TUJUAN HIDUP KITA LEBIH BESAR DARI SEKADAR HIDUP UNTUK DIRI SENDIRI

Bahan renungan:

Mazmur 73:28 Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan Allah, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.

Setiap orang yang lahir dari Tuhan, atau dengan kata lain, telah mengalami kelahiran baru, memiliki kuasa kebangkitan di dalam dirinya untuk melakukan perkara-perkara ajaib bagi Kerajaan Sorga. Firman Tuhan mengatakan, kita dipanggil dari gelap kepada terang-Nya yang ajaib untuk memberitakan perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar.

(Baca juga: “KUATKANLAH DAN TEGUHKANLAH HATIMU”)

Adalah sebuah fakta yang tidak dapat kita hindari bahwa kita, orang-orang yang percaya, adalah saluran kasih, kebenaran, berkat, dan kuasa Tuhan bagi dunia ini. Dunia melihat dan bertemu dengan kasih Yesus melalui kehidupan yang ditunjukkan oleh orang-orang percaya.

(Baca juga: ANDA ADALAH MUKJIZAT YANG TUHAN KIRIM UNTUK KELUARGA ANDA)

Itu adalah tujuan utama Tuhan menyelamatkan hidup kita. Kita dipulihkan untuk memulihkan dan kita diberkati untuk memberkati. Tuhan memberikan tujuan hidup yang baru bagi kita, yang lebih besar dari sekadar hanya hidup untuk diri sendiri. (penulis: @mistermuryadi)

ANDA TIDAK PERNAH TERLALU TUA UNTUK MENJADI BERKAT

Bahan renungan:

Keluaran 7:7 Adapun Musa delapan puluh tahun umurnya dan Harun delapan puluh tiga tahun, ketika mereka berbicara kepada Firaun.

Dua orang kakek berjalan kaki melintasi padang gurun, menyambangi Firaun, untuk membebaskan dua juta orang Israel hanya dengan bermodalkan sebuah tongkat. Betapa dahsyatnya kisah itu.

(Baca juga: PERAN PENTING ORANG PERCAYA DI DUNIA INI)

Ayat di atas mengingatkan saya bahwa kita tidak pernah terlalu tua untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Kita tidak pernah terlalu tua, atau terlalu muda, untuk melakukan sesuatu yang besar di dalam nama Yesus. Usia bukanlah masalah bagi Tuhan selama kita mau memberikan diri menjadi saluran berkat, kasih, dan kuasa Tuhan.

Saya teringat sebuah kisah seorang nenek asal Kenya berusia 90 tahun bernama Priscilla Sitienei yang merupakan murid sekolah dasar tertua di dunia. Ada dua alasan mengapa Priscilla memutuskan sekolah. Pertama, karena dia ingin membaca Alkitab. Kedua, karena dia ingin menginspirasi para remaja di negaranya untuk sekolah. “Saya ingin mengatakan kepada seluruh anak di dunia, terutama perempuan, bahwa pendidikan akan menjadi kekayaan kita,” ucapnya.

Kisah Priscilla sangat memberkati hidup saya. Tanpa dia sadari, keputusan sederhana yang dia lakukan telah menginspirasi dunia untuk terus belajar. Saya percaya setiap kita dapat melakukan hal yang sama. Menjadi berkat dan inspirasi bagi banyak orang di luar sana.

(Baca juga: HARAPAN ANDA PENTING, TETAPI CARA MERAIHNYA JUGA PENTING)

Tidak peduli berapa pun usia kita saat ini, selama kita masih bernapas, selama kita mau berkarya bagi Kerajaan Sorga, kita dapat menjadi berkat. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

KEHIDUPAN YANG BURUK DAPAT MENJADI BERKAT

Bahan renungan:

Galatia 1:23-24 Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya. Dan mereka memuliakan Allah karena aku.

