DOA DAN NUBUAT BAGI KITA DI TAHUN 2018

Bahan renungan:

Bilangan 6:23-27 “Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.”

Hari ini, ijinkan saya berdoa dan bernubuat untuk Anda. Saya percaya tahun 2018 adalah tahun yang spesial bagi setiap orang percaya. Mari, berdoalah bersama saya dengan cara membaca doa di bawah ini. Anda dapat mengganti kata “kami” dengan kata “saya”, atau nama Anda, jika Anda mau.

(Baca juga: SEKALIPUN DUNIA SEDANG KRISIS, ANAK TUHAN AKAN TETAP NAIK)

“Bapa adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan jika hari ini kami dapat berada di dalam hadirat-Mu. Kami mengucap syukur untuk segala yang baik yang Engkau sediakan bagi kami.

Kami percaya, Engkau memiliki rencana dan tujuan yang besar bagi setiap orang di tempat ini.

Engkau yang membuat padang gurun menjadi tempat yang penuh penyediaan. Engkau yang membuat badai menjadi sesuatu yang tidak menakutkan bagi kami. Engkau yang membuat kami yang berdosa menjadi para pahlawan yang gagah perkasa.

Kami percaya, Engkau pasti membuka pintu-pintu kesempatan bagi setiap kami dalam bisnis, pekerjaan, studi, keluarga dan segala sesuatu yang kami kerjakan di dalam Kristus.

Engkau juga yang memulihkan setiap hubungan yang rusak (suami dengan istri, orangtua dengan anak) dan meneguhkan setiap hati yang terluka. Kau gantikan dengan damai dan sukacita.

Bapa, kami tahu bahwa tidak ada yang terlalu berat untuk-Mu. Kami bersyukur mengetahui Engkau ada di pihak kami, mengasihi kami dan memelihara kehidupan kami. Engkau adalah Gembala Yang Baik, yang senantiasa menginginkan kami hanya menikmati semua yang terbaik.

Kami percaya tahun ini akan menjadi tahun kemenangan, tahun promosi, tahun percepatan, tahun di mana kami dibebaskan dari setiap kecanduan dan ikatan yang menghalangi kami untuk semakin dekat dengan Tuhan.

Tidak peduli apa pun situasi yang kami akan hadapi di depan nanti, satu hal yang kami tahu, kami diciptakan untuk menjadi lebih dari pemenang.

Kami mendeklarasikan bahwa kami adalah orang-orang yang diberkati untuk menjadi berkat bagi banyak orang, dan apa pun yang kami kerjakan di dalam Kristus pasti berhasil.

(Baca juga: MAKNA MENGUCAPKAN “DI DALAM NAMA YESUS, AMIN” SAAT BERDOA)

Kami bergairah menyambut tahun yang baru di dalam nama Tuhan Yesus.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MENINGGALKAN JEJAK IMAN

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 13:22 “Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendakKu.”

Sampai hari ini nama Raja Daud sangatlah harum. Perjalanan iman Daud bersama dengan Tuhan meninggalkan jejak yang berharga bagi kita semua.

(Baca juga: CARA MENANG TERHADAP KRISIS)

Semua orang pasti akan meninggal suatu hari nanti. Yang menjadi masalah, setelah kita meninggal, jejak seperti apa yang kita tinggalkan?

Tokoh-tokoh Alkitab seperti Daniel, Musa, Paulus, Petrus, Yohanes dan juga para tokoh kebangunan rohani seperti Smith Wigglesworth, Corrie Ten Boom, dan David Livingstone, meninggalkan jejak yang sangat berharga untuk kita. Jejak iman mereka membuat kita dapat melihat kedahsyatan Tuhan.

Saya berikan contoh. Musa membelah Laut Merah dan apa yang dia lakukan dikenang sampai ribuan tahun. Paulus memutuskan untuk memberikan hidupnya bagi Kristus dan hal tersebut menginspirasi banyak orang untuk mengikut Kristus. Daniel berani mempertahankan imannya sekalipun dilempar ke kandang singa, dan keteguhannya diingat sampai hari ini.

(Baca juga: JANGAN TAKUT AKAN HARI ESOK)

Teman, jangan hidupi hidup kita hanya sekadarnya saja, apalagi jika kita hidup dengan cara yang sembarangan. Hiduplah sebagaimana Tuhan memanggil kita, yaitu menjadi garam dan terang dunia, menjadi kepala bukan ekor, sehingga suatu hari nanti, sekalipun kita sudah tiada, dunia masih dapat melihat jejak iman kita dan jejak tersebut menjadi berkat dan menginspirasi bagi banyak orang. (penulis: @mistermuryadi)

KITA ADALAH GARAM DAN TERANG BAGI DUNIA YANG TAWAR DAN GELAP

Bahan renungan:

Yohanes 15:19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.

Pada saat seseorang memutuskan percaya kepada Yesus, saat itu juga kewarganegaraannya berubah, dari warganegara dunia menjadi warganegara Kerajaan Sorga.

