BIARKAN TUHAN MENYAKINKAN ANDA SEKALI LAGI

Bahan renungan:

Yesaya 43:1-2 Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.”

Saya tidak bosan membaca ayat di atas berulang-ulang. Ayat itu sangat menenangkan dan menguatkan saya. Seolah Tuhan berbicara meyakinkan saya, “Anak-Ku janganlah takut, Aku senantiasa bersama-sama dengan Engkau. Tidak akan ada satu hal pun yang dapat mencelakai engkau.” Anda perlu tandai ayat di atas, supaya sewaktu-waktu Anda membutuhkannya, Anda dapat dengan mudah mendapatkannya.

(Baca juga: KITA HEBAT, KARENA YANG MENCIPTAKAN KITA SANGAT HEBAT)

Supaya saat masalah atau pergumulan datang bagai topan badai yang mengerikan, saat ketakutan atau kekuatiran menyerbu dan menghantui pikiran, Anda tidak membiarkan hal-hal buruk tersebut menyakinkan hati Anda bahwa Anda akan kalah, gagal, atau tenggelam.

Saya percaya, melalui kebenaran dan janji-Nya, Tuhan senantiasa berusaha menyakinkan kita bahwa Dia tidak pernah meninggalkan kita dalam keadaan apa pun. Entah kita sedang dalam lembah kekelaman, kekecewaan yang amat sangat, kepedihan yang mendalam, atau ketakutan yang mencekam, Dia tidak pernah sekalipun membiarkan kita sendirian.

(Baca juga: PENTINGNYA MENGHAFAL MAZMUR 23 DAN 91)

Jika Anda sedang dalam beban yang berat hari ini, luangkan sedikit waktu untuk kembali merenungkan Firman dan janji-Nya. Berikan Tuhan kesempatan sekali lagi untuk menyakinkan hati Anda bahwa janji-Nya YA dan AMIN dan bahwa Anda sangat berharga di mata-Nya, sebelum Anda memutuskan untuk marah, kecewa, menyalahkan ataupun meninggalkan Dia. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KAPAN WAKTU PALING TEPAT UNTUK BERDOA?

Bahan renungan:

Markus 11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Berdasarkan ayat di atas, menurut Anda, kapan waktu paling tepat untuk berdoa kepada Tuhan? Banyak orang berdoa kepada Tuhan ketika mereka sedang ketakutan dan kuatir. Atau dengan kata lain, ketika mereka sedang dalam kondisi mendua hati. Apa benar itu waktu paling tepat untuk berdoa?

(Baca juga: ANDA LAYAK DISEMBUHKAN DAN HIDUP SEHAT)

Mari kita lihat apa kata Firman Tuhan mengenai mendua hati.

Yakobus 1:6-8 menjelaskan, “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.”

Melalui ayat di atas kita dapat memahami bahwa ada situasi di mana kita tidak dapat menerima dari Tuhan, yaitu ketika hati kita sedang bimbang atau mendua hati. Kita belum menerima bukan karena Tuhan belum memberi, karena Tuhan sudah memberikan segala berkat-Nya 2000 tahun lalu (Efesus 1:3). Kita belum menerima karena hati kita ragu.

“Lalu, apa yang harus kita lakukan saat kita dalam kondisi takut dan kuatir?”

Satu hal mengenai takut dan kuatir yang mungkin belum pernah Anda dengar. Takut dan kuatir muncul ketika tidak ada iman, ketika kita lupa bahwa janji Tuhan itu Ya dan Amin. Kita tidak dapat mengusir rasa takut dan kuatir kita dengan berdoa. Kita hanya dapat mengusirnya dengan cara menyadari bahwa Tuhan sangat mengasihi kita (1 Yohanes 4:18) dan kembali mengisi pikiran kita dengan janji setia Tuhan (Yesaya 43:1).

