KITA HEBAT, KARENA YANG MENCIPTAKAN KITA SANGAT HEBAT

Bahan renungan:

Efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Kita adalah mahakarya Tuhan. Mahakarya adalah suatu hasil karya yang dibuat dengan perencanaan yang matang, sungguh-sungguh, dan penuh kehati-hatian, sehingga menghasilkan suatu karya yang sangat memuaskan dan tidak ada satupun lagi yang seperti itu.

(Baca juga: ADA YANG LEBIH HEBAT DARI DEWA MAMON)

Kita bukan produk gagal. Kita tidak diciptakan untuk melakukan hal yang buruk. Kita adalah buatan Allah dan diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik.

Teman, jangan melihat kepada keterbatasan dan kekurangan kita. Jika kita melakukan hal tersebut, tidak heran kita selalu merasa diri kita kalah dari orang lain, lebih buruk dari orang lain, dan tidak berguna. Iblis ingin kita berpikir demikian. Iblis ingin kita fokus kepada hal-hal yang buruk dan hal-hal yang tidak kita miliki, agar kita kehilangan semangat dan patah pengharapan.

Fokuslah kepada Sang Pencipta. Kepada Tuhan yang mengasihi, memelihara, dan menjaga kita. Kepada Yesus yang telah memberikan Diri-Nya di kayu salib sebagai bukti betapa berharganya kita di mata Tuhan.

(Baca juga: CARA MENGATASI KRISIS: TUHAN TANGGUNG BAGIAN TERBERATNYA)

Jika kita ingin menentukan nilai sebuah karya, lihatlah siapa yang menciptakan karya tersebut. Yang menciptakan Anda dan saya adalah Tuhan yang sangat hebat dan dahsyat. Dan, kita adalah mahakarya-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ADA YANG LEBIH HEBAT DARI DEWA MAMON

Bahan renungan:

Ibrani 13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Beberapa hari yang lalu saya mengatakan bahwa di dalam kitab Lukas uang digambarkan sebagai dewa bernama Mamon. Dewa adalah sesuatu yang disembah dan dipercaya oleh seseorang. Atau dengan kata lain, sesuatu yang diyakini dapat menjaga kehidupannya.

(Baca juga: PENJAJAH TELAH DIKALAHKAN. KITA SUDAH MERDEKA!)

Namun, sebagai orang percaya, kita tahu bahwa tidak ada Tuhan selain Dia yang datang di dalam nama Yesus. Jika kita memercayai sesuatu selain Yesus, hidup kita pasti naik dan turun tergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Yesus adalah pegangan yang jauh lebih pasti daripada uang.

Ini bukan hanya soal keuangan, tetapi juga dokter, pekerjaan kita, dan orang-orang yang kita andalkan. Banyak dokter yang meninggal karena sakit. Saya bukan ingin merendahkan profesi dokter. Kalau bukan karena dokter, mungkin banyak orang yang hidupnya begitu singkat. Namun, dokter juga manusia. Jika kita mengandalkan dokter lebih daripada kita mengandalkan Tuhan, pada saat dokter menyerah, kita akan kehilangan pengharapan.

Ya, saya setuju bahwa semua orang membutuhkan pegangan dan jaminan. Namun, Anda perlu tahu ini, bahwa semua barang ciptaan tidak dapat memberikan jaminan pasti bagi kehidupan kita, hanya Sang Pencipta segala sesuatulah yang dapat memberikan kita jaminan pasti. Berpeganglah dan taruhkanlah segenap keyakinan Anda kepada-Nya.

(Baca juga: MINUM MINYAK URAPAN? OH, COME ON!)

Saya percaya itu alasan penulis kitab Ibrani menuliskan ayat di atas. Seusai memberi wejangan mengenai uang, bahwa jangan menjadikan uang sebagai tuhan, dengan segera sang penulis mengatakan bahwa ada satu Tuhan lagi, yaitu Bapa Sorgawi, yang memberikan janji dan jaminan untuk tidak pernah membiarkan dan meninggalkan kita sendiri. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

PENJAJAH TELAH DIKALAHKAN. KITA SUDAH MERDEKA!