(Baca juga: AKANKAH ORANG LAIN MENEMUKAN “EMAS” KETIKA MENGGALI HIDUP KITA?)

Ya benar, kita masih hidup di dunia, tetapi kita tidak berasal dari dunia. Untuk menggambarkan hal tersebut saya akan berikan ilustrasi mengenai ikan laut. Ikan laut menetas, bertumbuh, dan berkembang biak di dalam air laut yang asin. Luar biasanya, sekalipun habitat mereka asin, daging mereka tidak menjadi asin. Sebaliknya, ikan laut terkenal dengan gizi dan kelezatannya. Lingkungan tidak memengaruhi mereka.

Saya percaya seperti itulah seharusnya kehidupan orang percaya di dunia ini. Kita hidup di dunia, tetapi kita tidak ikut arus dunia. Kita lahir, tumbuh dan berkembang biak di dunia, tetapi kita tidak menjadi sama dengan dunia. Justru, kehidupan kita menjadi garam dan terang bagi dunia yang tawar dan gelap ini.

Sebagai warganegara Kerajaan Sorga, semestinya kita hidup seperti Sang Raja, yaitu penuh kasih, mengamalkan kebenaran, menunjukkan sukacita, dan memperlihatkan hidup yang penuh dengan pengharapan kepada sekeliling kita.

(Baca juga: TENANG, DI DALAM YESUS, KEGAGALAN BUKAN AKHIR SEGALANYA)

Teman, suka atau tidak suka, setiap orang percaya adalah duta Kerajaan Sorga bagi dunia ini. Dunia menilai kita melalui gaya hidup yang kita jalani. Setiap kita memiliki kesempatan, dan sekaligus kehormatan, untuk menjadi berkat bagi banyak orang, untuk menuntun mereka kepada Kristus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

PELAYANAN ADALAH TEMPAT TERBAIK UNTUK MELATIH KARAKTER KITA

Bahan renungan:

Efesus 4:16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Jika Anda ingin melatih dan mengembangkan karakter, pelayanan adalah tempat terbaik. Saya tidak mengatakan satu-satunya tempat, yang saya katakan adalah pelayanan merupakan tempat terbaik.

(Baca juga: MENGAPA TUHAN YANG BAIK MENURUNKAN AIR BAH DAN MENGHANCURKAN SODOM GOMORA?)

Mengapa demikian? Salah satu alasannya, karena di dalam pelayanan, Anda tidak dibayar. Anda dilatih untuk sabar, setia, tahan uji, ulet, pantang menyerah, memiliki kasih, rendah hati, murah senyum, dan lain sebagainya, tanpa bayaran.

Apa yang salah dengan dibayar?

Mari kita ambil contoh di kantor atau bisnis. Misalnya bos atau klien Anda marah. Karena Anda digaji oleh dia atau mendapatkan keuntungan dari dia, Anda dapat menahan amarah dan sabar terhadap bos atau klien Anda. Pernah ada seorang teman saya sedang konflik besar dengan istrinya, mereka saling mencaci satu sama lain, lalu saat atasannya menelpon dia, tiba-tiba nada suara teman saya yang tinggi tiba-tiba turun dan mendadak dia menjadi orang yang lembut. Kondisi seperti itu tidak dapat melatih karakter Anda. Selama ada motivasi uang, Anda tidak dapat benar-benar mengubah atau mengembangkan karakter.

Karakter hanya dapat dilatih dan dikembangkan ketika Anda disiplin melakukan sesuatu yang benar tanpa sedikit pun mendapatkan imbalan atau keuntungan. Menurut pengalaman saya, pelayanan adalah tempat terbaik untuk hal tersebut.

Saya sangat mendorong setiap orang percaya untuk terlibat aktif di dalam pelayanan. Di pelayanan, Anda dilatih bertanggung jawab, setia, tepat waktu, panjang sabar, saling mengasihi, dan lain sebagainya, mulai dari hal-hal yang kecil sampai yang besar.

(Baca juga: JIKA KITA BERBUAT JAHAT, APAKAH TUHAN TETAP MENGASIHI KITA?)

Alasan penting mengapa Anda perlu melatih karakter dan mental adalah agar ketika Anda berada di dunia pekerjaan, bisnis, sekolah, atau di mana pun, orang lain dapat melihat Kristus melalui gaya hidup Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

SUKA ATAU TIDAK SUKA, HIDUP ANDA BERDAMPAK BAGI ORANG LAIN

Bahan renungan:

1 Timotius 4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Dalam bahasa moderen kalimat di atas berkata, “Jadilah teladan, supaya hidup kita dihormati dan orang lain diberkati.”

(Baca juga: YESUS DATANG UNTUK MEMISAHKAN KITA DARI HAL YANG BURUK)

Seringkali kita berpikir, tidak masalah kita berkata-kata atau bertingkah laku seenaknya, hal tersebut bukan urusan orang lain. Padahal, apa pun yang kita lakukan, cepat atau lambat, pasti memengaruhi orang lain yang ada di sekitar kita. Sayang sekali jika kita memberikan pengaruh buruk atau negatif kepada orang-orang terdekat kita, sementara Tuhan menciptakan kita untuk menjadi berkat bagi banyak orang.