Hal yang dapat kita lakukan ketika sedang takut dan kuatir adalah duduk diam merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Roma 10:17 mengatakan bahwa iman timbul dari pendengaran akan Firman Kristus. Mendengarkan kembali rekaman khotbah, membaca kembali catatan khotbah, merenungkan kembali janji Tuhan, dan mengingat kembali mukjizat-mukjizat yang Tuhan pernah lakukan dapat membangkitkan iman kita.

(Baca juga: DOSA KITA YANG AKAN DATANG SUDAH DIAMPUNI)

Yakobus 5:16 mengatakan, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Garis bawahi kalimat, “bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya”. Jadi, waktu paling tepat untuk berdoa adalah saat hati kita percaya kepada janji Tuhan, bukan pada saat hati kita dalam ketakutan dan kekuatiran. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

PENTINGNYA KITA MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN SIANG DAN MALAM

Bahan renungan:

Wahyu 12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.”

Kuasa iblis sudah dilucuti, kini iblis hanya dapat menuduh dan mendakwa Anda. Perhatikan ayat di atas. Firman Tuhan katakan iblis mendakwa kita siang dan malam. Hanya ada satu tujuan iblis melakukan hal tersebut, yaitu menghancurkan hidup Anda (Yohanes 10:10). Supaya Anda jauh dari Tuhan, Anda lupa bahwa Anda adalah anak kesayangan Tuhan, dan Anda tidak hidup di dalam janji-janji-Nya yang sempurna.

(Baca juga: PERGUNAKANLAH PERISAI IMAN SETIAP WAKTU)

Tidak heran Firman Tuhan dalam Yosua 1:8 mengatakan agar kita merenungkan kebenaran siang dan malam. Tuhan tidak ingin Anda tidak menjadi sasaran empuk tipu daya iblis.

Anda pasti ingat kisah di mana Goliat menantang Bangsa Israel selama 40 hari 40 malam di Lembah Tarbantin (1 Samuel 17:8-16). Goliat, yang adalah gambaran dari iblis, berhari-hari melontarkan intimidasi kepada Bangsa Israel. Akibatnya, Bangsa Israel dan Raja Saul jadi ketakutan.

Alur cerita berubah ketika Daud datang dengan gagah berani mengalahkan Goliat. Daud adalah gambaran dari orang yang hidup intim dengan Tuhan. Daud tidak takut terhadap intimidasi Goliat, karena Daud lebih percaya kepada Tuhan dan janji setia-Nya.

Teman, penting bagi kita untuk berhenti mendengarkan suara “Goliat” yang mengintimidasi dan mulai membangun kebiasaan untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan siang dan malam. Hanya dengan cara demikian kita dapat hidup dalam kemenangan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

CARA MENGATASI KRISIS: TUHAN TANGGUNG BAGIAN TERBERATNYA (bagian 04)

Bahan renungan:

Keluaran 14:21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

Apakah Anda pernah mendengar istilah “do your best and GOD will do the rest”? Menurut saya istilah ini tidak tepat. Saya lebih suka mengatakannya begini, “God always does the best, therefore we can rest in HIM.” Hanya pada saat kita menyadari bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Bapa yang baik, kita dapat tinggal tenang di dalam Dia. Itu yang membuat sekalipun ada Laut Merah yang membentang, kita tidak ketakutan, karena kita tahu yang bersama-sama dengan kita adalah Bapa yang baik yang tidak pernah merancangkan yang buruk bagi anak-anak-Nya.

(Baca juga: CARA MENGATASI KRISIS: LIHATLAH KESELAMATAN DARI TUHAN (bagian 03))

Ini adalah bagian terakhir dari renungan kita yang bertema CARA MENGATASI KRISIS. Jika ini pertama kalinya Anda membaca hagahtoday.com, saya menyarankan Anda membaca dari bagian pertama.

Seperti yang kita ketahui, setelah Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, laut itu terbelah. Teman, sepertinya saya tidak perlu memberitahu Anda bahwa yang membelah laut bukan Musa, melainkan Tuhan. Anda dapat melihat bahwa dalam masalah Musa, Tuhan yang mengambil bagian terberatnya. Menurut Anda mana yang lebih mudah bagi Musa, mengulurkan tangan atau membelah lautan? Tentu saja mengulurkan tangan.

