BAPA INGIN KITA HIDUP DI BUMI SEPERTI DI SORGA

Bahan renungan:

Kejadian 27:28 Tuhan akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah.

Banyak anak Tuhan yang berpikir, “Tidak masalah hidup susah dan sakit-sakitan selama hidup di Bumi, yang penting di Sorga nanti saya hidup enak.” Padahal Tuhan bukan hanya menjanjikan berkat dan kesehatan di Sorga, tetapi juga di Bumi.

(Baca juga: GANJARAN KERENDAHAN HATI DAN TAKUT AKAN TUHAN)

Ya, Tuhan menyediakan semua itu untuk kita nikmati di Bumi. Bukankah itu tujuan Yesus datang? Supaya kita mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10). Saya tidak bermaksud membuat kita merasa tertuduh. Saya hanya ingin kita mengerti apa yang Firman Tuhan janjikan bagi hidup kita selama ada di dunia ini.

Seperti seorang ayah yang melepas anaknya sekolah di luar negeri. Saya yakin sang ayah akan memastikan segala kebutuhan sang anak terpenuhi selama dia melakukan kegiatan belajar di luar negeri. Sama halnya seperti Anda dan saya. Bukankah hidup kita hanya sementara di dunia ini? Suatu hari kita akan kembali ke rumah Bapa kita. Sementara kita ada di dunia, Bapa Sorgawi memastikan segala kebutuhan kita terpenuhi, seperti kesehatan, berkat, dan kelimpahan.

Bahkan, Bapa menganugerahkan kita nama Yesus yang berkuasa, supaya kita memiliki otoritas untuk menolak setiap hal buruk yang terjadi di dalam hidup kita. Bapa ingin memastikan kita hidup di dalam kebaikan dan kemurahan-Nya selama kita ada di Bumi ini.

(Baca juga: KITA PERLU MEMPRIORITASKAN KEBENARAN)

Mengapa penting bagi kita mengetahui hal di atas? Agar kita tahu apa yang menjadi hak kita sebagai orang percaya. Sehingga, ketika iblis datang dengan tipu dayanya, kita tidak terpedaya, melainkan dapat berdiri teguh di atas janji Tuhan. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

GANJARAN KERENDAHAN HATI DAN TAKUT AKAN TUHAN

Bahan renungan:

Amsal 22:4 Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.

Jika kita mengharapkan kekayaan, kehormatan, dan kehidupan di dalam hidup kita, Alkitab mengatakan bahwa kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah dua kunci utamanya.

(Baca juga: TUHAN TIDAK LAGI MENGHUKUM ORANG BERDOSA)

Alkitab sama sekali tidak menghubungkan kekayaan, kehormatan, dan kehidupan dengan kerja keras atau hal-hal yang bersifat material, melainkan dengan karakter dan sikap hati kita kepada Tuhan.

Saya percaya, kedua hal di atas adalah keputusan yang perlu kita ambil setiap hari. Kerendahan hati dan takut akan Tuhan bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja di dalam hidup kita. Kita perlu memutuskan untuk hidup dalam kerendahan hati dan takut akan Tuhan.

Pada saat ada pelanggan kita yang mengkritik barang dagangan kita, dengarkan kritik tersebut dan berubahlah menjadi lebih baik. Ketika atasan kita menegur kinerja kita, jangan lantas membela diri, dengarkan dan berubahlah menjadi lebih baik. Ketika pasangan kita mengoreksi keputusan kita, jangan lantas marah dan mengungkit kesalahan pasangan kita, dengarkan dan berubahlah menjadi lebih baik.