Bahan renungan:

Galatia 5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan, saya ingin membahas sedikit mengenai perbudakan dan kemerdekaan.

(Baca juga: UANG ANDA DAPAT MENYELAMATKAN HIDUP SESEORANG)

Saya belum pernah mendengar sebuah bangsa menyerahkan diri untuk diperbudak oleh bangsa lain. Biasanya, sebuah bangsa diperbudak atau dijajah, bukan karena keinginan bangsa tersebut. Perbudakan adalah sebuah pemaksaan kehendak. Itu sebabnya ketika sebuah bangsa menyatakan diri merdeka, seperti Bangsa Indonesia yang kita cintai, kita pasti berjuang habis-habisan jika ada bangsa lain yang berniat merebut kemerdekaan kita. Kita akan mempertahankan kemerdekaan kita, bukan malah menyerahkan diri.

Hal yang sama terjadi di dalam dunia rohani. Kristus sudah mengalahkan iblis, yang selama ini memperbudak manusia dengan dosa, dakwaan, ketakutan, dan kekuatiran. Penjajah itu sudah dikalahkan saat Yesus bangkit dari kematian 2000 tahun lalu. Kita sudah dimerdekakan dari kutuk dosa dan maut. Kemenangan sudah diberikan kepada kita. Kita perlu mempertahankannya, bukan menyerahkan diri lagi ke penjajah.

Jika kita membaca ayat renungan di atas, bukan penjajah yang perlu kita takuti, karena dia sudah dilucuti dan ditaklukkan, tetapi keinginan manusia yang mau tetap hidup di dalam kuk perhambaan yang perlu diwaspadai.

Memang sungguh ironis jika ada orang yang telah diberikan kemerdekaan, tetapi malah menyerahkan diri untuk hidup dalam belenggu. Saya tidak hanya berbicara mengenai belenggu dosa, tetapi juga belenggu ketakutan dan kekuatiran.

(Baca juga: YESUS TELAH MENGHANCURKAN KUTUK KETURUNAN)

Teman, kita adalah orang-orang merdeka di dalam Kristus. Kebangkitan-Nya memerdekakan kita dari kutuk dosa dan maut, dan janji setia-Nya memerdekakan kita dari ketakutan dan kekuatiran. Sebagai orang percaya, semestinya kita dibelenggu oleh kasih, damai sejahtera, dan sukacita, bukan dosa, ketakutan, dan kekuatiran. Merdeka! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

UANG ANDA DAPAT MENYELAMATKAN HIDUP SESEORANG

Bahan renungan:

2 Tawarikh 34:10 Uang itu diberikan mereka ke tangan para pekerja yang diangkat untuk mengawasi rumah TUHAN; dan mereka itu, yang bekerja dalam rumah TUHAN, mengeluarkannya untuk membetulkan dan memperbaiki rumah itu.

Beberapa minggu belakangan saya banyak membahas mengenai uang dan kejahatan yang dapat ditimbulkan akibat cinta akan uang. Namun, hari ini saya ingin membahas dari sisi lain, yaitu mengenai kebaikan yang dapat dihasilkan oleh uang.

(Baca juga: JANGAN MAU DIPERBUDAK OLEH UANG)

Seperti yang pernah saya katakan bahwa uang adalah tuan yang buruk, tetapi hamba yang baik. Uang dapat menjadi alat yang baik, dan juga jahat. Semua tergantung bagaimana Anda memposisikannya dalam kehidupan.

Jika Anda menjadi tuan atas uang Anda, uang dapat membantu Anda melakukan banyak hal. Misalnya, saat Anda menabur, menjadikan uang sebagai benih. Janji Firman Tuhan adalah ketika Anda menabur, Anda pasti menuai. Uang yang Anda jadikan benih persembahan atau persepuluhan dapat memberikan tuaian besar bagi hidup Anda.