Ayat di atas bercerita mengenai Paulus, seseorang yang pernah memiliki kehidupan kelam sebagai penganiaya orang percaya. Pertemuannya dengan Yesus, saat dalam perjalanan ke Damsyik, mengubah segalanya. Setelah peristiwa supranatural itu, Paulus tidak lagi dikenal sebagai penganiaya, melainkan seorang rasul yang memberikan nyawanya bagi Injil Kasih Karunia. Luar biasa!

(Baca juga: PUJIAN KECIL YANG MEMBERI DAMPAK BESAR)

Hari ini saya ingin meneguhkan kita semua bahwa kehidupan kita yang buruk dapat menjadi sesuatu yang sangat dahsyat di tangan Tuhan. Tuhan dapat memakai hidup kita yang kelam untuk membawa banyak orang kepada Yesus. Setiap kali Paulus menginjil, dia menjadikan masa lalunya sebagai sebuah kesaksian yang mendatangkan kemuliaan bagi nama Yesus. Saya sering menuliskan di dalam blog hagahtoday.com, bahwa tidak ada orang yang terlalu rusak untuk dipakai oleh Tuhan. Bahkan faktanya, hampir semua tokoh hebat di dalam Alkitab pernah memiliki masa lalu yang buruk.

Jika hari ini kita mengalami sesuatu yang buruk di dalam hidup, jangan takut. Sama seperti Paulus, saat kita meninggalkan hal buruk tersebut demi Yesus, Yesus dapat memakai hidup kita yang lama menjadi berkat bagi banyak orang di masa mendatang.

(Baca juga: HAL YANG BURUK TIDAK AKAN MENIMPA ORANG PERCAYA)

Satu hari, ketika kita sudah berjalan sangat jauh bersama Tuhan dan kita menengok ke belakang, kita dapat dengan bangga mengatakan, “Terima kasih Tuhan, hidupku yang dulu rusak kini menjadi sebuah kesaksian yang membawa banyak orang memuliakan-Mu.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

DUA HAL INI DAPAT MENGUNGKAP SIAPA ANDA SESUNGGUHNYA

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 15:8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita …

Satu hal penting ini perlu kita tahu bahwa Tuhan mengenal hati manusia. Dia tahu siapa kita yang sesungguhnya. Dia tahu apa yang kita lakukan di saat tidak ada seorang pun yang melihat. Puji Tuhan, Dia tetap memilih untuk mengasihi kita terlepas dari segala sesuatu yang kita perbuat.

(Baca juga: TUHAN SETIA MEMBERIKAN KITA KESEMPATAN UNTUK HIDUP YANG LEBIH BAIK)

Hari ini saya ingin membahas mengenai dua hal yang dapat mengungkapkan karakter kita dan hubungan kita dengan Tuhan. Yang pertama adalah cara kita memperlakukan orang lain, dan yang kedua, adalah keinginan hati kita.

Di depan orang lain, kita dapat memuji diri kita setinggi langit, kita dapat menceritakan kepada sebanyak mungkin orang mengenai kehebatan yang pernah kita lakukan, agar membuat orang lain terkesan. Namun, siapa kita yang sesungguhnya dapat terlihat dari cara kita memperlakukan orang lain dan dari keinginan-keinginan kita, bukan dari hal-hal yang kita ceritakan kepada orang lain.

Saya pernah bertemu seorang pemimpin gereja yang pandai berkhotbah, tetapi sangat buruk memperlakukan pelayan di rumahnya. Saya juga pernah bertemu dengan seorang pelayan gereja yang sangat aktif, tetapi keluarganya mengenal dirinya sebagai orang yang sangat materialistis. Bagaimana mungkin demikian?

Yesus adalah Pribadi yang sama, baik ketika Dia sedang sendiri ataupun di keramaian. Kita dapat mengatakan Yesus sangat baik bukan hanya dari apa yang Dia telah lakukan bagi kita, tetapi juga dari apa yang Dia inginkan dan harapkan bagi kita.