Jika kita menyadari bahwa kita berharga di mata Tuhan, kita pasti melakukan dan mengatakan hal-hal yang berharga. Kehidupan kita yang berharga tersebut dapat mengubahkan kehidupan orang lain yang rusak, buruk, atau sedang dalam masalah.

Teman, peristiwa atau masalah yang terjadi pada orang-orang yang kita kenal adalah kesempatan kita menunjukkan Kristus. Jika kita hidup di dalam kebenaran Firman Tuhan, teladan dan kesaksian hidup kita dapat menyelamatkan banyak orang.

(Baca juga: TUHAN SEDIAKAN BERKAT TERBAIK, JANGAN PUAS DENGAN YANG KEDUA TERBAIK)

Suka atau tidak suka, kita memegang peran penting terhadap kehidupan orang-orang di sekitar kita. Sungguh sebuah kebanggaan dan kehormatan jika melalui gaya hidup kita, orang lain dapat mengenal Kristus. (penulis: @mistermuryadi)

JEJAK MENDERITA BERSAMA KRISTUS

Bahan renungan:

1 Petrus 2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Tuhan berikan setiap orang kehendak bebas untuk menentukan jalan hidupnya. Dan merupakan keputusan maisng-masing kita, jika kita ingin hidup menderita bagi Kristus. Tentu saja itu artinya kita dapat memutuskan hidup nyaman, menikmati keselamatan yang Tuhan telah berikan, dan mengabaikan orang-orang terhilang di sekeliling kita. Tuhan tidak akan menghukum kita karena hal tersebut.

(Baca juga: SABAR, SABAR, SABAR)

Namun, saya perlu mengatakan dengan jujur, bukan seperti itu teladan yang Yesus ajarkan kepada kita. Yesus mengajarkan setiap kita untuk melayani dan menyelamatkan sebanyak mungkin mereka yang terhilang. Saya percaya itulah isi hati Tuhan.

Sepanjang hidup-Nya di dunia, Yesus tidak melakukan hal selain melayani domba-domba yang terhilang. Yesus ingin sebanyak mungkin orang mengenal kasih-Nya dan Bapa Sorgawi. Tidak ada seorangpun yang memaksa Yesus untuk melakukan hal tersebut. Dia melakukannya karena kasih yang besar kepada mereka yang terhilang.

(Baca juga: PENGHARAPAN (BAG. 03): KEPADA SIAPA KITA SEHARUSNYA BERHARAP?)

Itulah jejak yang Yesus tinggalkan bagi kita, yaitu jejak untuk berbagi dan berkorban demi orang lain. Supaya kita menyadari bahwa hidup ini tidak hanya mengenai diri kita sendiri, melainkan tentang menjadi berkat dan memberi dampak kepada orang lain. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

YESUS MEMBERI KITA TUJUAN HIDUP YANG BARU

Bahan renungan:

1 Petrus 2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Kalau Anda bertemu saya sekitar 20 tahun yang lalu, sebelum saya mengenal Yesus, Anda akan bertemu saya yang putus harapan, patah semangat, sakit hati, kepahitan, kurang kasih, penuh pengasihanan diri, dan tukang cari perhatian. Saya tidak dapat membayangkan seandainya saya tidak bertemu dengan Yesus. Mungkin hagahtoday.com tidak akan pernah ada, dan mungkin, saya pun sudah tidak ada.

(Baca juga: STATUS ANDA ADALAH ANAK RAJA, MEMERINTAHLAH SEPERTI ANAK RAJA)

Yesus memberikan tujuan hidup yang baru bagi hidup saya. Mungkin lebih tepatnya, Yesus mengembalikan saya kepada tujuan hidup yang telah Dia rencanakan jauh sebelum saya lahir.

Saya percaya Tuhan juga memiliki rencana yang hebat bagi hidup Anda. Anda bukan produk gagal. Tuhan tidak pernah menciptakan produk gagal. Masa lalu Anda yang buruk sama sekali tidak menentukan masa depan Anda, karena masa depan Anda ditentukan dari keputusan Anda hari ini, bukan dari masa lalu Anda.

Jika Anda mengalami kehidupan yang buruk, tersesat, dan kehilangan arah tujuan, berbaliklah, kembalilah kepada Sang Gembala Agung. Hanya Dia yang sanggup memulihkan dan memuaskan hidup Anda, karena Dia yang menciptakan Anda.

(Baca juga: APA BENAR TUHAN SUKA MENUNDA BERKATNYA?)

Tuhan memiliki rencana yang besar dan hebat bagi hidup Anda di dunia ini. Tuhan tidak hanya menciptakan Anda untuk sekolah, bekerja, punya rumah, menikah, dan punya anak saja, tetapi juga untuk menjadi berkat bagi dunia ini. Untuk memulihkan kehidupan hanyak orang dan menyelamatkan mereka yang terhilang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.