ADAKAH HARAPAN BAGI HIDUP KITA YANG SUDAH TERLANJUR RUSAK?

Bahan renungan:

Lukas 19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Tuhanlah yang menciptakan Anda dan saya. Tidak ada manusia yang terlalu rusak yang tidak dapat Tuhan pulihkan. Tidak peduli sudah seberapa jauh Anda pergi meninggalkan Tuhan, tidak peduli seberapa banyak kesalahan dan kerusakan yang Anda perbuat, Tuhan sanggup memulihkan Anda. Anda yang rusak adalah alasan Yesus datang ke dunia.

(Baca juga: LIMA AYAT INI MENJAMIN ORANG PERCAYA PASTI MASUK SORGA)

Perhatian ayat di atas, Firman Tuhan mengatakan Yesus mencari dan menyelamatkan mereka yang terhilang. Ya, Yesus mencari Anda dan ingin menyelamatkan hidup Anda. Dia ingin memulihkan kehidupan Anda. Dia ingin Anda menikmati semua yang baik yang Dia sediakan bagi Anda.

Saya berteman dengan seseorang yang kecanduan narkoba selama 15 tahun. Hidupnya penuh penderitaan, terikat, dan penuh masalah. Namun Tuhan pulihkan hidupnya dan sembuhkan semua sakit penyakit di tubuhnya. Saya juga berteman dengan seorang pebisnis yang bangkrut dan meninggalkan banyak hutang. Keluarganya berantakan, masa depannya suram, dan hari-harinya dipenuhi ketakutan. Namun Tuhan pulihkan finansial dan keluarganya. Juga saya mengenal seorang wanita yang hamil di luar nikah dan ditinggalkan pasangannya. Tuhan pulihkan hati dan harga dirinya, melepaskan semua kepahitan dan kekuatirannya akan masa depan, dan menggantikannya dengan damai dan sukacita.

Teman, selalu tersedia harapan bagi Anda. Jangan termakan tipuan iblis yang membisikkan Anda, “Semua sudah terlanjur berantakan,” “Nasi sudah menjadi bubur,” “Sulit untuk bangkit kembali seperti dulu.” Tuhan sanggup memulihkan kehidupan Anda.

(Baca juga: ORANG PERCAYA TIDAK SEHARUSNYA PASRAH TERHADAP KEADAAN)

Saya ingin meyakinkan Anda bahwa ada harapan bagi Anda di dalam Yesus. Harapan yang saya maksud bukanlah harapan semu atau mudah-mudahan, tetapi harapan pasti. Sepasti matahari terbit di timur dan terbenam di barat, sepastilah itulah janji pemulihan Tuhan bagi setiap orang percaya. (penulis: @mistermuryadi)

BERHENTI MEMIKIRKAN YANG TIDAK PERLU DIPIKIRKAN

Bahan renungan:

1 Raja-Raja 20:22 Lalu tampillah nabi itu kepada raja Israel dan berkata kepadanya: “Baiklah, kuatkanlah hatimu, pertimbangkan dan pikirkanlah apa yang harus kauperbuat, sebab pada pergantian tahun raja Aram akan maju menyerang engkau.”

Ada saatnya kita menghadapi situasi yang tidak kita sukai. Situasi yang membuat kita takut dan kuatir. Situasi yang membuat kita sulit tidur dan malas makan. Situasi yang membuat pikiran kita ruwet tidak karuan. Situasi yang membuat kita memikirkan hal-hal menakutkan, yang sebenarnya tidak perlu kita pikirkan.

(Baca juga: ANDA TIDAK HARUS TAKUT SAAT MENGHADAPI MASALAH)

Dalam cerita di atas, seorang nabi sedang mengingatkan raja Israel mengenai masalah yang akan datang. Nabi tersebut menyarankan sang raja untuk mempertimbangkan dan memikirkan tindakan yang ingin dilakukan. Sungguh saran yang tepat.

Jika Anda sedang mengalami masalah, Anda perlu mempertimbangkan dan memikirkan jalan keluar masalah tersebut. Namun, jika masalah tersebut datang akibat pertimbangan dan pemikiran yang Anda salah, Anda perlu berhenti sebentar dan mencari kebenaran Firman Tuhan. Setelah Anda mendapatkan tuntunan dari kebenaran Firman Tuhan, bertindaklah sesuai kebenaran yang Anda percayai.