Ayat di atas jelas mengatakan Musa hanya mengulurkan tangan, tanda Dia percaya kepada Tuhan, sementara Tuhan membelah lautan.

Teman, perlu Anda sadari, Anda tidak sendirian di saat krisis datang, Tuhan senantiasa ada bersama-sama Anda. Dan, berita sukacitanya adalah DIA menanggung bagian terberat untuk Anda. Firman Tuhan katakan Dia yang berperang bagi kita dan kita hanya akan diam saja (Keluaran 14:14). Filipi 4:13 mengatakan, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Saya percaya tidak ada satu pun masalah yang terlalu besar jika Anda melewatinya bersama-sama TUHAN.

Mari kita lanjutkan kisah di atas sedikit lagi.

Keluaran 14:22 berkata, “Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.” Garis bawahi kata “di tempat kering.” Saat ini saya sedang membayangkan sebuah karpet merah panjang, seperti yang terdapat di ajang Oscar, yang khusus disiapkan Tuhan bagi Bangsa Israel saat mereka melintasi Laut Merah. Saya yakin ini bukan jalan keluar ala kadarnya, tetapi jalan keluar terbaik yang Tuhan persiapkan bagi anak-anak-Nya.

Untuk menggelitik imajinasi Anda, saya paparkan sedikit informasi mengenai Laut Merah. Laut Merah, atau juga disebut Laut Teberau, memisahkan benua Asia dan Afrika. Panjang laut ini 1900 km dengan jarak terlebar sejauh 300 km, dan dan titik terdalam 2500 m. Wow! Tentu saja ini bukan jarak yang dapat ditempuh dalam waktu satu hari dengan berjalan kaki. Saya membayangkan perjalanan mereka melintasi Laut Merah penuh sorak sorai, tari-tarian, nyanyian, dan sesekali mereka berhenti memandang kagum aquarium raksasa berisi ikan-ikan besar di kanan kiri mereka, dan sama sekali tidak ada genangan air di bawah kaki mereka. Oh, sungguh menakjubkan!

Jika Anda menyadari Bapa di Sorga yang baik itu selalu bersama Anda, krisis atau masalah sebesar apa pun bukanlah sesuatu yang harus Anda lalui dengan stres, depresi, ketakutan, dan penuh kekuatiran. Sebaliknya, Anda dapat melewatinya dengan tenang, damai, dan penuh sukacita. Firman Tuhan telah mengatakan bahwa bersama Yesus, Anda lebih dari pemenang.

(Baca juga: CARA MENGATASI KRISIS: JANGAN TAKUT (bagian 01))

Ijinkan saya mengutip ayat ini sekali lagi, “Janganlah takut, berdirilah tetap, dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu ..” Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

CARA MENGATASI KRISIS: JANGAN TAKUT (bagian 01)

Bahan renungan:

Keluaran 14:13 Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.

Selama empat hari ke depan, saya akan membahas mengenai cara mengatasi krisis. Saya percaya saat Anda membaca keempat renungan tersebut Tuhan akan menyatakan sesuatu bagi Anda.

(Baca juga: CARA MENANG DARI TUDUHAN DAN DAKWAAN IBLIS)

Saya mengambil sepenggal peristiwa sesaat setelah Bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir. Saat itu situasi yang mereka alami sangat mencekam, membuat jantung berdebar. Bangsa Israel diburu para prajurit Mesir untuk dibunuh, sementara langkah mereka untuk berjalan maju terhalang Laut Merah.

Bangsa Israel mulai ketakutan dan mulai bersungut-sungut (Keluaran 14:10-11). Mereka mengatakan, “Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.” Bangsa Israel ingin memilih untuk menyerah dan kembali menjadi budak.