Begitu juga jika Anda menggunakan uang untuk membiayai seseorang pergi ke sebuah retreat, membelikan seseorang buku rohani, atau memberi donasi ke pelayanan seperti hagahtoday.com, uang tersebut dapat membawa perubahan yang signifikan bagi banyak orang. Uang Anda dapat membantu memperlebar Kerajaan Sorga di Bumi.

Saya ingat pernah memberikan sejumlah uang kepada seorang adik kelas yang berbeda keyakinan. Dia sudah mencoba mencari bantuan ke sana sini, bahkan ke sahabat-sahabat seimannya, tetapi semua menutup diri. Ketika saya memberikan uang kepadanya, tidak banyak jumlahnya, dia mulai meneteskan air mata karena terharu. Saya menceritakan tentang Yesus kepadanya hari itu, dan tiga tahun kemudian sampai hari ini, dia menjadi misionaris yang pergi ke desa-desa terpencil di Indonesia untuk membawa kabar baik tentang Yesus.

Juga, saya dan istri pernah mensubsidi lebih dari 100 orang anak muda untuk mengikuti sebuah retreat. Hasilnya, mereka mengalami pertobatan dan mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Beberapa tahun kemudian, banyak dari mereka, memutuskan menjadi pelayan Tuhan di gereja. Haleluya!

(Baca juga: ADAKAH HARAPAN BAGI HIDUP KITA YANG SUDAH TERLANJUR RUSAK?)

Saya percaya, jika uang dikendalikan oleh orang yang takut akan Tuhan, uang dapat menjadi alat yang efektif untuk membantu membawa banyak orang mengenal Yesus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JANGAN MAU DIPERBUDAK OLEH UANG

Bahan renungan:

Ibrani 13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Apakah Anda pernah melihat orang yang diperbudak oleh uang? Ciri-cirinya sederhana, orang tersebut akan menuruti apa pun yang uang perintahkan, ikut ke mana pun uang pergi, dan ketakutan jika tidak memilikinya.

(Baca juga: JIKA YESUS SUDAH MENEBUS DOSA KITA, APAKAH KITA BEBAS BERBUAT DOSA?)

Ketika saatnya persepuluhan atau persembahan tiba, uang biasanya mulai memerintah orang-orang yang bersedia menjadi hambanya, “Jangan memberi, nanti kamu kekurangan,” “Kalau kamu memberi, bagaimana dengan minggu depan?” Orang-orang yang diperbudak oleh uang akan menuruti uang dan mengurungkan pemberiannya.

Padahal janji Tuhan adalah Dia pasti memelihara hidup kita dan ketika kita menabur benih, kita pasti menuai berkali-kali lipat.

Uang adalah benda mati, tetapi manusia seringkali memberikan kuasa yang luar biasa kepada uang. Sama seperti kecoa. Kecoa tidak lebih besar dari telapak tangan kita. Namun, ada orang-orang yang “dikalahkan” oleh kecoa. Mereka histeris, ketakutan, bahkan pingsan ketika menyentuh kecoa. Sekali lagi, uang atau kecoa tidak memiliki kuasa, tetapi mereka seolah memiliki kuasa karena manusia memposisikannya demikian.

(Baca juga: UANG ADALAH TUAN YANG BURUK, TETAPI HAMBA YANG BAIK)

Di dalam Lukas 16:13, uang digambarkan sebagai dewa yang bernama Mamon. Dewa adalah makhluk sesembahan yang dipuja oleh orang yang tidak percaya dan mengenal Yesus. Matius 6:32 mengatakan bahwa orang yang mengejar harta benda dan kuatir jika tidak memilikinya adalah orang yang tidak mengenal Tuhan. Karena, jika kita mengenal Tuhan, kita pasti percaya kepada janji dan kebenaran-Nya, dan mendahulukan-Nya di atas segalanya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JIKA YESUS SUDAH MENEBUS DOSA KITA, APAKAH KITA BEBAS BERBUAT DOSA?