(Baca juga: KEHIDUPAN YANG BURUK DAPAT MENJADI BERKAT)

Ketika ada pilihan-pilihan besar di dalam hidup kita, buatlah keputusan-keputusan berdasarkan kebenaran Firman Tuhan. Catat ini, kita tidak akan pernah menjadi nomor dua pada saat kita menjadikan Tuhan yang pertama dalam setiap keputusan kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TUHAN TIDAK LAGI MENGHUKUM ORANG BERDOSA

Bahan renungan:

Roma 8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Salah satu sifat dosa yang paling mengerikan adalah membuat kita ingin dihukum. Contohnya, pada saat seseorang menyembunyikan dosa dan suatu kali dosa tersebut ketahuan, orang itu cenderung akan berkata dalam hati, “Duh, kira-kira saya akan dijatuhi hukuman apa?”

(Baca juga: JANGAN GENGSI UNTUK MINTA TOLONG)

Teman, saya ingin mengatakan bahwa segala dosa kita, yang dulu, sekarang, dan yang bahkan belum kita lakukan, sudah sepenuhnya ditanggung oleh Yesus 2000 tahun lalu. Yesus sudah membayar lunas hutang dosa kita. Itu berarti, Tuhan tidak akan menghukum kita lagi. Sungguh sebuah fakta yang mengejutkan, tetapi itulah kebenaran yang Firman Tuhan katakan.

Dalam Ibrani 10:14 ditegaskan, “Sebab oleh satu korban saja, Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.” Dosa kita sudah dihapuskan sepenuhnya. Darah Yesus telah menyempurnakan kita untuk selama-lamanya. Tuhan tidak lagi marah dan menghukum kita. Sebaliknya, Dia sangat mengasihi kita.

Tidak peduli seberapa dalam kita terjatuh atau seberapa jauh kita meninggalkan-Nya, kasih-Nya yang besar selalu mencari kita.

“Apakah ini berarti kita bebas berbuat dosa?” Tentu saja tidak. Sekalipun Tuhan tidak lagi menghukum orang percaya, berbuat dosa tetap memberi celah bagi iblis untuk merusak hidup kita. Yohanes 10:10 mengatakan, bahwa pencuri datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Sangat bodoh jika kita menyerahkan hidup kita kepada dosa, karena dosa akan menghancurkan hidup kita.

Saya ingin kita menyadari bahwa Tuhan adalah kasih. Hal pertama yang kita temui ketika bertemu dengan Pribadi-Nya adalah kasih-Nya. Tuhan bukanlah Pribadi yang datang dengan jari yang teracung. Dia selalu datang dengan tangan terbuka yang memeluk kita.

(Baca juga: HENDAKLAH KITA MURAH HATI, SEPERTI BAPA SORGAWI)

Ketika kita jatuh di dalam dosa, Tuhan tidak akan menjauhi atau menghukum kita, justru Dia akan mendekat dan mengangkat hidup kita. Bagian kita adalah membuka diri terhadap Tuhan dan kebenaran-Nya, sehingga kita dapat dipulihkan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

JANGAN GENGSI UNTUK MINTA TOLONG

Bahan renungan:

Markus 5:22-23 Datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”

Lima bulan terakhir saya bertemu banyak sekali teman baru dari berbagai belahan dunia. Salah satunya dari Swedia. Teman saya bercerita, salah satu budaya orang Swedia adalah hidup individual dan enggan meminta tolong kepada orang lain, meskipun mereka sangat membutuhkannya. Mereka segan minta tolong bukan karena sungkan, tetapi gengsi. Whaaat?!

(Baca juga: HENDAKLAH KITA MURAH HATI, SEPERTI BAPA SORGAWI)

Saya teringat dengan kisah mengenai Yairus. Firman Tuhan mengatakan Yairus adalah seorang kepala rumah ibadat, jabatan yang cukup tinggi pada zaman itu. Suatu ketika, anak perempuannya sakit dan hampir mati. Tanpa gengsi sedikit pun, Yairus tersungkur meminta pertolongan kepada Yesus di hadapan semua orang. Sungguh sikap rendah hati yang mengagumkan, terlepas dari situasi Yairus yang sangat terjepit.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sedang dalam kondisi membutuhkan pertolongan? Tuhan tidak merancangkan perjalanan hidup Anda untuk Anda jalani sendiri. Anda butuh pertolongan orang lain.