Lalu, melalui Musa, Tuhan menyampaikan tiga hal: Janganlah Takut, Bedirilah Tetap, dan Lihatlah, yang menurut saya merupakan kunci yang sangat penting untuk mengatasi krisis ketika kita diperhadapkan dengan ‘Laut Merah’.

Di bagian pertama, saya akan membahas mengenai: Jangan Takut.

Teman, ketakutan tidak pernah menghasilkan sesuatu yang baik dalam hidup kita. Saat seseorang dalam ketakutan, pada dasarnya dia sedang memilih untuk lebih percaya kepada situasi dan kondisi daripada janji Tuhan. Atau dengan kata lain, orang tersebut mulai melupakan atau menomorduakan janji Tuhan, sehingga ketakutan mulai datang.

Tuhan bukan hanya memberikan janji untuk membawa Bangsa Israel keluar dari Mesir, tapi juga untuk membawa mereka masuk ke Tanah Perjanjian yang berlimpah susu madu. Lihat, saat kita fokus kepada masalah, kita cenderung lupa dan mengabaikan janji Tuhan. Di saat itulah kita akan mulai ketakutan.

Teman, jangan berpegang kepada sesuatu atau seseorang lebih erat daripada Anda berpegang kepada Tuhan. Firman Tuhan katakan dalam Matius 24:35, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu.” Jika Anda menyandarkan diri dan percaya sepenuhnya kepada janji Tuhan, Anda tidak akan ketakutan.

(Baca juga: MENGUNGKAP KATA KASIH DI DALAM BAHASA IBRANI)

Ini langkah pertama yang perlu Anda lakukan di saat krisis: Ingat kembali janji Tuhan dan berpeganglah pada hal itu, bukan kepada situasi, karena janji-Nya tidak pernah gagal. Ayat 1 Yohanes 4:18a mengatakan, “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan …” Ingatlah kembali betapa besar kasih Bapa bagi Anda dan ingatlah bahwa Anda adalah anak-anak kesayangan-Nya. Semakin Anda menyadari bahwa Bapa mengasihi Anda, semakin ketakutan dalam hati Anda lenyap, dan yang muncul adalah IMAN dan PENGHARAPAN. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

PILIH MANA: PERCAYA JANJI TUHAN ATAU KENYATAAN YANG BURUK?

Bahan renungan:

2 Raja-raja 6:17 Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.

Pernahkah Anda berada di dalam sebuah situasi di mana Anda harus memilih antara mempercayai janji Tuhan yang belum kelihatan dan kenyataan pahit yang terlihat jelas dengan mata jasmani Anda?

(Baca juga: ANDA DIBERKATI DI MANA PUN ANDA BERADA)

Situasi di atas pernah dialami oleh bujang Elisa. Matanya melihat bahwa dia dan Elisa dikepung oleh tentara Aram. Menyelisik reaksinya pada ayat 15, “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?” dapat saya pastikan bahwa sang bujang lebih mempercayai apa yang mata jasmaninya dia lihat daripada janji Tuhan di dalam hatinya.

Di sisi lain, Elisa juga di situ bersama sang bujang. Nyawa Elisa pun terancam seperti halnya sang bujang. Namun Elisa lebih mempercayai janji Tuhan yang ada di dalam hatinya, yang belum kelihatan, dibanding mempercayai mata jasmaninya. Ayat 16 menuliskan pernyataan iman Elisa “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” Hebat!

Teman, bagaimana dengan Anda? Mana yang lebih Anda percayai, janji Tuhan yang belum terlihat atau kenyataan yang terlihat?

Kalau Anda perhatikan cerita di atas, Elisa dan bujangnya ada di dalam satu kondisi yang sama, tetapi mereka mempercayai dua hal yang berbeda, sehingga menghasilkan dua respons yang berbeda. Sang bujang mempercayai kenyataan buruk yang dilihat matanya dan hasilnya adalah ketakutan dan kekuatiran, sedangkan sang nabi mempercayai janji Tuhan dan mengabaikan kenyataan buruk yang dilihatnya. Hasilnya adalah iman dan mukjizat.