Bahan renungan:

Roma 6:1-2 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

Di blog ini, saya selalu membagikan mengenai kebaikan dan kemurahan Bapa yang tidak bersyarat. Bahwa kasih Bapa tidak berubah sekalipun kita jatuh ke dalam dosa. Bahkan, kita tahu bahwa Yesus memberikan nyawa-Nya bagi kita ketika kita masih berdosa (Roma 5:8). Dosa tidak mengurangi kasih Tuhan kepada kita.

(Baca juga: JEJAK MENDERITA BERSAMA KRISTUS)

Pertanyaannya, jika Tuhan selalu mengasihi kita, apakah itu berarti kita bebas berbuat dosa? Rasul Paulus menjawabnya dengan tegas, “Sekali-kali tidak”.

Yesus menebus kita dari dosa, karena Yesus tahu bahwa dosa sangat berbahaya bagi kehidupan kita. Dosa merugikan kita. Dia memberikan kita kuasa untuk menang atas dosa, bukan untuk hidup di dalam dosa.

Firman Tuhan mengatakan bahwa upah dosa adalah maut. Namun maut yang dimaksud bukan lagi hukuman dari Tuhan, karena sejak Yesus menebus dosa di atas kayu salib, dosa tidak lagi membuat Tuhan marah terhadap manusia.

Maut yang dimaksud akan datang dari orang-orang yang kita rugikan atau dari aparat keamanan, jika kita berurusan dengan hukum. Juga, tuduhan dan dakwaan iblis. Dosa membuat kita dicemooh dan direndahkan orang lain. Dosa membuat kita kehilangan integritas dan kepercayaan.

(Baca juga: HIDUP SESUAI CARA YESUS PASTI BERHASIL DAN BERUNTUNG)

Dosa tidak membuat Tuhan menjauh dari kita, tetapi dosa akan membuat kita menjauh dari Tuhan. Perlahan, tapi pasti. Itu alasan mengapa Paulus dengan tegas mengatakan supaya kita tidak hidup di dalam dosa. (penulis: @mistermuryadi)

JEJAK MENDERITA BERSAMA KRISTUS

Bahan renungan:

1 Petrus 2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Tuhan berikan setiap orang kehendak bebas untuk menentukan jalan hidupnya. Dan merupakan keputusan maisng-masing kita, jika kita ingin hidup menderita bagi Kristus. Tentu saja itu artinya kita dapat memutuskan hidup nyaman, menikmati keselamatan yang Tuhan telah berikan, dan mengabaikan orang-orang terhilang di sekeliling kita. Tuhan tidak akan menghukum kita karena hal tersebut.

(Baca juga: SABAR, SABAR, SABAR)

Namun, saya perlu mengatakan dengan jujur, bukan seperti itu teladan yang Yesus ajarkan kepada kita. Yesus mengajarkan setiap kita untuk melayani dan menyelamatkan sebanyak mungkin mereka yang terhilang. Saya percaya itulah isi hati Tuhan.

Sepanjang hidup-Nya di dunia, Yesus tidak melakukan hal selain melayani domba-domba yang terhilang. Yesus ingin sebanyak mungkin orang mengenal kasih-Nya dan Bapa Sorgawi. Tidak ada seorangpun yang memaksa Yesus untuk melakukan hal tersebut. Dia melakukannya karena kasih yang besar kepada mereka yang terhilang.

(Baca juga: PENGHARAPAN (BAG. 03): KEPADA SIAPA KITA SEHARUSNYA BERHARAP?)

Itulah jejak yang Yesus tinggalkan bagi kita, yaitu jejak untuk berbagi dan berkorban demi orang lain. Supaya kita menyadari bahwa hidup ini tidak hanya mengenai diri kita sendiri, melainkan tentang menjadi berkat dan memberi dampak kepada orang lain. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.