Jangan salah mengartikan tulisan saya di atas. Yang saya maksud mencari pertolongan bukan berarti jika Anda membutuhkan uang, sesegera mungkin Anda mencari pinjaman. Bukan itu! Yang saya maksud adalah ceritakan masalah keuangan Anda kepada seseorang yang Anda percayai dan tanyakan kepada orang tersebut bagaimana seharusnya Anda mengatur keuangan Anda. Terkait dengan pendapatan, Anda dapat bertanya mengenai hal-hal yang perlu Anda perbaiki sehingga klien bisnis atau atasan Anda semakin puas dengan kinerja Anda.

Juga, jika Anda mengalami masalah dalam hubungan, terutama pernikahan, jangan sungkan untuk terbuka kepada seseorang yang Anda percayai. Tanyakan karakter apa yang perlu Anda ubah agar hubungan Anda dengan pasangan dapat dipulihkan.

Dibutuhkan hati yang mau belajar dan telinga yang mau mendengar untuk meminta pertolongan kepada orang lain.

(Baca juga: MENCARI HIKMAT DARI SANG SUMBER HIKMAT)

Buah dari kerendahan hati Yairus sangatlah luar biasa. Anaknya dibangkitkan. Saya percaya, ketika Anda merendahkan diri untuk belajar dan mendengarkan kebenaran Firman Tuhan, hasilnya adalah jalan keluar yang Anda butuhkan untuk setiap masalah yang Anda hadapi. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

HENDAKLAH KITA MURAH HATI, SEPERTI BAPA SORGAWI

Bahan renungan:

Lukas 6:36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.

Murah hati adalah salah satu sifat dari Tuhan. Dia adalah Tuhan yang tidak pernah menahan kebaikan-Nya dan Tuhan yang senantiasa menyediakan yang terbaik bagi kita yang dikasihi-Nya. Sebagai anak-anak-Nya, penting bagi kita untuk mencerminkan karakter Bapa kita di Sorga.

(Baca juga: TUHAN TAHU GAMBARAN BESAR MENGENAI HIDUP KITA)

Murah hati tidak hanya berbicara mengenai memberikan uang atau barang, tetapi juga tenaga dan waktu. Ketika ada seseorang yang membutuhkan bantuan, entah apa pun itu, kita terdorong untuk terlibat di dalamnya.

Mumpung kita sedang membahas topik mengenai murah hati, hari ini saya ingin memberikan apresiasi sebesar-besarnya bagi para donatur yang selama ini begitu murah hati kepada blog hagahtoday. Saya tidak dapat menyebutkan satu per satu nama mereka, tetapi Anda dapat melihatnya nama-nama mereka di tautan ini — donatur

Pemberian para donatur di atas telah memungkinkan blog ini berjalan tanpa gangguan iklan yang tidak jelas. Kemurahan hati mereka telah memberikan dampak positif, bukan hanya bagi segelintir orang, tetapi bagi semua orang yang membaca blog ini. Saya merasa memiliki rekan sekerja dalam memberitakan kebenaran melalui blog ini. Sekali lagi, saya sangat bersyukur.

(Baca juga: SEKALIPUN DUNIA SEDANG KRISIS, ANAK TUHAN AKAN TETAP NAIK)

Jadilah orang yang murah hati, bukan mementingkan diri sendiri. Dunia ini membutuhkan lebih banyak orang yang mau berbagi dengan sesamanya. Dengan cara itulah, nama Yesus dapat disebarkan dan dimuliakan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TUHAN TAHU GAMBARAN BESAR MENGENAI HIDUP KITA

Bahan renungan:

Mazmur 33:11 … tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.