Dalam banyak kasus, seringkali orang dipusingkan sama hal-hal yang tidak perlu. Saya katakan tidak perlu karena mereka memikirkan hal-hal yang tidak nyata, yang tidak ada, seperti: “Bagaimana nanti anak-anak saya kalau tidak sekolah, mereka akan bodoh, masa depannya akan suram?” “Kalau saya dan keluarga diusir dari rumah, kami tidur di mana, apakah kami akan tinggal di kolong jembatan?” “Apa sebaiknya saya kabur saja keluar negeri, kalau tertangkap paling hanya dihukum dipenjara?” dan pikiran-pikiran tidak perlu lainnya.

(Baca juga: BERANI BERMIMPI BESAR)

Teman, jangan biarkan imajinasi Anda menjadi liar dan negatif seperti itu. Benar masalah yang Anda hadapi hari ini nyata, tetapi ketakutan dan kekuatiran Anda tidak nyata. Lebih baik memikirkan harapan-harapan Anda akan janji Tuhan dan cara menyelesaikan masalah sesuai kebenaran Firman Tuhan. Berhentilah memikirkan yang tidak perlu dipikirkan. Berhentilah memikirkan sesuatu yang tidak Anda harapkan. (penulis: @mistermuryadi)

YANG DUNIA TAWARKAN VS. YANG YESUS SEDIAKAN

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 3:16 Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.

Sudah 36 tahun saya hidup di dunia dan harus saya akui bahwa dunia ini indah. Sangat indah. Dunia menawarkan banyak hal yang luar biasa, menakjubkan, dan terkadang membuat hati saya berdegup kencang terpesona.

(Baca juga: SELAMA KITA NAIK KAPAL YANG YESUS NAIKI, KITA AMAN)

Namun, di sisi lain, sejak saya mengenal Yesus 20 tahun lalu, ada satu fakta yang tidak dapat saya sangkal. Bahwa, di tengah kedahsyatan yang dunia tawarkan, ada hal-hal yang dunia tidak dapat berikan kepada saya dan hal-hal itu hanya saya dapatkan dari Yesus dan kebenaran-Nya. Yang saya maksud adalah damai, sukacita, harapan, tujuan hidup, dan kasih.

Tidak berarti saya tidak pernah merasakan senang dan bahagia. Sebelum mengenal Tuhan, saya banyak alami masa-masa senang dan bahagia, tetapi jauh berbeda dengan damai dan sukacita yang saya alami di dalam Yesus. Saya juga menikmati cinta sebelum mengenal Yesus. Namun, cinta yang dulu saya rasakan tidak sehangat dan setulus kasih yang Yesus curahkan kepada saya. Juga, dulu saya memiliki mimpi dan keinginan, tetapi hal tersebut tidak sebesar harapan dan tujuan hidup yang Yesus sediakan bagi saya.

Teman, jika damai, sukacita, harapan, tujuan hidup, dan kasih memiliki nama, nama itu adalah Yesus. Dunia gagal menyediakan hal tersebut bagi saya. Dunia berusaha memberikan hal yang mirip dengan itu, tetapi saya rasa tidak ada orang yang suka dengan barang kualitas nomor dua.

Saya percaya Anda setuju dengan saya. Ada titik kita tidak bisa menyangkal bahwa kehidupan kita menjadi jauh lebih baik ketika kita menyerahkannya kepada Yesus. Di dalam Yesus, kita tidak hanya menikmati damai, sukacita, dan kasih yang berlimpah-limpah, kita pun memiliki harapan dan tujuan hidup yang besar dan pasti.