Saya menulis hal di atas bukan untuk menuduh atau menyudutkan, melainkan agar kita tahu di mana kita berada sekarang, dan ke mana kita harus melangkah selanjutnya.

Bagi saya, jika kita tahu bahwa diri kita dalam kondisi yang tidak benar atau tidak baik, adalah hal yang baik bagi kita jika kita mengubahnya. Perlahan, tapi pasti. Kitalah yang akan paling diuntungkan ketika kita berubah semakin serupa dengan Kristus.

(Baca juga: ANDA TIDAK HARUS TAKUT SAAT MENGHADAPI MASALAH)

Saya percaya Tuhan ingin hidup kita selaras dengan kebenaran-Nya. Kebenaran-Nya jangan hanya sebatas kita ucapkan melalui mulut kita, tetapi kita hidupi, sehingga menjadi satu bagian dengan diri kita. Agar ketika orang lain mengenal kita, mereka melihat Kristus nyata di dalam kehidupan kita, sehingga mereka dapat merasakan kasih Tuhan dan diberkati melalui hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

DOA DAN NUBUAT BAGI KITA DI TAHUN 2018

Bahan renungan:

Bilangan 6:23-27 “Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.”

Hari ini, ijinkan saya berdoa dan bernubuat untuk Anda. Saya percaya tahun 2018 adalah tahun yang spesial bagi setiap orang percaya. Mari, berdoalah bersama saya dengan cara membaca doa di bawah ini. Anda dapat mengganti kata “kami” dengan kata “saya”, atau nama Anda, jika Anda mau.

(Baca juga: SEKALIPUN DUNIA SEDANG KRISIS, ANAK TUHAN AKAN TETAP NAIK)

“Bapa adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan jika hari ini kami dapat berada di dalam hadirat-Mu. Kami mengucap syukur untuk segala yang baik yang Engkau sediakan bagi kami.

Kami percaya, Engkau memiliki rencana dan tujuan yang besar bagi setiap orang di tempat ini.

Engkau yang membuat padang gurun menjadi tempat yang penuh penyediaan. Engkau yang membuat badai menjadi sesuatu yang tidak menakutkan bagi kami. Engkau yang membuat kami yang berdosa menjadi para pahlawan yang gagah perkasa.

Kami percaya, Engkau pasti membuka pintu-pintu kesempatan bagi setiap kami dalam bisnis, pekerjaan, studi, keluarga dan segala sesuatu yang kami kerjakan di dalam Kristus.

Engkau juga yang memulihkan setiap hubungan yang rusak (suami dengan istri, orangtua dengan anak) dan meneguhkan setiap hati yang terluka. Kau gantikan dengan damai dan sukacita.

Bapa, kami tahu bahwa tidak ada yang terlalu berat untuk-Mu. Kami bersyukur mengetahui Engkau ada di pihak kami, mengasihi kami dan memelihara kehidupan kami. Engkau adalah Gembala Yang Baik, yang senantiasa menginginkan kami hanya menikmati semua yang terbaik.

Kami percaya tahun ini akan menjadi tahun kemenangan, tahun promosi, tahun percepatan, tahun di mana kami dibebaskan dari setiap kecanduan dan ikatan yang menghalangi kami untuk semakin dekat dengan Tuhan.

Tidak peduli apa pun situasi yang kami akan hadapi di depan nanti, satu hal yang kami tahu, kami diciptakan untuk menjadi lebih dari pemenang.

Kami mendeklarasikan bahwa kami adalah orang-orang yang diberkati untuk menjadi berkat bagi banyak orang, dan apa pun yang kami kerjakan di dalam Kristus pasti berhasil.

(Baca juga: MAKNA MENGUCAPKAN “DI DALAM NAMA YESUS, AMIN” SAAT BERDOA)

Kami bergairah menyambut tahun yang baru di dalam nama Tuhan Yesus.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MENINGGALKAN JEJAK IMAN

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 13:22 “Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendakKu.”