Sangat lega rasanya mengetahui bahwa Tuhan merancangkan sesuatu untuk hidup kita. Saya percaya, rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan. Saya percaya, rancangan-Nya memberikan saya masa depan yang penuh dengan harapan.

(Baca juga: JIKA ANDA GAGAL, COBA LAGI DENGAN CARA TUHAN)

Tuhan memiliki gambaran besar mengenai kehidupan kita. Dia tahu awal dan akhir hidup kita, dan Dia ciptakan semuanya indah.

Di sisi lain, kita tidak tahu apa yang ada di depan kita. Kita hanya dapat mereka-reka apa yang ada di depan kita. Terkadang, hal tersebut mengganggu, terutama ketika tantangan datang.

Tidak tahu dengan Anda, tetapi saya pernah merasa sangat kuatir dan takut seolah tidak harapan di hari depan. Namun, saat saya kembali mengingat bahwa rancangan Tuhan atas hidup saya indah, rasa takut dan kuatir itu perlahan menghilang, dan berganti dengan damai sejahtera dan sukacita.

Ya, Tuhan tahu apa yang kita tidak ketahui di depan sana. Tuhan mengetahui gambaran besar atas hidup kita. Itu sebabnya, berkali-kali Tuhan senantiasa ingin kita untuk percaya kepada-Nya dan kebenaran-Nya.

Ketika kita mengalami kesulitan ekonomi, jangan menyerah. Ketika dokter angkat tangan atas penyakit kita, jangan berhenti berharap. Ketika terjadi perpecahan di dalam hubungan kita, bersabarlah. Masalah bukanlah akhir dari segalanya. Selama kita mengandalkan Tuhan, hal-hal luar biasa menanti di depan kita. Hal yang mustahil, mungkin terjadi.

(Baca juga: AKANKAH ORANG LAIN MENEMUKAN “EMAS” KETIKA MENGGALI HIDUP KITA?)

Saya menggambarkan hidup saya seperti orang buta yang perlu dituntun untuk melangkah. Tuhanlah yang menuntun Anda, saya, dan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Bagian kita adalah bersandar sepenuhnya kepada setiap perkataan dan jalan-jalan-Nya yang ajaib. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

JIKA ANDA GAGAL, COBA LAGI DENGAN CARA TUHAN

Bahan renungan:

Mazmur 25:10 Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.

Kegagalan adalah hal yang menyebalkan. Saya tidak suka gagal, tetapi tidak dapat dipungkiri, dalam banyak hal, saya mengalami kegagalan, dan kegagalan mengajarkan saya banyak hal yang baik.

(Baca juga: ANDA PERLU MENDENGARKAN FIRMAN TUHAN JIKA INGIN BERUBAH)

Kegagalan membuat saya mengerti, bahwa seandainya saya melakukan hal yang sama dengan cara yang berbeda, yaitu cara Tuhan, saya akan menghemat waktu dan tenaga saya. Kegagalan membuat saya sadar bahwa cara saya bukanlah cara yang terbaik. Cara saya dapat berhasil dan dapat gagal, tidak ada yang dapat menjaminnya. Namun, cara Tuhan tidak pernah gagal, karena Dia sendiri yang menjamin itu pasti berhasil.

Jika hari ini Anda gagal dalam suatu hal, jangan menyerah. Coba lakukan lagi, tetapi kali ini dengan cara Tuhan. Cara Tuhan yang saya maksud adalah segala sesuatu yang Anda lakukan berdasarkan kebenaran-Nya.

(Baca juga: BAGIAN KITA MENYATAKAN KASIH TUHAN, BUKAN MENGHAKIMI ATAS NAMA TUHAN)

Jadi, langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencari tahu kebenaran mengenai situasi yang sedang Anda hadapi, lalu langkah berikutnya, bertindak berdasarkan hal tersebut. Roma 9:6a mengatakan, “Akan tetapi Firman Allah tidak mungkin gagal.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.