(Baca juga: CARA IBLIS MENJERAT HAWA DI TAMAN EDEN)

Tidak ada kata-kata saya yang dapat melukiskan Yesus dengan akurat. Setiap kali saya mencoba mengetik kata-kata tersebut, hati kecil saya selalu menjerit, “Dia lebih besar dari itu. Dia lebih dahsyat dari itu.” Pada akhirnya, saya hanya dapat mengatakan, “Terima kasih … terima kasih … terima kasih Yesus.” (penulis: @mistermuryadi)

HARAPAN ANDA PENTING, TETAPI CARA MERAIHNYA JUGA PENTING

Bahan renungan:

Matius 23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Saya percaya setiap kita memiliki harapan atau mimpi yang ingin kita raih. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Malah, jauh sebelum Anda mengharapkannya, Tuhan sudah terlebih dahulu menyediakan hal tersebut untuk Anda. Saya percaya selama yang Anda harapkan tercatat di dalam kebenaran Firman Tuhan, hal tersebut adalah bagian Anda di dalam Kristus.

(Baca juga: SERAHKANLAH KEKUATIRAN ANDA KEPADA TUHAN)

Suatu hari seseorang menghubungi saya dan mengatakan dia ingin berhenti dari pelayanan dan gereja untuk mengejar mimpi-mimpinya. Tidak ada yang salah dengan mengharapkan hidup kelimpahan. Tuhan janjikan hal tersebut. Namun, jika caranya adalah dengan berhenti dari pelayanan dan gereja, saya rasa itu cara yang keliru untuk meraih harapan.

Bagi saya, cara tersebut justru didorong oleh perasaan ketakutan dan kuatir yang sangat besar. Pada dasarnya dia sedang berpikir, “Sekarang adalah kesempatannya, tidak boleh dilewatkan. Jika terlewat, saya akan kehilangan kesempatan. Saya akan korbankan yang dapat saya korbankan demi mendapatkan berkat dan kelimpahan tersebut.” Teman, itu bukan sikap yang benar.

Hanya karena kita tidak tahu cara membagi waktu antara harapan kita dan pelayanan, tidak berarti hal tersebut tidak dapat dilakukan. Kadang solusi dari masalah kita hanya sejauh bertanya kepada orang-orang yang sudah pernah mengalaminya.

Saya teringat metode yang sama digunakan oleh orang-orang Farisi pada zaman Yesus. Demi meraih yang mereka harapkan, mereka menghalalkan segala cara, sampai-sampai mereka melupakan keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan yang Tuhan ajarkan kepada mereka. Demi menjunjung hari Sabat, demi beribadah kepada Tuhan, demi berdoa, orang-orang Farisi rela menolak untuk menolong sesamanya.

(Baca juga: BERLATIH UNTUK MEMIKIRKAN YANG BAIK)

Teman, tidak ada yang salah dengan harapan atau mimpi Anda, tetapi Anda perlu memperhatikan cara dan proses Anda mendapatkannya. Jangan biarkan iblis menipu dan membelokkan jalan hidup Anda dari kebenaran. Karena, hanya butuh satu belokan yang salah untuk membuat Anda tersesat dari Tuhan. Alangkah baiknya Anda meraih harapan-harapan Anda dengan cara sesuai kebenaran Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

INILAH PENYEBAB UTAMA KITA DEPRESI

Bahan renungan:

Mazmur 43:5 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Dalam Mazmur 42 dan 43, ada tiga kali pemazmur mengucapkan, “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku …” Itu adalah pertanyaan yang bagus. Banyak orang menanyakan hal itu, tetapi hanya sedikit yang menemukan jawabannya.

(Baca juga: APA YANG ABRAHAM PIKIRKAN SAAT MEMPERSEMBAHKAN ISHAK?)

Dunia kita saat ini mengajarkan kita untuk menyalahkan situasi jika kita mengalami depresi. Beberapa mengatakan depresi terjadi akibat sebuah reaksi kimia dalam tubuh. Namun, Alkitab tidak mengatakan demikian. Ayat di atas jelas mengungkapkan bahwa tertekan atau depresi terjadi akibat kita kehilangan harapan. Situasi hidup kita tidak membuat kita tertekan, kecuali kita membiarkan situasi mencuri harapan-harapan kita. Dan, reaksi kimia dalam tubuh kita adalah buah dari depresi, bukan penyebabnya.

Harapan dan depresi adalah dua hal yang saling bersebrangan. Di mana ada harapan, tidak ada depresi. Sebaliknya, di mana ada depresi, tidak ada harapan. Penting bagi kita untuk memiliki harapan, karena hal tersebut dapat menghasilkan emosi yang positif.

