TEMUKAN DAMAI SEJAHTERA SEJATI DI DALAM YESUS

Bahan renungan:

Yohanes 16:33 “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Damai sejahtera adalah janji yang sangat luar biasa yang Tuhan berikan kepada kita. Kita dapat memiliki kekayaan tanpa Tuhan Yesus. Kita dapat menjadi orang yang terkenal dan memiliki banyak keahlian tanpa Tuhan Yesus. Namun, kita tidak dapat memiliki damai sejahtera tanpa mengenal Tuhan Yesus.

(Baca juga: HIDUPLAH DALAM DAMAI DENGAN SEMUA ORANG)

Di pekerjaan lama saya sebagai wartawan, saya memiliki kesempatan bertemu dengan banyak orang terkenal dan sukses. Namun, banyak di antara mereka yang stres, depresi, dan kehilangan pengharapan. Mereka mengira hal tersebut terjadi karena mereka terlalu sibuk bekerja, padahal hal itu terjadi karena mereka tidak mengenal Yesus.

Yesus dan para rasul tidak pernah berhenti bekerja, memberitakan Injil, dipenjara, dan menghadapi banyak ancaman siang dan malam, tetapi mereka tidak pernah stres atau depresi, karena mereka selalu memiliki damai sejahtera di dalam hati mereka.

Jika kita memperhatikan ayat di atas, Yesus mengatakan, ” … supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku.” Pernyataan itu merupakan kunci penting agar kita dapat menikmati damai sejahtera, yaitu hanya dapat kita temukan di dalam Yesus.

(Baca juga: MENGIKUTI YESUS MELALUI JEJAK ORANG YANG MENCINTAI YESUS)

Damai sejahtera yang sejati tidak datang tiba-tiba. Damai sejahtera sejati tidak datang karena kita memiliki banyak uang. Kita perlu mengejarnya. Yang saya maksud adalah kita perlu meluangkan waktu untuk mengenal Tuhan dan kebenaran-Nya, karena Dia dan kebenaran-Nya adalah satu-satunya sumber damai sejahtera. Tidak ada sumber lain. Hanya pada saat kita mengerti dan percaya kepada Yesus dan kebenaran-Nya, kita dapat menikmati damai sejahtera, terlepas dari apa pun situasi yang sedang kita hadapi. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

HIDUPLAH DALAM DAMAI DENGAN SEMUA ORANG

Bahan renungan:

Roma 12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!

Bagaimana reaksi Anda jika bertemu dengan orang yang kasar terhadap Anda? Apakah Anda merespons dalam kasih seperti yang Yesus ajarkan, atau Anda merespons sama seperti orang yang kasar itu?

(Baca juga: TEMUKAN PERAN ANDA DALAM GEREJA TUHAN)

Saya rasa, belakangan, banyak orang menjadi sensitif dan kasar karena kehidupan penuh stres yang mereka jalani. Mulai dari kesibukan dalam pekerjaan, bisnis yang tidak stabil, dan hubungan yang tidak baik dengan pasangan atau keluarga.

Namun, kita dapat bersyukur, karena kita mengetahui kebenaran, dan kita mengenal Yesus, Sang Sumber Kasih. Setiap kali ada situasi yang memungkinkan kita terjebak dalam stres, kita tahu ke mana kita harus berlari. Tetapi harus diingat, banyak orang di luar sana yang tidak memiliki Yesus. Itu artinya, mereka tidak memiliki jalan keluar ketika mereka dalam tekanan.

(Baca juga: KITA PERLU MEMUNGUT DAN MEMAKAN MANNA SETIAP HARI)

Penting bagi kita untuk merepsons orang-orang yang kasar tersebut dengan kasih. Karena, hanya dengan cara demikian kita dapat membantu mereka menemukan jalan keluar dari tekanan dan stres, yang mungkin dapat menuntun mereka kepada Kristus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TEMUKAN PERAN ANDA DALAM GEREJA TUHAN

Bahan renungan:

1 Korintus 12:27 Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.

Adalah tipu daya iblis jika Anda merasa tidak ada tempat yang cocok bagi Anda di dalam sebuah gereja. Adalah tipu daya iblis jika Anda berpikir bahwa Anda terlalu tua atau terlalu muda untuk melayani di sebuah gereja. Adalah tipu daya iblis jika Anda mengira bahwa Anda tidak cukup mampu untuk terlibat di dalam sebuah gereja.

