapat mengerti bahwa Tuhan pasti mengabulkan doa kita jika kita meminta sesuatu menurut kehendak-Nya. Tentu saja jika kita tidak dapat berharap Tuhan mengabulkan permintaan kita yang bertentangan dengan Firman Tuhan.

Seorang yang lain pernah mengatakan, “Kita tidak pernah tahu apa rencana Tuhan. Dia sangat misterius.” Padahal, Yeremia 29:11 mengatakan, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Oleh sebab itu, berhentilah mengatakan, “Apa yang terjadi, biarlah terjadi. Kita tidak pernah tahu apa maksud Tuhan di dalam hidup kita.”

Yesus menjelaskan kepada murid-murid-Nya, “Jika kamu mengenal Aku, pasti kamu mengenal Bapa-Ku. Dan kamu telah melihat Bapa-Ku.” Sederhananya, Yesus ingin mengatakan jika kita ingin mengetahui pemikiran, keinginan, dan isi hati Bapa Sorgawi, lihatlah apa yang Yesus ucapkan dan lakukan.

Misalnya kita bertanya-tanya, “Apakah Tuhan ingin menyembuhkan anak saya yang sedang sakit?” Lihatlah bagaimana respons Yesus terhadap orang sakit. Dalam Lukas 6:19 dicatat, ” … dan semua orang itu disembuhkan-Nya.” Jangan lagi berpikir, “Terkadang Dia menyembuhkan, terkadang Dia menundanya. Terkadang Dia memberkati, dan terkadang Dia mengijinkan kemiskinan.”

Tidak sekalipun kita temukan di dalam Alkitab di mana Yesus mengijinkan orang mengalami sakit atau jatuh miskin. Justru Yesus mengubah lima roti dan dua ikan untuk mengenyangkan semua orang yang mengikuti-Nya dan mengisi jaring para nelayan dengan ikan sampai koyak.

(Baca juga: JANGAN MEMBATASI TUHAN)

Yesus yang dicatat di dalam Alkitab sangat senang menyembuhkan, membebaskan, mengangkat, memulihkan, dan memberkati banyak orang. Ibrani 13:8 menjamin bahwa Dia tidak pernah berubah dulu, sekarang, dan sampai selamanya. Jika hari ini kita meragukan kebaikan dan kemurahan Bapa Sorgawi, lihatlah Yesus dan pekerjaan tangan-Nya. (penulis:@mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

HIDUP KITA ADALAH SEBUAH PERTANDINGAN

Bahan renungan:

1 Korintus 9:26-27 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Setiap atlet memahami hal ini. Kualitas dan kuantitas jam-jam latihan mereka sangat menentukan hasil pertandingan yang akan mereka dapatkan.

(Baca juga: YESUS SATU-SATUNYA YANG SANGGUP MENGUBAH HIDUP ANDA)

Pertandingan dengan durasi paling lama yang pernah saya tonton adalah sepakbola, yaitu 90 menit, sedangkan pertandingan dengan durasi cepat seperti tinju, lari jarak pendek, lempar lembing, dan loncat indah, hanya berkisar sekitar 3-10 menit setiap babaknya. Namun luar biasanya, semua atlet itu mempunyai jam latihan yang sama panjangnya. Bahkan, beberapa pertandingan berdurasi pendek memerlukan latihan yang lebih lama.

Beberapa atlet yang saya kenal, seperti Chris John, Bambang Pamungkas, Taufik Hidayat, Richard Sam Bera, dan beberapa atlet lainnya, berlatih 6 bulan sampai 2 tahun sebelum hari pertandingan dimulai.

Pikirkan ini. Mereka perlu berlatih enam hari seminggu selama 1 tahun untuk sebuah pertandingan selama 10 menit.

Suka atau tidak, hidup kita adalah sebuah pertandingan. Kita perlu bertanding melawan kemalasan, bertanding untuk mengasihi dan mengampuni, bertanding melawan keegoisan, bertanding menghadapi tekanan dan pergumulan, dan lain sebagainya. Dalam kehidupan kerohanian, seringkali kita melewatkan waktu-waktu berlatih, tetapi kita tetap bertanding. Bertanding tanpa berlatih sama dengan “bunuh diri”. Atau dengan kata lain, kita merencanakan untuk kalah.

Berlatih yang saya maksud adalah meluangkan waktu untuk membaca, merenungkan, dan mengingat kebenaran Firman Tuhan. Akan tiba waktunya di mana hari pertandingan kita tiba dan yang perlu kita lakukan adalah mempraktekkan apa yang telah kita latih.

(Baca juga: IMAN ADALAH PERCAYA KEPADA FIRMAN TUHAN, BUKAN KEPADA PERASAAN)

Selama kita hidup di dunia, kita tidak dapat menghindari gelanggang pertandingan. Akan selalu ada tantangan, masalah, dan pergumulan yang perlu kita hadapi. Namun, jika kita mempersiapkan diri dengan baik, saya percaya kita akan menjadi orang-orang yang memenangkan pertandingan dan kemenangan yang kita raih akan menginspirasi kehidupan banyak orang. (penulis:@mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

YESUS SATU-SATUNYA YANG SANGGUP MENGUBAH HIDUP ANDA

Bahan renungan:

Lukas 19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Zakheus adalah seorang pemungut cukai – profesi yang dibenci oleh Bangsa Israel. Syarat menjadi pemungut cukai adalah curang, licik, dan pembohong. Namun, suatu hari Yesus mengunjungi Zakheus, dan segalanya berubah. Yesus menunjukkan kasih-Nya dengan cara makan bersama Zakheus.

(Baca juga: SERINGKALI, CARA TUHAN JAUH BERBEDA DENGAN CARA KITA)

Tidak perlu waktu lama, Zakheus pun berdiri dan menyatakan bahwa dia akan mendonasikan setengah hartanya kepada orang miskin dan mengembalikan empat kali lipat kepada orang yang pernah dia peras.

Dari kisah di atas, saya belajar bahwa sesaat saja Zakheus menghabiskan waktu bersama Yesus, hidupnya berubah sangat dratis.

Saya percaya, ketika kita meluangkan waktu bersama Yesus dan kebenaran-Nya, hidup kita akan berubah drastis. Rasul Paulus, sang penganiaya orang percaya, berubah drastis seketika bertemu dengan Yesus. Musa, sang penggembala domba, berubah drastis usai perjumpaannya dengan Tuhan.

(Baca juga: ANDA BERHARGA KARENA ANDA DICIPTAKAN DEMIKIAN SEJAK AWAL)

Saya tidak tahu apa pergumulan Anda hari ini. Mungkin Anda sedang mengalami masalah keluarga, finansial, atau apa pun itu, yang saya tahu pasti, Yesus adalah satu-satunya Pribadi yang dapat membantu Anda. Jika Yesus dan kebenaran-Nya dapat mengubahkan kehidupan Zakheus, Paulus, dan Musa, saya percaya Dia juga sanggup mengubahkan hidup Anda. (penulis:@mistermuryadi)