Pengalaman hidup kita seringkali membuat kita kehilangan harapan. Itu sebabnya, satu-satunya jalan supaya kita tetap memiliki harapan adalah lebih dalam mengenal Tuhan dan janji setia-Nya. Tuhan yang kita sembah adalah sumber pengharapan yang pasti (Roma 15:13).

Bagi Anda yang memiliki banyak pengalaman buruk atau pahit dalam hidup, Alkitab menyediakan banyak janji Tuhan yang dapat Anda harapkan.

(Baca juga: TUHAN SETIA MENGASIHI MANUSIA SELAMA 6000 TAHUN)

Harapan-harapan yang tidak mengecewakan hanya dapat muncul jika Anda membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Saat Anda mulai lebih mempercayai janji Tuhan dibandingkan situasi, harapan akan terbit di hati Anda, iman Anda pun akan bangkit, dan sebagai akibatnya, depresi lenyap. (penulis: @mistermuryadi)

HARAPAN ITU SUNGGUH ADA DI DALAM YESUS

Bahan renungan:

Yudas 25 Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Setelah mengatakan, “Jangan takut …” seperti yang kita bahas dalam renungan kemarin, Malaikat Gabriel melanjutkan perkataannya dengan mengatakan, “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”

(Baca juga: KATA PERTAMA MALAIKAT GABRIEL ADALAH “JANGAN TAKUT …”)

Kelahiran Sang Juruselamat membawa harapan bagi dunia, bagi kita semua. Kalau Anda berpikir Anda akan mati karena sakit penyakit Anda, Anda salah, ada harapan untuk hidup sehat di dalam Yesus. Kalau Anda berpikir bangkrut adalah akhir dari segalanya, Anda salah, ada Yesus yang menjamin masa depan Anda indah dan penuh pengharapan.

(Baca juga: NATAL: WAKTUNYA MENGINGATKAN DIRI KITA BAHWA TUHAN ITU BAIK)

Teman, sejak Yesus lahir, kini yang menyertai hidup kita jauh lebih besar dari apa pun perkara yang kita sedang atau akan hadapi. Saat kita menyadari hal itu, kita tidak akan takut, sebaliknya, kita justru akan bersukacita. Bahkan di tengah badai masalah, kita tetap dapat mengatakan, “Ya Tuhan, aku percaya …” (penulis: @mistermuryadi)

NATAL: WAKTUNYA MENGINGATKAN DIRI KITA BAHWA TUHAN ITU BAIK

Bahan renungan:

Roma 8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Natal telah tiba. Natal adalah waktu yang tepat untuk mengingat kembali kebaikan dan kemurahan Tuhan. Juga waktu yang tepat untuk mengingat kembali bahwa harapan-harapan kita terhadap janji Tuhan tidak pernah mengecewakan.

(Baca juga: KETIKA KEMBALI KE RUMAH BAPA, SI BUNGSU DIPULIHKAN)

Banyak orang mengira Tuhan menahan berkat-Nya, padahal kalau kita mengingat kembali kelahiran Yesus, kita akan sadar bahwa Tuhan tidak pernah menahan apa pun dari kita. Yang terbaik dari Sorga saja Dia berikan, apalagi hal lain seperti berkat, kesembuhan, kesehatan, kelimpahan, dan masa depan indah. Tentu saja Dia juga berikan. Bahkan faktanya, Dia sudah memberikan segala sesuatu kepada kita melalui Yesus.

(Baca juga: BAPA MENYAMBUT SI BUNGSU SEBAGAI PANGERAN, BUKAN HAMBA)

Melewati Natal ini, saya mengajak kita semua untuk kembali mengingat betapa baiknya Tuhan, supaya memasuki 2017, setiap kita semakin intim dengan-Nya, mengenal Pribadi-Nya yang penuh kasih, dan hidup seturut kebenaran-Nya. Selamat natal semuanya!

Salam hangat dari kami,
– Zaldy dan Dolly.

==============

buku-saku-pengharapanBagi Anda yang belum mendaftarkan email di blog ini, silakan segera daftarkan. Saya membagikan gratis sebuah e-book berjudul #PENGHARAPAN bagi Anda yang mendaftar.