Sampai hari ini nama Raja Daud sangatlah harum. Perjalanan iman Daud bersama dengan Tuhan meninggalkan jejak yang berharga bagi kita semua.

(Baca juga: CARA MENANG TERHADAP KRISIS)

Semua orang pasti akan meninggal suatu hari nanti. Yang menjadi masalah, setelah kita meninggal, jejak seperti apa yang kita tinggalkan?

Tokoh-tokoh Alkitab seperti Daniel, Musa, Paulus, Petrus, Yohanes dan juga para tokoh kebangunan rohani seperti Smith Wigglesworth, Corrie Ten Boom, dan David Livingstone, meninggalkan jejak yang sangat berharga untuk kita. Jejak iman mereka membuat kita dapat melihat kedahsyatan Tuhan.

Saya berikan contoh. Musa membelah Laut Merah dan apa yang dia lakukan dikenang sampai ribuan tahun. Paulus memutuskan untuk memberikan hidupnya bagi Kristus dan hal tersebut menginspirasi banyak orang untuk mengikut Kristus. Daniel berani mempertahankan imannya sekalipun dilempar ke kandang singa, dan keteguhannya diingat sampai hari ini.

(Baca juga: JANGAN TAKUT AKAN HARI ESOK)

Teman, jangan hidupi hidup kita hanya sekadarnya saja, apalagi jika kita hidup dengan cara yang sembarangan. Hiduplah sebagaimana Tuhan memanggil kita, yaitu menjadi garam dan terang dunia, menjadi kepala bukan ekor, sehingga suatu hari nanti, sekalipun kita sudah tiada, dunia masih dapat melihat jejak iman kita dan jejak tersebut menjadi berkat dan menginspirasi bagi banyak orang. (penulis: @mistermuryadi)

KITA ADALAH GARAM DAN TERANG BAGI DUNIA YANG TAWAR DAN GELAP

Bahan renungan:

Yohanes 15:19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.

Pada saat seseorang memutuskan percaya kepada Yesus, saat itu juga kewarganegaraannya berubah, dari warganegara dunia menjadi warganegara Kerajaan Sorga.

(Baca juga: AKANKAH ORANG LAIN MENEMUKAN “EMAS” KETIKA MENGGALI HIDUP KITA?)

Ya benar, kita masih hidup di dunia, tetapi kita tidak berasal dari dunia. Untuk menggambarkan hal tersebut saya akan berikan ilustrasi mengenai ikan laut. Ikan laut menetas, bertumbuh, dan berkembang biak di dalam air laut yang asin. Luar biasanya, sekalipun habitat mereka asin, daging mereka tidak menjadi asin. Sebaliknya, ikan laut terkenal dengan gizi dan kelezatannya. Lingkungan tidak memengaruhi mereka.

Saya percaya seperti itulah seharusnya kehidupan orang percaya di dunia ini. Kita hidup di dunia, tetapi kita tidak ikut arus dunia. Kita lahir, tumbuh dan berkembang biak di dunia, tetapi kita tidak menjadi sama dengan dunia. Justru, kehidupan kita menjadi garam dan terang bagi dunia yang tawar dan gelap ini.

Sebagai warganegara Kerajaan Sorga, semestinya kita hidup seperti Sang Raja, yaitu penuh kasih, mengamalkan kebenaran, menunjukkan sukacita, dan memperlihatkan hidup yang penuh dengan pengharapan kepada sekeliling kita.

(Baca juga: TENANG, DI DALAM YESUS, KEGAGALAN BUKAN AKHIR SEGALANYA)

Teman, suka atau tidak suka, setiap orang percaya adalah duta Kerajaan Sorga bagi dunia ini. Dunia menilai kita melalui gaya hidup yang kita jalani. Setiap kita memiliki kesempatan, dan sekaligus kehormatan, untuk menjadi berkat bagi banyak orang, untuk menuntun mereka kepada Kristus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.