(Baca juga: LEBIH BAIK BERGUMUL DI DALAM RUMAH TUHAN)

Faktanya, setiap orang percaya, itu berarti melibatkan Anda dan saya, adalah anggota atau bagian dari tubuh Kristus (gereja Tuhan). Dalam 1 Korintus 12, Rasul Paulus meneguhkan kita semua bahwa setiap kita memiliki peran di dalam gereja. Setiap kita memiliki peran di dalam Kerajaan Sorga.

(Baca juga: CARA MELEPASKAN KUASA YANG TUHAN BERIKAN)

Libatkan diri Anda di gereja tempat Anda bertumbuh. Jangan hanya datang ke gereja untuk berjemaat. Mulailah mengambil satu langkah lebih maju, terlibatlah. Perhatikan apa yang perlu diperbaiki di dalam gereja Anda dan mulailah mengambil bagian untuk memperbaiki bagian tersebut. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

LEBIH BAIK BERGUMUL DI DALAM RUMAH TUHAN

Bahan renungan:

Yesaya 37:1 Segera sesudah raja Hizkia mendengar itu, dikoyakkannyalah pakaiannya dan diselubunginyalah badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah Tuhan.

Saya percaya rumah Tuhan, dalam konteks ini adalah gereja Tuhan, adalah tempat bertumbuh bagi anak-anak Tuhan. Tempat yang paling aman yang Tuhan ciptakan untuk semua orang percaya. Kita belajar mengenai Tuhan dan dituntun semakin dewasa di dalam rumah Tuhan.

(Baca juga: ATUR EMOSI KITA SEBELUM EMOSI MENGATUR HIDUP KITA)

Tidak dapat dipungkiri, sekalipun kita sering ke gereja, kita tetap menghadapi masalah di dalam hidup kita. Terkadang, masalah-masalah tersebut, pada awalnya, mengalihkan fokus kita dari Tuhan, dan kemudian membawa kita ke dalam lubang dosa. Di saat itulah pikiran dan hati kita mulai kacau, dan tidak sedikit orang yang meninggalkan rumah Tuhan karena rasa tertuduh dan rasa bersalah.

Hari ini saya ingin kita menyadari bahwa jauh lebih baik kita bergumul di dalam rumah Tuhan dari pada di luar sana, di tempat yang tidak jelas. Di dalam rumah Tuhan, ada orang-orang yang ingin membantu kita bangkit kembali, meski tidak dapat disangkal akan ada juga orang-orang yang menatap sinis.

Namun, jauh lebih baik di dalam rumah Tuhan. Kita dapat mendengar kebenaran yang meneguhkan kita, ada para pemimpin yang berjaga-jaga terhadap hidup kita, ada rekan-rekan seiman yang mengingatkan dan meneguhkan setiap kali kita dihantui oleh rasa bersalah atau tertuduh.

(Baca juga: TUHAN PERINTAHKAN MALAIKATNYA MENJAGA KITA (MAZMUR 91:11-13))

Ibrani 10:25 mengingatkan agar kita tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah. Saya percaya gereja Tuhan adalah “tempat pelarian” yang paling tepat ketika kita sedang bergumul. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

ATUR EMOSI KITA SEBELUM EMOSI MENGATUR HIDUP KITA

Bahan renungan:

Ayub 15:12 Mengapa engkau dihanyutkan oleh perasaan hatimu dan mengapa matamu menyala-nyala …

Dalam satu waktu kita mungkin saja dapat merasakan senang atau sedih, bergairah atau patah semangat. Meskipun perasaan terkadang menuntut dituruti, kita tidak harus membiarkan perasaan-perasaan tersebut menguasai hidup kita.

(Baca juga: AYAT TERMANIS DI ALKITAB)

Kita dapat belajar mengatur emosi kita, sebelum emosi kita mengatur hidup kita. Hal itu merupakan salah satu kebenaran penting yang saya pelajari sejak saya menjadi orang percaya. Pada saat kita dapat menguasai emosi kita, terutama emosi negatif, kita dapat menikmati kehidupan yang Tuhan anugerahkan kepada kita secara konsisten.

Kalau kita membangun sebuah kebiasaan untuk bertindak berdasarkan perasaan, jangan heran jika hidup kita naik turun, dan maju mundur. Perasaan kita tidak menentu, itu sebabnya hidup kita juga jadi tidak menentu jika kita mengikutinya.