Saya mengerti bahwa situasi yang terjadi di dalam hidup kita tidak selalu indah. Saya pun mengalami hal tersebut. Namun Anda perlu ingat bahwa Anda memiliki Tuhan yang besar yang memberikan janji kekal bagi Anda. Jika Anda percaya kepada janji Tuhan, justru di tengah hujan badai, Anda dapat melihat pelangi yang indah; di tengah kesesakan, Anda dapat melihat mukjizat dinyatakan.

(Baca juga: HIDUP KARENA PERCAYA, BUKAN KARENA MELIHAT)

Seperti nasihat Elisa kepada bujangnya, “Jangan takut …” Saya pun ingin mengatakan kepada Anda supaya jangan takut, karena yang menyertai Anda jauh lebih besar dari masalah yang Anda hadapi. Peganglah janji Tuhan, dan mulai ucapkan harapan Anda, bukan ketakutan Anda. (penulis: @mistermuryadi)

YESUS TIDUR DI TENGAH BADAI YANG HEBAT

Bahan renungan:

Matius 8:24-25 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”

Berkali-kali saya berusaha memahami peristiwa di atas, berkali-kali juga saya menemukan banyak “harta karun” di dalamnya. Dua kata yang belakangan terngiang di pikiran saya adalah “Yesus tidur”. Ya, Yesus tidur di tengah badai yang sangat hebat.

(Baca juga: SEKALIPUN TUHAN MENGASIHI KITA, PERBUATAN JAHAT KITA ADA KONSEKUENSINYA)

Saya mencoba mendramatisasi sedikit peristiwa di atas. Mungkin Yesus tahu ada badai dan Dia terbangun sebentar. Namun ketika melihat badai tersebut, Yesus hanya mengatakan, “Oh, ada badai,” lalu Dia kembali melanjutkan tidurnya.

Respons Yesus terhadap badai sungguh luar biasa. Dia tidak melihat badai seperti murid-murid-Nya melihat badai. Atau dengan kata lain, saya ingin katakan, Yesus tidak “mengagungkan” kehebatan badai itu seperti murid-murid-Nya. “Badai ini akan membinasakan kami,” teriak para murid “memuji” sang badai.

Yesus tidur, sementara murid-murid ketakutan setengah mati. Badai tidak membangunkan Yesus dari tidurnya. Para muridlah yang membangunkan Yesus. Yesus bangun bukan untuk menenangkan badai, karena badai bukan masalah bagi Yesus. Yesus bangun untuk menenangkan para murid.

Pertanyaannya, apa yang dapat membuat Yesus setenang itu? Pada ayat 26 Yesus memberikan jawabannya. Dia mengatakan, “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?”

Takut membuat kita melihat masalah kecil menjadi besar. Takut membuat kita bertingkah laku berlebihan. Sebaliknya, percaya kepada Tuhan membuahkan ketenangan. Percaya kepada Tuhan membuat kita tidur nyenyak di tengah badai masalah.

Teman, jika percaya kepada Tuhan dan janji-Nya, tidak ada badai yang dapat menggoncang hidup Anda. Sekalipun situasi dan kondisi yang sedang Anda hadapi begitu mencekam, Anda dapat tetap tinggal tenang, karena Anda tahu bahwa mata Tuhan sepenuhnya tertuju kepada Anda, dan Dia, beserta ribuan malaikat-Nya, menjaga dan melindungi Anda dari malapetaka.

(Baca juga: MUSA, DAUD, ABRAHAM, DAN SAMUEL, HANYALAH ORANG BIASA)

Yesus sangat menyadari bahwa Bapa mengasihi Diri-Nya. Kebenaran itulah yang membuat Yesus tetap tidur di tengah badai. Daripada mengatakan, “Badai ini akan membinasakan Saya,” Yesus memilih berkata, “Saya percaya Bapa selalu ada bersama-sama saya, menyertai dan menjagai Saya.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.