Suatu hari ada seorang pria ditinggal oleh kekasihnya. Pria ini membiarkan dirinya berlarut-larut dalam kesedihan, kekecewaan, dan kemarahan. Akibatnya, pria ini depresi, hatinya penuh kepahitan, dan mengalami kesulitan untuk melihat bahwa Tuhan menyediakan pemulihan dan teman hidup yang lain bagi dirinya. Di tengah perasaannya yang tidak menentu, pria ini memilih bunuh diri.

Kejadian di atas ada di sekitar kita. Ketika seseorang membiarkan dirinya dituntun oleh perasaan, dampaknya, perlahan tetapi pasti, dapat menjadi sangat mengerikan.

(Baca juga: BERGAUL DENGAN ORANG YANG TEPAT DAPAT MENGUBAH HIDUP ANDA)

Namun bersyukurlah kita memiliki kebenaran Firman Tuhan, sehingga kita dapat membuat keputusan dan bertindak tidak hanya berdasarkan perasaan, melainkan berdasarkan kebenaran yang kita percayai. Tuhan akan senantiasa memberikan kita kekuatan ketika kita bergerak berdasarkan kebenaran-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

AYAT TERMANIS DI ALKITAB

Bahan renungan:

Lukas 19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Bagi saya, ayat di atas adalah ayat termanis yang ada Alkitab. Dalam sebuah kalimat yang pendek, Lukas 19:10 menceritakan kepada kita mengenai alasan mengapa Yesus datang ke dunia. Dia datang untuk sebuah tujuan dan pekerjaan, yaitu untuk mencari dan menyelamatkan setiap orang berdosa.
Yesus tidak datang untuk menghukum atau menghakimi orang berdosa, melainkan untuk memberikan kehidupan yang kekal.
Melalui ayat di atas, sungguh tidak sulit untuk mengerti dam memahami isi hati Tuhan. Hati-Nya hanya berisi Anda dan saya, orang-orang berdosa. Dan, adalah keinginan Tuhan untuk melihat anak-anak-Nya senantiasa dalam keadaan yang baik.
Jika mencari dan menyelamatkan orang berdosa menjadi misi utama Yesus, sebagai orang percaya, kita juga perlu menjadikan hal tersebut sebagai misi utama hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

KEKUATAN DARI BERHARAP

Bahan renungan:

Roma 8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?

Kebanyakan orang tidak menyadari kekuatan dari berharap. Terkadang beberapa orang mengatakan, “Saya harap begitu,” sebagai ekspresi hampir menyerah terhadap situasi. Padahal pengharapan adalah pemicu iman, dan iman adalah satu-satu “alat” untuk menerima janji Tuhan.

(Baca juga: TUHAN SETIA TERHADAP JANJINYA UNTUK MENYELAMATKAN KITA)

Sebelum iman beroperasi, kita perlu berharap. Berharap adalah langkah awal sebelum kita beriman. Sebelum seseorang benar-benar percaya kabar baik mengenai keselamatan, dia perlu berharap terlebih dahulu bahwa hal tersebut benar adanya.

Sebelum kita percaya kita sembuh, kita perlu memiliki pengharapan akan kesembuhan.

Terkdang orang-orang yang berharap terkecoh dengan perkataan, “Kita tidak dapat sembuh jika hanya berharap, kita perlu percaya.”

Faktanya, ada langkah menuju iman, yaitu berharap. Mustahil kita dapat beriman jika kita tidak memiliki pengharapan. Dalam salah satu perumpamaan, Yesus menceritakan ini, “Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” Perkataan itu menunjukkan ada langkah-langkah sebelum menuai.

Sebelum kita dapat percaya seratus juta rupiah, kita perlu belajar percaya satu juta rupiah. Sebelum kita percaya satu juta rupiah itu, kita perlu mengharapkan hal tersebut.

(Baca juga: KEINGINAN DAGING HANYA AKAN MENUNTUN ANDA KEPADA MAUT)

Mari latihlah diri kita untuk memiliki pengharapan. Bukan sekadar mengharapkan sesuatu yang kita inginkan, tetapi mengharapkan janji Tuhan terjadi. Karena, Firman Tuhan menjamin bahwa janji Tuhan YA dan AMIN bagi hidup kita. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.